
assalammualaikum pembaca author 🥰 makasih sudah mampir 🙏. semoga ceritanya dapat menghibur para pembaca 🥰
happy reading 🥰🥰
***
Nisa pun membuka pintu kamar itu dengan keras dan tergesa-gesa. ia berteriak memanggil keduanya.
"pak buk…!! Kalian dimana..!!” teriak nisa. orang tua nisa yang bersembunyi di bawah tempat tidur itu, setelah mendengar suara anaknya, mereka pun keluar dari persembunyian mereka.
“bapak sama ibu disini nak.!!.” jawab pak juna. Nisa pun berhenti.
Ia melihat kedua orang tuanya keluar dari kolong tempat tidur itu. ia merasa sangat terharu, ternyata orang tuanya baik-baik saja, nisa pun berlari dan memeluk tubuh keduanya.
(anggap saja ada kolong nya 😁😁)
“pak, buk, kalian baik-baik saja kan..?😭😭”ucap nisa sambil terisak, ia benar-benar diliputi oleh rasa khawatri saat itu. pak Juna pun membalas pelukan putrinya, ia juga merangkul pundak istrinya.
“kami baik-baik saja nak..” ucap pak juna. Sambil terus memeluk putrinya yang masih terisak dalam tangisnya.
sempat terlintas dalam pikiran pak Juna, bahwa ia tidak akan bertemu lagi dengan putrinya ia sempat berpikiran pendek takut terjadi apa-apa pada putrinya ini.
"kamu juga tidak apa-apa kan nak ?. bapak dan ibu sangat menghawatirkan mu. takut tidak bisa bertemu lagi denganmu..." tutur ibu Nita sambil mengusap punggung putrinya yang masih bergetar itu.
entah kenapa, Renata yang ada dalam diri Nisa ini sangat cengeng. waktu ia hidup menjadi Renata dulu tidak seperti ini. barang kali, ini adalah reflek dari si pemilik tubuh tersebut.
" Nisa ngak papa buk. ngak mungkin terjadi apa-apa dengan Nisa. Nisa sekarang anaknya kuat.." canda Nisa kepada keduanya sambil mengepal tangannya tanda kuat.💪💪
Pak Juna terus mendekat putrinya dengan erat ada rasa takut dan juga rasa lega akhirnya yang ia pikirkan tidak terjadi.
Flas back
Setelah nisa keluar dari kamar kedua orang tuanya. Pak juna turun dari ranjang dan mengunci pintu kamar itu, supaya terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Lampu kamar juga tidak mereka hidupkan karena berhubung, waktu itu masih siang. Setelah mengunci pintu. Pak juna langsung kembali merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
__ADS_1
Saat mereka terlelap, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara ledakan keras, dan beberapa suara ricuh dan ada orang yang terdengar seperti memberikan peringatan kepada mereka. pak Juna tersentak.
"apa yang terjadi, kenapa sangat ribut di luar..!?" ujar pak Juna pelan. Pak juna pelan-pelan mengintip dari jendela, Ia melihat segerombolan orang berpakaian hitam merampok di siang bolong begini.
( jendela kamar😁)
pak Juna tidak bertanya lagi, fealingnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.Dengan segera pak juna langsung membangunkan istrinya.
“buk.. buk.. bangun. Kita harus segera bersembunyi. “ ucap pak juna sambil mengemas dan mengamankan barang-barang mereka. ibu Nita pun bangun dan duduk mengumpulkan sambil nyawanya
alias kesadarannya hehehe 😁😁
“ada apa pak..?” ucap buk nita. Sambil mengucel matanya. pak Juna Melihat kearah istrinya itu.
“diluar terjadi perampokan !, cepat kita tidak bisa keluar sekarang !, segera bersembunyi saja..!” ucap pak juna dengan tergesa-gesa. mendengar penuturan suaminya itu. ibu Nita jadi terkejut, aliran darahnya
seolah mengalir dengan cepat, jantung nya pun mulai berdetak tak karuan. ibu Nita kemudian bangkit dari duduknya.
tiba-tiba, pandangan pak Juna mengarah ke kolong tempat tidur. Pak juna langsung menuju kolong tempat tidur. Cukup sempit sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi.
“di sisni saja buk..” ucap pak juna. Ibu nita dan pak juna segera bersembunyi disana dengan diam. tak lama, setelah mereka bersembunyi Tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu kamar mereka, namun pak juna dan buk nita, tak ada yang beranjak dari sana sebelum mendengar suara orang tersebut. Tiba-tiba terdengar suara dari luar.
“sepertinya kamar ini kosong..” ucap salah satu dari mereka. Pak Juna dan buk nita menutup melut mereka rapat-rapat dan menahan nafas mereka. para perampok itu pun melewati kamar mereka dan menuju tempat lain.
Setelah orang yang mengetuk pintu kamar mereka pergi, pak juna dan buk nita masih tetaap berada di kolong tempat tidur, sampai akhirnya nisa datang..
Flas of
“kamu benaran ngak papa kan nak.??.” Tanya pak juna lagi pada nisa.
seolah belum puas dengan jawaban putrinya.
“nisa tidak apa pak. Tapi sekarang sudah aman pak, mari kita keluar dulu..!” ucap nisa. mereka semua pun berdiri, sementar karyawan laki-laki yang ada disana hanya menonton saja. ia merasa terharu mendengar percakapan keluarga kecil itu. Nisa beralih kepada karyawan laki-laki itu.
“kak.. sebaiknya katakan pada para polisi itu, ada dua orang di pintu belakag hotel yang sudah terikat, dan empat orang di ruang monitor cctv...” Ucap nisa.
__ADS_1
“baik nona. “ jawab karyawan itu sambil membungkuk sedikit. mereka pun langsung keluar menuju kerumunan itu.
disana, para polisi dan juga para tentara sudah berada di dalam hotel. Beberapa orang menyampaikan kronologi kejadiannya dan juga siapa yang menyelamatkan mereka.
Melihat kedatangan nisa. para kariawan itu pun langsung mengatakan pada polsi dan juga tentara itu.
“itu dia mbaknya yang menolong kita pak...!!” ucap salah satu Sandra yang sedang mengobrol dengan para aparatur itu. mereka semua mengalihkan pandangan mereka kearah nisa. mereka semua juga mendekat kearahnya.
“makasih ya dek, kalau adek tidak datang, mungkin kami tidak akan tau nasib kami akan seperti apa..!!” ujar salah seorang ibu-ibu dan di ikuti oleh yang lainnya. Nisa pun hanya menampilkan senyum ramah seramah-ramahnya.
“ya sama-sama buk..” ucap nisa membungkukan badannya sedikit.
Sementara, karyawan yang mengikuti nisa tadi, sudah mengajak beberapa aparat untuk menuju tempat yang tadi di tunjukkan olehnya. Di sana mereka langsung meringkus ke enamnya dan membawa mereka ke kantor polisi dan kondisi masih pingsan.
“dek.. kami sangat berterima kasih atas kerja samanya. Kalau tidak ada kamu, mungkin operasi kami ini mungkin masih berlanjut...” Ucap salah satu aparat Negara itu.
“ya sama-sama pak, sudah menjadi kewajiban saya..” ucap nisa lagi.
“kalau begitu, kami harus segera kembali dan mengitrogasi para pelaku ini..” ucapnya lagi.
“baik pak..” para aparat itu pun langsung kembali dengan membawa ke sepuluh perampok itu. setelah kepergian mereka, suasana kembali aman. Di rektur hotel pun menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan tersebut. Setelah itu, nisa dan kedua orang tuanya, kembali kekamar mereka masing-masing.
***
Ke esok paginya, setelah insiden yang terjadi kemarin Nisa dan kedua orang tuanya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman mereka lebih awal.
"pak buk, sebaiknya kita langsung kembali saja. semua yang bisa butuhkan, sudah Nisa dapat kan.. jadi kita pulang saja.." ungkap Nisa.
"ya sudah kalau begitu. tanpa kamu bilang pun nak, sebenarnya bapak juga ingin mengutarakan nya." ucap pak Juna.
mereka pun mulai bersiap-siap, semua alat-alat elektronik yang mereka butuhkan sudah mereka dapatkan dan mengemasnya dengan baik. akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kembali.
namun sebelum mereka pulang bisa terlebih dahulu mengatakan kepada kedua orang tuanya untuk membeli sepeda motor sebagai alat transportasinya pergi ke sekolah tentu saja kedua orang tua itu tidak merasa keberatan Karena itulah yang dibutuhkan oleh Putri mereka.
***bersambung***
jangan lupa tinggalkan kenangan untuk author. yaitu like dan vote nya. hehehe😁😁
__ADS_1