HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA
36. pergi tanpa kabar


__ADS_3

Saat ini, Nisa sedang berada di rumahnya dan duduk melamun sambil memikirkan sesuatu. ia memikirkan apa yang harus ia lakukan ke depannya.


"apa ya.. yang harus aku lakukan ke depannya? aku juga harus memikirkan masa depanku mulai dari sekarang, karena memang sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai-santai."ucap Nisa duduk sambil menyangga kepalanya dengan tangan kanannya. tiba-tiba ide terlintas di kepalanya.


"hah hampir aja lupa kan? sebaiknya aku memproduksi masker saja... kebetulan alat-alat yang aku butuhkan itu sudah ada..."ucap Nisa dengan riang gembira.


Ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju kebunnya, Iya memanen buah stroberi yang ada di kebunnya itu sampai tidak tersisa sedikitpun.



setelah itu ia mulai mencuci buah itu dan memulai memproduksi buah strawberry itu menjadi sebuah masker yang bisa digunakan.


skip


tak lama pekerjaan itu pun selesai setelah selesai bisa mulai mengemas barang-barang produksinya itu dengan nama brand masker ratu. ia menghitung lebih dari 80 buah masker strawberry siap untuk dijual.


Nisa juga sudah mengatur aplikasi penjualan online supaya ia tidak harus capek-capek menjajakan barang produksinya itu.


"eh akhirnya selesai juga... "ucap Nisa sambil meregangkan otot-ototnya.


Ia pun mulai berjalan keluar dari kamarnya, setelah ia membuat aplikasi penjualan online atau mendaftarkan akunnya.


Iya juga melihat dalam akunnya itu beberapa uang masuk dalam jumlah besar dari hasil pembuatan aplikasi permainan mulai memasuki akunnya dengan jumlah yang fantastic.


ia berjalan ke arah dapur dan berniat ingin merombak dapur itu atau membangunkan rumah untuk kedua orang tuanya, karena hal yang pertama yang paling sulit adalah sumber air. maka Nisa berinisiatif untuk membuat saluran air dari pangkalnya sampai ke rumahnya.


"sepertinya aku harus memesan banyak pipa air dan juga bahan-bahan lainnya untuk membuat bendungan air." ucap Nisa.


setelah itu, ia kembali masuk kedalam kamarnya dan memesan alat dan bahan yang di perlukan untuk membangun rumah dan juga mengalir kan air ke rumahnya.


tak tanggung-tanggung, Nisa memesan bahan--bahan itu. mulai dari besi,semen, bata, dan lainnya. setelah itu, ia pun langsung membayarnya menggunakan uang yang ada di akun nya.


terlihat juga, beberapa pesan masker mulai masUK dan berdatangan di notifikasi nya. (enjoy aja ya. hanya dunia tipu-tipu. tidak seperti dunia nyata. harus lumutan dan karatan dulu kalau mau dapat pesanan.😁😁)


***


dua Minggu kemudian, barang yang Nisa pesan melalui online, akhirnya datang juga. sebelum barang pesanan Nisa datang, terlebih dahulu, dahulu ia sudah mendiskusikan nya kepada kedua orang tuanya. dan mereka hanya menyetujui nya. dengan Nisa memberikan alasan masuk akal..

__ADS_1


satu persatu, rumah Nisa mulai di bangun. begitu juga dengan aliran air. tak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya rumah itu siap pakai. bertepatan, saat Nisa naik kelas.


***


...bercerita tentang hubungan Aska dan Nisa.


...


tepat pada saat ujian akhir untuk siswa-siswi kelas 12. Aska pun pergi tanpa pamit pada Nisa. begitu juga dengan adiknya Vivi. Nisa juga sudah mencoba beberapa kali untuk menghubungi Aska, namun tetap tidak ada kabar tentangnya.


saat ini, selepas pulang sekolah, Nisa mencoba untuk mencari tau keberaDaan Aska. ia mendatangi tempat tinggalnya.


Tak lama, ia pun sampai.


"assalammualaikum.... permisi...." seru Nisa. Nisa tidak datang sendiri, tapi datang bersama dengan ketiga sahabatnya itu. tak lama, pintu rumah itu terbuka.


"wa'alaikumsalam.... cari siapa dek...??" tanya ibu-ibu yang keluar tadi.


" eh... maaf buk. kita cuma mau tanya tentang kak Aska..?? apa orang nya ada buk...??" tanya Nisa dengan sopan.


" oh... pemilik rumah yang dulu... orang nya sudah tidak tinggal di sini lagi dx. mereka semua sudah pindah..." terang ibu tersebut.


" oh... begitu ya buk... baiklah kalau begitu, terimakasih buk. maaf sudah mengganggu.." ucap Nisa lagi.


"ia dek, sama-sama..." setelah mengatakan hal itu, Nisa dan teman-temannya pun mencari tempat untuk menongkrong. yang pasti bukan di rumah makan hehehe..


mereka melajukan motor menuju dermaga. disitulah biasanya tempat muda dan mudi berkumpul sambil merasakan tiupan angin sepoi-sepoi dan menikmati pemandangan pantai.


tak lama, mereka pun sampai dan duduk di salah satu tempat duduk yang ada disana.


Ros, Lilis dan Lisa memperhatikan Nisa sejak mereka duduk di tempat itu. berharap Nisa akan membuka suara dan mengatakan sesuatu. namun ternyata, Nisa seperti masih enggan untuk membuka suaranya.


" nis...!! apa kamu masih kepikiran dengan Aska..??" tanya Lilis dengan pelan. Nisa menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya dengan kasar.


" aku, Masih tidak habis pikir. ia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. seolah, kebersamaan kita dulu tidak ada artinya untuk nya." ucap Nisa dengan sayu.


namun ia tidak menangis atau pun semacamnya. ia hanya menyayangkan saja hubungan mereka.

__ADS_1


" sudahlah nis. mungkin ia masih memiliki masalah, sehingga ia tidak sempat memberi kabar atau mengabari mu. kamu sabar aja ya.." timpal Lisa.


setelah itu, Nisa tidak lagi menjawab. untuk sesaat mereka hanya diam menikmati suara deru ombak dan larut dalam pikiran masing-masing.


kepergian Aska tanpa memberikan kabar, tidak membuat Nisa bersedih dan histeris. ia cukup kuat mengenai hal itu, ia hanya tidak habis pikir. Aska pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun padanya.


" hey.... daripada melamun seperti ini. mending kita pergi makan mie so yuk dikedainya babang tampan..." ajak Lisa mencair kan suasana. dan ternyata berhasil.


" yaudah yuk. aku juga sudah lapar... persetan dengan Aska yang pergi tanpa kabar..!!" ucap Nisa denggan semangat karena mendengar babang tampan.


walaupun begitu, hubungan mereka memang miris. hanya berjalan beberapa bulan saja. sekarang hubungan itu, mungkin akan digantung seperti jemuran, tanpa ada niat mengangkatnya.


mereka pun langsung tancap gas dan pergi kekedai mie so babang tampan.


tak lama, mereka pun sampai. terlihat para pekerja sedang sibuk melayani pelanggan.


Nisa dan kawan-kawannya pun mengambil tempat duduk. namun, sebelum itu, terlebih dahulu mereka memesan mie so empat porsi.


" hay... Babang tampan. pesan mie so dong empat porsi ya bang. makan disini..." ucap Lisa dengan ala ala manis manja gitu.


pemilik kedai mie so itu bernama bang juhen. juhen sudah mengenal ke empa cewek itu. begitu juga dengan ucapan mereka, juhen sama sekali tidak keberatan dengan sebutan babang tampan itu dan juga dengan sikap centil itu.


" ya dek. di tunggu ya..." ucapnya. mereka bertiga pun langsung duduk di meja yang kosong.


tak lama, pesan mereka pun datang. setelah itu mereka makan dengan diam. tak lama mereka pun selesai, setelah membayar dan belanja beberapa makanan ringan. mereka kembali ketempat mereka semula. yaitu dermaga.



" eh nis... kedepannya, kalau Aska tidak ada kabar, kamu harus gimana...??" tanya Ros. Nisa pun menjawab.


" ngak harus gimana-gimana. kalau ngak ada kabar, ya sudah cari yang lain. kan cowok banyak bukan cuma dia aja..!!" ucap Nisa Santai.


" mmmm.... yakin... ntar nanges... lagi....!!! " timpal Lisa. Nisa tersenyum smirik


"eh... gini ya. aku bukan nya ngak mau mempertahankan hubungan ini. tapi kalau dia sendiri pergi seperti ini. ya mau gimana lagi, aku ma pacaran ngak gitu-gitu amat. kalau dia sayang ayok, kalau ngak ya bodo amat..." ucap Nisa lagi.


memang benar, Nisa akan mencoba menunggu kabar dari Aska. tapi jika seandainya tidak mendapat kabar apapun tentang nya. ya terpaksa, cari baru. atau kembali menjomblo.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2