HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
52. penolakan secara halus


__ADS_3

Aditya masih berusaha untuk mengajak Nisa keluar bersama nya.


" tapi pak, bukannya saya menolak namun, beberapa hari lagi saya akan menghadiri kegiatan seminar. maksud saya mengisi kegiatan seminar di luar kota x. jadi untuk beberapa hari ini saya menggunakan waktu kosong untuk mempelajari materi yang akan saya paparkan nanti. Jadi kemungkinan saya masih belum ada waktu luang Pak."ucap Nisa menjelaskan kepada Aditya. Aditya pun mengerti saja.


"Oh iya. kamu kan mendapat undangan ya untuk menghadiri dan mengisi beberapa acara seminar di luar kota x ini. Ya Ya nggak papa kalau begitu, lain waktu saja ya. Kalau begitu saya harus menyemangatimu semangat calon istri..."ucap Aditya sedikit memelankan suaranya di akhir kalimat seperti biasa.. namun kali ini Nisa tidak mendengarkannya karena suaranya cukup pelan.


"Baiklah kalau begitu Pak, lain waktu saja terima kasih ya Pak atas semangatnya kalau begitu panggilannya saya tutup dulu."ucap Nisa dengan segala hormat.


"Baiklah Nisa semangat ya.."ucap Aditya dan langsung menutup panggilan itu.


Walaupun Aditya tidak berhasil mengajak Nisa untuk berjalan-jalan. namun ia cukup senang karena ia sudah mendengar suara Nisa. Baginya mendengar suara Nisa itu seperti menemukan harta karun. Iya senyum-senyum sendiri.


"Oh sedikit lagi aku akan mendapatkanmu dan akan menjadi milikku.."ucap Aditya dengan pelan.


*Perasaan Aditya itu. entah itu adalah obsesi atau cinta author juga tidak mengerti, makanya kita ikuti saja perjalanan cinta mereka mudah-mudahan ini bukan PHP lagi untuknya ya.*


setelah mengakhiri panggilan mereka, Nisa pun langsung membaringkan tubuhnya di atas peraduan.


sebenarnya dalam hatinya sedang beradu argumen, namun ia sama sekali tidak mengambil pusing, karena baginya selagi masalah itu tidak melibatkan keluarganya, maka Nisa tidak akan ambil pusing mengenai permasalahan hidupnya.


tapi tiba-tiba, Iya bangun kembali dan mulai melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. tak lupa Nisa akan mempelajari beberapa materi yang akan ditampilkan di acara seminar nanti.


"hadeh.. kenapa aku terpilih jadi narasumber sih...?? kan jadi repot.."ucap Nisa mengeluh tiba-tiba Iya teringat sesuatu.


"Oh. astaga kenapa aku jadi mengeluh seperti ini sih, seharusnya aku senang ada kesempatan dan peluang untuk memberikan wejangan kepada para pengusaha-pengusaha muda yang ingin merintis usahanya. seharusnya senang dong, dijadikan salah satu motivator untuk mereka, hais... aku ini memang kurang bersyukur sepertinya.. maafkan aku Tuhan hambaMu ini kurang bersyukur dengan nikmat yang telah kamu berikan....!!"lirihnya sambil mengingatkan dirinya sendiri.


setelah bermonolog sendiri Ia pun kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mempelajari materi yang akan dipresentasikan nanti.


***


selepas Aditya Pratama melakukan panggilan telepon dengan Nisa. ia menatap benda pipih yang ada di tangan nya sejenak, tapi, tiba-tiba ia tersenyum simpul.entah kenapa, hati nya jadi berbunga-bunga.

__ADS_1


"Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. sampai akhirnya aku bertemu dengan kamu. maka akan Aku pastikan, aku akan mendapatkanmu.."ucap Aditya Pratama sambil mengelus-elus pelan hp-nya.


setelah ia bermonolog pada dirinya sendiri, Aditya Pratama pun langsung bangkit dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. sedikit banyaknya orang mengenal Aditya, merupakan seorang laki-laki yang dingin dan bahkan sangat sulit untuk didekati.


jangankan didekati, orang lain menatapnya saja ia tidak suka. apalagi mereka para wanita menetapnya dengan penuh rasa kagum dan ingin memilikinya.


setelah Aditya selesai membersihkan dirinya. Iya bersiap-siap akan berangkat ke kantor, jadwalnya pun hari ini lumayan padat. namun walaupun begitu, Iya tetap senang karena baru saja mendengar suara bidadari surganya.


Aditya pun langsung siap-siap akan pergi ke kantor. tak lama Ia pun sampai di kantornya, Setiap karyawan yang ia lewati mereka akan memberikan hormat kepada sang atasan.


sampai akhirnya Aditya sampai di ruangannya. ternyata sesampainya di mejanya, dia sudah disuguhkan oleh bertumpuk-tumpuk lembaran yang perlu ia periksa. Iya sedikit menghilang nafasnya.


"huh..!! ternyata pekerjaan untuk memeriksa laporan sangat banyak, andai Ini adalah kamu sayang aku pasti tidak akan bosan."ucap Aditya membayangkan Nisa. sesaat Aditya mulai tenggelam dalam pekerjaannya.


****


akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu oleh Nisa pun tiba. di mana ia akan menghadiri atau mengisi acara seminar di berbagai tempat di luar kota x. dengan penuh elegan dan percaya diri, Nisa mulai memaparkan kajian-kajiannya mengenai entrepreneur yang berlangsung saat ini.


Nisa pun dengan ilmu yang dikuasainya memberikan jawaban dan menjabarkan dengan benar dan tepat sehingga orang yang memberikan pertanyaan dan yang hadir di tempat tersebut menjadi mengerti.


banyak juga pengusaha-pengusaha lainnya yang memberikan berbagai macam pertanyaan mengenai usaha-usaha yang akan mereka buka atau mulai.


dengan senang hati, Nisa berbagi ilmu bersama mereka, tak lama suasana diskusi itu pun selesai dengan hanya membutuhkan waktu satu jam , yang hadir di tempat tersebut pun sangat puas. seolah yang hadir saat ini yang memberikan mereka ilmu adalah seorang malaikat yang mampu memecahkan permasalahan usaha mereka.


"terima kasih Ibu Nisa, sudah memberikan beberapa masukan kepada kami, Kami sangat senang atas kehadiran ibu di tengah-tengah kami. mudah-mudahan ini merupakan sebuah solusi untuk selalu mencetak pengusaha-pengusaha muda. lain waktu kami akan mengundang ibu kembali..."ucap salah satu panitia pelaksana seminar ini.


"Iya Pak sama-sama, saya akan dengan senang hati berbagi ilmu bersama rekan-rekan semuanya.."ucap Nisa.


setelah percakapan singkat kepada panitia pelaksana, Nisa dan timnya pun langsung menuju tempat seminar selanjutnya.


begitulah kegiatan misal seharian penuh yaitu menghadiri tempat-tempat seminar dan mengisi seminar itu.

__ADS_1


di tempat seminar yang terakhir, yang berada di perbatasan luar kota x. terjadi hal yang tidak diduga, di mana Di sana terjadi penyergapan kepada orang-orang yang hadir mengikuti seminar tersebut.


karena orang yang mengikuti acara seminar itu adalah orang-orang petinggi, sehingga memungkinkan menarik perhatian para penjahat itu. saat itu waktu menjelang jam 09.00 malam.


"angkat tangan jangan bergerak...!!!"ancam salah satu perampok yang berjumlah 5 orang sambil menodongkan pistolnya.


Nisa kali ini mengamati para perampok yang datang di acara seminarnya, Iya melihat masalah ini tidak mudah. karena mereka membawa pistol bisa saja sewaktu-waktu pistol itu akan diledakkan.


yang ada di ruangan itu pun menjadi histeris dan ricuh, cara perampok itu pun menjadikan mereka sebagai tawanan dan mengancam akan membunuh apabila mereka tidak menyerahkan apa yang mereka inginkan.


Nisa yang dulunya berdiri di podium, saat ini ia beralih duduk di paling ujung. sesekali matanya akan mengedarkan pandangannya kepada ke arah ruangan itu dan juga mengamati kelima orang tersebut.


(sepertinya akan sulit bertindak, karena mereka membawa senjata api) batinnya.


namun otaknya terus berputar memikirkan cara agar bisa membebaskan mereka semua dari tawanan para perampok itu.


pelan-pelan ia menarik nafasnya, dulunya saat ia menjadi seorang Renata tangannya sangat lincah memainkan senjata api itu.


sebelum bertindak ia memperkirakan jarak para perampok itu. salah satu perampok berada di dekatnya.


otaknya terus berputar walaupun kepalanya ia telungkupkan ke bawah.


tapi tiba-tiba, saat itu tiga orang keluar dari ruangan, memastikan bahwa gedung itu dalam keadaan aman sehingga mereka bisa dengan leluasa melakukan tindakan mereka. saat itulah Nisa memanfaatkan kesempatannya.


Iya langsung menendang kaki salah satu kawanan itu sehingga menjatuhkan pistolnya dengan segera pistol itu berpindah tangan, Nisa langsung menarik pelatuk dan langsung menembakkan ke arah tangan salah satu kawanan itu yang berdiri di sudut pintu.


seketika orang itu terjatuh namun ia masih sadarkan diri hanya saja tangannya sudah tidak berfungsi. dia minta tolong kepada beberapa orang untuk mengikat salah satu orang yang mendesak sikut dan mengamankan satunya lagi.


sementara mereka semua diarahkan untuk tetap berada di ruangan itu. sementara Nisa sudah keluar ke arah pintu dengan siap siaga.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2