
...🌸 Happy Reading 🌸...
Dengan perlahan dan lembut Lashira memijat bahu Arjun. Memastikan kalau kekasihnya saat ini merasa nyaman didekatnya. Setelah lama memijat didaerah bahu, kini tangan Lashira beralih naik ke pelipis. Dilihatnya nya wajah Arjun kini tampak lebih tenang dari sebelumnya dan melihat itu kini Lashira pun bisa tersenyum lega dan berani membuka suara.
"Apa yang membuatmu seperti ini?" Tanya Lashira.
Melihat tak ada respon dari Arjun lantas Lashira berinisiatif untuk duduk dipangkuan Arjun dan melingkarkan kedua tangannya dileher Arjun. Situasi itu tak dibiarkan lewat begitu saja oleh Arjun. Dia membuka matanya menatap Lashira sebentar dan tanpa basa - basi langsung menambatkan bibirnya ke bibir merah milik Lashira dan keduanya pun saling memadu kasih.
Setelah puas bermain, Arjun pun lalu memeluk gadisnya dan menyandarkan kepalanya didada Lashira. Disitu Lashira memahami kalau yang dihadapi kekasihnya saat ini sangatlah berat.
"Apa ini ada hubungannya dengan yang kemaren?" Tebak Lashira lembut sembari mengusap rambut hitam Arjun.
Dan lagi - lagi Arjun hanya terdiam menanggapi pertanyaan Lashira. Arjun malah semakin mempererat pelukannya.
"Hmmm bearti benar ya. Apa mamimu masih tak mau menerima hubungan kita?" Tanya Lashira lagi.
Kali ini Arjun mengangguk pelan.
"Lantas,,, apa rencanamu?" Lashira mengangkat pelan kepala Arjun dan dihadapkannya persis didepan wajahnya sehingga merekapun saling beradu pandang.
"Entahlah,,, !" Jawab Arjun.
Jawaban yang dilontarkan Arjun barusan sangatlah tidak memuaskan bagi Lashira. Mana bisa Arjun menjadi ragu seperti itu padahal sebelumnya dia sudah mantab bersedia untuk menikahinya tanpa memperdulikan apapun. Ini menimbulkan kecurigaan pada Lashira.
"Apa maksud mu dengan entahlah?" Tanya Lashira meminta penjelasan yang pasti.
"Sekarang ini mami sedang sakit. Kondisinya lagi down. Kata dokter dia nggak boleh ada tekanan yang bisa membuat kondisinya tambah memburuk." Jelas Arjun.
"Maaf aku nggak tau,,, smoga mami lekas sembuh ya! Biar cayank aku yang ganteng ini nggak cemberut lagi." Goda Lashira sembari mencubit mesra kedua pipi Arjun.
"Iya makasih doanya."
__ADS_1
"Hmmm bagaimana kalo sekarang kita jenguk mami? Aku akan buktikan kalau aku adalah calon menantu yang baik!" Ucap Lashira dengan penuh semangat dan percaya diri. Diapun bangkit dari pangkuan Arjun dan menggandeng Arjun untuk berdiri guna memenuhi ajakannya.
Namun Arjun menarik kembali tangannya, dia juga tak beranjak dari tempat duduknya. Hal itu membuat Lashira bingung.
"Kenapa?" Tanya Lashira.
"Mami ingin kita berpisah!"
Dengan berat hati Arjun pun lantas menceritakan tentang apa yang diinginkan ibunya dan apa yang dikatakan dokter tentang kondisi ibunya sekarang ini. Mendengarnya tentu saja Lashira tak bisa terima. Seketika emosinya pun mencuat. Diutarakan nya semua rasa kekecewaannya kepada Arjun yang juga merasakan hal yang sama namun dia tak bisa berkutik. Arjun mencoba menenangkan kekasihnya namun sepertinya upayanya kali ini tak akan berhasil.
"Begitu besar harapanku kepadamu dan kamu akan menyerah begitu saja? Mana cintamu yang selama ini kamu agungkan? Mana janjimu yang katanya akan membuatku bahagia bersamamu? Mana,,, mana,,, ? Lashira berteriak histeris dengan mata yang berkaca - kaca laksana awan mendung yang siap menjatuhkan hujan.
"Mengertilah aku sedang memperjuangkan cinta kita!" Arjun berusaha meyakinkan Lashira agar tak emosi dan mau bersabar.
"Omong kosong,,, bilang saja kamu nggak mau cerai sama perempuan itu! Jangan pake mami buat alasan. Kamu sudah berubah sejak ada dia. Kamu bukanlah Arjun yang aku kenal dulu. Bilang saja kalau kamu sudah bosan sama aku dan tak ingin bersama ku lagi!" Oceh Lashira yang sudah tak bisa lagi membendung air matanya dan seketika tumpah membanjiri wajah cantiknya. ( Semoga maskaranya waterproof, kebayang kan kalo mbleber bisa berubah jadi kek mbak kunti tuh ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ )
"Sayang stop jangan bicara seperti itu! Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kita bisa hidup bersama selamanya!" Bujuk Arjun.
Arjun mengusap kasar rambut dan wajahnya. Kini bukan hanya Selly yang menjadi ganjalan pikirannya tapi juga Lashira yang salah paham dengan keadaannya sekarang ini dan Arjun semakin gundah gulana dengan masalah yang dihadapi nya.
Diluar ada Kelvin yang sedang berdiri bersandarkan dinding didekat pintu. Dia terkejut mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras dan saat melihat Lashira keluar dengan gerakan tangan mengusap wajah guna menghilangkan sisa - sisa air mata, Kelvin pun lantas tak ingin mensia - sia kan waktu. Dia lantas menarik paksa Lashira agar mengikutinya. Diajaknya Lashira pergi dari kantor dengan menggunakan mobilnya menuju tempat yang menurutnya bisa menenangkan suasana hati Lashira.
Setelah lama berkendara, sampailah mereka di sebuah bukit dimana didepannya nampak pemandangan danau yang terbentang luas yang dikelilingi banyak pepohonan rindang sehingga suasana disana masih nampak asri dengan udara yang menyegarkan. Keduanya pun berdiri di bawah salah satu pohon yang besar disana sepi dan tak terlihat ada orang lain selain mereka berdua.
"Menangislah sepuasmu! Disini tak akan ada yang mendengar dan melihatmu!" Ucap Kelvin sembari menyulut sebuah rokok. Dia berdiri bersandar pohon tersebut. Sedang Lashira berdiri dibelakang pagar pembatas menghadap ke arah danau.
Benar saja disana Lashira menangis sejadi - jadinya. Ditumpahkan nya semua rasa sedihnya tanpa menghiraukan penampilannya saat ini dan Kelvin hanya terdiam melihat wanita yang dicintainya itu sembari menyesap rokoknya. Entah berapa batang rokok yang telah disulut nya.
Setelah Lashira merasa tenang, Kelvin lalu membuang rokoknya yang masih separuh lebih kemudian menghampirinya dan memberikan sehelai saputangan. Lashira menerima nya dan lalu menghapus buliran sisa - sisa kepedihannya.
"Sebaiknya kau hapus sekalian dia dari hidupmu!" Ucap Kelvin.
__ADS_1
"Kau ini bicara apa?" Sahut Lashira yang masih sesegukan.
"Bukankah sudah jelas,,, kalian tak bisa bersama bukan?"
"Itu bukan urusanmu!"
"Ish,,, kau ini. Mau sampai kapan kamu begini ha?!" Suara Kelvin mulai meninggi.
"Aku nggak habis pikir, apa sih yang kamu harapkan dari lelaki seperti dia? Orang yang tak bisa menghargaimu dan mempertahankanmu. Sedari dulu udah kubilang kan orang seperti dia tuh nggak pantes kamu kasih hati!" Lanjut Kelvin.
"Orang seperti aku juga nggak pantes untuk kau cintai." Sahut Lashira lagi tanpa melihat ke arah lelaki yang kini berdiri disampingnya.
"Kamu sadar dong,,, aku yang mencintaimu dengan tulus dari dulu dan tak pernah tergantikan oleh wanita manapun!"
"Dan kamu juga seharusnya sadar kalau aku nggak bisa membalas Cintamu itu. Karna aku hanya mencintainya dan kamu tau pasti itu kan?" Ucap Lashira yang juga ikut meninggikan suara nya.
"Entah apa yang kamu ihat darinya sampai kamu begitu terhipnotis begini?"
"Kamu nggak akan ngerti!"
"Aku selalu ngertiin kamu tapi kamu yang nggak mau ngertiin diri kamu sendiri dan juga aku!"
"Sudahlah,,, aku tak mau berdebat lagi!"
"Lalu apa rencanamu? Apa kamu masih mengharapkan nya?"
Lashira terdiam tak ingin menjawab pertanyaan Kelvin. Karna sejujurnya dia sendiri juga bingung apakah dia akan terus berjuang agar bisa bersama dengan Arjun atau harus terpaksa mengubur dalam - dalam impian tersebut.
Dalam hati Kelvin ingin sekali Lashira menjawab tidak, namun melihat raut wajah Lashira yang kembali sendu, diapun akhirnya ikut terdiam. Namun Kelvin tetap berharap bahwasanya suatu saat nanti Lashira akan menerimanya sepenuh hati.
...🌸 Bersambung 🌸...
__ADS_1