Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 58


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


******* demi ******* lolos begitu saja dari mulut Inem membuat Arjun semakin bringas mencumbu nya. Arjun kembali membungkam Inem dengan b! b! R nya dan tangannya berpindah kebagian bawah. Dengan perlahan Arjun mengusap-usap perut Inem yang datar dan lalu menelusup kan tangannya kedalam celana Inem yang berbahan jeans dan ketat itu. Inem pun berontak menggoyang - goyangkan kakinya agar tangan Arjun tak sampai masuk lebih dalam lagi. Namun Arjun tak hilang akal, dia menindih kaki Inem dengan kakinya dan lalu membuka k4n cing celana Inem. Di bukannya celana Inem dan terlihatlah segitiga bermuda berhias renda yang warnanya senada dengan yang bagian atas. Tangan Arjun berfantasi ria di daerah lembah suci itu yang masih terlapisi segitiga bermuda. Perlahan diusap nya dataran lembah itu dan sesekali jari tengahnya memijat anak lembah dengan gerakan memutar.


"Oh Tuhan,,, apakah harus sekarang dan seperti ini?" Rintih Inem dalam hati.


Tubuh Inem benar - benar terkurung tak bisa leluasa bergerak, hanya bisa menggeliat merasakan kenikmatan yang bercampur dengan penolakan karna dia belum siap menerima serangan-serangan yang intens meskipun itu adalah suaminya. Samar - samar tubuhnya bergetar terutama di area anak lembah hingga mengakibatkan daerah itu mulai basah oleh c4ir an kenikmatan.


Tak hanya bagian bawah yang basah kini bagian mata Inem pun semakin deras meneteskan air mata. Dia berharap Arjun akan berhenti berpetualang menjelajahi raganya. Namun Arjun malah semakin dikuasai oleh hawa nafsunya. Hawa panas sudah merasuk ke seluruh organ tubuhnya, apa lagi ditambah ada pergerakan dari senjata rudalnya yang mulai ingin menunjukkan kesaktiannya sehingga yang ada di otaknya saat ini hanyalah bagaimana cara menyalurkan gairahnya.


Arjun ***** 4* habis b! b! r Inem yang terkatub. Digigitnya b! b! r yang anteng itu sehingga sontak Inem membuka mulutnya karna kesakitan. Hal itu disengaja oleh Arjun agar dia bisa leluasa memainkan l! dahnya menyerang l! dah Inem. Setelah puas perang l!dah dia kembali beralih ke bagaian leher dan juga gumpalan squishy kenyal Inem serta meninggal kan beberapa jejak penjelajahan nya disana. Arjun juga memilin - milin ujung squishy yang berwarna coklat muda itu dengan jemarinya dan lalu memainkannya dengan lid4 hnya serta menyesapnya dan Inem semakin gelojotan dibuatnya. Arjun juga mulai membuka celana dan segitiga berenda Inem. Kelakuan Arjun kali ini memang diluar kendali. Arjun yang tadinya hanya ingin menggertak Inem kini malah terbuai sendiri akan nikmatnya sajian yang begitu menggiurkan.


"Arjun aku mohon hentikan?" Suara Inem terdengar lirih dan sendu.

__ADS_1


"Kenapa? Apa hanya dia yang kamu perbolehkan menyentuhmu sedangkan aku tidak?" Arjun menghentikan aksinya tapi tanpa merubah posisinya. Nampak nafasnya tersengal - sengal dan matanya menatap tajam ke arah Inem.


"Ingat,,, aku adalah suamimu! Bagaimanapun juga aku berhak atas tubuhmu!" Ucap Arjun lagi dan kemudian mulai membuka bawahan Inem lagi secara kasar.


"Suami,,,? Suami yang bagaimana?Suami yang sudah mempunyai istri tapi masih menjalin cinta dengan wanita lain? Suami yang membiarkan istrinya dipermalukan oleh kekasih suaminya? Suami yang tak mengakui istrinya sendiri? Apakah itu yang kamu maksud dengan suami?" Tak gentar Inempun membalas tatapan Arjun. Dibuang jauh rasa malunya karena bagian sensitif nya yang tak lagi terbalut kain. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah ingin memaki dan mengeluarkan semua unek-uneknya yang selama ini bersarang dihatinya.


"Jangan kamu pikir aku nggak tau apa-apa. Kamu nggak pulang 2 hari ini aku tahu kamu sedang mencari kekasihmu bukan? Kamu pergi menyusulnya ke negara dimana dia bekerja bukan? Aku tahu kamu kembali dengan tangan hampa karna dia tak mau menerima alasanmu menikahiku dan sekarang kamu mau melampiaskannya kepadaku. Apakah itu yang dimaksud dengan suami? Lalu suami macam apa ini?"


Mendengar suara Inem yang dengan lantangnya mengutarakan isi hatinya membuat Arjun seketika menghentikan aksinya lalu bangkit dan pergi menuju kamarnya. Dia tak menyangka Inem mengetahui kemana dia pergi selama dua hari ini. Lalu dari mana Inem tahu? Sedang dia saja tak memberitahunya. Pertanyaan itulah yang bertengger dikepala Arjun.


Arjun duduk di kursi kerjanya, dengan punggung bersandar. Begitu juga kepalanya, Arjun memposisikan kepalanya di sandaran kursi dan mendongak ke arah langit - langit ruangannya sambil memejamkan kedua matanya. Kedua telapak tangannya mengepal dan sesekali tangan kanannya memukul - mukul pegangan kursi kerjanya. Disaat dia sudah mulai frustasi dengan situasi ini, tiba-tiba saja dia teringat sewaktu dia dan Inem hendak pergi ke negara Jepang, tak disangka dia bertemu dengan Kelvin dibandara. Dia berfikir apakah saat itu Kelvin sedang mengantar kepergian Lashira? Tak ingin menunggu lama dia lantas bergegas bangkit dari duduknya lalu pergi menuju bandara dengan tergesa-gesa.


Sesampainya di bandara Arjun langsung menuju ke pusat informasi dan meminta petugas untuk memeriksa jadwal keberangkatan pesawat hari itu sesaat sebelum dia dan Inem datang disana dan bertemu dengan Kelvin. Benar saja,,, Arjun mendapati nama Lashira disalah satu pemberangkatan menuju negara xXx. Negara dimana Lashira bekerja dan mengejar impiannya selama ini.

__ADS_1


Mengetahui posisi Lashira saat ini, tanpa pikir panjang lagi Arjun langsung memesan tiket untuk menyusul Lashira saat itu juga dan tanpa disadarinya Kelvin yang tak sengaja melihatnya dengan diam-diam membuntutinya sampai kebandara. Kelvin mencoba untuk menghubungi Lashira untuk memberitahukan kalau Arjun sedang menuju ke tempatnya, namun Lashira tak menjawab panggilannya. Hingga akhirnya Kelvin pun terpaksa mengikuti Arjun sampai ke negara sebrang.


Singkat kata sesampainya di negara xXx, Arjun langsung menuju ke tempat kerja Lashira. Disana Lashira sempat menolak bertemu dan mengusir Arjun namun Arjun tak pantang menyerah hingga akhirnya merekapun berbicara ditaman dekat tempat kerja Lashira.


Disana Arjun menjelaskan tentang pernikahannya dengan Inem. Mulai dari pertama bertemu dirumah sakit hingga acara resepsi itu semua adalah keinginan dari kedua orangtuanya bukan kehendaknya sendiri. Namun sepertinya Lashira tak memggubris penjelasan Arjun dan malah menyuruhnya untuk melupakan dirinya serta kembali kepada Inem dan tanpa disadari keduanya, semua kejadian antara Lashira dan Arjun direkam oleh Kelvin yang bersembunyi tak jauh dari tempat mereka berdua mengobrol dan lalu mengirimkannya kepada nomor ponsel Inem.


Tak sulit bagi Kelvin untuk bisa tahu nomor ponsel Inem karna pria ini banyak sekali akalnya. Maka dari itu Arjun menunjuknya sebagai asistennya dan untuk menghindari Arjun, Kelvin lebih memilih memakai nomor baru untuk menghubungi Inem.


Selain vidio antara Lashira dan Arjun, Kelvin juga mengirim sebuah pesan kepada Inem yang isinya agar Inem bisa menasehati Arjun supaya tidak lagi mengganggu Lashira dan mereka berdua bisa saling menerima pernikahan mereka walaupun pada awalnya itu adalah sebuah paksaan dari orang tua mereka.


...***Flashback off. ...


...🌸 Bersambung 🌸***...

__ADS_1


Cukup sekian dulu ya haredaungnya, ntar deh kapan² lanjut lagi yang lepi hot hot pol 🤭


__ADS_2