
setelah mendengar penuturan polisi itu, seketika Nisa menjadi panik dan dadanya naik turun dengan cepat.
anggap lah ini terjadi di malam hari 🤭🤭
***
(oke… tenanglah nisa.. tenang.. jangan panik..] batinnya.
Ia terus menarik nafasnya kasar agar ia bisa tenang. Setelah merasa tenang. Ia mulai mencari cara, agar bisa masuk kedalam gedung itu, tanpa ada yang tau.
(aku harus bisa menyusup kedalam. kalau menunggu seperti ini, aku malah tidak tenang..) batin nya. Nisa mulai mengedarkan pandangannya kesana-kemari melihat situasi. ia mulai menyiapkan beberapa barang yang akan di gunakan nya nanti.
Ia mulai meletakan barang-barangnya di tempat yang aman, ia juga memasang topi dan masker. Ia menggunakan pakaian apa adanya. Dan mulailah ia beraksi.
Pertama-tama. Nisa berjalan kearah cctv yang di pasang di samping hotel itu. ia memecahkannya tanpa ada yang tau. Karena ruang monitor pasti sudah ada yang mengendalikan.
Setelah itu, ia mulai jalan mengendap-endap di sisi bangunan itu. ia melihat lantai tiga, dimana kedua orang tuanya berada. Setelah itu, ia mengeluarkan jarum biasa dan mengolesnya dengan bahan-bahan yang ia racik sewaktu di desa. Ia menyiapkan ramuan itu sebelum akhirnya mereka berangkat ke kota ini.
Tentu saja, sebagai orang yang sudah berpengalaman, nisa harus menyediakannya sebelum terjadi.
Dengan pelan-pelan, ia mulai menuju pintu gedung bagian belakang. Ternyata disana ad yang jagain.
“aduh… bagaiman ini, sepertinya akan sangat sulit untuk menerobos.” Ujarnya pelan, Yang jaga itu adalah kawanan perampok. Nisa mulai mengamati area itu dengan seksama.
Nisa pun mulai berpikir, bagaimana menjatuhkan mereka tanpa di ketahui oleh siapapun. Tapi seketika nisa teringat dengan jarum yang ia olesi dengan obat bius.
"oh iya. aku hampir lupa, kan punya jarum yang sudah di olesi tadi.." ucap Nisa dengan pelan dan penuh hati-hati agar tidak mengundang kecurigaan.
Akhirnya nisa mengeluarkan satu alat berbentuk pistol mainan daan mengisis pelurunya dengan jarum itu. kemudian ia mengarahkanya kepada kedua orang itu.
__ADS_1
pistol mainan dan jarum.😁
syuuut... suara tembakan itu seperti panah dan tidak menimbulkan suara. jarum itu pun langsung tertancap di bagian leher.
dengan segera, kedua orang itu pun tumbang. Ia mendekat dan menyeret kedua orang itu, dan mengikat mereka agar tidak bisa melarikan diri. Tak lupa juga ia menggeledah tubuh mereka dan mengambil beberapa lembar uang dan barang yang mereka miliki. Jatohnya, jahatin orang jahat.
“sorry ya, kalian duluan yang mulai. Aku juga perlu uang untuk bertahan hidup.. hehehe..” nisa pun berdiri.
ia berjalan masuk kedalam, ia tau, kawanan perampok itu berjumlah 10 orang. Dua orang sudah ia amankan dan tinggal 8 orang lagi. Ia berjalan mengendap-endap dan dengan penuh kewaspadaan menuju ruang monitor alias cctv. ia mengintip dari luar pintu, di dalam ada dua orang yang sedang duduk dengan santainya, tanpa memperhatikan cctv itu.
nisa kemudian menembakkan lagi jarum itu dan mengenai bahu salah satu dari mereka. seketika, orang itu langsung tertidur. Melihat temannya tertidur tanpa sebab. Ia merasa ada yang aneh, seolah ada yang mengintip mereka dari luar.
Ia pun memegang senjata apinya dan berjalan kearah pintu. Sesampainya di pintu, nisa langsung menangkap leher pria itu dari belakang dan memutarnya kesamping dengan keras.
Krak… suara patah tulang, namun tentunya belum mati ya… karena tulangnya itu masih bisa di perbaiki di tukang urut. Hehehe. Tapi cukup untuk membuat orang itu pingsan.
ruang monitor 😘
Ia melihat, 6 orang tersebut, sedang berjaga di bagian kasir itu dan sedang menyendera beberaapa orang yang tentunya terdiri dari pengunjung hotel, dan karyawan hotel.
Ia juga melihat cctv bagian luar, disana semakin banyak polisi dan TNI yang berdatangan, dan juga beberapa wartawan yang sedang meliput.
Setelah menyusun strategi, nisa mengambil HT (handy talky), nisa mulai meniru suara kawanan itu.
“cek cek..dua orang segera ke ruang cctv. segera..!!” ucap nisa dengan nada tegas dan menyerupai suara kawannya.
Nisa terus memonitoring mereka dari ruangan itu, terlihat dua orang sedang bergerak menuju tempat itu, tentu saja dengan kewaspadaan tinggi.
__ADS_1
Dari monitor itu, nisa tidak melihat kedua orang tuanya disana, pikirannya mulai kalut dan khawatir. Namun segera ia tepis.
Nisa mulai bersiap-siap menyambut dua orang itu lagi. Sementara posisi kedua orang itu, digantikan oleh yang lain.
Sesampainya orang itu disana, nisa pun dengan segera bertindak tanpa memberikan waktu untuk mereka melawan, dan akhirnya kedua orang itu tumbang. Nisa pun langsung mengikat keduanya.
Setelah itu, ia mulai berjalan lagi, menuju tempat dimana para pengunjung hotel ditawan. Disana nisa melihat, orang-orang yang sedang duduk dan pasra dengan nasibnya.
Dengan penuh hati-hati nisa mulai berjalan mendekat, tiba-tiba seorang anak kecil yang menjadi salah satu tawanan itu, melihat nya. Dengan segera, nisa memberi isyarat tangannya di bibir agar tidak mengeluarkan suaranya.
Anak itu pun paham dan tidak mengeluarkan suaranya.
Ia langsung mengeluarkan pistol mainan yang di isi dengan jarum dan mengarahkannya kepada kawanan perampok itu dengan cepat, dan tepat sasaran, ketiganya langsung tumbang, dan sisa satu orang lagi yang berusaha menggoda pegawai hotel cantik itu, setelah ia sadar, perampok yang tersisa iitu, segera mengambil dan mengeluarkan pisaunya, dan menyendera seorang perempuan. Mereka sudah mulai gaduh.
“siapa kamu. Letakan senjata kamu sekarang, atau perempuan ini akan mati..!!” ucap perampok itu. Nisa cukup lega sebenarnya dan juga cemas. Ia tidak melihat kedua orang tuanya Disana.
“heh… kamu hanya sendiri !. Masih berlagak untuk mengancam orang lain..” ucap nisa dengan santai pada Perampok itu.
tampa menunggu apapun, nisa langsung membidik dan tepat di lengannya yang sedang memegang pisau. Seketika, ia langsung ambruk dan terjatuh.
“kalian tidak perlu takut. Aku bukan penjahat. Tolong berikan tali dan ikat orang-orang ini.” Ucap nisa.
beberapa laki-laki yang berada disana pun bergerak dan mengikat ke empat orang itu, serta mengawalnya. Setelah itu, nisa pun langsung berlari kelantai tiga dan di ikuti oleh beberapa karyawan disana.
“nona mau kemana..?” Tanya salah satu karyawan laki-laki itu. nisa menoleh kepadanya.
“ke lantai tiga. Tolong bawakan kunci kamar 000, aku ingin mengecek kedua orang tuaku dulu. Dari tadi aku tidak menemukan mereka di kerumunan itu.!!.” teriaknya. Kariawan itupun langsung sigap mengambil kunci dan menyusul nisa ke lantai tiga.
Sesampainya nisa disana. Nisa pun mulai mengendor pintunya namun tidak ada sautan dari dalam.
"ini kuncinya nona..” ucap pegawai itu sambil menyodorkan kuncinya. Nisa pun langsung menyambar kunci itu dan langsung membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka, nisa masuk dan langsung mencari kedua orang tuanya.
***bersambung***
makasih sudah mampir 🙏🙏😘 ikuti terus ya. jangan lupa like dan vote nya🤭🤭
__ADS_1