
...🌸 Happy reading 🌸...
Sementara Arjun, Inem dan Selly sedang menuju ke tempat makan, Lashira sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya di suatu tempat. Nampak mereka sedang serius membahas sesuatu. Lashira yang di temani oleh asistennya itu sedang menunjukkan sesuatu dari laptop nya dan klien nya itu serius sekali memperhatikan penjelasan dari Lashira. Beberapa saat kemudian, terlihat mereka semua berdiri lalu saling berjabat tangan dan melempar senyum. Kemungkinan besar kliennya tersebut setuju untuk bekerja sama dengan nya dan sesaat setelah kepergian klien itu, ada sebuah notif masuk di ponsel nya. Lashira lantas mengambil ponsel nya dan lalu melihat isi pesan yang baru saja masuk.
✉️ Arjun menunggumu di restoran xXx sekarang juga.
Begitulah isi pesan singkat nya dan tertulis nama pengirimnya adalah Kelvin. Setelah membaca isi pesan tersebut, sebuah senyum muncul seketika menghiasi wajah cantik Lashira.
"Kamu beresin semua ini ya,,, ! Aku pergi dulu karna ada acara." Titah Lashira kepada asistennya.
Bergegas Lashira menuju alamat yang tertera di pesan Kelvin tadi. Dia pergi dengan hati riang karna dipikir nya Arjun telah mengambil keputusan untuk bersamanya. Kebetulan tempat restoran itu letaknya tak jauh dari lokasi meetingnya, jadi dia bisa dengan cepat sampai disana dan setelah memarkirkan mobilnya dia lantas buru - buru masuk kedalam restoran. Rupanya dia sudah tak sabar bertemu dengan pria yang dicintainya dan setelah melewati pintu masuk, Lashira mengedarkan pandangannya penjuru ruangan mencari dimana keberadaan Arjun.
"Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu?" Sapa salah satu pelayan resto.
"Ya aku sedang mencari seseorang." Jawab Lashira.
"Apa sudah ada janji atau sudah ada tempat yang dipesan?" Tanya pelayan.
"Hmmm belum sih,,,, "
......Tulilit,,, tulilit,,, ......
Tiba - tiba terdengar sebuah lantunan dari dalam saku baju Lashira yang ternyata bersumber dari ponsel Lashira.
"Sebentar ya mbak!" Lashira mengambil ponselnya dari dalam saku dan lalu melihat siapa yang telah melakukan panggilan dan setelah dilihat lagi - lagi nama Kelvin muncul di layar ponsel.
"📞 Halo,,, !" Sapa Lashira.
"📞 Di meja VVIP nomer 3." Tanpa basa - basi lagi Kelvin memberitahukan di meja mana Arjun makan dan lalu memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.
Lashira lantas memberitahu kan kepada pelayan resto meja mana yang mau dituju nya serta meminta tolong untuk menunjukkannya dan sang pelayan itu lalu mengantarkannya. Sesampainya disana nampak Arjun sedang duduk sendiri di sebuah meja dengan berbagai macam makanan diatasnya. Senyum Lashira semakin melebar saja dan dia mempercepat langkahnya menghampiri Arjun.
"Wah,,, kau sudah mempersiapkan semua ini untukku? Makasih ya sayang emuach,,,, " Lashira mengecup pipi Arjun secara tiba - tiba.
Mendapat kecupan yang tak disangka itu membuat Arjun seketika menjadi gelagapan. Dia tak menyangka akan bertemu Lashira di saat dia sedang bersama dengan Inem dan ibunya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Arjun sembari tengak tengok mengawasi kalau - kalau ada Inem dan ibunya.
"Apa maksudmu bertanya seperti itu? Bukankah kamu sendiri yang menyuruhku untuk kesini?" Lashira beralih duduk dikursi yang menghadap Arjun.
"Banyak sekali makanan yang kamu pesen, apa ini tak terlalu banyak untuk kita berdua?" Tanya Lashira setelah melihat semua yang tersaji diatas meja.
"Tentu saja itu terlalu banyak untuk mu, tapi tidak untuk kami." Sahut Selly yang tiba - tiba saja datang dari arah belakang.
Suara Selly membuat Lashira dan Arjun sontak mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara dan saat melihat Selly berdiri disampingnya, Lashira langsung berdiri untuk menghampiri Selly lalu menyambut tangan Selly untuk bersalaman. Dalam hati Lashira merasa senang atas kedatangan Selly, karna dalam pikirannya dia mengira Selly sudah setuju dengan hubungannya bersama Arjun.
"Oh jadi ini alasannya kamu ngajak bertemu ya. Kamu mau ngasih surprise buat aku ya sayang." Ucap Lashira dalam hati.
"Selamat siang tante." Lashira tersenyum menyapa Selly sembari mengulurkan tangannya.
"Nggak perlu basa - basi lagi, ngapain kamu ada disini?" Selly menepis uluran tangan Lashira.
"Apa maksud tante? Aku kesini kan karna disuruh Arjun tan."
"Arjuuunnnn,,,,, !" Panggil Selly sembari menatap tajam anaknya.
"Aku nggak mau acara makan siang kita jadi terganggu!" Selly duduk di kursinya dan berucap ketus.
"Iya mam." Ucap Arjun.
"Sayang,,, apa maksudnya ini?Bukankah kamu tadi yang menyuruhku kesini? Lalu ini apa? Aku seolah - olah jadi pengganggu disini." Ucap Lashira meminta penjelasan.
"Ayo sebaiknya kita bicara diluar! saja!" Arjun menarik paksa Lashira dan menjauh dari meja nya.
Baru berjalan beberapa langkah Lashira memaksa Arjun untuk berhenti dan menepis tangan nya dengan kasar.
"Beri aku penjelasan?" Lashira melipat kedua tangannya dibawah dada.
"Haishh,,, sebenarnya siapa yang menyuruhku kesini? Dan bagaimana kamu bisa tahu kalo aku ada disini?" Tanya Arjun.
"Kamu sendiri lah?"
__ADS_1
"Kapan? Perasaan aku tak memberitahukan mu dan menyuruhmu kesini!"
"Kamu ini ya,,, kalau bukan karnamu aku juga nggak akan kesini. Hmmm jangan - jangan kamu sengaja ya mau mempermalukan ku didepan ibumu? Oh jadi kamu sudah setuju dengan permintaan ibumu?"
"Tentu saja bukan begitu, hanya saja,,, "
"Hanya apa,,, hanya saja apa yang aku katakan semua benar adanya bukan? Ughhh aku pikir kamu sudah berubah pikiran tapi ternyata tidak. Aku benci sama kamu!?" Ucap Lashira kesal.
Karna kesal Lashira pun lalu pergi begitu saja tak peduli Arjun membujuknya. Saat Arjun hendak menyusul Lashira, langkahnya dihentikan oleh Selly dan hal itu membuat Lashira semakin kesal karna Arjun lagi - lagi hanya menurut sama ibunya dan tak lagi menghiraukan nya. Kekesalannya semakin memuncak saat melihat Inem berjalan kearahnya.
"Oh ternyata memang benar dan semua ini gara - gara dia!?" Ucap Lashira kesal dan penuh amarah.
Untuk melampiaskan kekesalannya itu, Lashira sengaja menabrakkan dengan keras pundaknya ke tubuh Inem disaat mereka sedang berpapasan dan tetap berjalan tanpa menoleh kebelakang.
"Aduh!" Lirih Inem mengaduh kesakitan sembari memegangi bagian tubuhnya yang kena hantam. Dia menoleh dan melihat siapa yang telah dengan sengaja menabrak nya itu dan saat mengetahui siapa orangnya Inem jadi tak heran.
"Dihhh dasar nenek sihir gila,,, ntar di kejar anjing gila baru tahu rasa kamu ya." Umpat Inem.
"Lihat saja pembalasanku nanti,,, aku akan membuatmu menyesal karna telah masuk kedalam kehidupan ku!?" Guman Lashira. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk mengambil kembali kebahagiaannya.
Betapa menyesaknya Lashira saat itu, hari yang dikiranya akan menjadi hari yang bahagia kini malah menjadi hari yang mengecewakan baginya. Dia tak terima dengan perlakuan Selly dan juga Arjun barusan. Sesampainya dia dimobil, seorang lelaki datang menghampiri dan menyapanya.
"Bagaiman? apa masih mau bertahan?" Ucap Kelvin.
"Kamu,,, oh kamu sengaja kan melakukan ini? Kamu sengaja menyuruhku kesini dan menerima perlakuan seperti tadi kan? Apa maksudmu sebenarnya Kelvin?!"
"Untuk membuat sadar." Jawab Kelvin.
"Dasar gila,,, teganya kamu membuatku begini."
"Bukan aku, tapi dia dan dirimu sendirilah yang telah membuatmu seperti ini. Apa kamu masih mau mengemis cinta pada lelaki yang tak punya pendirian itu?" Tegas Kelvin.
"Itu bukan urusanmu." Lashira tak kuat lagi membendung air matanya. Dia bergegas membuka pintu mobil dan masuk kedalam karna tak ingin terlihat menitikkan air mata yang nantinya akan membuat Kelvin semakin menyalahkannya.
...🌸 Bersambung 🌸...
__ADS_1