
...๐ธ Happy Reading ๐ธ...
"Wah,,, syukurlah kalau begitu. Oh ya mami tahu bagaimana caranya agar rumah ini bisa menjadi lebih rame lagi?"
"Apa itu mam? "
"Cepatlah hamil dan lahirkan banyak cucu buat mami dan papi! "
Selly tersenyum kegirangan kepada Inem. Sedangkan Inem hanya melongo mendengar permintaan mertuanya.
"Mami bisa bayangin deh, pasti bakalan ramai sekali ya kalau banyak anak kecil disini. Rasanya mami beneran sudah nggak sabar menantikan saat - saat itu."
"Yak mami, kenapa malah ngomongnya kayak gitu sih? Mana mungkin bisa hamil kalau aku sama Arjun aja nggak anu - anu. " Batin Inem.
"Inem sayang,,, kalian nggak lagi menunda untuk punya anak kan? " Tanya Selly.
"Ha,,,? Hmm,,, itu anu mam,,, nggak kok." Tak terlintas lagi jawaban apa yang akan diberikannya, Inem hanya bisa nyengir dan menggaruk - nggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Syukurlah kalau begitu. Kalian harus semangat ya,,, nanti mami akan bilang ke Arjun supaya tidak pulang malam lagi ! Biar kalian berdua punya banyak waktu untuk bersama. Wah mami bener - bener sudah nggak sabar dipanggil grandma."
Selly tersenyum girang membayangkan kebahagiaan itu.
"Hehehe,,, iya mam." Jawab Inem dengan senyum yang dipaksakan.
"Hah,,, ini sudah siang. Hmm,,, bagaimana kalau kamu mengantar makan siang buat Arjun? Mami yakin dia pasti belum makan. Haish,,, anak itu selalu saja lebih mementingkan pekerjaan dari pada dirinya sendiri persis seperti papih."
"Mereka berdua pekerja keras ya mam."
"Ya begitulah mereka. Sudahlah sebaiknya kamu bersiap - siaplah sekarang! Biar mami yang siapin bawaannya. Nanti kamu perginya diantar sama supir ya!"
__ADS_1
"Iya mam."Inempun lantas pergi meninggalkan Selly yang masih duduk.
"Dandan yang cantik ya sayang!" Teriak Selly.
Inem menoleh dan lalu mengangguk sambil tersenyum.
...****************...
Dengan langkah berat Inem pergi menuju tempat kerja Arjun. Sebenarnya dia merasa ragu dan takut. Apakah kehadirannya akan diterima atau malah sebaliknya. Mengingat sikap Arjun yang selama ini tak pernah welcome padanya.
Semakin mendekati ruangan Arjun, langkah Inem semakin berat saja. Ada hawa panas dan dingin yang merasuk dalam tubuhnya, jantungnyapun berdetak lebih cepat dari biasanya dan sekarang dia hanya berdiri mematung didepan pintu mencoba menenangkan dirinya yang sedari tadi merasa gusar.
"Huftt,,, aku masuk tidak ya?" Tanya Inem pada dirinya sendiri.
"Tapi kalau tidak masuk ntar apa yang harus aku katakan pada mami kalau dia bertanya nanti? Ah,,, ini sungguh merepotkan." Inem mengacak - acak rambutnya dengan kasar.
Setelah beberapa saat berfikir Inempun memutuskan untuk memasuki ruangan itu.
Inem merapikan rambutnya yang berantakan karna ulahnya tadi. Digenggamnya erat - erat barang bawaannya dan lalu memberanikan diri mengetuk pintu yang ada didepannya.
Tok,,, tok,,, tok,,,
"Masuk!"
Terdengar jawaban dari dalam ruangan.
Ceklek,,,
Dengan pelan sekali Inem membuka pintu dan melangkah masuk kedalam. Dilihatnya seorang pemuda tengah sibuk berkutik dengan setumpuk berkas diatas meja.
__ADS_1
"Ternyata apa yang pepatah katakan itu memang benar adanya. Bahwa lelaki akan terlihat sangat tampan disaat dia sedang bekerja keras. Aaa,,, ini sungguh pemandangan yang sangat mengagumkan." Kagum Inem dalam batin.
Melihat Arjun yang seperti itu membuat Inem takjub dan terpukau dan tanpa disadarinya dia telah berdiri cukup lama memandangi sosok pria yang saat ini berada didepannya.
"Ada apa kamu kemari?"
Tanya Arjun tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang dipegangnya.
"Oh ini,,, mami menyuruhku untuk mengantarkan bekal ini untukmu." Inem menunjukkan barang yang sedari tadi digenggamannya.
Sayang sekali, Arjun sama sekali tidak meliriknya. Dia tetap saja fokus pada pekerjaannya. Namun Inem mencoba tak ambil pusing dengan sikapnya itu.
"Aku siapkan disana ya?" Karna tadi mami bilang ini harus segera dimakan."
"Hmmm,,,, " Jawab Arjun singkat.
"Ughhh,,, selalu saja seperti itu." Guman Inem.
Dengan telaten Inem menyajikan makanan yang dibawanya itu ke atas meja yang terletak tak jauh dari meja kerja Arjun.
Diwaktu yang bersamaan, datanglah seorang wanita cantik dengan postur tubuh yang tinggi dan ramping. Rambutnya hitam berkilau tergerai begitu saja. Penampilannya nampak anggun walaupun dia hanya mengenakan baju atasan lengan panjang berwarna merah marun dan bawahan berwarna hitam pekat yang panjangnya sebatas lutut.
Wanita itu masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan Langkahnya berhenti tepat disamping Arjun. Dia lalu melingkarkan kedua tangannya keleher Arjun dan menempelkan dagunya diatas bahu Arjun.
...๐ธBersambung ๐ธ...
Hmmm kira - kira,,, wanita itu siapa ya ๐ค?
Penasaran???
__ADS_1
Yuk intip episode selanjutnya. Jangan lupa beri dukungannya ya ๐๐