
Akhirnya 15 menit menempuh perjalanan, Leon dan Arthur pun sampai di rumah sakit itu. terlihat suasana rumah sakit sudah sepi, hanya tinggal beberapa orang satpam yang berjaga di rumah sakit itu. sesampainya Arthur dan Leon di sana, terlebih dahulu mereka melapor kepada satpam yang berjaga di rumah sakit. supaya dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"permisi Pak... Maaf Pak kami mengganggu, Kami mau melapor mau mengunjungi keluarga dari sahabat kami. dan sebelumnya kami sudah menghubungi pihak keluarga."ucap Arthur agar menghindari kecurigaan dan tindakan yang tidak bertanggung jawab. kedua satpam itu pun melihat ke arah kedua pemuda itu. tampak kedua satpam itu seperti menilai mereka berdua.
"baiklah. namun sebelum kedua masuk, terlebih dahulu silakan mengisi daftar diri di buku pengunjung rumah sakit ini mas.."ucap salah satu satpam dengan Rama sambil menyerahkan sebuah buku tamu. tanpa banyak debat lagi Arthur dan Leon pun langsung mengisi buku tersebut sesuai dengan kartu identitas mereka. setelah itu, Mereka pun masuk ke dalam setelah mengucapkan terima kasih kepada kedua satpam itu.
Mereka pun langsung meninggalkan tempat itu.
di dalam Arthur dan Leon melihat max dan Austin duduk di bangku tunggu. di antara mereka juga ada seorang laki-laki paruh baya duduk bersama mereka. Arthur dan Leon pun buru-buru menghampiri kedua saudaranya itu.
" bang.... "panggil Arthur. max dan Austin yang merasa terpanggil itupun segera mengalihkan pandangan mereka. terlihat dua pemuda sedang berlari-lari kecil menghampiri mereka. melihat kedatangan Arthur dan Leon max Austin dan Pak Anwar pun segera berdiri dari duduk mereka. pak anwar melihat bingung kearah mereka berdua.
"Bang, Bagaimana keadaan Aditya dan Jimmy? Apakah mereka baik-baik saja..?"tanya Leon mendahului Arthur. Pak Anwar yang melihat kedua pemuda yang mengkhawatirkan anaknya itu mengerutkan keningnya. ia bertanya-tanya siapakah kedua pemuda ini.?
"Maaf siapakah kalian ? dari mana kalian mengenal putraku..?"tanya apa Anwar yang tidak mengetahui saudara Nisa yang lain selain max dan Austin yang baru saja ia kenal. Arthur dan Leon pun segera mengalihkan pandangan mereka kepada Pak Anwar dan memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"Om, Maaf om, saya adalah Arthur saudara dari Abang max dan Austin. dan saya juga merupakan orang yang sedikit dekat dengan Aditya."ucap Arthur memperkenalkan dirinya. Leon pun tidak mau kalah.
"saya Leon Om, adik dari Bang max juga. kami juga mengenal baik Aditya."ucap Leon lagi sambil menjabat tangan Pak Anwar dengan ramah.
__ADS_1
max juga ikut menjelaskan kepada Pak Anwar. ia mengatakan bahwa Arthur dan Leon membantu beberapa polisi untuk menyelidiki di tempat TKP. dan mereka juga akan bertanggung jawab untuk menuntaskan semua kejadian yang menimpa Aditya. mendengar penjelasan tersebut Tuan Anwar pun bernafas lega. ternyata saudara-saudara dari calon menantunya ini sangat memiliki perasaan peduli satu sama lain.
"Oh begitu, maafkan Om ya yang menyambut kalian kurang bersahabat.."ucap Tuan Anwar lagi.
Tuan Anwar pun melakukan hal tersebut untuk mengantisipasi orang yang dekat dengan putranya itu. karena tuan Anwar takut, orang yang melakukan kejahatan adalah orang terdekat mereka. Karena itulah Pak Anwar sangat berwaspada terhadap orang-orang baru yang baru ia lihat.
"Oh tidak apa-apa Om kami mengerti..."ucap Mereka lagi. setelah mereka bercakap-cakap di luar Mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam dan melihat kondisi Aditya dan Jimmy.
ternyata di dalam masih ada nyonya Humaira yang masih setia membuka matanya dan duduk diantara dua brangkar itu. mengetahui ada yang memasuki ruangan, nyonya Humaira langsung mengalihkan pandangannya ke arah mereka. terlihat 4 pemuda memasuki ruangan dan bersama dengan suaminya.
"selamat malam Tante, maaf kami mengganggu..."ucap Leon kepada nyonya Humaira. nyonya Humaira pun memaksakan senyum di bibirnya walaupun hatinya terasa hancur dan remuk melihat kondisi Putra dan asisten putranya itu.
"tante sepertinya kelelahan. sebaiknya tante pulang biarkan kami yang berjaga di sini."ucap Arthur kepada nyonya Humaira. nyonya Humaira pun mengalihkan pandangannya kepada sang suami. Iya ingin meminta pendapat suaminya.
"Iya mah, sebaiknya Mama pulang. biarkan kami yang menjaga anak-anak."ucapkan Anwar. Iya juga tidak tega melihat istri yang sangat ia cintai itu kelelahan. karena itu Pak Anwar menyetujui usul dari pemuda-pemuda ini.
"Iya Tante, sebaiknya tante pulang saja biar saya yang antar."ucap Austin yang tadinya diam saja kini bersuara. nyonya Humaira pun langsung menyetujui usul dari mereka. Iya juga tidak ingin sakit, akibat menunggu yang terbaring di atas brankar itu. setelah itu Austin pun dengan sigap mengantar nyonya Humaira pulang ke rumahnya dengan selamat. setelah mengantarkannya Humaira pulang, terlebih dahulu Austin memutuskan untuk pulang ke rumah bertemu dengan kedua orang tua angkatnya.
***
__ADS_1
akhirnya Austin tiba di rumah. Iya berniat membawa dan mengambil beberapa selimut untuk mereka menginap di rumah sakit nanti. saat ia masuk ke dalam rumah, Austin melihat kedua paruh baya itu sedang duduk di sofa sambil menonton TV. tapi sepertinya kedua paruh baya itu menunggu kepulangan mereka.
"ayah ibu. Kenapa bapak dan Ibu belum tidur.?. ini kan sudah malam Pak Bu..."sapa Austin kepada kedua paruh baya itu. mereka yang mendengar suara dari salah satu orang yang mereka tunggu-tunggu segera mereka mengalihkan pandangannya.
"kalian sudah pulang. mana yang lainnya nak...?"tanya Pak Juna sambil telinga-celinguk melihat kanan kiri mencari keberadaan anak-anak angkatnya yang lain.
Iya Pak Juna dan ibu Nita belum mengetahui kabar Kalau Aditya mengalami kecelakaan. mereka juga belum tahu bahwa Aditya itu merupakan calon menantu mereka. karena Nisa belum menceritakan hal ini kepada kedua orang tuanya. lain halnya kepada tuan Albert dan keenam Putra angkatnya itu.
"Oh, bapak dan Ibu menunggu kami pulang... Maaf ya Pak Bu Kami belum mengabari orang rumah. sebenarnya Austin ke sini ingin mengambil beberapa selimut untuk kami berjaga di rumah sakit."ucap Austin mendudukkan tubuhnya terlebih dahulu di antara kedua paruh baya itu. mendengar kata rumah sakit Ibu Nita langsung terkejut dan melotot ke arah Austin, Austin yang mendengar tatapan Ibu Nita pun langsung memberikan senyum manis.
"hehehe...Ibu jangan melotot seperti itu. Austin belum selesai bicara..."mendengar ucapan Austin Ibu Nita pun segera menormalkan kembali ekspresinya. Begitu juga dengan Pak Juna.
"hm... kalau begitu katakan nak.??. Siapa yang ada di rumah sakit..? tidak terjadi apa-apa dengan kalian kan..?"tanya ibu Nita dengan perasaan cemas dan khawatir. Austin pun kembali tersenyum.
"tidak Bu, tidak terjadi apa-apa dengan kami. tapi Aditya dan jimmy mengalami kecelakaan siang tadi. kabarnya sih, Abang max dan Arthur membuat janji ingin bertemu dengan mereka. tapi naasnya, Aditya dan asistennya malah kecelakaan.
sekarang abang max dan Arthur masih berada di rumah sakit menemani Om Anwar menjaga Aditya dan Jimmy."jelas Austin kepada mereka berdua. Pak Juna mengerjakan matanya, Iya belum mengerti dari maksud cerita anaknya ini.
"maksudnya bagaimana nak. siapa Aditya dan Jimmy itu..?"tanya Pak Juna kepada Austin. Austin pun terkejut mendengar respon bapak angkatnya ini. Iya pikir Pak Juna dan ibu Nita sudah mengetahui hubungan Aditya dengan adik perempuannya.
__ADS_1
***bersambung***