HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
38. mengunjungi tempat Mbak nur


__ADS_3

Saat Nisa sedang duduk mengistirahatkan tubuhnya karena lelah akibat perjalanan jauh. akhirnya sang kakak ipar pun pulang.


"eh dek... kapan sampainya ?" tanya bang Andi. Nisa mengarah kan pandangannya pada Sang kakak ipar.


"Oh baru nyampe kok Bang, Abang baru dari ladang.??."tanya Nisa kembali.


"Iya dek, Abang habis panen mentimun sama jagung, soalnya sudah waktunya panen..." ucap Bang Andi.


terlihat beberapa anggota Bang Andi mengangkat karung yang berisi timun dan jagung itu. Nisa pun tidak tinggal diam ia meminta beberapa buah timun kepada kakak iparnya.


"Bang minta beberapa buah timun boleh..?" tanya Nisa kepada bang Endi.


"boleh ambil saja, "ucapnya lagi. Nisa meminta mentimun itu bukan karena mau mengkonsumsinya, tapi ia ingin menjadikan buah mentimun itu sebagai masker alami untuk wajahnya.


tentu saja jika seandainya masker ini berhasil maka Nisa akan membuat brand baru dalam artian jika berhasil ya. Nisa pun mengambil beberapa.


setelah sudah cukup beristirahat, Ia pun langsung berpamitan kepada kakaknya dan kakak iparnya yang masih sibuk melayani para pembeli.


"bang, kak... Nisa ke rumah dulu ya. mau bobo, kemungkinan datang ke sininya besok lagi.." ucap Nisa meminta izin.


"nggak nginep di sini dek...? "tanya abang iparnya.


"nggak Bang, Nisa nginep di rumah Nisa aja deh... kan di sini, Nisa juga punya rumah" ucap Nisa agak sombong.


"eh kok jadi sombong ni anak... cewek itu nggak baik tidur sendirian di rumah.."ucap kakak ipar lagi.


"sudahlah mas... aku juga sudah mengatakan hal itu padanya, tapi ia tetap keras kepala dan mau tinggal di rumahnya sendiri. sudah biarkan saja..!!"kesal sang kakak. Bang Andi pun hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu... kamu hati-hati ya nanti kalau ada apa-apa segera hubungi..." nasehat Abang ipar nisa.


"oke Bang sip...👍👍"ucap Nisa lagi. setelah mengatakan hal itu Nisa pun langsung berlalu dan pergi ke rumah nya. sebelum sampai di rumahnya, terlebih dahulu Nisa membeli beberapa keperluan atau sembako selama 2 minggu ia berada di desa leisy ini.


setelah itu baru ia melanjutkan perjalanan pulangnya.

__ADS_1


tak lama akhirnya ia pun sampai di rumahnya, rumahnya dengan rumah kakaknya berjarak 1,5 km lumayan jauh sih. lingkungan rumah Nisa pun ramai dan baik jadi tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu kepadanya.


Nisa pun memasuki rumah itu, di rumahnya beberapa perabotan rumah tangga masih berserakan dan belum tersusun rapi. karena memang mereka belum menginjakkan kaki ke rumah itu, hanya memesan beberapa perabotan saja dan diletakkan begitu saja.


Nisa pun mulai membersihkan rumah itu. mulai dari mengatur tata letak kursi atau sofa, meja, tempat tidur, dan lain sebagainya. sementara di samping rumahnya yang dibatasi oleh pagar berwarna hitam, tempat itu merupakan kos-kosan yang ia bangun.


pemiliknya ada dua yaitu kedua orang tuanya dan kakaknya yang bernama nur. kosan itu pun juga rame karena memang harga kosannya terjangkau dan juga nyaman.


setelah Nisa membersihkan dan merapikan semua fasilitas yang ada di rumahnya itu, Ia pun kini beralih memasak nasi dalam magic com, dan memesan air galon. sebenarnya bukan memesan sih tapi membeli air galon. setelah ia rasa semua pekerjaannya selesai Ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


2 jam Ia tertidur melepas lelahnya, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Nisa bangun dan mengangkat panggilan itu.


"assalamualaikum..." ucapnya di dalam telepon itu.


"waalaikumsalam.." ternyata yang menelpon adalah adik sepupunya menti.


"heh siapa ini?" tanya Nisa dengan suara khas baru bangun tidur.


"Kak ini menti... Kakak kok pergi-pergi gitu aja sih nggak ngajak main di liburan... menti susul hari ini ya.." ucap nanti di seberang telepon.


"Oh menti akan datang bersama bapak... soalnya bapak menti ada urusan di desa lesik kak.." ucap nanti.


"Ya udah kalian hati-hati nanti langsung aja ke rumah kakak... atau ke rumah Kak nur juga boleh, tapi Kakak nggak akan ke sana Jadi nanti langsung ke sini saja ya..." ucap Nisa kepada menti.


"Oh oke Kak... kalau begitu menti tutup teleponnya ya, soalnya menti sama bapak udah mau jalan..." ucap nanti.


"oke..." Nisa dan menti pun mengakhiri panggilan mereka.


Om babas merupakan ayah dari Menti dan juga saudara kandung dari ibunya Nisa, menti dan bapaknya akan ke desa lesi Karena ada urusan namun tidak untuk menti, Iya sebenarnya disuruh oleh bibinya untuk menyusul sang kakak ke tempat itu.


karena Ibu Nita tahu, si anak bungsunya ini tidak akan tidur di tempat kakaknya. biasalah, kekhawatiran seorang ibu. akhirnya mereka pun berangkat. setelah menempuh perjalanan selama dua setengah jam akhirnya mereka sampai di desa lesi.


setelah mereka nyampe mereka langsung menuju ke rumah Nisa yang ada di SP 2 namun masih di dalam desa atau wilayah desa leisi. berbekal petunjuk dari Nisa akhirnya mereka sampai.

__ADS_1


di sana Nisa sudah berdiri di depan gerbang rumahnya untuk menunggu Om dan sepupunya itu. melihat kedatangan Om dan sepupunya dari jarak jauh Nisa langsung melambaikan tangannya. dan segeralah mereka merapat ke rumah itu..


"di sini rumah yang kamu bangunan??"tanya om babas. ia mengedarkan pandangannya.


"Iya Om. Om singgah dulu atau bagaimana.... tapi kalau singgah, Nisa belum ada masak sambal atau ngapa-ngapain. Nisa hanya membersihkan rumah saja. sebaiknya kita ke rumah Kak nur aja, Nisa juga lupa membeli sambal sebaiknya beli sambal aja dulu baru besok masak." setelah mengatakan hal itu mereka semua pun langsung menuju tempat saudara sepupu menti. sementara waktu sudah menunjukkan jam 01.00 siang. tak lama mereka pun sampai di tempat itu Dan disambut hangat oleh Kak nur.


"eh Om kok nggak bilang-bilang ke sininya.."ucap Kak nur yang masih setia melayani para pelanggan namun Ia hanya duduk di tempat kasir saja yang lebih banyak bergerak adalah para karyawan rumah makannya.


"Iya Om ada sedikit urusan di kantor catatan sipil. makanya buru-buru, nanti siap urusan Om selesai langsung balik lagi..."ucap Om babas.


"Oh ya udah. Om sama adek makan dulu, si Nisa juga belum makan, siapkan makanan lah dulu untuk Om dan kalian.."ucap sang kakak memerintahkan kedua adiknya itu.


tanpa menunggu lama mereka pun selesai menyiapkan makanan dan langsung makan siang. saat mereka sedang makan siang, keponakan pertamanya yang bernama Iwan pun pulang dari sekolah dijemput oleh Bang Andi.


"assalamualaikum..."ucap Iwan. dan langsung dijawab oleh semua yang ada di rumah makan itu karena suaranya memang cukup keras.


"waalaikumsalam.." jawab semua yang ada di rumah makan termasuk Nisa dan omnya. mendengar semua orang menjawab salamnya Iwan jadi tersenyum malu-malu, orang yang makan di tempat itu pun menjadi gemas sendiri. Iwan pun mendekat ke arah ibunya dan menjalim tangan ibunya.


"sudah, makan makan dulu ya nak..." ucap Mbak nur. Iwan pun menganggukkan kepalanya ia duduk dan mengedarkan pandangannya, tiba-tiba matanya menangkap sosok yang tidak asing baginya. Iya langsung berteriak memanggil nama itu dan berlari ke arah mereka.


"bunda...!!!" teriak Iwan sambil berlari menuju ke arah mereka. mendengar panggilan itu pun nisa mengangkat kepalanya Dan tersenyum kepada anak keponakannya itu.


"bunda ke sini kok nggak bilang-bilang.!!." ucap Iwan kepada Nisa.


Iwan memanggil bunda kepada Nisa, sementara kepada menteri Iwan memanggil bibi. Iya membedakan panggilannya agar ia tidak bingung dan yang dipanggil pun juga tidak bingung.


"bibi sama kakek juga di sini.." ucapnya lagi. " ngak ada yang ngabarin Iwan ya, kalau bunda dan bibi mau kesini...!! seru nya.


"kan nggak harus bilang, kalau bunda dan bibi mau ke sini... kalau emang bunda bilang mau ke sini, Iwan mau nungguin bunda..?" tanya Nisa kepada keponakannya itu.


Iwan pun hanya tersenyum dan tertawa cengengesan, Ia sangat senang bertemu dengan bundanya ini. sementara keponakannya yang paling kecil berada di lantai 2 dan diasuh oleh pengasuhnya.


pengasuh itu sebenarnya bekerja untuk melayani para pelanggan ataupun pembeli yang datang di rumah makan mereka. tapi karena si bungsu Arif terlalu aktif, akhirnya ia dikurung di lantai dua bersama dengan pengasuhnya.

__ADS_1


"ini nasinya dimakan, mau Ibu suapin atau makan sendiri..?"tanya Mbak nur kepada putranya itu.


*** bersambung***


__ADS_2