HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
64. Aska kembali


__ADS_3

***


hay reades nya author. author minta maaf, karena beberapa hari tidak bisa update. tapi, hari ini author kembali update, namun satu bab dulu ya..😁😁


makasih, sudah stay cun..😘😘😘


***


di Tempat lain, di sebuah perusahaan Bramasta group. perusahaan itu sedang mengalami kekacauan, akibat dari beberapa situs keamanan data-data virtual yang berusaha mereka bobol, malah menyebabkan mereka mengalami kerugian yang fatal.


berkali-kali Mereka mencoba untuk memulihkan data-data situs itu, Namun nyatanya seperti situs mereka memang ditarik dan berusaha untuk dihancurkan. jari-jari para hacker itu menari dengan cepat diatas keyboard. namun, tak satupun yang sanggup membobol pelindung itu. menyaksikan hal itu membuat Tuan volkan sangat marah dan memaki penyerang situs mereka ini.


"kurang ajar !!! Siapa yang sebenarnya bermain-main denganku !!!" umpat tuan volkan di depan layar komputer yang sedang dimonitor oleh beberapa ahli IT. wajah


Tuan volkan tampak muram dan merah. ia benar-benar marah menyaksikan ini semua. karena tak puas, ia memaki para pekerja nya itu.


"Apakah kalian tidak bisa diandalkan.!! mengatasi masalah sekecil ini saja kalian tidak mampu.!! pokoknya saya tidak mau tahu, saya sudah menggaji kalian sangat mahal untuk mendapatkan data-data virtual itu.!! Saya mau seminggu data-data itu sudah kalian dapatkan. dan saya tidak menerima bantahan atau keluhan apapun.!!" ucap tuan vulkan dengan marah dan tidak sabaran.


saat ia sedang marah-marah, tiba-tiba putrinya syahrina datang dengan tergopo-gopo, setelah mendengar permasalahan yang dialami oleh ayahnya itu..


"Ayah apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa perusahaan kita menjadi rugi besar seperti ini. ?" tanya syahrina kepada tuan volkan.

__ADS_1


Tuan volcan kembali menghembuskan nafasnya kasar, saat ini hati dan pikirannya sedang dipenuhi dengan emosi. namun dia tidak ingin mendengar dan melihat putrinya tentang dirinya yang sedang emosi. jadi sebisa mungkin ia harus menekan amarahnya itu.


"Ayah benar-benar tidak tahu, dan Ayah sudah mengerahkan beberapa ahli ilmu teknologi, untuk mendapatkan dan memulihkan data-data perusahaan. Namun sepertinya mereka sama sekali tidak bisa diandalkan. bahkan perusahaan kita sampai menanggung kerugian bermiliar-miliar banyaknya."ucap tuan vulcan sedikit melembutkan suaranya walaupun dalam hatinya dipenuhi dengan amarah yang besar.


"kenapa bisa seperti itu yah? semua data-data virtual itu hanya Renata yang bisa membukanya, juga mengembalikan atau menyerang kembali situs kita. tapi Renata kan sudah meninggal yah, tidak mungkin iya yang mengendalikan semua ini." ucap Syahrina kepada ayahnya.


"begitulah, Ayah juga tidak mengerti. atau jangan-jangan ini adalah ulah Paman kamu Albert. karena sudah tiga bulan lamanya, Albert si keparat itu terbebas dari penjara bawah tanah. dan sampai sekarang keberadaannya belum diketahui."ucapkan volkan lagi.


"apa yah,!! Paman Albert terbebas dari penjara bawah tanah? Kenapa bisa begitu yah.?? Apakah waktu itu tidak ada yang menjaga penjara itu sama sekali. padahal setahuku, bahkan tikus saja tidak bisa masuk ke penjara bawah tanah itu." ucap syahrina lagi membulatkan matanya mendengar kabar ini.


" entahlah, tapi ayah tidak yakin kalau dia di luar sana baik-baik saja. karena ia sudah tidak bertenaga bahkan ia sudah sangat ringkih. berdiri saja ia tidak akan sanggup. walaupun ada nanti yang bisa menyelamatkannya, tapi ayah yakin, ia akan menyerah dalam hidupnya. apalagi saat ini dia sudah tidak memiliki keluarga dan siapa-siapa di dunia ini. dia hanya punya kita, namun dia tidak bisa berlindung dengan kita. Ayah yakin Iya pasti sudah mati saat ini."ucap tuan volcan.


itulah Kenapa alasan tuan volcan tidak terlalu mengerahkan anggotanya untuk menemukan Albert. karena Ia berpikir pasti Albert di luar sana sudah mati dan bertemu dengan keluarganya di alam sana.


"hmmm...kau benar anakku tidak seharusnya Ayah meremehkan si Albert itu." ucap Tuan volkan tersadar dengan penuturan putrinya itu. mendengar praduga yang disampaikan oleh syahrina, Tuan volcan pun kembali mengerahkan semua anak buahnya untuk menemukan Albert di manapun ia berada baik hidup maupun sudah tidak bernyawa.


***


saat ini di bandara internasional kota x. terlihatlah seorang laki-laki tampan berperawakan tinggi turun dari pesawat dengan memakai kacamata hitamnya dan menyeret sebuah koper. Iya berjalan keluar dari bandara itu.


sesampainya Ia di luar, Iya menghentikan sebuah taksi sebagai alat transportasinya untuk pergi menuju tempat tujuannya. setelah memberhentikan taksi Ia pun menaikinya dan pergi ke tempat tujuan.

__ADS_1


hotel mercury. di sinilah ia berada saat ini. ya Siapa lagi kalau bukan aska dinata.


Aska kembali ke Indonesia dengan niat untuk bertemu dengan Nisa dan menjelaskan semua kegunda gulanaan yang ada di dalam hatinya. serta ingin memperbaiki hubungannya kembali. beberapa bulan yang lalu sebelum Ia memutuskan ke Indonesia, terlebih dahulu ia sudah memutuskan pertunangannya dengan asmara.


Namun nyatanya semuanya tidak berjalan dengan lancar, asmara tidak ingin kehilangan Aska karena sangat mencintainya. apalagi mereka sudah bersama-sama sedari mereka kecil. akhirnya Aska menggantung hubungan itu dan pergi ke Indonesia untuk bertemu dengan Nisa.


di hotel mercury ini, Aska memesan satu kamar yang akan menjadi tempat tinggalnya untuk sementara waktu.


setelah melakukan check in, Ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan membereskan semua barang-barangnya. setelah itu, Aska merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit kamar.


pikirannya mulai mengembara kemana-mana, tentunya ia memikirkan tentang Nisa. dan bagaimana pertemuannya dahulu, serta bagaimana ia meninggalkannya. mengingat itu semua Aska menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"huft.. akankah Nisa mau menerimaku kembali. tapi tidak apa, aku akan memenangkan hatimu dan tidak akan menyakitimu lagi. tunggulah aku sayang..."ucap Aska dengan pelan. setelah itu karena merasa lelah menempuh perjalanan yang jauh, akhirnya ia pun terlelap dan tertidur kala itu.


2 jam lamanya Aska tertidur. akhirnya ia terbangun kembali, saat ia terbangun waktu sudah menunjukkan jam 03.30 sore. Ia pun langsung membersihkan tubuhnya.


setelah ia bersih-bersih ia kembali mengambil benda pipih dan mencari nomor yang menjadi candunya saat ini. Iya menekan kontak tersebut dan melakukan panggilan. berkali-kali Aska memanggil, Namun nyatanya panggilannya itu tidak diangkat.


"Kenapa panggilanku tidak diangkat, Apakah dia sedang marah kepadaku? ah tidak mungkin, saat ini ia pasti sedang tidur atau sedang sibuk. sebaiknya aku keluar mencari makan terlebih dahulu."


namun saat Aska akan beranjak keluar dari kamarnya, tiba-tiba handphonenya mengeluarkan suara nyaring tanda ada panggilan masuk. Iya melihat alamat panggilan itu, ternyata itu adalah panggilan dari Vivi adiknya.

__ADS_1


"halo Vi. Ada apa kamu menelpon kakak?" tanya Aska dengan pelan. terdengar suara hembusan nafas di seberang sana. sesaat kemudian ia mengeluarkan suara.


***bersambung***


__ADS_2