Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 98


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Sesampainya di apartemen, Kelvin merebahkan tubuh Lashira ke tempat tidur. Dilepasnya baju luar Lashira dan juga sepatunya, namun karna Lashira terus menerus mengoceh menyebut nama Arjun membuat Kelvin kesal hingga akhirnya dia berinisiatif untuk mengangkat kembali tubuh Lashira dan dibawanya masuk kedalam kamar mandi. Di letakannya tubuh itu ke dalam bathub dan menyiramnya dengan air yang mengucur dari kran.


Dinginnya air kran membuat Lashira sontak berteriak dan berontak. Dia berusaha untuk berdiri namun karna dia sendiri tak kuasa menopang tubuhnya, akhirnya dia pun terjatuh kembali ke dalam bathub. Seluruh badannya basah kuyup karna air. Dari ujung rambut dari ujung kaki ssemuanya tersiram air tanpa terlewatkan.


"Hentikan,,,,! Apa yang kau lakukan?" Oceh Lashira sembari mengusap - usap wajahnya.


"Biar saja,,, biar kamu sadar dan bisa menerima kenyataan." Ucap Kelvin yang masih saja mengucurkan air ke tubuh Lashira.


"Hentikan,,, aku blang hentikan,,,! Teriak Lashira lagi.


Berulang kali Lashira berteriak, namun Kelvin tetap saja tak mau berhenti. Kelvin terus menerus membasahi Lashira yang sudah mulai kedinginan.


"Hentikan,,, aku mohon hentikanlah,,,! Ini dingin sekali! Suara Lashira lirih sembari menitikkan air mata.


Lashira merintih dan menangis, dia duduk memeluk kedua lututnya yang ditekuk serta membenamkan kepalanya dilututnya.


"Hikss,,, hiks,,, ini dingin sekali." Rintih Lashira lagi.


Tak kuasa melihat keadaan Lashira yang sekarang ini. Kelvin pun lantas menghentikan aksi nya itu. Kelvin melempar kran yang dipegangnya itu ke segala arah dan perlahan mendekati Lashira yang kini tenga terisak di dalam bathub panjang berwarna putih itu. Dipeluknya tubuh basah Lashira dan lalu mengecup keningnya dengan lembut.


"Maafkan aku!" Ucap Kevin pelan.


Setelah Lashira mulai tenang, Kelvin lantas memapah Lashira berjalan untuk keluar dari tempat itu. Kelvin juga mengambil handuk yang terletak dekat pintu kamar mandi dan lalu menyelimutkannya ke tubuh Lashira.


"Gantilah bajumu!" Ucap Kelvin lagi.


Lashira mengangguk pelan sembari memegangi handuk yang sekarang ini sedang melilit di tubuhnya.


Kelvin pergi meninggalkan Lashira di dalam kamar mandi sendirian. Ditutupnya pintu kamar mandi itu dan lalu berjalan mendekati pintu balkon. Pintu yang tadinya tertutup rapat itu kini dibukanya hingga udara malam pun bisa bebas masuk menjelajahi setiap sudut ruangan memberikan belaian dingin di setiap kulit yang dilewati nya.


Tak ingin berdiam diri, Kelvin lantas mengambil bungkus rokok segaligus koreknya dari dalam saku jas nya. Dia mengambil sebatang rokok dan lalu menyulutnya. Di antara keheningan malam itu, Kelvin berulang kali menyesap rokoknya sembari memandang luas pemandangan dari balkon.


Tak lama kemudian, Lashira keluar dari dalam kamar mandi sudah mengenakan pakaian kering. Dengan langkah terhuyung dia menghampiri Kelvin yang kini tengah berdiri dibalkon kamarnya.


Mendengar suara langkah kaki, Kelvin lantas berbalik menghadap Lashira.


"Apa kamu baik - baik saja?" Tanya Kelvin karna melihat Lashira berjalan masih belum stabil.


"Kepalaku pusing sekali." Jawab Lashira sembari memegangi kepalanya'


"Kalau begitu tidurlah!" Perintah Kelvin. "Atau mau ku buatkan sesuatu? Teh hangat atau apa?" Lanjut tanya Kelvin.

__ADS_1


"Nggak makasih."


"Ya sudah, ayo ku bantu kau ketempat tidur."


Kelvin pun lalu menghampiri Lashira dan memapahnya kembali ketempat tidur yang letaknya tak jauh dati balkon.


"Kamu basah." Ucaap Lashira saat mengetahui bahwa baju yang dikenakan Kelvin itu basah. "Pergilah ambil baju! Dilemari ada baju Arjun. Pakailah supaya kamu tak masuk angin!"


"Hmm,,, nanti saja." Sahut Kelvin dengan nada malas.


"Biar aku ambilkan untukmu!"


"Nggak perlu, aku nggak mau." Ucap Kelvin menolak.


"Haisttt bajumu basah, nanti kamu bisa masuk angin." Lashira bersikeras ingin mengambilkan baju untuk Kelvin.


"Aku bilang nggak usah ya nggak usah, kamu ngerti nggak sih?!" Bentak Kelvin.


Mendengar suara tinggi dari mulut Kelvin seketika membuat Lashira terdiam dan bertanya. Namun sepertinya Lashira tak akan mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tersebut karna Kelvin keburu pergi duluan.


...☘️🎍☘️...


Kembali kerumah Inem dan Arjun. Masih diwaktu yang sama.


Terlihat Vian sedang asik berbalas pesan lewat ponselnya. Entah dengan siapa namun nampak sekali sekilas ada senyuman yang menghiasi wajahnya. Meski waktu sudah menjukkan larut malam, namun tak terlihat ada rasa ngantuk pada dirinya. Karna merasa haus, Vian pun berinisiatif untuk mengambil minuman di dapur. Namun saat melintasi ruang tengah, dia melihat ruangan itu masih terang dan saat didekati ternyata ada Inem sedang duduk di sofa seorang diri.


Mendengar ada suara Inem pun lalu menoleh ke arah sumber suara.


"Menurutmu?" Tanya Inem balik yang lalu kembali fokus ke laptopnya.


Tanpa ijin Vian lalu duduk disebelah Inem dan ikut memperhatikan apa yang tertera di layar laptop yang menyala.


"Sebaiknya kamu tidur sana, kalau itu kan bisa dikerjakan besok dikantor!" Ucap Vian setelah mengetahui apa yang dikerjakan Inem.


"Nggak bisa, ntar tuh beruang kutub bisa ngamok." Jawab Inem tanpa memalingkan pandangannya dari pekerjaannya.


"Hillih,,, kalau dia ngamok ya kamu marahin dia balik aja lah! Seperti biasanya itu." Ucap Vian sembari menyandarkan ppunggungnya di sandaran kursi.


"Haish,,, aku males ribut sama dia." Sahut Inem sembari menghela nafas panjang.


"Ohhh,,, lhah terus ngapain kamu ngerjainnya disini? Sendirian pula? Kenapa nggak di kamar aja? Kamu nggak takut ntar didatengin om wowo atau mbak kukti gitu?"


"Kamu tuh om wowonya ughh dasar usil." Inem melemparkan pukulan kecil ke tubuh adik iparnya.

__ADS_1


"hahaha,,, siapa suruh kamu sesndirian ditempat gelap." Ucap Vian sembari tertawa terbahak.


"Sssttt,,, pelankan suaramu! Apa kamu sengaja mau membangunkan mami dan papi biar merea tahu trus aku kena marah hah?" Sontak Inem membungkam mulut Vian yang terbuka lebar karna tertawa. Sehingga tubuh keduanya pun menjadi sangat dekat.


Seketika suasana sekejap menjadi hening. Kedua insan itu terdiam dan saling pandang. Tak ingin larut dalam suasan, Vian lantas mengangkat kedua tangannya dan mengedipkan matanya memberikan isyarat kalau dia nggak akan bersuara keras lagi dan Inem pun lalu melepaskan tanggannya dari mulut Vian dan ternyata kedekatan keduanya kembali terlihat oleh Arjun.


"Sudah malem, sebaiknya kamu tidur gih!" Titah Vian.


"Sebentar lagi ah, nanggung nih bentar lagi kelar."


"Lanjutin besuk aja! Ntar kamu malah sakit." Ucap Vian.


"Hmmm habis ini langsung tidur deh, Tapi kalau kamu ganggu terus gini maka kerjaanku nggak bakalan kelar keknya."


"Kalau kamu masih lanjut kerja maka aku akan disini sampai kamu selesai."


"Hillih apaan sih. Dah kamu tidur sana!"


"Hmmm jadi ini alasanmu keluar kamar ha?" Tegur Arjun yang tiba - tiba saja muncul mengejutkan Vian dan juga Inem.


"Kenapa diam saja? Ke kamar sekarang!" Perintah Arjun.


"Aku belum menyelesaikan kerjaanku." Ucap Inem malas dan memulai lagi pekerjaannya.


"Aku bilang ke kamar ya ke kamar,,, SEKARANG!?" Tegas Arjun.


Inem tak menghiraukan perintah Arjun, dia hanya diam dan fokus ke pekerjaannya.


"Kamu denger nggak sih?" Ucap Arjun lagi.


Dan lagi - lagi Inem tak bergeming sehingga membuat Arjun kesal dan langsung menarik lengan Inem sehingga tubuh Inem pun ikut tertarik dan beranjak dari duduknya. Sontak Inem lantas berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Arjun. Namun usahanya gagal karna Arjun pun semakin memperkuat cengkramannya.


"Lepaskan?" Pinta Inem.


"Kamu mau membantah ku?!" Ucap Arjun sambil memberikan tatapan mengancam. "Ke kamar sekarang!" Arjun kembali menarik tangan Inem.


Melihat penolakan Inem yang diacuhkan Arjun, seketika membuat Vian menggapai tangan Inem dan mempertahankannya.


"Kalau orangnya nggak mau ya jangan dipaksa bang." Sahut Vian menegur Arjun.


...🌸 Bersambung 🌸...


Keknya bakalan ada bersitegang nih antara Arjun sama Vian. Apa yang terjadi nantinya ya,,,,?

__ADS_1


Yuk langsung cuss ke episode selanjutnya!


Semoga terhibur,,,,,, ! 🤗🤗🤗


__ADS_2