HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
91. nyonya Humaira khawatir


__ADS_3

Tanpa nisa sadari dari jarak jauh, nyonya Humaira mengambil foto Nisa dengan Aska yang sedang mengobrol itu. nyonya Humaira tidak memiliki niat apapun sebenarnya, Iya hanya ingin memberikan foto itu kepada putranya untuk memancing ingatan Aditya agar mengingat Nisa kembali.


Barangkali, ketika Aditya melihat foto mereka ia akan merasa cemburu. dia berharapnya begitu.


"Maaf ya Kak. aku tidak bisa memulai hubungan lagi denganmu, kakak yang memilih pergi dan menjauh dariku, dan aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama mencintai orang yang tidak pernah menghargaiku. aku tidak mengizinkan siapapun yang keluar masuk dalam hatiku begitu saja. Jika ia sudah keluar maka ia tidak boleh masuk dan se enaknya, Jika ia sudah masuk, maka dia tidak boleh keluar. tapi jika ia memaksa keluar dan pergi dengan caranya sendiri, maka semuanya pintu yang pernah terbuka dulu untuknya kini telah tertutup rapat-rapat. jadi Kak, karena aku tidak ingin memutuskan silaturahmi diantara kita, kita masih bisa berteman. hanya saja kalau untuk memulai hubungan yang baru, maaf Kak aku tidak bisa." tutur Nisa cukup fleksibel.


sejenak Aska terhenyu dengan penuturan Nisa. Aska tahu di sini dia yang salah, dia yang pernah meninggalkan Nisa pergi tanpa mengabari nya sedikitpun. dan itulah kesalahan yang Aska sesali, Iya tahu Nisa adalah tipikal cewek yang setia.


Mungkin jika seandainya Aska pergi dengan kabar, pasti saat ini hubungan mereka masih awet. namun semuanya hancur hanya karena ia pergi tanpa memberikan kabar sedikitpun kepada Nisa.


"maafkan kakak Nis, bolehkah Kakak berjuang sekali lagi untuk mendapatkan kepercayaanmu.." ucap Aska dengan tebal muka. Iya ingin mendapatkan Nisa kembali, karena ia benar-benar menyesal telah meninggalkan perempuan sebaiknya.


"maaf Kak, tapi bagiku tidak ada kesempatan kedua." ucap Nisa lagi.


"dan aku akan terus berjuang untuk meyakinkan kamu." ucap Aska. Nisa memutar bola matanya malas, sebenarnya ia sangat malas berurusan hal yang seperti ini.


"ya sudah, itu terserah Kakak saja. jika Kakak sudah merasa malas pasti Kakak akan berhenti sendiri. sudah ya Kak, aku pulang dulu." ucap Nisa. tanpa menunggu persetujuan dari Aska, Nisa langsung pergi dari tempat itu meninggalkan Aska sendirian yang masih diam mematung. Iya memandangi punggung Nisa yang mulai menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


saat Nisa sudah tidak terlihat lagi, Aska melemparkan kekesalannya kepada tembok yang ada di sana. Iya meninju tembok itu berkali-kali.


"sial !! sial, !! kenapa aku bodoh sekali meninggalkannya waktu itu. tidak !! aku tidak boleh menyerah, Aku akan berusaha untuk mendapatkan kamu lagi." ucap Aska dengan frustasi.


ternyata nyonya Humaira masih bertahan di sana, Iya juga berjalan mendekat ke arah Nisa dan Aska yang masih mengobrol, nyonya Humaira juga mendengar dengan kepala dan telinganya sendiri mengenai pernyataan kedua insan itu.


nyonya Humaira yang mendengar ketegasan dari Nisa, ia menjadi khawatir dan takut sendiri. Iya takut bahwa Nisa benar-benar tidak akan memaafkan putranya Aditya. pasalnya Aditya melupakannya bahkan melontarkan kata-kata hinaan kepadanya. tapi nyonya Humaira terus meyakinkan diri, bahwa keadaan mereka berbanding terbalik. laki-laki ini meninggalkan Nisa tanpa kabar sementara ia masih ingat bahwa ia memiliki kekasih. lain halnya dengan Aditya yang tidak mengingat keberadaan Nisa.


"Ya Allah jangan sampai masalah seperti ini menimpa putraku. aku harus segera menyadarkan Aditya sebelum semuanya terlambat." ucap nyonya Humaira. Ia pun langsung meninggalkan tempat itu berniat kembali ke rumah sakit. pasalnya hari ini Aditya dan Jimmy akan segera keluar dari rumah sakit.


***


"ada apa nis, kok gitu mukanya..??" tanya Dewi. Nisa sedikit menarik nafasnya, lalu menghembuskan nya secara perlahan. Dewi yang melihat tingkah Nisa seperti itu, kembali bertanya.


"ada apa sih...?? mau cerita..?? padahal baru ketemu cogan, kok udah betek aja..!!" ucap Dewi.


"hais... nggak papa dew. nanti aku cerita, sekarang kita pulang aja, malas banget, bed mood jadinya." ucap Nisa. Dewi yang mengerti tidak bertanya lagi. ia langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan gedung mall itu.

__ADS_1


***


di sisi lain, nyonya Humaira telah sampai di rumah sakit dimana kedua pemudah itu dirawat. nyonya Humaira masuk dengan tergesa-gesa. Tuan Anwar dan kedua pemuda itu tercengang melihat nyonya Humaira dengan jalan cepat seperti itu. mereka berpikir, apa yang membuat nyonya Humaira berjalan dengan tergesa-gesa.


"Mama kenapa..?? Kenapa jalannya seperti itu, seperti dikejar hantu saja.." tanya Tuan Anwar kepada nyonya Humaira. nyonya Humaira menarik nafasnya pelan dan tersenyum.


"Pa..!! ternyata calon menantu kita sudah menemukan pasangan yang cocok. Mama tadi bertemu dengannya dan juga sudah setuju kalau ia meninggalkan Putra kita, lagi pula Aditya sudah tidak menganggapnya lagi. jadi daripada nanti ia larut dan bersedih mendingan ia mencari lelaki yang lain." ucap nyonya Humaira dengan pura-pura gembira sekaligus dengan nada suara yang sengaja dibesarkan.


tentu saja niatnya ingin memancing Aditya agar ia merasa cemburu. ternyata respon yang Aditya berikan sesuai dengan apa yang diharapkan nyonya Humaira.


entah kenapa Aditya yang mendengar hal itu mendadak hatinya menjadi panas dan tak karuan. ada rasa marah di dalam hatinya yang menggebu-gebu, seolah ia tidak rela perempuan yang menurutnya baru ya kenal beberapa minggu yang lalu kini telah beralih dan memiliki pengganti.


namun ia berusaha untuk egois, Iya menepis semua perasaan yang timbul itu.


( ck.. kenapa tiba-tiba aku mendadak marah dan tidak suka. Apa benar aku memiliki hubungan dengannya. aku bener-bener tidak nyaman mendengar ucapan Mama, kalau perempuan itu sudah memiliki orang baru. ck, seharusnya ia berusaha untuk mengingatkanku bahwa aku dan dia memiliki hubungan. ck..) batin Aditya. raut wajahnya sudah tidak enak dipandang, Jimmy yang sedari tadi memperhatikan ekspresi dari Aditya itu tersenyum sinis.


( nah loh nah loh cemburu loh kan.. hehe.. makanya orang ngomong itu didengerin. kebakar jenggot lu kan..) batin Jimmy disertai dengan seringai sinis.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2