
...🌸 Happy Reading 🌸...
Beberapa hari telah berlalu, kini Inem dan juga Arjun juga sudah kembali dari acara honeymoon yang dirancang oleh Selly. Selly dan Angga pun sudah menjemput keduanya dibandara, tapi keduanya tak membawa pasangan muda itu ke rumah melainkan menuju ke perkomplekan elite. Mereka berhenti di sebuah rumah yang terhitung mewah dan besar dengan halaman yang luas dengan beberapa pohon dan bunga yang tertanam rapi disana. Mereka pun turun dan berjalan menuju pintu masuk.
"Ini rumah siapa pap?" Tanya Arjun.
"Rumah siapa? Tentu saja ini rumah kalian." Jawab Angga sembari mengambil sesuatu dikantong celananya.
"Rumah kami?" Tanya Arjun lagi dengan memasang wajah bingung karna pasalnya baru pertama kali ini dia melihat rumah ini, tapi mengapa ayahnya bilang bahwa ini rumahnya.
"Iya,,, papi beli rumah ini sebagai kado pernikahan buat kalian." Jelas Selly.
"Eh apa ini nggak berlebihan mam? Kita kan bisa tinggal bersama dirumah mami dan papi." Ucap Inem.
"Nggak kok sayang. Papi sama mami udah lama banget mempersiapkan rumah ini buat kalian. Lagian kita kan nggak mau ngganggu kalian, iya kan pap? Ucap Selly mendogak ke arah Angga sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
" Iya dong mam kan pesenan mami biar cepet jadi ya." Sahut Angga sembari nyengir dan mengangkat kedua alisnya.
" Mami sama papi bisa aja." Ucap Inem yang tersipu karna ucapan mertuanya.
"Yuk buka rumahnya! Nih kuncinya." Angga menyodorkan sebuah kunci dengan gantungan kristal berbentuk hati berwarna merah.
Setelah menerima kunci itu, Arjun lalu membuka rumah yang kini menjadi miliknya dan mereka pun semua masuk kedalamnya. Rumah yang besar dan mewah lengkap dengan interiornya yang juga mewah dan apik.
Setelah puas berkeliling melihat seisi rumah, kini mereka berkumpul dan bercengkrama diruang keluarga. Tak lama kemudian masuklah seorang pemuda dengan kedua tangannya penuh barang bawaan.
"Aaahhh kalian kejam, kalian enak - enakan ngobrol disini sedang aku ribet sama semua ini." Gerutu Vian yang baru datang.
"Kamu kemana aja sih Vian kok lama banget?"
"Elah mami,,, bukannya bantuin malah ngomel - ngomel berat ini mam." Celoteh Vian.
"Sini biar aku bantuin." Sahut Inem yang lalu menghampiri Vian dan mengambil alih sebagian barang bawaannya.
"Ishh kamu ini, baru juga segitu udah ngedumel. Nggak ikhlas banget bantuin mami." Selly pun ikut menghampiri Vian.
__ADS_1
"Ikhlas mam ikhlas, masa iya sama mami nggak ikhlas bisa - bisa ntar Vian kualat mam." Oceh Vian.
"Nah itu tau. Yuk bawa kesini itu barangnya!" Titah Selly menuju ke ruang makan.
Setelah semua makanan yang dibawa Vian tertata rapi diatas meja makan, Inem pun memanggil Angga dan Arjun yang masih diruang keluarga untuk makan malam bersama.
Disaat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Selly dan Angga berpamitan pulang. Tadinya Inem meminta mereka untuk menginap namun tentu saja Selly menolaknya. Itu karna Selly nggak ingin mengganggu keduanya.
"Mami sama papi pulang dulu ya nak!"
"Iya mam hati - hati ya! "
Selly dan Angga berpamitan dengan Arjun dan Inem, tapi tidak dengan Vian. Anak bungsu dari Angga dan Selly itu malah masih duduk santai disofa ruang keluarga sambil menonton TV dan makan makanan ringan.
"Heh bocah, kamu kenapa masih disitu? Ayo pulang!" Suara Selly agak keras menegur Vian yang tak beranjak dari tempatnya.
"Malam ini Vian mau tidur disini ya mam." Ucap Vian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.
"Haishhh kamu ini, ngapain?" Tanya Selly.
"Vian kan mau nyobain rumah baru mam." Sahut Vian dengan santainya.
"Aduh mam sakit mam!" Rengek Vian meminta Selly untuk melepaskan tangannya.
"Kalau kamu mau tidur dirumah baru harus nikah dulu ntar dikasih rumah baru sama papi nah disitu kamu boleh deh tidur sepuasnya." Ucap Selly.
"Nah bener tuh kata mami, kapan kamu mau nyusul kakakmu?" Sahut Angga.
"Dih gimana mau nikah? Orang yang Vian cinta aja dah jadi kakak iparku." Guman Vian.
"Kamu ngomong apa Vian?" Tanya Selly yang dengan samar mendengar apa yang diucapkan Vian.
"Nggak ngomong apa - apa mam, yuk pulang!" Jawab Vian dengan malas dan lalu berjalan keluar rumah tanpa berpamitan dengan kakak dan kakak iparnya disusul Selly dan juga Angga.
...****************...
__ADS_1
Pagi harinya yang cerah. Seperti hari - hari sebelumnya, Inem pergi ke kampus dengan diantar oleh Arjun. Baru saja beberapa langkah Inem berjalan menjauh dari mobil, tiba - tiba Arjun ikut keluar dan berteriak memanggil Inem. Merasa dipanggil Inem pun berhenti dan berjalan berbalik arah menghampiri Arjun yang juga berjalan kearahnya.
"Ada apa?" Tanya Inem.
"Ini!" Arjun memberikan kunci rumah baru mereka. "Hari ini aku tak bisa menjemputmu, jadi sebaiknya kamu yang pegang karna kemungkinan aku akan pulang larut malam." Ucap Arjun.
"Hmmm oke. Eh ini kan kuncinya ada dua. Sebaiknya masing - masing dari kita pegang satu, jadi kita bisa masuk tanpa harus menunggu satu sama lain." Usul Inem.
Lalu Inem pun membagi kunci itu dan lantas satu kuncinya diberikan kepada Arjun. Arjun pun menerimanya dan lalu pergi menuju mobilnya.
Tak disangka dari kejauhan Bimo menatap keduanya dengan rasa penasaran ada hubungan apa diantara keduanya sebenarnya.
Setelah kepergian Arjun, Bimo lalu bergegas menghampiri Inem. Nampak Inem terkejut dengan kehadiran Bimo yang tak disangka - sangka itu.
"Pagi cantik." Sapa Bimo.
"Eh pagi juga."
"Kok baru ngampus sih? Kemaren - kemaren kemana aja?"
"Kan aku dah bilang kemaren aku ditempat saudara. Ada acara keluarga disana?" Jelas Inem.
"Lalu kenapa ponselnya nggak bisa dihubungi?" Tanya Bimo.
"Eh itu anu,,, hmm disana nggak ada sinyal. Iya,,, maklum rumahnya di pucuk pegunungan jadi susah sinyalnya." Jawab Inem tergagu - gagu karna panik dan bingung mencari alasan.
"Oh ya? Emang rumahnya dimana sih?" Tanya Bimo menyelidik karna merasa curiga dengan jawaban yang barusan diberikan Inem.
"Hmmm itu aku nggak tau. Kan aku baru pertama kali kesana lagian aku kan cuma ngikut aja. Mana tahu aku nama desanya juga." Jawab Inem asal - asalan lagi. Dia mencoba menutupi rasa paniknya.
"Eh masa disana beberapa hari kok nggak tau nama desanya sih?" Tanya Bimo semakin menyelidik lagi.
"Iya beneran lho!" Inem semakin bingung dan kehabisan akal mau kasih jawaban apa kepada Bimo.
"Hmmm kamu nggak lagi bohong sama aku kan yank?"
__ADS_1
Astaga Inem semakin bingung menghadapi Bimo. Dia tak ingin Bimo tahu yang sebenarnya karna dia tahu pasti Bimo akan marah dan kecewa berat dengannya. Inem memohon dalam hati semoga aja Bimo percaya akan ucapannya dan tak lagi baper padanya.
...🌸 Bersambung 🌸...