
...🌸 Happy Reading 🌸...
Siang ini sangatlah terik, matahari memancarkan cahayanya begitu riang seakan sedang memenangkan lotre milyaran. Saking riangnya hingga panasnya terasa sangat menyengat di ubun - ubun.
Seorang gadis memilih duduk berteduh dibawah pohon rindang didepan sebuah bangunan yang nampaknya telah lama tak dihuni. Banyak dedaunan kering yang berserakan tersebar disekitarnya. Debu pun tipis - tipis menyelimuti seluruh tempat tersebut menunjukkan bahwa tempat itu memang tak terawat lagi.
Tak lama kemudian seorang lelaki bertubuh tegap dengan mata tajam berwarna coklat menghampirinya dan kemudian duduk didepan gadis tersebut yang membuat gadis itupun terbangun dari dunia khayalan nya.
"Serius amat sih, emang lagi mikirin apaan?" Sapa lelaku itu.
"Kamu ini ngerusak khayalan ku aja Bim." Sahut Inem.
"Emang lagi ngelamunin apa sih?" Tatapan Bimo tertuju ke mata cantik Inem.
"Dih kepo,,, mau tau aja sih." Ucap Inem menggoda.
"Aihhh segitunya kamu yank. Coba deh cerita siapa tau ntar aku bisa bantu wujudin apa yang menjadi khayalan mu itu." Bujuk Bimo agar Inem mau membocorkan apa yang sedang bersarang di benaknya.
"Hmmm,,, kasih tau nggak ya,,, ?" Goda Inem lagi yang membuat Bimo makin geregetan dengan tingkah Inem yang menurutnya agak centil hari ini. Tingkah yang sedari dulu menjadi ciri khas Inem yang hampir tidak pernah lagi dilihatnya semenjak sepeninggal bundanya.
"Ya udah kalo gitu nggak usah kasih tau aja lah! Nggak ada pentingnya juga kan aku tau." Bimo pun merajuk menyikapi godaan Inem.
"Yassalam,,, kok malah mutung iki piya jal?"
(Yassalam,,, lha kok jadi ngambek ini gimana coba?)
Bimo membisu tak menghiraukan Inem dan mengubah posisi duduknya menjadi membelakangi Inem. Melihat tingkah Bimo membuat Inem menjadi gemas dan munculah sifat jailnya. Inem menoel - noel pinggang Bimo sehingga membuatnya menggeliat karna kegelian.
"Sudah hentikan!" Seru Bimo.
Bukannya berhenti, Inem malah semakin menggelitik Bimo. Bimo lalu berdiri dan membalas serangan Inem. Inem pun tertawa kegelian dan berteriak meminta ampun agar Bimo menghentikan aksinya. Namun Bimo tak mengindahkan nya. Inem pun smakin berteriak hingga air matanya pun keluar karna saking gelinya.
__ADS_1
"Udah stop,,, Udah!" Kata yang berkali - kali diteriakkan Inem.
Setelah puas Bimo pun menghentikan aksinya tapi masih memeluk erat pinggang kecil Inem.
"Hah kau ini,,, begitu saja sampe menangis." Ucap Bimo sembari menghapus air mata kekasihnya.
"Kamu kebangetan,,, aku dah bilang stop masih aja usil."
"Iya,,, iya,,, kasihan banget sih nih pacar aku." Bimo memeluk dan menenggelamkan kepala Inem. didada bidangnya.
Tak ingin larut dan terbawa suasana, Inem lalu melepas pelukan sang pacar dan membenahi rambutnya yang berantakan.
Melihat keadaan Inem yang acak adul akibat ulahnya, Bimo pun membantu Inem merapikan rambutnya dan lalu perlahan mendaratkan kecupan dengan lembut di kening Inem.
"Ihh kamu ini,,, malu ih ntar ada yang lihat." Ucap Inem perlahan menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya.
"Nggak apa - apa kan nggak ada yang orang juga disini." Kilah Bimo.
"Lhah kan itu ada pak Anton lho. Ntar kalo dia lihat gimana? Kan aku malu." Ucap Inem sembari melirik pak Anton yang sedang sibuk membereskan salah satu sudut tempat tersebut. Dilanjut Bimo yang mengikuti arah pandang Inem.
"Haissttt makanya kamu jangan ngawur kek tadi ya."
"Iya,,, iya,,, Oh ya gimana? kamu suka nggak sama tempat ini?" Tanya Bimo.
"Hmmm bagus sih,,, tapi tadi kulihat ada beberapa sisi yang mesti direnovasi."
"Iya,,, wajarlah kan bangunan ini dah lama dianggurin. Masalah itu sih bisa diatasi secara berlahan. Yang penting kamu suka dan nyaman nggak? Atau mau lihat yang lain lagi?"
"Ntahlah,, ntar aku pikirin lagi deh. Habis ini kita lihat satu tempat lagi ya."
"Ok,,, aku siap mengantarmu kemana aja!." Ucap Bimo sambil menegakkan posisi berdirinya dan meletakkan telapak tangannya kek ke kening seraya memberi hormat kepada pimpinannya.
__ADS_1
"Diihhh apaan sih lebay tau!"f
Keduanya pun lalu menghampiri pak Anton dan berbincang sebentar dengannya. Pak Anton adalah pemilik dari tempat yang saat ini Inem dan Bimo kunjungi.
...☘️🎍☘️...
Haripun menjelang malam. Dibawah sinaran matahari senja Fanny telah menyiapkan sebuah meja lengkap dengan lilin dan hidangannya. Namun semuanya hanya tersedia untuk dua porsi saja. Hal itu memang disengaja oleh Fanny karna dia ingin menunjukkan rasa tidak senangnya atas kehadiran Mutia yang tak diundangnya tersebut. Hal itu nampak sekali pada seyum tipisnya saat melihat tatanan diatas meja.
"Aduh maaf ya,,, aku hanya mempersiapkan makan malam ini untuk dua porsi saja karna aku nggak mengira kamu bakalan ikut kesini Mutia." Celoteh Fanny yang tanpa rem. Diapun langsung duduk tanpa mempersilahkan tamunya untuk duduk bersama.
Melihat hal itu tentu saja membuat Vian mengerti akan siasat Fanny. Dia pun tak ingin kalah dan malah mengikuti permainan Fanny dan berusaha memutar balikkan keadaan yang Fanny ciptakan.
"Tak apa, kami bisa duduk satu bangku berdua." Ucap Vian yang ikut duduk dan meraih pinggang kecil Mutia sehingga duduk di pangkuannya.
Tentu saja Fanny kesal melihatnya. Ingin rasanya dia menarik Mutia dan melemparkan nya dengan kasar. Namun hal itu hanyalah sebatas hayalan nya karna tak mungkin dia melakukannya didepan orang yang dia sukai.
Sementara itu jantung Mutia semakin tak karuan rasanya. Seketika dia hendak beranjak dari pangkuan Vian karna merasa tak enak. namun seketika itu pula Vian mempererat pelukan tangannya.
"Duduklah dengan tenang!" Ucap Vian berbisik ditelinga Mutia. Dengan tatapan mesra yang terlihat seolah hendak mencium nya.
Mutia pun hanya terdiam tak berkutik.
"Oh Tuhan,,,, keadaan macam apa ini???" Rintihnya dalam hati.
Melihat adekan itu akhirnya Fanny pun memanggil asistennya dan memberikan isyarat kepadanya.
Tak lama kemudian asisten itupun datang sambil membawa sebuah kursi dan diletakannya diantara kursi Fanny dan Vian. Mutia pun lalu bergegas pindah dari pangkuan Vian. Perasaan Mutia hari ini benar - benar teraduk - aduk seperti adonan bakwan. Ingin sekali dia menikmati suasana hari ini namun diurungkan nya mengingat selepas ini pasti dia akan kembali ke ke kisah hidup yang sebenernya yang pada kenyataannya dia adalah seorang gadis yang jomblo 😮💨😮💨. ( Sabar ya neng Mutia. Ntar pasti ketemu kok sama jodohnya. Tunggu aja ya,,,! entah di episode berapa 🙈 )
...🌸 Bersambung 🌸...
Hmmm kira - kira Mutia kasih jodoh siapa ya? Rico apa Vian?
__ADS_1
Kasih jawaban kalian di kolom komentar ya,,,, ! Jangan lupa like sama kopinya biar Inem makin semangat lagi up nya 😅🙏🤭
Smoga readers ku tercinta terhibur dengan kisah yang Inem sajikan. 🤗😘