
...🌸 Happy Reading 🌸...
"Iya tapi,,," Bimo turun dari motornya dan berdiri berhadapan dengan Inem. "aku ingin kenal dengan keluarga kamu disini yank. Sekalian aku mau minta restu sama mereka." Lanjut Bimo.
"WHAT,,,,!? Kamu jangan gila deh Bim!" Suara Inem setengah berteriak. Rupanya dia keceplosan.
"Gila kenapa? Aku kan cuma mau kenal aja. Apa salahnya yank?"
"Udah deh mending kamu pulang aja. Kepalaku pusing."
"Yank,,,!" Panggil Bimo sembari meraih tangan Inem dan lalu menggenggam nya. "Aku sayang sama kamu dan aku nggak ingin kehilangan kamu lagi." Bimo meyakinkan Inem yang mulai terlihat aneh gelagatnya.
"Lepasin tangan aku Bim!" Perintah Inem yang berusaha melepaskan genggaman Bimo.
"Kali ini aku nggak akan lepasin kamu,,, kamu nggak tau kan gimana aku saat kamu pergi kesini dan nggak bilang ke aku? Kamu tahu nggak gimana usaha aku hingga aku sampai kesini? Ini tuh pembuktian cinta aku ke kamu yank. Dan sekarang aku ingin meminta restu kepada keluarga kamu yang disini. Aku ingin kita bersama -sama lagi."
"Bim,,, aku mohon lepasin aku dan urungkan niatmu itu. Biarkan aku memikirkannya dulu nanti disaat yang tepat aku akan memperkenalkan kamu kepada mereka. Kamu yang sabar ya!"
"Tapi yank!"
"Percayalah sama aku ya!" Inem berusaha meyakinkan Bimo untuk mengurungkan niatnya.
"Oh jadi begini kelakuan kamu disaat aku nggak ada dirumah ha?"
Kedatangan Arjun yang secara tiba-tiba sangatlah mengejutkan Inem. Sontak dia melepas paksa tangannya dari genggaman Bimo.
"Bukan,,, bukan begitu." Suara Inem terbata - bata.
"MASUK!?" Ucap Arjun dengan suara keras.
"Heh kamu sopan sedikit kalau bicara kepada perempuan!" Ujar Bimo yang tak terima kekasihnya dibentak didepannya.
__ADS_1
"Nggak ada urusannya sama kamu. Mending sekarang kamu pergi dari hadapanku dan jangan pernah kesini lagi!" Lagi - lagi Arjun berucap dengan nada kasar.
"Arjun jangan begitu, dia kesini cuma nganterin aku aja."
"Kamu nggak denger aku bilang apa? MASUK SEKARANG JUGA!?"
Sekali lagi Arjun membentak Inem di hadapan Bimo.
"Heh kamu nggak kasar gitu bisa nggak sih?"
Bimo mendengus kesal dengan sikap Arjun, ditariknya kerah baju Arjun dengan kuat hingga keduanyapun berhadapan muka. Ingin sekali Bimo melayangkan kepalan tangannya. Namun niatnya itu diurungkan mengingat dia adalah salah satu anggota keluarga Inem. Inem berteriak agar Bimo melepaskan cengkramannya namun rupanya Bimo enggan melakukannya.
"Apa?!" Sahut Arjun santai sembari mengangkat alisnya.
"Kamu nggak ada hak memperlakukan dia seperti itu!"
"Hah,,,.nggak ada hak? Asal kamu tahu saja ya! Aku punya hak sepenuhnya atas dia!" Ucap Arjun sambil mengembangkan senyum smirk. Salah satu sudut bibirnya diangkat dan melempar pandangan remeh kepada Bimo.
"Karna aku adalah suaminya dan ini adalah rumah kami." Ucap Arjun sembari melepas kasar tangan Bimo dari kerah bajunya.
...Jedueerrr,,,,,...
Perkataan Arjun terdengar seperti petir diantara derasnya hujan. Seketika Bimo terpaku, hatinya sesak dan hancur lebur bagaikan serpihan kaca pecah. Kedua matanya nanar memandang Inem yang ditarik paksa oleh Arjun masuk kedalam rumah. Seketika Bimo merasakan kakinya lemas tak kuat lagi menopang tubuhnya hingga diapun terjatuh bertumpu pada lututnya. Ingin sekali Bimo tak mempercayai ucapan lelaki itu, namun nampaknya Inem pun tidak menyangkalnya dan malah masuk kedalam rumah seperti perintah lelaki itu.
"Nggak ini nggak mungkin." Guman Bimo, dia memukuli lantai yang ada didepannya dengan tangannya sendiri.
Beberapa saat kemudian seorang satpam datang dan mengusir Bimo. Tentu saja itu atas perintah majikannya yaitu Arjun sang pemilik rumah dan dengan terpaksa Bimo pun pergi dengan perasaan yang tak karuan.
Sedangkan didalam rumah, Arjun menghempaskan tubuh Inem ke atas Sofa panjang yang terletak diruang keluarga. Tubuh mungil itupun terpental tersungkur diatas kursi panjang yang empuk.
"Tak bisakah kamu menahan dirimu hingga berani membawa Laki-laki lain kerumah ini?" Arjun mulai dikuasai amarahnya. Sorot matanya kembali memancarkan aura yang mencekam.
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang dia hanya mengantarkan ku pulang. Jangan berfikiran yang aneh - aneh tentang ku!" Ucap Inem membela diri.
"Hallah bulshit,,, omong kosong,,, sejauh mana hubungan kalian dan apa yang telah kalian lakukan dirumah ini selama aku tidak ada ha?" Arjun sama sekali tak menurunkan oktav suaranya.
"Ngawur,,, jaga omonganmu itu Arjun!"
"Cuihh masih saja sok suci. Dimana dia pernah mencium mu ha?" Tanya Arjun yang kini sudah berada dekat di depan Inem.
"Disini?" Arjun menunjuk pipi Inem. "Disini?" Arjun ganti menunjuk bibir Inem yang terdiam. "Atau,,, disini?" Dan kini Arjun menunjuk ke bola squishy kepunyaan Inem.
"Singkirkan tanganmu Arjun! Aku bukan orang semacam itu!" Hertak Inem sembari menepis tangan Arjun darinya.
"Oh ya,,, kalau begitu buktikan!"
Arjun mendaratkan ciumannya ke pipi Inem dengan kasar dan kemudian beralih ke b! b! r nya. Inem mencoba menghindari Arjun namun usahanya gagal karna Arjun terlebih dulu menahan tengkuk Inem sehingga Inem tak bisa menolak sentuhan b! b! r Arjun yang semakin lama semakin ganas saja. Tak hanya berhenti disitu, kini Arjun mulai melanjutkan penjelajahannya. Setelah puas ***** 4* b! b! r ranum Inem, Arjun ganti menghujamkan c! umannya ke leher jenjang Inem serta tangannya mulai merayap memasuki wilayah pegunungan squishy.
Terlihat buliran air mata menetes membasahi wajah cantik Inem. Dia meronta memohon agar Arjun menghentikan aksinya, namun Arjun tak bergeming. Tangan Arjun malah semakin gentar memainkan benda keny 4L milik Inem.
"Arjun stop,,, hentikan!"
Mendengar rintihan Inem membuat Arjun semakin bersemangat mengerayanginya. Dia lantas menyibak baju atasan Inem berikut alas berenda berwana nude yang menempel menutupi gunung kembarnya hingga terlihatlah squishy yang selama ini Inem sembunyikan.
Mata Arjun membulat saat melihat bongkahan ken y4L milik Inem. Seketika itu dia merasakan darahnya mengalir sangat panas melalui seluruh urat nadinya hingga ke ubun-ubun. Inem berusaha keras menutupi bagian tubuh nya yang terbuka akibat ulah Arjun, namun usahanya selalu gagal. Tangan kiri Arjun mencengkram kuat kedua tangan Inem keatas kepala sedang tangan kanannya bergerilya memainkan bola squishy.
Di antara suara rintihan, kini terselip suara merdu yang khas dari Inem. Suara yang terlepas begitu saja tanpa disadari nya. Itu karna Inem merasakan sensasi yang begitu luar biasa disaat Arjun dengan lincah nya memainkan ujung squishy Inem dengan b! b! r dan l1 da h nya. Inem merasa tubuhnya seperti tersengat aliran listrik namun tidak terasa sakit. Sekujur tubuhnya merinding namun terasa sangat hangat. Inem benar-benar dibuat bingung oleh perasaan nya sendiri. Disatu sisi batin dan hatinya menolak keras tindakan Arjun, namun disisi lain tubuhnya tak menyangkal akan kenikmatan disetiap sentuhan Arjun.
...🌸 Bersambung 🌸...
Haredeang,,, haredeang,,, ini mau dilanjut apa stop disini aja???
🤭🤭🙈🏃♀
__ADS_1