Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 19


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Keesokan harinya, tepatnya hari ini adalah hari minggu. Tak seperti biasanya dimana Arjun selalu bangun siang dan bermalas - malasan dihari liburnya. Kali ini dia bangun lebih awal dan keluar kamar sudah rapi dan juga wangi. Penampilannya casual dan santai. Dia mengenakan celana jeans warna gelap dan juga atasan kaos yang dipadupadankan dengan jaket yang berbahan serupa namun agak tebal. Disambarnya kunci mobil yang tergantung di tempat kunci dan berjalan dengan riang. Wajahnya nampak sumringah seperti anak kecil yang baru saja mendapat permen sekarung.


"Wah,,, tumben jam segini udah rapi? kamu mau kemana?" Tanya Selly yang sedang duduk santai diruang keluarga bersama dengan Inem dan juga Angga. Rupanya mereka sedang berkumpul sambil menonton televisi yang layarnya sangatlah lebar.


( Beda dengan punya othor, televisi othor mah layarnya kecil 😄 tapi Alhamdulillah,,, daripada nggak punya😅 )


"Ada acara sama seseorang mam. " Arjun menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka.


"Aku pergi dulu ya mam." Arjun melanjutkan langkahnya.


"Wait,,, !" Selly mencegah kepergian Arjun. "Ini kan hari minggu, tak seharusnya kamu pergi begitu saja. Kamu sekarang kan udah punya istri, harusnya kamu habiskan waktu liburmu bersama dia. Ajaklah Inem jalan - jalan!"


"Tapi mam,,, "


"No tapi,,, tapi. Lagian hari ini mami akan ajak kalian ke wedding organizer, mami udah bikin janji."


"Mau ngapain mam?"


"Haishhh kamu ini. Tentu saja mau bahas acara resepsian pernikahan kalian. Kalian ini kan baru menikah secara agama. Nah mami udah rencanakan akan mencatatkan pernikahan kalian secara hukum juga sekalian adakan pesta pernikahan."


"Apa,,, kayaknya itu nggak perlu deh mam." Elak Arjun.


"Apanya yang nggak perlu? Ini tuh harus biar orang tau kalau kamu sudah nggak lajang lagi. Jadi nggak ada deh yang ganjen - ganjen lagi sama kamu. Nggak jelas banget."


Selama ini memang Selly sering kali memergoki beberapa rekan wanita yang mendekati Arjun. Dan Entah kenapa Selly merasa tidak suka sama semuanya. Mungkin karna mereka menginginkan Arjun karna ambisi bukan karna ketulusan. Secara Arjun adalah sosok pria yang diinginkan banyak wanita. Ganteng, pinter dan punya karier yang bagus. Wanita mana yang bisa menolak pesonanya?


"Bukan gitu maksud Arjun mam,,, bisakah kita menundanya?"


"Berikan satu alasan yang tepat buat kami untuk menundanya! " Tanya Selly.

__ADS_1


Arjun nampak berfikir keras mencari alasan yang bisa menyakinkan Selly dan yang lainnya.


Cukup lama Arjun memikirkan alasannya namun belum juga terlintas di benaknya. Dia merasa kali ini fikirannya buntu.


"Tak ada alasan bearti mami anggap kamu setuju dengan keputusan mami. Sebaiknya kita berangkat sekarang saja!" Selly beranjak dari duduknya dan menyambar tas kecil yang tadi tergeletak di sampingnya.


Saat semuanya hendak berjalan, tiba - tiba Arjun mendapat sebuah alasan yang cukup masuk akal.


"Tunggu mam,,,! Inem kan mau lanjutin kuliahnya. Alangkah baiknya kalau acaranya ditunda sampai dia lulus dulu. Takutnya ntar dia diolok - olok sama temen - temennya dikampus mam. Kan kasihan Inem."


"Hmmm masuk akal juga, tapi bukankah banyak yang kuliah tapi mereka sudah menikah." Ucap Selly.


"Iya,,, tapi kan tetep aja kasihan Inem mam. Karna kebanyakan kan dari mereka masih single. Biarkan Inem fokus sama kuliahnya mam."


"Menurut papi gimana?" Tanya Selly kepada Angga.


"Papi sih setuju sama mami."


"Inem ngikut gimana baiknya aja mam."


Mendengar jawaban Inem, Arjun langsung melemparkan arah pandangannya kepada Inem dan memberikan tatapan tajam sebagai isyarat agar Inem mau setuju dengan alasan Arjun dan sesuai harapannya, kebetulan Inem melirik nya dan menangkap sinyal dari Arjun.


"Hmmm,,, Inem setuju sama Arjun mam. Biarlah pernikahan kami seperti ini dulu. Inem juga mau fokus selesaikan kuliah dulu."


"Tapi sayang,,, " Selly hendak menyakinkan Inem tapi keburu dijegal sama Arjun.


"Udahlah mam. Inem udah bilang begitu ya sudahlah kita hargai kemauan Inem dong!"


( Dih,,, itu sih kemauanmu Jun,,, bukan kemauan Inem,,, elah. )


"Ya sudahlah kalau gitu. Kita tunggu saja sampai Inem selesai kuliah mam." Sahut Angga.

__ADS_1


"Haishhh papi gimana sih, itu artinya mereka juga bakalan menunda punya baby dong pap. Gagal nimang cucu elah." Keluh Selly kecewa.


Mendengar ucapan Selly membuat Arjun dan juga Inem seketika membelalakan mata. Bagaimana mungkin bisa punya baby kalau tidur saja terpisah. Begitulah kita - kira yang ada dibenak keduannya.


"Udah beres kan mam? Sekarang Arjun boleh pergi kan? Udah telat nih." Arjun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Pergilah! " Sahut Selly.


"Sampai jumpa nanti mam." Arjun mengecup sekilas pipi Selly lalu pergi.


"Tunggu!" Cegah Selly.


"Apalagi sih mam? "


"Kamu merupakan sesuatu? "


"Apa mam? Perasaan nggak ada deh. "


"Istri kamu." Selly meraih tangan Inem dan didorongnya Inem mendekati Arjun.


"Ajaklah Inem bersamamu. Besok kan dia mulai masuk kuliah. Temani dia mencari keperluannya dan sekalian tunjukan kedia daerah sini!" Lanjut Selly.


"Tapi mam,,, "


"Iya atau kita jadi ke WO."


"Haish,,, ok,,, ok."


Dengan langkah berat Arjun menggandeng Inem dan lalu mengajaknya ikut bersamanya.


( Acie,,, gandengan ni ye,,, gandengan othor mana nih? )

__ADS_1


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2