Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 88


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Sesampainya di kampus, Arjun memarkirkan dimana dulu dia sering mengantar jemput Inem. Tak disangka di sana dia melihat mobil Vian sudah terparkir apik disana. Dia pun bertanya - tanya kenapa adiknya bisa berada disana? Apakah dia juga mau menjemput Inem, tapi bukankah tadi ayahnya sendiri yang mengutusnya. Lalu kenapa Vian ada disana? Seperti itulah kilasan pertanyaan yang melintas dibenak Arjun. Perlahan dia memarkirkan mobilnya dibelakang mobil Vian. Sedang Vian yang mengetahuinya hanya melirik nya melalui kaca spion. Setelah mematikan mobilnya, Arjun lantas membuka pintu mobil kemudian menghampiri mobil Vian dan setelah memastikan Vian berada didalam, Arjun pun lalu mengetuk kaca pintunya. Merasa dirinya dipanggil, Vian lalu menurunkan kaca mobilnya tanpa mengubah posisi duduknya.


"Ngapain disini?" Tanya Arjun yang berdiri bersandar di mobil sembari mengeluarkan sebatang rokok dari tempatnya dan lalu menyulutnya dengan api.


"Bukan urusanmu." Jawab Kelvin ketus dan tak menoleh kakaknya.


"Aku sudah disini, sebaiknya kamu pulang gih!" Ucap Arjun sembari menyesap rokoknya.


"Bukankah sudah kubilang ini bukan urusanmu!" Jawab Vian datar.


"Heh kamu mau cari gara - gara lagi sama aku ha?" Nada Arjun sedikit meninggi.


"Aku nggak akan cari gara - gara sama abang kalau memang abang tak bertingkah duluan."


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Tanya Arjun yang mulai kesal.


"Tak usah pura - pura tak tahu. Abang tau persis apa yang kumaksud."


"Dasar bocah tengik, sebaiknya kamu urusi aja urusanmu jangan urusin urusan ku!"


"Maka sebaiknya abang tak usah banyak tingkah. Ikutin saja kemauan mami! Kalau tidak,,, abang yang akan menyesal sendiri." Jawab Vian tegas.


"Kamu bocah tau apa soal masalah ini ha? Pacar saja tak punya sok - sok an mau menasehati ku. Sebaiknya kamu kelarin dulu tuh kuliahmu lalu kerja yang bener. Jangan suka sok nggampangin masalah orang."


Ditengah perdebatan kakak beradik itu nampak dari kejauhan ada Inem yang sedang berjalan menuju kearah mereka bersama dengan Mutia.


"Cie,,, cie,,, dah punya sopir pribadi sekarang ya!" Celoteh Inem sambil menyenggol lengan Mutia.


"Dih,,, apaan sih, kamu tuh sopir pribadimu juga ada disana tuh." Sahut Mutia tersipu malu.


"Helleh,,, malah balik menggodaku." Ucap Inem.


"Eh ngomong - ngomong tuh singa kenapa jemput kamu sih? Bukannya sejak waktu itu dia udah lepasin kamu ya?" Tanya Mutia.


"Ughhh panjang ceritanya,,, keknya aku beneran bakalan lepasin impianku untuk bersama Bimo deh dan kembali menjalani rumah tangga ku yang sekarang." Seketika wajah Inem menjadi lesu dan tak bersemangat.


"Hah apa maksudmu berkata seperti itu? Kamu nggak lagi bercanda kan?" Tanya Mutia terkejut dan penasaran.

__ADS_1


Inem menghentikan langkahnya dan melempar pandangannya lurus ke arah Arjun yang masih sibuk berbicara dengan adiknya.


"Apa aku bisa ya?" Inem mempertanyakan nasibnya.


"Apa kamu sudah yakin?" Tanya Mutia lagi.


"Entahlah,,, tapi ini sudah menjadi keputusanku!" Jawab Inem ragu tapi pasti.


"Bimo udah tau soal keputusanmu ini?"


"Itu yang sedang aku pikirkan. Aku bingung bagaimana caranya aku memberitahukan soal ini. Aku takut dia nggak bisa menerimanya."


"Itu udah pasti, tapi bagaimanapun juga kamu tetap harus memberitahu nya." Ucap Mutia.


"Hmmmm semoga aja aku bisa menghadapi semua ini."


"Tapi ya,,, kalau dilihat - lihat tuh singa sebenernya ganteng banget sih, sama kek adiknya tuh ihhhh kegantengannya itu mampu menyihir semua mata yang memandangnya." Mutia menyatukan kedua telapak tangannya menempel ke dagu sambil tersenyum sok menggemaskan.


"Heleh berkhayal nya berlebihan kamu nih!" Celetuk Inem sembari meraup wajah Mutia yang sok imut dan lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Mutia.


"Hilih nggak boleh lihat orang seneng aja nih calon kakak ipar." Mutia pun menyusul Inem.


"Ehem,,, Vian kapan nih kamu mau cerita?" Tanya Inem.


Mutia lagi - lagi tersipu malu dia pun mencubit kecil pinggang Inem agar Inem tak lagi melanjutkan ocehannya itu. Karna aksi kecil Mutia itu mengakibatkan Inem mengaduh kesakitan.


"Eh kamu kenapa? Apa ada yang sakit?" Tanya Vian panik karna mendengar keluhan Inem.


"Hehehe nggak apa - apa kok, cuma digigit nyamuk aja. Dasar tuh nyamuk nakal banget sih main gigit sembarangan aja. Belum tau dia rasanya kalo digigit yak hehehe." Jawab Inem cengengesan sembari mengusap pinggangnya yang habis terkena serangan kecil dari tangan Mutia.


"Oh syukurlah." Ucap Vian.


Dan tanpa berbelit - belit Arjun langsung menarik tangan Inem dan lalu membawanya pergi menuju mobilnya yang terparkir dibelakang mobil Vian lantas tancap gas tanpa memperdulikan Vian. Inem pun hanya mengikuti langkah Arjun yang cepat tanpa berpamitan terlebih dulu kepada Vian dan Mutia.


"Eh itu Inem nggak apa - apa tuh ditarik - tarik gitu?" Tanya Mutia.


"Aman,,, dia nggak bakalan berani melukai Inem." Jawab Vian.


"Yaudah yuk aku antar pulang!" Ajak Vian.

__ADS_1


Merekapun lantas masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan kampus.


...☘️🎍☘️...


Sesampainya dirumah, Arjun terheran melihat ada mobil ayahnya diparkiran. Merekapun masuk kedalam rumah dan benar saja Angga sedang duduk sendiri menikmati teh panas nya diruang keluarga sambil menonton televisi. Arjun dan Inem pun lantas mendekatinya dan memberi salam serta mencium punggung tangan Angga.


"Papi kok ada disini?" Tanya Arjun.


"Hmmm memangnya nggak boleh ya?" Tanya Angga balik.


"Bukannya begitu pap. Kalau papi disini lantas yang nemenin mami dirumah sakit siapa? Sedangkan Vian juga lagi pergi kan?" Kata Arjun.


"Biar aku aja yang kesana ya! Papi biar istirahat aja disini." Ucap Inem.


"Nggak perlu, mami ada di sini kok." Sahut Selly yang tiba - tiba saja datang dari arah dalam sambil membawa piring besar berbentuk oval yang di atasnya sudah tertata rapi beberapa makanan kecil.


"Mami,,, !?"


Sontak Arjun dan Inem terkejut akan kemunculan Selly yang secara mendadak. Mereka tak menyangka Selly datang kerumah mereka dalam keadaan sehat wal afiat tak seperti apa yang terakhir kali mereka lihat di rumah sakit.


"Mami kok ada disini sih? Bukankah mami lagi sakit?" Tanya Arjun.


"Sini biar Inem yang bawa mam!" Dengan sigap Inem menghampiri ibu mertuanya itu dan lalu mengambil alih piring yang dibawa Selly.


"Mami bosan, disana tempat tidurnya sama sekali nggak nyaman. Mami jadi susah tidur." Jelas Selly.


"Mami aja nggak bisa tidur apalagi papi yang tempat tidurnya sempit itu." Gerutu Angga.


"Helleh papi bilang nggak bisa tidur tapi nyatanya papi ngorok lho." Oceh Selly.


"Bukan papi itu mam, tapi Vian tuh." Angga melemparkan kesalahannya kepada Vian yang kebetulan tak ada ditempat.


"Heleh alesan aja nih papi." Tentu saja Selly tak percaya dengan alesan Angga. Itu karna Selly tau betul siapa yang bersuara.


"Trus alesan kalian kesini apa? Kenapa kalian tak pulang saja ke rumah dan beristirahat disana." Tanya Arjun yang nyeletuk diantara perdebatan kecil kedua orang tuanya.


...🌸 Bersambung 🌸...


Yuhhuuuuy,,, selagi nungguin yang disini up, yuk tengok yang disebelah yuk. Ceritanya tak kalah menarik lho,,,, judulnya ANAKKU MELIHATNYA.

__ADS_1


Semoga juga suka. 😘😘😘


__ADS_2