Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 100


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


"Tapi hari ini aku tak punya banyak waktu. Aku masih ada banyak jadwal." Sahut Selly yang rupanya nampak tak senang dengan pertemuan nya kali ini.


Mendengarnya gadis itu pun tersenyum tipis, dia tak menyangka akan mendapat perlakuan yang seperti ini. Padahal biasanya Selly selalu bersikap baik kepadanya. Namun dia tak ambil pusing dengan sikap Selly kali ini karna dia merasa punya kendali atas Selly.


"Santai dong tante,,, aku tahu tante orang yang sibuk, tapi aku juga yakin sesibuk apapun tante pasti bisa meluangkan waktunya untukku. Bukan begitu calon mertuaku?" Ucap Fanny seraya melepas senyum liciknya.


"Jangan panggil aku seperti itu! Jujur aku risi mendengar kata itu dari mulutmu yang kotor itu." Selly semakin menunjukkan ketidak nyamanannya atas ucapan Fanny.


Percakapan keduanya sejenak berhenti saat seorang pelayan datang membawakan menu yang dipesan oleh Fanny untuk Selly.


Setelah pelayan kafe tersebut meletakkan pesanan Fanny di meja . Dia lantas membungkukkan tubuhnya sedikit dan lalu pergidari tempat itu.


Sesaat setelah pelayan itu berlalu, Fanny lantas mempersilahkan Selly untuk menikmati hidangan yang disuguhkannya tersebut dan karna suasana hati Selly yang lagi nggak baik maka Selly pun menolak tawaran Fanny.


"Kita langsung ke intinya saja! Ada hal apa kamu mengajakku bertemu ?" Tanya Selly tanap berbasa - basi lagi.


Fanny menghela nafas yang panjang dan menatap ke arah Selly.


"Baiklah jika itu maumu aku akan to the point. Ini mengenai perjodohanku dengan Vian. Aku ingin hal itu di segerakan. Aku tak mau menunda - nunda lagi." Pinta Fanny.


"Itu lagi, aku sampai bosan mendengarnya.Bukankah dari awal aku sudah mengatakan kepadamu, aku tak bisa berbuat banyak dengan permintaanmu itu karna aku mengenal betul sifat anakku. Menjodohkannya itu adalah hal yang tak mungkin dan aku hanya bisa membantu sebatas perkenalan saja, selebihnya kamu usahalah sendiri! Bukankah itu kesepakatan kita dulu?" terang Selly mengingatkan masa dimana mereka berdua mengawali perjanjian itu.


"Ya aku tahu itu, aku sudah berusaha dengan keras tapi nampakknya anakmu itu susah sekali untuk diambil hatinya. Maka dari itu aku harap kamu bisa memaksanya supaya aku bisa secepatnya bersama dengannya. Paling tidak bertunangan dulu juga nggak apa - apa."

__ADS_1


"Kalau itu maumu aku tak bisa mengabulkannya. Jika kamu benar - benar menginginkan putraku maka berusahalah sebisa mungkin!" Selly menolak keinginan Fanny.


Sejujurnya Selly tidak menyukai Fanny karna sifatnya yang seenaknya sendiri dan juga suka memaksakan kehendak. Namun karna ada sesuatu hal yang terjadi di antara keduanya maka Selly pun terpaksa memenuhi apa yang menjadi kemauannya tersebut.


"Seharusnya aku tau kalau kamu tak benar - benar mau membantuku. Buktinya saja kamu tak bisa menyingkirkan pacar putramu itu."


"Apa? Vian punya pacar?" Selly terkejut dengan pengakuan Fanny karna yang dia tau kalau Vian itu tak pernah dekat dengan seorang wanita. Teman wanita saja dia tak punya apalagi pacar.


Sejenak Selly terdiam larut dalam memorinya. Terlintas masa dimana Vian pernah meminta agar Inem lepas dengan Arjun dan menjadikannya sebagai pengganti kakaknya tersebut.


Selly lantas berfikiran apakah Inem orang yang dimaksud oleh Fanny itu? Dan apakah Vian nekad dengan kemauannya itu? Dan apakah Inem sudah mengingkari janjinya untuk bersama dengan Arjun?


Pertanyaan - pertanyaan itu silih berganti muncul di benaknya dan membuatnya pusing dalam sekejap.


"Bearti Vian memanglah bukan jodohmu dan aku sarankan sebaiknya kamu berhenti saja mengejar anakku!"


"Aku peringatkan padamu,,, jangan pernah menyentuh ankku sedikitpun!" Ucap Selly dengan nada tegas.


"Beraninya kamu bicara seperti itu, apa kamu lupa dengan apa yang terjadi jika kamu menolakku?" Fanny pun ta mau kalah. Dia balik mengancam Selly.


"Aku sudah tidak perduli, lakukanlah sesuka hatimu! Karna aku tak mau anakku terjerumus masuk kedalam perangkap iblis wanita seperti mu!" Ucap Selly semakin menantang.


"Kurang ajar,,, kali ini kamu sudah membuatku marah." Fanny kesal dengan ucapan Selly, dia lantas berdiri karna emosinya mulai mencuat.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu! Selamat menikmati kehancuranmu!" Dengan nada kesal Fanny pergi dari tempatnya meninggalkan Selly.

__ADS_1


"Ya TUHAN,,, sepertinya aku harus merelakan usahaku yang selama ini aku bangun dengan jerih payahku sendiri. Semoga aku bisa menghadapi perempuan licik macam itu."


Rupanya dibalik Selly menjodohkan Vian dengan Fanny adalah karna Selly mendapat ancaman dari Fanny yang ternyata adalah salah satu dari rekan bisnisnya yang cukup berpengaruh dalam usahanya makanya Selly tak bisa menolak keinginan Fanny walau yang sebenarnya dia menolak kemauan itu.


Saat menuju pintu keluar Selly tak sengaja melihat Vian sedang duduk berdua dengan seorang gadis yang belum pernah Selly lihat sebelumnya. Dari kejauhan Selly mengamati Vian dan gadis itu. Dilihatnya keduanya nampak akrab sekali dan ssesekali keduanya bercanda sehingga memperlihatkan senyum dan juga tawa.


Selly memang mengenal putra keduanya itu sebagai anak yang periang dan suka berkelakar, tapi Selly tak menyangka kalau Vian bisa seakrab itu dengan seorang gadis karna setahunya teman wanita yang dekat dengan Vian hanyalah Inem.


"Sepertinya keputusanku tadi sangatlah tepat. Mungkin gadis itulah yang menjadi alasan Vian menolak perjodohannya dengan Fanny. Eh tapi,,,, tapi kenapa waktu itu dia ingin menggantikan posisi Arjun untuk menjadi suami Inem? Haisss,,,, pusing nih palaku." Ucap Selly dengan dirinya sendiri.


...☘️🎍☘️...


Sementara itu di kampus, Bimo baru saja datang dan langsung menghampiri Rico yang sedang duduk sendirian di kantin. Tanpa menyapa terlebih dahulu, Bimo langsung saja mengambil minuman Rico dan lalu meneguknya. Tak hanya seteguk tapi Bimo malah menghabiskan minuman itu. Tentu saja Rico protes dengan kelakuan sahabatnya itu, tapi saat dia hendak mengomel Bimo dengan cepat menyumpal mulut Rico terlebih dahulu dengan gorengan yang diambilnya di meja.


"Kamu ini kena sawan dari mana sih Bim? Tadi pagi kamu ninggalin aku, sekarang datang - datang main serobot minuman orang dah gitu pake ngasih ini pula." Oceh Rico tak ada hentinya sambil memakan gorengan yang sudah terlanjur masuk kedalam mulutnya.


"Siapa yang kena sawan? Orang waras gini dibilang kena sawan." Jawab Bimo.


"Habisnya beberapa hari ini kamu murung terus sih. Sebenarnya kamu kenap sih? Cerita dong,,,! Biar aku bisa bantu." Bujuk Rico agar Bimo mau mengeuarkan unek - uneknya.


"Entahlah,,,, mungkin lain kali saja aku cerita. Kalau sekarang belum saatnya." BImo beranjak dari tempatnya duduk dan lalu berjalan keluar kantin diikuti Rico dibelakangnya.


...🌸 Bersambung 🌸...


Ye,,,, nggak nyangka sampe episode ke 100. Yuk tasyakuran yuk,,,, muga inem makin semangat up nya dan makin diminati ceritanya.

__ADS_1


Makasih ya buat para readersku tersayang yang udah setia di setiap episodenya.


LOVE YOU PUOOOLLLL 😘😘😘😘


__ADS_2