Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 87


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Sementara itu di rumah sakit, di ruangan Selly sedang rebahan sambil memainkan ponselnya sedangkan Angga duduk disofa sembari menonton TV dan menikmati secangkir kopi.


...^^^Kriek,,,, ^^^...


Terdengar suara pintu terbuka dari arah luar. ( Heddeh,,, nih pintu horor banget sih suaranya. Padahal kan ini rumah sakit elit lho napa suaranya gitu sih 😭😭😭). Masuklah seorang lelaki yang memakai jas warna putih dan celana hitam. Kali ini dia datang sendirian tanpa perawat seorangpun.


"Nikmat sekali hidup kalian? Kalau kalian mau bersantai harusnya di hotel jangan disini! Ini tempatnya orang sakit bukan orang kaya." Ucap dokter yang baru masuk.


"Hishhh,,, kau ini berisik sekali. Dah lah jangan ribet yang penting kan aku bayar semuanya!" Sahut Selly yang masih saja memainkan ponselnya.


"Ya lah,,, orang kaya selalu benar. Aku mana bisa ngebantah." Sahut dokter.


Dokter itupun lalu menghampiri Angga dan duduk disampingnya.


"Kau tak kerja?" Tanya dokter.


"Ini kan bagian dari skenarionya. Mana bisa aku membantahnya, bisa - bisa tak dapat jatah aku." Ucap Angga sembari melirik istrinya yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Hahaha,,, terima nasib aja lah." Sahut dokter sambil menepuk pelan bahu Angga.


"Kamu sendiri? Kenapa disini? Nggak keliling?" Tanya Angga ganti.


"Dah beres semua, tinggal pasien spesial ku yang belum." Kini giliran sang dokter itu yang melirik Selly.


"Maksudmu dia?" Tanya Angga menunjuk Selly.


"Siapa lagi kalau bukan dia."


"Helleh,,, kalau dia sih biar aku aja yang periksa. Kamu nggak usah repot - repot." Ucap Angga.

__ADS_1


"Hahaha,,, iya,,, iya,,, aku juga tahu kok. Awas aja ntar kalau sakit beneran aku nggak mau periksa dia. Semuanya kuserahkan padamu." Sahut sang dokter.


"Dihh doanya gitu amat sih. Kalau do'ain orang tuh yang baik - baik dong." Kata Angga.


"Segitunya kamu sama aku ya Do. Teman macam apa kamu ini do'ain temen kek gitu."


Ya,,,, dokter Edo adalah teman dari kedua orang tua Arjun. Dia adalah pemilik dari rumah sakit tempat dimana Selly sedang melancarkan pertunjukannya saat ini. Dia juga dijadikan dokter keluarga jadi hubungan mereka bisa dikatakan cukup dekat.


"Kamu itu yang teman macam apa. Kamu bawa - bawa aku dalam drama mu itu. Tak hanya itu, tempatku juga tak luput dari skenariomu." Gerutu Edo sembari memanyunkan bibirnya sehingga nampak seperti ikan lohan.


"Wkwkwk,,, kita sama - sama terima nasib bro 😎!" Angga tertawa memutar balikkan keadaan dimana tadi Edo yang mengatakan hal itu dan sekarang giliran Edo yang dikatain Angga.


"Bener,,, bener,,, deh ah. Kalau bukan Selly dah ku lempar kau!" Gerutu Edo lagi.


"Berani melempar ku maka siap - siaplah ku obrak - abrik rumah sakitmu ini." Ancam Selly sembari berkacak pinggang dan bola mata yang melotot.


Kini Selly turun dari ranjangnya dan lalu bergabung bersama Angga dan Edo di sofa.


"Kamu jangan mulai deh. Aku kan udah ceritain panjang ali lebar tuh alasannya. Masa belum ngerti juga sih." Jawab Selly.


"Tapi kulihat sepertinya anakmu menolak keinginanmu itu."


"Haah,,, anak itu memang keras kepala sekali, jadi bingung sendiri aku."


"Hahaha buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Anaknya keras kepala karna orang tuanya juga begitu kan?" Lagi - lagi Edo menanggapi Selly dengan candaan.


"Ishhh kau ini. perkataanmu itu sangatlah tidak membantu. Mending kamu diem aja, lakoni peranmu dengan baik dan serius jangan bikin gagal!" Ucap Selly dengan nada mengancam.


"Istrimu itu keturunan mafia ya Ngga? Kok hobinya ngancem mulu sih." Celoteh Edo.


"Nah itu dia,,, akupun sempat berpikiran seperti itu lho!" Sahut Angga.

__ADS_1


"Isshhh kalian ini malah sekongkol ngatain aku." Selly merajuk lalu kembali ke tempat tidurnya.


"Helleh begitu aja udah marah kau Sell. Lagian ya,,, kenapa sih kamu maksa banget? Ku dengar mereka kan masing - masing udah punya pacar. Kenapa nggak kamu biarin mereka bahagia dengan pasangannya?"


"Masalahnya aku sudah berjanji dengan mendiang ibunya. Aku akan senantiasa menjaga Inem dan dengan cara itulah aku bisa memenuhi amanatnya. Kamu tahu sendiri kan bagaimana pengorbanan ayah Inem?" Jelas Selly.


"Walau mereka tidak saling suka?" Sahut Edo.


"Ya,,, aku yakin lambat laun cinta itu bakalan tumbuh walau susah sekali mempersatukan keduanya, tapi aku percaya akan datang masa kebahagian mereka." Ucap Selly penuh semangat.


"Semoga saja begitu,,, karna tak baik memaksakan kehendak kepada orang lain. Menjalani sesuatu yang tak diminati nya itu sangat berat!" Nasehat Edo kepada Selly.


"Aku pun berfikir begitu, tapi entahlah kemauan Selly sangatlah besar jadi aku hanya bisa membantunya. Semoga apa yang diharapkan bisa terwujud." Ucap Angga.


"Yang sabar ya bro! Aku tahu sangatlah berat menghadapi singa betina seperti Selly hahaha,,,, !" Celoteh Angga yang lagi - lagi menyentil ulah Selly.


"Heh apa katamu? Dasar dokter gila!" Tentu saja Selly tak senang dengan ucapan Edo, tapi dia tahu sahabatnya bicara seperti itu hanyalah sebatas candaan saja. Walau begitu dia tetap aja kesal dan melempar bantalnya ke arah Edo.


mendapat serangan dadakan dari Selly, Edo pun menghindar sebelum akhirnya dia pergi dari ruangan tersebut.


...🎍☘️🎍...


Sore hari telah tiba, disaat Arjun tengah larut dalam pekerjaannya dia mendengar ponselnya berbunyi. Dilihatnya ada notif masuk dari Angga. Arjun pun lalu membaca pesan dari ayahnya tersebut yang menyuruhnya untuk datang kerumah sakit sekarang tapi sebelum itu Angga mengharuskan Arjun untuk menjemput Inem terlebih dahulu. Mau tak mau Arjun pun hanya bisa menurut. Karna urusannya akan menjadi panjang bila dia menolaknya.


Dengan malas Arjun bangkit dari tempat duduknya. Dia lantas keluar dari kantornya, namun saat diparkiran dia terkejut melihat mobil Lashira masih ada terparkir di parkiran kantor padahal Lashira sudah pergi dari pagi tadi. Tak ingin ambil pusing dia lantas menuju mobilnya dan masuk kedalamnya. Namun saat dia hendak menyalakan mobilnya, dia melihat mobil Kelvin memasuki halaman parkiran kantor dan setelah terparkir rapi, terlihat Kelvin turun dari mobilnya. Bukannya pergi dari sana, Kelvin malah berjalan menuju pintu seberangnya. Dibukanya pintu itu dan ternyata ada Lashira disana. Arjun heran kenapa Lashira bisa sama Kelvin hingga akhirnya menimbulkan prasangka yang buruk.


Tak ingin terlihat, Arjun pun menunduk sembunyi dibawah kemudi saat keduanya berjalan menuju mobil Lashira. Sesampainya di mobil, Kelvin kembali membukakan pintu untuk Lashira sebelum Lashira pergi dari tempatnya disusul Kelvin yang masuk kedalam gedung.


"Selama ini tak pernah kulihat Kelvin segitu perhatianannya kepada Lashira. Ada apa diantara keduanya?" Guman Arjun.


...🌸 Bersambung 🌸...

__ADS_1


__ADS_2