Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 12


__ADS_3

...🌸Happy reading 🌸...


Hari berikutnya.


Hari sudah beranjak malam saat Arjun, Selly dan Inem tiba di kediaman Dirgantara. Nampak wajah Inem sangat lelah sekali. Maklum saja ini pertama kalinya Inem melakukan perjalanan jauh.


"Arjun,,, ajaklah Inem beristirahat! " Pinta Selly.


Tanpa sepatah kata, Arjun melangkah menuju kekamar tamu sambil membawa koper milik Inem.


"Hey bocah,,, mau kau bawa kemana koper Inem itu? " Tegur Selly.


"Kekamar tamu mam. " Jawab Arjun polos.


"Dasar nakal,,,! Inem kan istrimu, masa istri disuruh tidur dikamar tamu sih? Ajak dia kekamar mu! "


"Tapi mam,,,! "


Selly memasang muka garang dan melemparkan tatapan tajam kepada Arjun. Sehingga membuat Arjun tak lagi bisa membantah perintah ibunya. Dia hanya menghela nafas dan menenteng koper Inem dan miliknya menuju ke kamarnya.


"Haishh,,,, anak itu." Gerutu Selly.


"Tunggu apalagi? Ikutlah suamimu dan beristirahatlah! " Ucap Selly.


"Iya mam. "


Seperti halnya Arjun, Inem pun hanya bisa menuruti perkataan wanita yang sekarang ini telah menjadi ibu mertuanya.


Sesampainya dikamar, Arjun lantas meletakkan koper di sembarang tempat dan lalu pergi menuju kamar mandi. Sedang Inem berkeliling melihat - lihat isi kamar.


"Kamarnya luas banget. Ini sih nggak seberapa jika dibandingkan dengan kamarku. Rapi dan juga dingin."


Guman Inem tak hentinya mengagumi kamar Arjun. Inempun duduk di tepi tempat tidur yang besar dan rapi tertutup sprei berwarna biru tua dengan kombinasi warna abu - abu.

__ADS_1


"Hmmmm nyaman sekali." Guman Inem sembari membaringkan tubuhnya keatas tilam yang empuk itu. Nampaknya ia sangat menikmatinya.


Tak lama kemudian Arjun keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk berwarna putih yang melilit di bagian bawah tubuhnya sehingga mengekspos tubuh bagian atas. Aroma wangi tercium dari tubuhnya, rambutnya yang masih basah menambah kesan segar.


"Mandi dulu,,, baru tidur. Dasar jorok,,! "


Mendengar ucapan Arjun, Inem lantas bangkit dari tidurnya dan tanpa sengaja melihat pemandangan syurga duniawi. Inem yang tak terbiasa dengan keadaan ini, spontan langsung menjerit sembari menutup mata dengan kedua tangannya.


"AAAAAA,,,,,, !"


"Hei,,, stop it!? Kenapa kamu berteriak?" Tanya Arjun yang keget karna ulah Inem.


"Kamu kok nggak pake baju sih?" Ucap Inem yang masih belum membuka matanya.


"Namanya juga habis mandi."


"Pake baju langsung dari kamar mandi kan bisa elah. "


Arjun membuka lemari dan mengambil baju santainya. Sedangkan Inem mengobrak - abrik kopernya dan lalu berlari menuju ke kamar mandi sambil kedua tangannya menutupi sebagian matanya.


Beberapa saat kemudian Inem pun keluar dengan mengenakan baju tidurnya. Yaitu setelan piyama yang terbuat dari bahan catton berwarna pink. Atasan lengan pendek dan bawahannya celana panjang.


Terlihat Arjun sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya. Kakinya diselonjorkan dan dipangkuannya ada sebuah laptop yang menyala.


"Udah malam kok masih main laptop aja? Lagi siapin kerjaan ya?" Tanya Inem sambil mengusapkan handuk di rambutnya yang basah.


Namun pertanyaan Inem tadi tidak digubris sama sekali oleh Arjun. Mata Arjun tetep fokus pada layar laptop dan jemari - jemarinya menari lincah diatas keyboard.


"Ish,,, kok nggak dijawab sih? " Tanya Inem sembari duduk disisi lain tempat tidur.


"Masih lama nggak tuh? Aku ngantuk nih, mau tidur." Kata Inem lagi.


Dan lagi - lagi Arjun tak menanggapi Inem.

__ADS_1


"Ishhh,,,. woe kalau ditanya itu jawab dong jangan diem aja gitu!" Inem menaikan suaranya 1 tingkat lebih tinggi dari yang tadi.


"Berisik,,, kalau mau tidur ya tidur aja gih! Jangan ganggu aku." Ucap Arjun yang masih saja fokus sama laptopnya.


"Ya kamu minggir dong! Pindah kesana lah. Jangan disini! " Kata Inem.


Arjun menghentikan aktivitasnya dan menatap Inem yang duduk tak jauh darinya.


"Ini kamarku, ini tempat tidurku, terserah dong aku mau ngapain aja." Ujar Arjun.


"Ya nggak bisa gitu dong. Aku kan capek, aku mau tidur disini! Masa iya kita tidur bareng." Ujar Inem.


"Emang kenapa? Bukankah kita sudah sah menjadi suami istri? wajar dong kalau tidur seranjang."


"NO,,,,, !!!" Ucap Inem.


"Kalau nggak mau ya udah tidur aja disofa tuh!" Ucap Arjun sambil melempar pandang ke arah sofa berukuran cukup besar didekat jendela kamarnya.


Inem mengikuti arah mata Arjun dan menangkap apa yang dimaksud Arjun.


"Haishhh,,, nggak mau nggak mau. Aku maunya tidur disini." Ucap Inem sambil menggelengkan kepala dan menunjuk tilam yang sekarang ini didudukinya.


"Ya udah tidur aja sih! " Jawab Arjun yang kembali fokus dengan laptopnya.


"Ya tapi,,, "


"Tapi apa?" Arjun menoleh lagi ke arah Inem.


"Hmmm,,, apa kamu ingin melakukan hal yang lainnya sebelum tidur?" Pandangan Arjun kepada Inem lebih di perdalam.


"Ha,,, melakukan apa maksud kamu? " Tanya Inem yang menyadari ada keanehan pada tatapan mata Arjun.


...🌸 Bersambung 🌸...

__ADS_1


__ADS_2