Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 71


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Arjun cepat - cepat membuka pintu rumahnya dan menutupnya kembali dengan kasar sehingga menimbulkan suara bising seperti di kios soto gebrak. Sontak Inem pun terkejut dan menyuruh Bimo untuk segera pulang. Karena Inem tau Arjun pasti tak senang dengan kehadiran Bimo dan tak ingin Bimo kena imbas kemarahannya. Sesungguhnya Inem sudah merasa tak betah dengan keadaan ini. Namun dia harus tetap bertahan sampai waktunya tiba.


Didalam rumah, beberapa benda yang tadinya terpajang rapi diatas meja dekat pintu utama jatuh berserakan dilantai. Sudah pasti pelakunya tak lain adalah Arjun. Satu - satunya orang dengan tentramen tinggi yang tinggal dirumah itu.


Satu persatu Inem memunguti benda yang baru saja menjadi pelampiasan amarah Arjun dan meletakkan nya kembali ditempatnya. Setelah semuanya selesai dia lantas beranjak menuju kamarnya dan seperti biasa dia mengunci diri di ruangan tersebut.


Memang sejak pernyataan Arjun yang ingin menikahi Lashira, sejak itu pula Inem menjadi acuh terhadap Arjun. Dia tak lagi memperdulikan suaminya, hanya melakukan tugasnya dirumah itu dan selebihnya kalau dia tak ada acara diluar rumah Inem pasti akan mengunci diri dikamarnya. Hal ini dirasa juga oleh Arjun.


...>🍀🎍🍀<...


Keesokan harinya, kebetulan hari ini adalah hari minggu. Hari dimana biasanya saat inilah Inem bermalas-malasan sepanjang hari. Bebas dari mata kuliah yang cukup menguras pikirannya dan yang paling penting dia juga terbebas dari Arjun. Karna biasanya di hari minggu Arjun pasti tak ada dirumah dari pagi sampai larut. Dah pasti berduaan sama Lashira lah.


Namun tidak untuk hari ini. Saat Inem keluar dari kamarnya untuk bersiap pergi, dia mendapati Arjun yang sedang bersantai didepan tivi sambil memainkan ponselnya. Sekilas Inem melirik saat berlalu melewatinya tanpa menyapanya.


"Mau kemana?" Tanya Arjun tanpa beranjak dari tempatnya.


"Aku ada acara diluar." Jawab Inem tanpa menghentikan langkahnya.


"Dengan lelaki itu lagi?" Tanya Arjun lagi dengan nada sinis tak enak didengar.


"Bukan urusanmu!" Jawab Inem acuh.


Mendengar jawaban Inem membuat emosi Arjun mulai tersulut lagi.


"Tunggu!" Titah Arjun menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Apa?" Inem pun menghentikan langkahnya.


"Kamu nggak boleh pergi?" Arjun beranjak dari duduknya.


"Heh apa maksudmu melarang ku pergi ha?" Sahut Inem menatap Arjun yang berdiri tak jauh darinya.


"Kamu nggak boleh pergi sebelum membersihkan rumah ini!"


"Apa kamu bilang? Aku kan sudah menyelesaikan semua tugas rumahku. Apa kau tak lihat?" ucap Inem kesal sembari memelototkan kedua matanya.


Karena Arjun telah memulangkan semua asisten rumah tangganya Jadi selama ini yang mengerjakan semua pekerjaan rumah adalah Inem sendiri. Hal itu dilakukan lantaran Arjun ingin mengerjai dan membuat Inem merasa tak betah di rumah, tapi sepertinya kali ini Arjun mempunyai alasan yang berbeda. Sepertinya Arjun tak ingin kalau Inem pergi keluar bersama Bimo. Jadi dia akan melakukan apapun agar Inem tetap berada di rumah.


"Oh berarti kamu yang nggak becus melakukan tugas rumah. lihat saja sendiri di sana masih ada banyak debunya dan di sana juga masih berantakan." ucap Arjun sambil menunjuk ke suatu arah.


"Heh tuan yang suka main perintah. Aku sudah melakukan Tugasku dengan benar, dasar kamunya aja yang nggak beres tuh!" Kata Inem membela diri dan juga menyerang balik perkataan Arjun.


"Apa yang kamu lakukan? kamu membuat meja itu berantakan lagi, dasar menyebalkan!" teriak Inem.


"Kan sudah kubilang kamu yang nggak becus. Cepat beresin atau kamu nggak akan bisa keluar!" Ucap Arjun dengan nada mengancam.


"Enak aja,,, kamu yang berantakin Kamu dong yang harus beresin! jangan seenaknya asal perintah."


"Semakin cepat kamu membereskannya maka semakin cepat pula kamu bisa pergi bukan?"


Inem mendengus kesal, dia menghentakkan kaki dan lalu pergi ke dapur untuk mengambil kain lap dan setelah mendapatkan apa yang dicari, Inem lantas membereskan meja depan ruang tivi yang berantakan akibat ulah Arjun. Sedang Arjun berdiri didekatnya untuk mengawasinya.


"Bereskan yang benar! Itu masih berantakan!" Perintah Arjun sembari mengacakkan kedua tangannya dipinggang.

__ADS_1


"Itu yang disebelah sana juga! Yang disudut itu masih berdebu! Itu juga tumpahan juss nya lap yang bersih jangan sampai ada semut. Gelasnya juga bawa kebelakang!" Arjun nerocos tiada henti memberikan komando kepada Inem.


"Kerjanya yang cepet dong jangan lelet gitu, pake tenaga! Gimana mau bersih kalau lemes gitu sih!" Lanjut Arjun.


"Hahaha kena kamu Nem, aku kerjain. Rasakan ini akibatnya kalo kamu ngebantah!" Ucap Arjun dalam hati.


Mendengar ocehan Arjun yang nggak ada rem nya tentu saja membuat Inem kesal. Dia membanting lap yang dibuatnya untuk menyeka air jus dengan kasar di meja.


"Heh,,, jangan bisanya ngomel aja dong. Nih kalo mau bersihin sendiri!" Teriak Inem.


"Enak aja,,, itu kan tugasmu sebagai ibu rumah tangga disini!" Sahut Arjun tak kalah nyolotnya.


"Ckk,,,, apa katamu? Ibu rumah tangga?! Yang bener aja kalo ngoceh woe,,, ini sih lebih pantes kek pelayan tau nggak sih!?"


Inem smakin berani menatap Arjun. Namun saat Inem hendak menyerang Arjun dengan kata pedas sepedah cabe syetan, tiba - tiba terdengar bunyi merdu dari benda kotak pipih yang berada digenggaman jemari Arjun.


Arjun mengacungkan jarinya kepada Inem sebagai isyarat agar Inem tak bersuara dan melanjutkan kegiatannya dan rasa kesal Inem pun smakin menjadi - jadi.


"Si@l,,, tuh orang maunya apa sih? Pagi - pagi udah bikin kesal aja. Iiiihhhh pengen ku cekik aja tuh orang biar jadi penghuni neraka. Nggak apa - apa deh aku jadi janda asal bahagia dan kaya raya hahaha,,, !" Gerutu Inem dan tertawa terbahak dalam lamunan.


Makin lama omelan Inem smakin ngelantur sedang Arjun tengah asik dengan ponselnya. Disaat Arjun lengah berpaling pandangannya dari Inem. Inem mengambil kesempatan itu untuk diam - diam menyelinap pergi keluar rumah. Perlahan Inem mengendap - endap melewati Arjun dan setelah melewati zona aman Inem bergegas mempercepat langkahnya.


Saking waspada nya Inem memperhatikan Arjun hingga dia tak menyadari keberadaan benda yang ada didepannya hingga diapun menabraknya dan menimbulkan suara yang keras. Sontak Arjun menoleh ke sumber suara dan mendapati Inem sudah berada di dekat pintu utama.


Menyadari aksinya ketauan. Inem bergegas berlari secepatnya meninggalkan Arjun yang berteriak memanggilnya dan mengejarnya. Merasa lolos, Inem pun meledek Arjun dengan cara menjulurkan lidahnya sambil melambaikan tangannya dan lalu masuk kedalam taksi onlen pesanan nya yang sudah menunggunya sedari tadi.


...🌸 Bersambung 🌸...

__ADS_1


__ADS_2