Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 34


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Beberapa hari telah berlalu sejak saat itu. Beberapa hari itu pula Vian mulai menjauhi kakak iparnya. Merenungi apa yang dikatakan ibunya. Setiap malam selalu pergi keluar dan pulang larut disaat semua sudah terlelap.


Setiap kali melewati kamar kakaknya, dia selalu berhenti sejenak dan menatap pintu yang tertutup rapat. Setelah menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya, dia baru berjalan dan masuk kedalam kamarnya.


Sore ini, Vian sengaja mengajak Inem untuk jalan - jalan. Membelanjakan Inem beberapa barang. Mulai dari baju, sepatu dan juga ada beberapa aksesoris. Tak lupa Vian juga mengajaknya ke sebuah salon kecantikan untuk memberi sentuhan diwajah dan juga gaya rambut Inem.


Sebenarnya Inem sudah menolak semuanya. Namun Vian tak menerima penolakan. Dia bersikekeh untuk merubah penampilan Inem yang tadinya casual menjadi lebih feminim.


Setelah semua ritual salon selesai. Inem pun keluar menemui Vian yang telah menunggunya dengan penampilan yang jauh berbeda. Inem yang biasanya hanya memakai celana jeans, kaos dan sepatu kets serta rambut yang diikat bab ekor kuda, kini telah berubah total. Sebuah dress cantik yang terbuat dari bahan soft jeans yang panjangnya sebatas lutut dan sedikit terbuka dibagian bahu membalut indah ditubuhnya. Rambutnya panjang tergerai dan wajahnya nampak ayu dengan riasan yang tipis.


Melihat penampilan Inem yang sekarang ini membuat Vian yang tadinya mengantuk karena menunggu terlalu lama kini tercengang membelalakan kedua matanya. Rasa kagumnya memuncak disaat Inem bergaya menuruti permintaannya.



"Cantik,,, " Guman Vian yang tak henti memandangi Inem dari bawah sampai atas.


Tentu saja ucapan Vian membuat Inem merona. sekaligus risi dengan pandangan Vian yang tak biasa itu.


"Aku ganti aja ya! Aku nggak terbiasa memakai baju yang begini."


"Eh jangan!" Cegah Vian. "Kamu cantik, cocok banget pake baju itu."


"Tapi,,, "


"Hussttt,,, dah yuk kita jalan lagi!" Vian menggandeng tangan Inem.


"Eh kita mau kemana lagi!"


"Nonton."


Setelah membayar semua tagihan salon, mereka pun pergi menuju bioskop. Sesampainya di bioskop Vian mengambil tiket yang tadi udah dibelinya via onlen. Sebuah tiket disodorkan kepada Inem dan menyuruh Inem untuk masuk terlebih dahulu dengan dalih dia mau membeli minuman dan makanan ringan terlebih dahulu.


Tanpa curiga Inem pun menurut saja apa yang diperintahkan oleh adik iparnya itu. Dia memasuki ruangan dan duduk sesuai no yang tertera di tiketnya.


Lumayan lama Inem duduk tanpa Vian hingga akhirnya semua lampu ruangan dimatikan. Seluruh ruangan menjadi gelap gulita tanpa adanya cahaya. Sesaat sebuah layar yang membentang didepan menunjukan sinarnya tanda film sudah mulai diputar. Inem mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ditunggu nya. Namun belum ada tanda - tanda kehadirannya.


Selang beberapa waktu datanglah seorang lelaki dengan membawa dua cup minuman dan juga beberapa makanan ringan.Tanpa bicara lelaki itu langsung duduk bersebelahan dengan Inem. Melihat ada orang yang menempati kursi disebelahnya, Inem pun langsung menoleh kearahnya dan betapa kagetnya dia melihat siapa sosok lelaki itu. Ternyata orang itu bukanlah Vian, orang yang tadi mengajaknya ke tempat ini. Melainkan,,,,


"Arjun,,, !"

__ADS_1


Ya,,, ternyata orang itu adalah Arjun. Inem tak menyangka sama sekali akan kedatangan Arjun. karna setaunya Arjun itu orang yang sibuk.


"Haish,,, rupanya aku dikadalin sama tuh


bocah tengik." Gerutu Arjun. Dia lalu memberikan satu minuman dan semua makanan ringan yang dibawanya tadi kepada Inem tanpa melihat Inem sedikitpun. Netranya tertuju ke layar besar yang terpampang didepan.


Sebuah film bergenre romantis remaja menghiasi layar tersebut. Berberapa adegan romantis pun terlihat sangat jelas tanpa adanya sesor. Sungguh film yang cocok buat pasangan yang sedang kasmaran.


Berbeda dengan para penonton yang lainnya yang datang dengan pasangannya. Mereka terlihat romantis mengikuti alur cerita yang disajikan film tersebut. Arjun dan Inem hanya terdiam kaku menonton apa yang disajikan.


Flashback on.


Suara sorak - sorak terdengar disebuah ruangan meeting. Rupanya penghuni ruangan tersebut sedang merayakan sebuah keberhasilan yang telah dicapai. karna kebisingan itulah membuat Arjun tak mendengar kalau ada panggilan masuk di ponselnya. Setelah keluar dari ruangan itulah baru Arjun mendengar dan lalu mengangkat panggilan.


...Call on. ...


"📞 Assalamu'alaikum,,,, " Ucap Arjun membuka salam.


"📞 Wa'alaikumussalam,,, lama bener ngangkatnya bang." Jawab orang yang ada disebrang telpon.


"📞 Tadi lagi di ruang meeting, jadi nggak denger kalau ada telpon. Ada apa?"


"📞 Temenin aku nonton yuk bang!"


"📞 Nggak ada cara khusus kok, lagi pengen aja."


"📞 Oke lah ntar malam sepulng kerja kita nonton!"


"📞 Sekarang lah bang!"


"📞 Sekarang? Mana bisa? Ada kerjaan yang mesti aku selesaikan."


"📞 Nggak mau tau, pokoknya sekarang! Sebelum aku balik ke negara x karna cuti ku sudah habis."


"📞 Haish,,, kapan kamu balik?"


"📞 Besok. Ya udah aku tunggu sekarang ya bang di bioskop xx. Assalamu'alaikum,,, !"


...Call off. ...


Sang penelpon itu menutup telpon secara sepihak.

__ADS_1


Setelah menyimpan kembali ponselnya kedalam saku, Arjun lalu bergegas pergi ke ruangannya. Diraihnya jas yang tadinya tergantung dikursi dan lalu memakainya sambil berjalan. Setelah berpamitan dengan asistennya yang tak lain adalah Kelvin, dia pun lalu pergi menuju tempat yang dimaksud oleh sang penelpon tadi.


Sesampainya di gedung bioskop, disana sudah ada Vian yang sudah menunggu sambil menenteng minuman dan beberapa makanan kecil. Arjun pun lalu menghampiri adik semata wayangnya tersebut yang ternyata dialah orang yang menelponnya saat dikantor.


"Lama banget sih bang?"


"Haish,,, tau sendiri kan Jakarta kek apa macetnya."


"Iya,,, iya macet. Yuk masuk yuk!"


Baru beberapa langkah mereka berjalan, secara tiba - tiba Vian menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Tanya Arjun.


"Bang Jun masuk aja duluan gih! Aku mau ke toilet sebentar." Ujar Vian sambil menyodorkan semua barang bawaannya. Tak lupa dia juga memberikan sebuah tiket yang dikeluarkan dari sakunya lalu pergi ke arah toilet.


Setelah mengambil tiket dari tangan Vian, Arjunpun melanjutkan langkahnya menuju pintu masuk ruangan menuruti permintaan adiknya.


Bukannya pergi ke toilet, ternyata dari kejauhan Vian menatap punggung kakaknya yang menghilang masuk melewati pintu ruangan.


"Semoga usahaku tak sia - sia. Asalkan kalian bisa bahagia bersama maka aku akan merelakan nya." Guman Vian.


Flasback off.


...🌸 Bersambung 🌸...


Halo readers ku tersayang 🥰


Akankah usaha Vian menyatukan kakaknya dengan Inem berhasil? Atau malah sebaliknya. Yuk kepoin episode selanjutnya!


Selamat membaca dan semoga terhibur dengan kisah Inem. Jangan lupa dukung selalu Inem ya!


Like


Komen


Kalau bersedia kasih Inem gift 🤗


Kalau mau kasih saran atau masukan juga boleh lho,,, tulis aja di kolom komentar!


Selamat menikmati kisah yang Inem sajikan 🤗☺

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2