
"kita jalan-jalan ke mall aja mau..? atau ke pantai pokoknya ke mana aja deh yang penting hilangin suntuk.." ucap Nisa lagi Dewi pun hanya mengikut saja. setelah itu Nisa langsung memesan taksi online sebagai alat transportasi mereka pergi ke mall atau tempat tujuan mereka.
***
sesampainya mereka di mall, Mereka pun mulai berkeliling. mereka tidak belanja hanya saja berkeliling menikmati suasana ramainya mall. sesekali mereka akan mencoba beberapa permainan agar tidak terlalu monoton. saat mereka sedang bermain-main tiba-tiba suara perut minta diisi pun berbunyi.
krukkk....
"eh Nis gue laper nih, makan dulu yuk gua dari tadi pagi belum makan.." ucap Dewi kepada Nisa.
Mereka pun langsung menghentikan aktivitas bermain mereka. segera saja mereka beralih mencari cafe tempat untuk makan. saat mereka sudah menemukan cafe tersebut mereka langsung memesan berbagai menu makanan, tak lupa Nisa memesan seafood sebagai makanan favoritnya.
tak lama makanan itu pun datang. setelah makanan itu datang, Mereka pun langsung melahap makanan itu tanpa bersisa satupun. makan kan memang harus seperti itu tidak boleh disisakan harus habis.
"aduh gue kenyang banget nih.. terlalu banyak makan, habis kalau disisain sayang, di luar sana masih banyak orang yang tidak mendapat asupan makanan yang baik.." ucap Nisa sambil mengelus-elus perutnya kelewat kenyang. tak hanya Nisa Begitu juga dengan Dewi.
"sama nih. gue juga kenyang, habis makanannya menggiurkan semua. jadi lidah itu nggak bisa disetop padahal perut sudah minta disetop. berhenti berhenti katanya.. Tapi tetap diisi juga.." canda mereka berdua Mereka pun sama-sama terkekeh.
"eh seharusnya kita itu bersyukur bukan malah mengeluh tau..." ucap Nisa lagi sedikit sadar.
"Iya juga sih lupa.." ucap Dewi. setelah mereka rasa acara makan-makan itu dan istirahat sudah selesai. Mereka pun membayar pesanan makanan mereka. Setelah itu mereka pun langsung meninggalkan tempat itu. mereka langsung keluar dari mall tersebut.
"ke mana lagi kita nih, Aku belum ingin pulang ke kosan kapan lagi kan jalan-jalan seperti ini.."ucap Dewi kepada Nisa.
"Iya nih aku juga begitu. belum mau pulang ke kosan. kosan itu sepi coba kalau ada babang ganteng yang menemani, pasti nggak kesepian kan..??" ucap Nisa lagi. Mereka pun kembali terkekeh dengan candaan mereka sendiri.
Tapi tiba-tiba saat mereka sedang berdiri di depan lobby mall itu, di depan mata mereka terjadi sebuah peristiwa yang cukup mengerikan.
yaitu terjadi tabrakan di tempat tersebut, tabrakannya mobil dengan mobil. melihat hal itu yang ada di sana pun langsung bergerak untuk menolong tak terkecuali oleh Nisa.
banyak orang langsung mengevakuasi korban kecelakaan. korban kecelakaan itu ada 4 orang salah satunya adalah anak kecil yang masih berusia 7 tahun. dengan tindakan cepat Nisa pun mulai melakukan sesuatu sambil menunggu ambulans datang menjemput para korban ini.
"dew tolong belikan tisu basah.." ucap Nisa kepada Dewi.
__ADS_1
Dewi tidak banyak bertanya ia langsung melakukan apa yang disuruh oleh Nisa. sementara Nisa berusaha menghentikan pendarahan kepada keempat korban tersebut.
sementara satpam yang ada di tempat itu sedang menghubungi ambulans, Tak lama Dewi pun datang dengan berbagai perlengkapan P3K di tangannya. ternyata tanpa Nisa minta pun Dewi langsung membeli peralatan P3K itu.
"makasih dew, ternyata kamu cukup Peka juga. padahal, aku berniat menyuruhmu kembali untuk membelikan alat-alat ini.."ucap Nisa tanpa mengalihkan pandangannya kepada para korban itu.
"Iya nis. .sama-sama tapi maaf ya Nis, aku nggak bisa mendampingi kamu karena aku tidak berani melihat darah. tapi kalau kamu butuh sesuatu aku tidak jauh kok di belakang kamu." ucap Dewi langsung menjauh.
setelah itu, Nisa langsung mengambil tindakan, tangannya mulai melakukan aksi demi aksi untuk menyelamatkan para korban tersebut.
diantara mereka yang lain banyak yang menyaksikan hal itu. iya mulai menghentikan pendarahan kepada keempat korban ini.
dengan bersusah payah akhirnya keempatnya bisa ditangani dengan baik, walaupun masih dalam keadaan kritis karena kurangnya perlengkapan alat medis.
selang beberapa menit. suara ambulans pun mulai terdengar. sementara para korban sudah ditolong oleh Nisa dan menghentikan pendarahan yang terjadi. Ia juga menulis beberapa hasil diagnosanya mengenai para korban.
setelah itu, para korban pun diangkut masuk ke dalam ambulans dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih maksimal.
ternyata dari kejauhan, ada dua pasang mata yang melihat kejadian itu. Siapa lagi kalau bukan Aditya dan Joshua.
(ternyata aku tidak salah memilihmu sayang, kamu benar benar membuatku semakin menyukaimu, dan membuatku meleleh oleh tindakanmu. tahukah kamu saat kita pertama kali bertemu di kampus mu, saat itu aku benar-benar tidak bisa tidur. dan sekarang kita bertemu lagi dengan kesekian kalinya dengan cara yang tidak disengajahi. Apakah ini namanya jodoh..?) batin Aditya sambil terpesona melihat pemandangan itu.
Joshua yang melihat tuannya sangat fokus memperhatikan Nisa, Ia pun berdehem membuyarkan lamunan sang majikan.
"hm tuan, apakah tuan tidak berniat untuk menemuinya?" tanya Joshua kepada Aditya.
"nanti saja, ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengannya." ucapnya lagi. Aditya pun langsung memerintahkan sekretarisnya itu untuk melajukan mobilnya kembali dan segera meninggalkan tempat tersebut.
****
di pihak Dewi dan Nisa. saat ini mereka sedang berada di toilet membersihkan sisa-sisa percikan darah dari para korban itu.
"wih kamu hebat loh Nis Tapi kok kenapa kamu mengambil jurusan Geo sains sih..??" tanya Dewi kepada Nisa. Nisa pun saat itu sedang mencuci tangannya membersihkan dari darah para korban itu.
__ADS_1
"memangnya kenapa Wi. kan nggak papa kalau aku ngambil Geo science. lagi pula kan aku memang tertariknya ke situ. dan juga jurusan Aku pun tidak memungkinkan untuk mengambil tenaga kesehatan.."ucap Nisa menjelaskan kepada Dewi Dewi pun hanya mengganggu anggukan kepalanya.
"Tapi jujur loh Nis, aku benar-benar salut sama kamu, kamu dengarkan apa yang dikatakan oleh perawat tadi kalau seandainya tidak ditangani mereka bisa meninggal apalagi ambulans itu nyampenya lama." ucap Dewi kembali.
"Iya dew syukurlah. Untung kita di sini saat kejadian tersebut. kalau tidak keempatnya mungkin sudah kembali ke Rahmatullah." ucap Nisa lagi.
Setelah itu, mereka pun langsung meninggalkan tempat tersebut. mereka langsung memutuskan untuk kembali ke kosan saja, mengingat kejadian hari ini tidak mendukung untuk mereka berjalan-jalan kembali.
"sebaiknya kita balik saja ya Wi, gue udah Nggak selera lagi untuk jalan-jalan apalagi keadaan baju aku seperti ini banyak darah..."ucap Nisa dan langsung disetujui oleh Dewi. Setelah itu mereka pun langsung kembali ke kosan mereka masing-masing.
****
malam pun menjelang tiba-tiba. handphone Nisa mengeluarkan suara.
kring kring kring..... suara nada dering handphone Nisa. Nisa pun melihat layar itu nomor asing memasuki handphonenya.
"eh Nomor siapa ini..? angkat aja kali ya, mana tahu penting??" ucap Nisa Nisa pun langsung mengangkat panggilan itu.
"halo.." ucap Nisa. namun tidak terdengar suara dari seberang telepon sana. Nisa kembali mengulang kata-katanya.
"halo... Kalau boleh tahu dengan siapa saya berbicara... atau jika tidak. kalau masih setia untuk membisu panggilannya Saya matikan."ucap Nisa. mendengar ucapan itu suara di seberang telepon pun langsung terdengar.
"halo Nis ini aku Aska.." ucapnya di seberang telepon. sontak mata Nisa pun langsung membulat. ia membatin. ngapain Aska menelponnya ? Ada urusan apa,? dan dari mana Ia mendapat nomor teleponnya ? kira-kira seperti itulah pertanyaannya.
"maaf, ini Azka yang mana ya?" ucap Nisa pura-pura tidak tahu.
"ini aku aska dinata, Kamu apa kabar ? Apakah saat ini kamu sudah sampai di negaramu."tanya Aska.
Nisa memutar bola matanya malas. ia jengah mendengar penuturan itu. menurutnya untuk apa Aska menanyakan hal itu padanya, toh juga mereka tidak ada hubungan apa-apa lagi.
"Oh kamu aska dinata, Ada apa menghubungiku ? Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu.?" ucap Nisa saya formal mungkin pada Aska. Aska yang mendengar kata-kata formal itu dari Nisa menjadi sedikit tidak enak.
"Nis Apakah kamu marah padaku..?" tanya Aska. kata-kata yang tidak penting itu keluar dari mulut Aska, tentu saja membuat Nisa semakin jengah untuk apa dia menanyakan hal itu.
__ADS_1
***bersambung***