
...🌸 Happy reading 🌸...
"Dokter, ijinkan kami melaksanakan pernikahan disini! " Ucap Angga.
"Jika memang ini dirasa perlu silahkan saja. " jawab dokter.
"Baiklah biar saya yang urus persiapannya. Dokter,, saya mohon bantuan anda!"
Angga pun keluar ruangan dan pergi bersama dokter.
"Apa maksudnya ini tante?" Tanya Inem.
"Kamu akan menikah dengan Arjun anak tante. " Jawab Selly.
"APA! ?" Inem kaget bukan kepalang mendengar penuturan Selly.
"Bunda,,, " Inem menoleh kearah Ayu dan Ayu hanya mengangguk pelan.
"Tapi kenapa harus dengan dia? kami kan baru saja bertemu. Lagian Inem kan udah punya kekasih bunda. Kalau bunda ingin melihatku menikah, ijinkan Inem menikah dengan kekasihku."
"Oh ya,,, mbok Nah, dimana Bimo? Aku tak melihatnya sejak keluar tadi? " Tanya Inem.
"Maaf non, tadi pas non Inem masuk kedalam den Bimo pamit pergi setelah mendapatkan telepon dari seseorang, tapi dia berpesan pada mbok Nah akan kembali segera setelah urusannya selesai." Jelas mbok Nah.
"Haish,,, biar aku menelponnya."
Inem mengambil ponsel dari dalam sakunya. Namun saat hendak menghubungi Bimo, tangan Inem dipegang oleh Ayu. Inem pun mengalihkan pandangannya kepada Ayu. Sedangkan Ayu hanya menggelengkan kepala tanda melarang Inem untuk menghubungi Bimo. .
"Apa maksud bunda? Apa bunda lebih mengijinkan Inem menikah dengan anak tante Selly?"
Ayu tak mengatakan sepatah katapun. Dia hanya mengangguk pelan dan mencoba untuk tersenyum.
__ADS_1
"Tapi bunda,,, bagaimana dengan Bimo? Kami saling mencintai."
Ayu menggenggam tangan Inem dengan keduanya tangannya lalu menggelengkan kepala.
"Menikahlah dengan nak Arjun!" Suara Ayu pelan.
"Bunda,,,, "
"Kami sudah membicarakannya tadi dan anak tante juga sudah menyetujuinya. Maaf kalau kami tidak memberitahumu sebelumnya. Karna tadi kami bermaksud melaksanakan pernikahan ini setelah bundamu sembuh. Namun melihat keadaannya seperti ini. Tidak ada salahnya kalau dilaksanakan sekarang saja seperti apa yang suami tante katakan tadi." Ucap Selly.
Sekilas Inem menatap Arjun. Dilihatnya Arjun yang tengah berdiri memainkan ponselnya dengan raut wajah yang tenang sama sekali tidak menampilkan wajah gelisah atau apapun.
"Percayalah ini adalah keputusan yang terbaik." Selly mengusap lembut pundak Inem.
"Mbok Nah,, dimana aku bisa merias calon pengantin ini biar semakin cantik?" tanya Selly.
"Kayaknya didekat sini ada ndoro."
Selly membawa Inem pergi mengikuti mbok Nah menuju salon terdekat dan tinggalah Ayu bersama Arjun.
Selang berapa lama Selly kembali bersama Inem yang sudah memakai kebaya bernuansa putih. Wajahnya nampak cantik walau hanya dengan riasan yang sederhana.
Melihat Inem yang sekarang ini membuat Arjun terpesona. Bulu matanya yang nampak tebal dan lentik, pipinya merah merona dan ada sedikit warna segar bibirnya.
"Pilihan mami pasti tidak salah." Goda Selly seraya menyenggol Arjun yang tengah terbengong menatap Inem.
"Gadis bunda cantik sekali." Ucap Ayu lembut.
Inem hanya terdiam dan tersenyum paksa didepan wanita yang sangat disayanginya itu.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka dari arah luar. Nampak beberapa orang laki - laki masuk kedalam. Angga datang bersama dokter dan seorang lelaki paruh baya yang rupanya dia adalah seorang penghulu. Dibelakangnya lagi ada seorang lelaki yang sudah berumur ikut masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
"Ada apa kamu menelponku dan menyuruhku datang kemari? Apa terjadi sesuatu pada ndoro?"
Tanya lelaki yang sudah berumur itu berbisik kepada mbok Nah.
"Non Inem akan menikah. Ndoro Selly menyuruhmu menjadi saksi pernikahannya." Jelas mbok Nah kepada Tejo suaminya.
"Apa!? Menikah,,, yang bener kamu ini? Jangan bercanda disaat seperti ini!" Ucap Tejo.
"Siapa juga yang bercanda. Nanti aku ceritain semua setelah acaranya selesai." Kata mbok Nah.
"Semuanya sudah siap, mari kita laksanakan acaranya sekarang!" Kata Angga.
Arjun duduk berhadapan dengan penghulu yang sekaligus menjadi wali dari pihak perempuan. Sedangkan disebelahnya ada Angga. Dokter dan Tejo berperan sebagai saksi. Lalu Selly dan mbok Nah berada disamping Inem yang sedang duduk didekat Ayu.
"Oh Tuhan,,, apakah keputusanku ini sudah benar? Lalu bagaimana dengan Bimo? Apa yang harus aku katakan kepadanya? Hubungan kami baru saja dimulai, namun sekarang harus berakhir seperti ini. Ya Tuhan,,, bantulah hamba menghadapi semua ini." Inem duduk termenung larut dalam batinnya.
"Saya Terima nikahnya Inema Shalimar binti Rama Prayoga dengan mas kawin tersebut T U N A I."
Dengan lantang dan lancar Arjun mengucap sumpah suci didepan penghulu.
"SAH,,,, "
Sahut semua orang yang ada didalam ruangan.
"Alhamdulillah,,, kini anak gadisku sudah menjadi seorang istri. Kelak kamu harus mengabdi kepada suamimu. Jadilah istri yang solehah dan berbaktilah kepada mertuamu!" Tutur Ayu.
"Bunda,,,." Inem mencium punggung tangan Ayu.
"Kini bunda bisa pergi dengan tenang."
"Bunda,,, Inem mohon jangan bicara seperti itu!"
__ADS_1
...🌸Bersambung 🌸...