HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
55. usaha Aditya


__ADS_3

Cukup lama Nisa melakukan hal itu. sepasang suami istri pun sudah mulai berkaca-kaca, takut anaknya terjadi apa-apa dan gagal menjadi ayah dan ibu.


mereka terus memperhatikan Nisa untuk membuat bayi mereka kembali bernafas. setelah upaya besar yang dilakukan desa akhirnya bayi itu pun menangis.


"oek..oek...oek..." suara tangis kencang sang bayi. kedua orang tua dari si bayi pun bernafas lega melihat kejadian itu, mereka sangat terharu penantian mereka akhirnya tidak sia-sia.


"Oh udah bangun ya.. maaf ya.. dingin ya??"ucap bisa mengajak berbicara sang bayi yang masih terus menangis.


Nisa pun meletakkan bayi itu di atas dada sang ibu untuk merasakan detak jantung ibunya dan menyentuhnya ibaratnya skin to skin๐Ÿ˜( pokonya begitu deh. kurang tau juga author).


sesaat setelah Nisa meletakkan bayi itu, bayi tersebut pun terdiam, iya mulai mencari sumber makanan di dada ibunya itu.


setelah drama persalinan itu, cukup lama Nisa memberikan sedikit wejangan kepada kedua orang tuanya, akhirnya Nisa meninggalkan tempat itu. tentu saja ia pergi dengan sedikit ucapan terimakasih dari keluarga sang bayi.


Nisa tidak meminta apa-apa, hanya saja keluarga itu memberikan sebagai tanda terima kasih Nisa pun tidak dapat menolak, dan lumayan untuk membeli pecel ayam di rumah makan kakaknya hehehe.


***


selepas membantu orang bersalin, Nisa kembali ke rumahnya dan membersihkan diri. saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. setelah selesai mandi ia langsung pergi ke rumah sang kakak kembali.


"bunda, bunda dari mana ? Kenapa pas Iwan pulang ngaji bunda tidak ada di rumah?" tanya Iwan kepada Nisa. Mereka pun berebut minta dipeluk oleh Nisa.


"Oh, tadi bunda pergi sebentar ada urusan." jelasnya Nisa pun mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi yang kosong diikuti oleh kedua keponakan laki-lakinya itu. melihat Nisa sudah kembali Mbak nur pun mendekat ke arahnya.


"Bagaimana Nis persalinan kakaknya iska.? Apakah lancar dan baik-baik saja..?"tanya sang kakak.


"lancar dan baik-baik saja kak. hanya saja pas anaknya lahir dia tidak bernafas, Tapi sekarang sudah lebih baik." jelas Nisa kepada sang kakak.


"wah ternyata kamu benar bisa diandalkan dek.."puji sang kakak.


"tentu saja Kak, Nisa bisa di bidang itu, jadi kakak tidak perlu khawatir. Hanya saja karena jurusan Nisa dulu IPS jadi tidak bisa mengambil dokter." jelas bisa kepada kakaknya sang Kakak pun menganggukkan kepalanya mengerti.


"Ya sudah, Nisa sangat lapar mau makan dulu boleh kan Kak?"tanya Nisa kepada sang kakak.

__ADS_1


"tentu saja boleh, kapan kakak bilang tidak boleh kamu ini ada-ada saja."ucap Mbak nur kembali Nisa pun hanya tersenyum.


"apa anak-anak bunda sudah makan semua?"tanya Nisa kepada kedua keponakannya.


"sudah bunda, tadi kita sudah makan bersama dengan ayah dan ibu." jawab mereka.


"Ya sudah kalau begitu, bunda makan dulu ya.."ucap Nisa berlalu mengambil nasi dan lauk pauknya setelah itu ia makan dengan tenang.


ternyata keahlian Nisa membantu persalinan yang tadi menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.


di mana, bayi yang lahir tidak bernyawa itu akhirnya bisa diselamatkan dengan tangannya sendiri, orang-orang mengatakan mungkin Nisa adalah seorang dokter.


***


saat Nisa sedang mengemasi barangnya, Iya berencana kembali ke desa jati untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan juga memantau beberapa pabriknya di sana.


tiba-tiba handphonenya berbunyi, memanggil sang pemilik semesta, eh bukan maksudnya pemilik handphone.


kring kring kring kring... dering handphone Nisa.


"halo.." sapanya. tak lama terdengar suara dari seberang telepon.


"halo Nis, apa kabar?"tanya orang itu. mendengar suara orang tersebut, Nisa pun langsung mengenali suara itu. Siapa lagi kalau bukan Aditya Pratama.


"eh kak Adit. Ada apa kak tumben nelpon Nisa." ucap Nisa dengan santai.


"nggak papa Nis. Kakak bukannya tumben nelpon kamu,!! tapi kamunya yang sering mengabaikan panggilan kakak.."canda Aditya kepada Nisa.


"hehehe.. masak sih, nisa aja baru mendapatkan panggilan Kakak sekarang setelah 1 tahun."ucapnya sedikit guyon.


"dih !! enak aja ngomongnya setelah setahun. kakak tuh selalu sempat-sempatin untuk menelpon kamu. eh, tapi kamu lagi di mana sekarang, kakak lihat kamu lagi ngasuh ya.?" tanya Aditya.


dua hari yang lalu Aditya melihat foto Nisa yang sedang menggendong keponakannya Aisyah setelah membantu persalinan Kakak iska.

__ADS_1


"Iya Kak sekarang Nisa lagi di desa leisi. dan sekarang lagi siap-siap mau ke desa jati."ucap Nisa menjelaskan.


"eh banyak banget desanya, memangnya desa kamu yang sebenarnya di mana ?"tanya Aditya lagi.


bukannya Aditya tidak mengetahui Dari mana asal Nisa, namun Ia hanya berusaha untuk membuat percakapan mereka lebih lama dengan menanyakan hal-hal yang sepele.


"Oh desa Nisa di desa jati. dan hari ini akan pulang kampung, nanti perjalanannya sekitar 2 jam perjalanan baru nyampe."jelas Nisa di dalam telepon.


"oh.. tapi kok kamu tega ya sama kakak, pulang kampung nggak bilang-bilang." ucap Aditya lagi. mendengar ucapan itu Nisa sedikit mengerutkan keningnya.


"mohon maaf ya Kak, kata orang di luar sana.. memangnya Kakak siapanya Nisa harus minta izin segala..." ucap Nisa sedikit tidak enak, namun Aditya harus punya alasan dong kalau mengatakan hal itu kepadanya.


"ya Kakak memang saat ini bukan siapa-siapa buat kamu, Tapi Kakak sedang serius-seriusnya untuk mengejar kamu untuk dijadikan sebagai pendamping hidup aku. maka Kakak sangat berharap kamu mau memberikan kesempatan.."jelas Aditya.


Nisa terdiam sejenak. iya berpikir, jujur saja ia sangat malas menjalani hubungan bersama lawan jenisnya mengingat seseorang pernah menyakiti perasaannya walaupun sebenarnya tidak sakit sih !! hehehe...


namun Ia juga berpikir, Aditya kan tidak salah, dan tidak ada salahnya memberikan ia kesempatan. namun Nisa juga harus Melihat kesungguhan dari seorang Aditya.


"hah Baiklah Kak. Nisa akan Melihat kesungguhan Kakak itu seperti apa. jadi akan Nisa beri kesempatan untuk masalah hati. tapi melihat temperamen Nisa, kakak pasti sudah bisa menyimpulkan Nisa itu seperti apa?" ucapnya lagi.


"serius nih nis? kamu mau memberikan Kakak kesempatan? kalau begitu Kakak akan membuktikannya" ucap Aditya dengan senang dan girang. Iya bertekad dalam hatinya tidak akan menyakiti atau mengecewakan nisa.


karena, ia melihat temperamen Nisa merupakan seorang gadis yang cuek berhati dingin namun penyayang, Iya akan membenci atau mengacuhkan orang yang sudah mengecewakannya.


walaupun mungkin tidak dengan kata-kata kasar, namun tentu saja jika orang tersebut memiliki akal dan hati. ia akan merasa sakit hati apabila diacuhkan dan didiamkan begitu saja.


"Iya Kak Nisa serius. tapi udah dulu ya Kak, Nisa mau bersih-bersih mau kemas-kemas soalnya Nisa harus segera pulang sebelum malam nanti."ucap Nisa.


"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau sudah kembali ke kota x tolong kabari kakak ya. biar nanti kakak dapat melakukan tindakan apa yang akan Kakak ambil untukmu."ucap Aditya.


Aditya juga tahu selain Nisa cuek dan asing terhadap orang baru, Nisa juga memiliki ilmu bela diri yang mumpuni dan bahkan bisa melindungi dirinya sendiri.


Dan inilah yang Aditya mau darinya, karena jika suatu saat nanti Nisa tidak bersamanya, Aditya tidak perlu menghawatirkan nya. setidaknya Nisa bisa melindungi dirinya sendiri.

__ADS_1


setelah berbicara panjang lebar, akhirnya mereka mengakhiri panggilan itu, Nisa pun kembali bersiap-siap untuk segera kembali ke desa jati.


***bersambung***


__ADS_2