Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 90


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Malam telah tiba, suasana pun semakin sunyi senyap. Dengan terpaksa Inem berdiam diri di kamar yang selama ini tak boleh dipijaknya. Saat ini waktu serasa berjalan sangat lamban bagi Inem.


Suara detak jam dinding pun terdengar nyaring seiringan dengan detak jantung yang berdebar lebih kencang dari biasanya.


......ceklek,,,, ......


Pintu kamar mandi perlahan terbuka, dari dalam Arjun keluar dengan memakai handuk kimono motif garis - garis besar berwarna navy dan krem. Handuk kecil berwarna kream menutupi rambutnya yang masih basah. Aroma sabun merebak memenuhi seluruh ruangan. Membuat Inem seketika melongo terkesima olehnya.


Melihat Inem yang tak berkedip, Arjun lantas melayangkan handuk kecilnya tepat mengenai wajah Inem dan aroma tubuh Arjun pun semakin menusuk hidung Inem membuatnya seketika tersadar dari fatamorgana.


"Kamu apaan sih?" Inem mengambil handuk kecil itu.


Tak menjawab, Arjun malah mendekati Inem. Hal itu membuat Inem ber gelagat tak nyaman. Semakin dekat jarak mereka semakin deras keringat dingin Inem mengucur.


"Jangan berfikiran kotor!" Tegur Arjun sembari menoel keningku dengan jari telunjuknya dan mengambil paksa handuknya.


"Isshhh siapa juga yang berfikiran kotor? Kamu tuh yang mesum."


"Apa kau bilang? Mesum?" Arjun yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecut itu lalu menghentikan aktivitas nya dan lantas melirik Inem dangan tajam.


...Glek,,,,,...


Melihat tatapan Arjun membuat Inem berkidik menelan ludahnya. Sekilas terbayang adegan saat Arjun memaksanya untuk meladeni nyanya dan seketika dia bingung bukan kepalang akibat ulahnya sendiri.


"Gawat,,, sepertinya aku baru saja membangunkan singa tidur. Astaga bagaimana ini?" Guman Inem dalam hati.


Tubuh Inem gemetaran melihat Arjun yang kembali berjalan mendekatinya. Inem memutar otak berusaha mencari cara supaya hal seperti waktu itu tak terjadi lagi sekarang.


"Sial,,, sial,,, kenapa tadi aku bilang begitu sih,,, ? Aaaaa siapapun bantu aku?" Teriak Inem dalam hati.


Arjun mencengkram dagu Inem dengan kuat dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Inem yang sekarang ini terpejam tak berani menatap Arjun.


"Apa kau bilang tadi? Aku mesum?" Suara Arjun berat dan geram.

__ADS_1


Inem membuka matanya sedikit dan berusaha berkata sembari menahan sakit di dagunya karna cengkraman Arjun.


"Emmm,,, maaf." Ucap Inem dengan suara yang tertatih.


"Coba katakan sekali lagi!" Ucap Arjun.


Tak bisa menjawab Inem kembali memejamkan matanya dan menggeleng kepala. Dengan kasar Arjun melepas cengkraman nya hingga tubuh Inem terjatuh kekasur kemudian Arjun lalu mengunci tubuh Inem tepat diatasnya dan tanpa diduga tiba - tiba pintu kamar ada yang membuka. Sontak keduanya pun menoleh kearah pintu tanpa merubah posisi.


"Ooppsss maaf, tadi mami ketok pintu tapi tak ada jawaban jadi mami langsung buka aja pintunya karna tadi kulihat pintunya sedikit terbuka. Silahkan dilanjut lagi ya,,, !" Ucap Selly yang kemudian perlahan berjalan mundur sambil menutup pintu.


Kedua insan yang tengah berada di atas kasur itupun ter bengong. Keduanya lantas saling memandang dan saat mereka tersadar dari ter bengong an sontak Arjun turun dari atas tubuh Inem dan menjauh. Inem pun mengambil kesempatan itu untuk berlari menuju kamar mandi.


"Ya bersihkan tubuh bau mu itu sekalian otak kotormu itu!" Ucap Arjun kesal.


Didalam kamar mandi Inem mengelus dadanya sambil menghela nafas dibalik pintu.


"Huuuffff selamat,,, kali ini aku bisa lolos, lain kali semoga tak terjadi lagi. Sepertinya aku harus jaga - jaga jangan sampai menyinggung nya lagi."


Sementara itu Selly berlari menuju ruang makan yang ternyata disana sudah ada Angga dan Vian duduk dikursi makan. Sepertinya mereka sedang bersiap untuk makan malam bersama. Dengan nafas tersengal - sengal Selly datang dan menepuk lengan Angga. Hal itu membuat Angga penasaran kenapa istrinya bisa berlarian didalam rumah seperti anak kecil.


"Inem sama Arjun pap,,,, " Ucap Selly terputus.


"Kenapa dengan mereka mam? Apa terjadi sesuatu? Mereka tidak apa - apa kan? Atau mereka bertengkar lagi kah?" Angga berhasil dibuat panik oleh penggalan kata Selly.


"Bukan,,, bukan itu,,, " Ucap Selly lagi.


"Lantas apa mam? Mami jangan bikin papi panik deh."


"Mami atur nafas dulu deh ntar kalau udah tenang baru bicara." Sambung Vian.


Perlahan Selly menarik nafas dalam dan lalu menghembuskannya. Dilakukannya itu beberapa kali hingga Selly merasa tenang dan siap bercerita.


"Nih mami minum dulu aja!" Vian memberikan segelas air putih.


Setelah meneguh air pemberian Vian lalu Selly pun bercerita tentang apa yang dilihatnya dikamar Arjun sambil kegirangan. Begitu juga dengan Angga. Angga pun tersenyum senang mendengar cerita Selly, tapi sepertinya tidak dengan Vian. Entah kenapa Vian malah merasa tidak senang dengan keakuran Arjun dan Inem. Kini hilanglah sudah selera makannya dan dia memutuskan untuk pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Vian kamu mau kemana?" Tegur Selly.


"Tidur,,,!" Jawab Vian singkat.


"Lhoh kok tidur sih, kamu kan belum makan. Ayo sini makan dulu!" Ajak Selly.


"Dah kenyang mam." Vian malanjutkan langkahnya menuju ke kamar yang tadinya ditempati Inem.


Dikamar itu Vian kini berbaring menatap langit - langit. Dia nampak tak rela kalau Inem bersama dengan Arjun. Mengingat sikap Arjun selama ini kepada Inem membuat dia tak lantas percaya begitu saja dengan Arjun. Tapi apalah daya kalau takdir tak berpihak kepadanya. Saking gusarnya memikirkan hubungan Inem dan Arjun membuat dia merasa sangat tak nyaman ditempatnya sekarang dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar saja mencari suasana yang bisa mengalihkan pikiran nya.


...☘️🎍☘️...


Kembali ke pov Inem.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian baju tidur, Inem pun lantas berencana untuk keluar dari kamar mandi. Namun saat memegang gagang pintu, tiba - tiba Inem menjadi ragu untuk menggerakkannya. Dia takut kalau - kalau Arjun menyerangnya lagi, jadi Inem mengurungkan niatnya untuk keluar. Inem duduk di kloset sembari memikirkan cara agar bisa keluar dengan selamat sampai - sampai dia pun membayangkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi.


"Aaaa,,,, pusing,,, aku harus bagaimana ini? Nggak mungkin kan kalau aku tidur disini!" Teriaknya pelan sekali karna takut terdengar Arjun.


"Tapi kalau aku keluar ntar dia,,,, aaahhhh bingung aku bingung,,,, ya udah mending disini aja deh. Tidur disini pun tak apa lah lagian nih kamar mandi luas banget aku jadi bisa baring ini dari pada aku jadi mangsa tuh singa kan jadi tambah berabe urusannya."


Dengan beberapa pertimbangan akhirnya Inem memutuskan untuk tidur dikamar mandi. Dia mengambil beberapa handuk yang sudah tertata rapi di rak kecil untuk dijadikan sebagai alas, bantal dan sekaligus selimut. Setelah semua tertata dengan rapi, Inem pun lantas berbaring dan berusaha untuk terpejam. Namun sepertinya upayanya untuk terlelap gagal karna dia masih juga terjaga. Tak nyaman,,, tentu saja itu yang menjadi alasannya. Walau ada handuk tetep aja tak nyaman. Untung tuh kamar mandinya besar ya Nem 😄


"Aaahhh aku susah sekali tidur." Ucapnya frustasi.


"Aiihhh mana ponsel ku ketinggalan di tas pula. Astaga,,, lengkaplah penderitaanku malam ini." Gerutunya lagi.


Inem kembali merebahkan tubuhnya dan menutupi wajahnya dengan handuk. Namun beberapa saat kemudian......


...Kruyuk,,,, kruyuk,,,, ...


🌸 Bersambung lagi ya ,,,, 🤭🌸


Ini mau dilanjut gak nih kok sepi amat sih?


Hayuk dong yang semangat lagi bacanya ya jan lupa di like, di komen, favorit juga, bintang 5 juga jangan ketinggalan ya biar Inem smakin semangat juga untuk up nya hehehe,,,, kopi mana kopi 😅😅 biar makin melek ini 😁😁✌✌

__ADS_1


da,, da,,, da,,, 😘


__ADS_2