HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
68. ngak tau judul


__ADS_3

hai readesnya otor. jika reades menemukan banyak kesalahan tulisan pada bab ini, author minta maaf ya. soalnya author update sistem kebut. jadi otor nggak sempat revisi, sekali lagi jika merasa tidak nyaman otor minta maaf ya...β˜ΊοΈβ˜ΊοΈπŸ™πŸ™


***


"Baiklah nak nanti Ibu sampaikan kepada bapak."ucap Ibu Nita dengan pasrah. sejenak mereka mulai bercakap-cakap ringan membahas beberapa kesibukan di antara mereka. tak lama mereka pun mengakhiri obrolan itu.


setelah itu, Iya beralih kepada situs-situs yang menyimpan berbagai macam data virtual perusahaan sang ayah yang saat ini sedang berusaha dibobol oleh pihak tuan volkan. nisa pun sedang berusaha untuk selalu mempertahankan apa yang menjadi milik mereka, dan juga ia berusaha untuk melindungi semua aset-aset Ayah dan ibunya itu. tak lupa Iya terus mengirimkan berbagai macam virus yang tingkat pembasmiannya itu sangat minim, karena hanya Ia yang bisa membasmi virus-virus itu. Nisa yang sedang fokus terhadap layar monitornya itu menampilkan senyum sinis.


"heh kalian pikir kalian bisa mengalihkan semuanya. kalian tidak akan pernah bisa mengambil sepersen pun harta kedua orang tuaku. dulu kalian sangat baik dan memuja-muji kami, Namun ternyata semuanya ada maksud. kalian berpikir mungkin kalian sudah berhasil mendapatkannya. namun kalian salah, aku masih bernafas, dan selagi aku masih bernafas kalian tidak bisa menguasai sepersen pun kekayaan kedua orang tuaku hehehe."ucap Nisa dengan licik.


jari-jarinya terus menari-nari di atas keyboard laptopnya itu. sementara matanya terus fokus menatap ke layar monitor, banyak sekali situs-situs yang berusaha membobol beberapa situs miliknya. namun tentu saja mereka tidak akan berhasil. cukup lama Nisa berkutat di depan layar monitor itu. namun setelah pihak lawannya melemah Nisa pun tidak berhenti di sana, Iya segera mengurus perpindahan perusahaan ayahnya.


ia akan memindahkan perusahaan induk di negara Indonesia. sementara perusahaan induk yang saat ini berada di LA dijadikan sebagai perusahaan cabang. tak lama semuanya pun sudah teralihkan. Nisa pun sekali lagi menyunggingkan senyum puas.


"akhirnya aku bisa mengambil semuanya. dan mengembalikan semua aset-aset ayah dan ibu."ucap Nisa. Nisa pun langsung memasang beberapa pengaman di aplikasi situs itu kembali agar tidak mudah dibobol oleh pihak-pihak hacker yang tidak bertanggung jawab. setelah itu Nisa pun memutuskan untuk kembali tidur.

__ADS_1


***


dua minggu kemudian. selama dua minggu ini Nisa menyibukkan dirinya untuk mencari rumah untuk kedua orang tuanya atau keluarganya yang ada di desa jati. dan di sinilah mereka sekarang, di rumah baru itu.


"berapa harga rumah yang kamu beli ini nak?"tanya ibu Nita dengan penuh rasa takjub. bisa tersenyum namun tidak menjawab pertanyaan sang ibu.


"ah Ibu tidak usah bertanya seperti itu. aku tahu jika aku menjawabnya Ibu pasti akan mengomel panjang lebar." ucap Nisa tahu dengan maksud sang ibu. Ibu Nita bukannya melarang Nisa untuk membeli rumah, hanya saja Ibu Nita berpikir. seharusnya bisa menghabiskan uang itu untuk pendidikannya dan kebutuhannya yang lain, kalau masalah rumah mereka sudah cukup dengan tinggal di rumah itu saja. mereka tidak tahu bahwa keinginan terbesar Nisa ialah membahagiakan orang tuanya dan orang-orang terdekatnya.


saat mereka sedang bercakap-cakap. tiba-tiba keluarga Nisa semasa menjadi Renata pun datang berkunjung ke rumah itu. sesuai dengan permintaan Nisa untuk memperkenalkan ayah dan saudara-saudaranya.


"ah sepertinya ayah dan ke-6 saudaraku sudah datang Bu. kalau begitu Nisa buka pintu dulu ya."ucap Nisa kepada kedua orang tuanya. sayangnya sang kakak dengan keluarga kecilnya tidak ikut, karena beralasan terlalu repot dengan ketiga anak mereka. apalagi anak pertama dan anak kedua sudah mulai menganyam pendidikan. dengan persetujuan ayah dan ibunya Nisa pun langsung berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu untuk keluarganya itu.


ceklek suara pintu dibuka dari dalam. setelah membuka pintu Nisa menongolkan kepalanya dan melihat tujuh laki-laki yang berdiri tegak di depan pintu. Nisa pun tersenyum melihat kedatangan mereka.


"Ayah Kakak kalian sudah sampai. ayo masuk bapak dan ibu sudah menunggu di dalam."ucap Nisa mempersilakan keluarganya itu masuk ke dalam rumah yang sudah ia beli untuk kedua orang tuanya yang saat ini. dengan senang hati ke tujuh orang tersebut pun langsung masuk ke dalam rumah. dan benar saja di ruang tamu sudah ada Pak Juna dan ibu Nita duduk menunggu kedatangan mereka dengan berbagai makanan atau cemilan yang terhidang di atas meja. melihat ke-7 laki-laki itu, kedua orang tua Nisa pun langsung berdiri menyambut kedatangan mereka. dan tentu saja Nisa berada diantara mereka.

__ADS_1


"nah kenalin, Ayah ini adalah kedua orang tuaku di desa jati. dan bapak sama ibu perkenalkan, ini adalah Ayah Nisa semasa jadi Renata. dan keenam laki-laki tampan ini adalah saudara-saudara Nisa. sementara Ibu Nisa sudah berulang terlebih dahulu ke Rahmatullah."ucap Nisa memperkenalkan mereka. namun ia memasang raut wajah sedih ketika mengatakan ibunya telah berpulang. Tuan Albert yang melihat putrinya bersedih itu mengelus pundak sang anak.


"jangan bersedih nak. kamu masih memiliki ibu yang sangat menyayangimu. walaupun ibu sudah pergi meninggalkan kita tetapi ragamu masih memiliki ibu kandung. jangan buat ibumu dan ayahmu bersedih. Ayah sudah melupakan semuanya dan biarkan ibu dan kakekmu bahagia di sana."ucap Tuan Albert memberi pengertian kepada putrinya itu. Nisa pun tersenyum ke arah ayah dan saudara-saudaranya.


"maafkan Nisa ya. bapak Ibu maafkan Nisa, Nisa sangat menyayangi kalian semua. dan untuk hidup disayang kedua kalinya ini, Nisa sangat bersyukur bisa memperbaiki kehidupan yang dulunya."jelas Nisa sambil melihat mata semua keluarga yang ada di ruangan itu.


"hai sudahlah nak. jangan seperti itu lagi, kami semua mencintaimu. ayo silakan duduk sampai kapan kita akan berdiri seperti ini."ajak Pak Juna bergurau kepada mereka semua. Mereka pun semua tertawa dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.


"iya iya maaf... Ini semua karena Putri kita yang selalu hello mellow kepada kita semua..."timpal Tuan Albert yang mengundang gelak tawa anak-anak angkatnya.


"eh apa itu maksudnya Ayah hello mellow?"tanya Leon kepada tuan Albert. mendengar pertanyaan itu Tuan Albert jadi bingung sendiri. lagi-lagi melihat kebingungan Tuan Albert mereka terkekeh.


"Ayah tidak tahu. bukannya kalian yang muda-mudi zaman sekarang selalu suka begitu?"ungkap tuan alber t sedikit menekuk wajahnya.


"eh ekspresi Ayah kok begitu. jangan begitu dong ya kami kan cuma bercanda..." ucap Arthur kepada tuan Albert. Mereka pun kembali tertawa.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2