Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 76


__ADS_3

...🌸 Happy reading 🌸...


Setelah berbenah diri, Inem lalu keluar dari kamarnya dengan tampilan rapi lengkap dengan tas ransel di punggungnya. Dia sengaja berangkat lebih awal karna tak ingin melihat Arjun dan Lashira dilanda perbucinan yang ujung - ujungnya hanya membuatnya sakit hati karna Lashira pasti akan selalu memanasi dan memancing emosinya.


"Mau kemana?" Tanya Arjun saat melihat Inem yang melintas.


"Ke kampus." Jawab Inem singkat.


"Sarapan dulu!" Ucap Arjun lagi.


"Aku buru - buru!"


"Aku bilang sarapan dulu ya sarapan." Ucap Arjun tegas.


"Nggak laper."


"Udah lah yank,,, kalo udah nggak mau ya udah jangan dipaksa. Mungkin kekasihnya sudah menunggunya didepan." Bujuk Lashira dengan suara lembut namun nadanya terdengar sinis sambil bergelayut dipunggung Arjun dan memijit pelan bahu Arjun.


Menerima perlakuan seperti itu, Arjun pun luluh dan akhirnya membiarkan Inem pergi tanpa berkata lagi. Dia mengelus tangan Lashira kemudian mengecupnya dengan lembut.


Melihat kemesraan keduanya membuat Inem semakin muak hingga ingin muntah didepan kedua sejoli tersebut.


Setelah kepergian Inem keduanya lalu menikmati sarapan bersama. Lashira melayani Arjun dengan sangat baik layaknya seorang istri melayani suaminya tanpa menghiraukan yang pada kenyataannya bahwa dia hanyalah orang ketiga dalam rumah tangga kekasihnya.


Disaat Lashira dan Arjun tengah asik menikmati sarapan, tiba - tiba Inem kembali ke ruang makan. Pandangannya tertuju kepada Arjun sembari mengedipkan matanya. Namun Arjun tak mengindahkan gerak - gerik Inem dan malah hanya acuh memandangnya sebelah mata.


Lain Arjun lain pula dengan Lashira. Melihat kedatangan Inem kembali, dia langsung menegurnya dengan suara lantang seolah kehadiran Inem sangat mengganggu dan sama sekali tak diharapkannya.


"Ngapain kamu balik lagi?!" Tanya Lashira ketus.


Inem tak menghiraukan ocehan Lashira, lagi - lagi Inem mengarahkan pandangannya ke Arjun dan mengedipkan matanya kembali. Namun kayaknya lagi - lagi tak mau memperhatikan kode dari Inem. Dia acuh dan hanya fokus pada makanannya.

__ADS_1


Melihat kedipan mata Inem, Lashira pun nenyalah artikan polah Inem tersebut. Dia mengira Inem sedang menggoda lelakinya. Sontak saja dia membuka matanya dengan lebar dan mengomeli Inem.


"Heh,,, apa - apaan tuh mata kedip - kedip gitu? sar@p kamu ya?" Maki Lashira.


"Siapa yang berani berkata seperti itu kepada menantuku?" Ucap Selly tegas yang tiba - tiba masuk keruangan dimana ada Arjun, Inem dan juga Lashira.


Mendengar sumber suara sontak Arjun dan Lashira membelalakan kedua matanya. Mereka terkejut akan kehadiran Selly yang tak disangka itu. Bergegas Arjun berdiri dan mendekati ibunya. Begitu juga dengan Lashira. Dia verniat ingin mengambil hati sang calon mertua namun Selly yang sudah bisa membaca gelagatnya itu pun lalu berbalik dan meninggalkan tempatnya berdiri. Selly menggandeng dan mengajak Inem untuk duduk diruang keluarga.


Tentu saja Lashira kesal dengan respon Selly yang telah mengacuhkannya. Dia lantas melempar pandang ke arah Arjun dan menunjukkan rasa kekecewaan nya kepada lelaki pujaan hatinya. Namun kali ini Arjun tak bisa berbuat lebih untuk Lashira mengingat Selly yang tak bisa menerima wanita lain berada disisi Arjun selain Inem semata. Arjun kemudian bergegas menghampiri Ibunya yang telah duduk bersilang kaki diruang keluarga.


Mendengar derap langkah anak sulung nya, dia pun memasang wajah yang garam layaknya singa yang tengah diusik tidur nyenyak nya.


"Berani - beraninya kamu membawa dia kerumah ini Arjun!?" Suara Selly tegas tanpa mengalihkan pandangannya yang lurus menatap kedepan.


"Arjun bisa jelasin mam!"


"Nggak ada yang perlu dijelasin Arjun. Cepat bawa keluar perempuan itu! Tak sepantasnya dia ada disini." Titah Selly dengan nada amarah.


"Siapa yang memgijinkan kamu untuk angkat bicara? Kamu bukanlah siapa - siapa dalam keluarga ini. Sekarang cepat keluar dari rumah ini!" Selly beranjak dari tempat duduknya dan lalu berdiri tepat menghadap Lashira. Dia mengacungkan jari telunjuk nya ke arah pintu utama rumah.


"Tante nggak bisa bersikap seperti itu sama aku! Bagaimanapun juga aku adalah orang yang dicintai anak tante, bukan wanita itu." Rengek Lashira memohon kepada Selly agar mendapat restu.


"Sudah cukup?! Hentikan semuanya,,, aku tak mau lagi dengar ocehanmu! Arjun,,, sebaiknya kau bawa dia keluar!?" Titah Selly.


"Tante akun mohon dengarkan aku dulu! Aku sangat mencintai Arjun begitu juga dengan Arjun,,, tante,,, aku mencintainya."


Perlahan suara Lashira pun tersapu oleh angin. Dengan paksa Arjun mengajaknya keluar rumah. Isak tangisnya tak lagi terbendung. Dia menangis sesegukan dipelukan pria yang dicintainya. Sedang Arjun hanya terdiam menyikapi Lashira. Dia mengusap dengan lembut rambut Lashira dan memintanya untuk menenangkan diri serta menyerahkan semua urusan ini kepadanya. Awalnya Lashira tak begitu yakin dengan Arjun, itu karena Arjun yang terlalu lemah dan lunak bila berhadapan dengan kedua orang tuanya. Namun Arjun kembali meyakinkannya hingga akhirnya Lashira pun setuju dan percaya dengannya.


Dengan langkah berat, Lashira meninggalkan rumah Arjun. Besar harapannya Arjun bisa menyakinkan ibunya untuk bisa menerimanya. Namun setelah kejadian tadi dia bisa melihat sendiri bahwasannya Inem punya ruang tersendiri di hati Selly dan itu sangat sulit baginya untuk menggantikannya. Namun dengan janji Arjun, dia pun tak mau menyerah. Lashira akan berusaha sebisa mungkin untuk menduduki singgasana hati Selly seperti halnya posisi nya dihati Arjun.


Setelah kepergian Lashira, Arjun lalu kembali menemui ibunya. Nampak jelas wajah ibunya yang masih memancarkan aura mencekam. Layaknya singa yang kelaparan dan hendak menjadikannya sebagai mangsa santapan nya.

__ADS_1


"Dimana otakmu itu Arjun? Kau biarkan ada wanita lain masuk kerumah ini? Benar - benar keterlaluan kamu!


"Dengerin Arjun dulu mam!Semuanya tak seperti apa yang mami pikir. Arjun akan jelasin ya!"


"Jelasin apa? Jelasin kalau kamu berselingkuh? Arjun,,, bukankah kita pernah bicarakan hal ini sebelumnya? Lalu kenapa kamu masih berhubungan dengan wanita itu? Ingat Arjun,,, kamu ini sudah menikah. Tak sepantasnya kamu berhubungan dengan wanita lain selain istrimu! Kamu harus bisa menjaga kehormatan rumah tanggamu! Jangan main seenaknya gini kamu!" Selly tak ada hentinya mengomeli Arjun.


"Siapa sih yang selingkuh mam? Arjun nggak selingkuh lho. Tadi kan mami denger sendiri antara aku dan Lashira itu sudah lama pacaran mam. Mami aja yang nggak mau dengerin Arjun! Mami selalu seenaknya sendiri mengambil keputusan tanpa mendengarkan apa yang aku inginkan."


"Lalu apa namanya kalau bukan selingkuh? Jelas - jelas kamu sama wanita masih saja berkilah kamu! Lagian mami lakukan semua ini juga demi kamu!" Amarah Selly semakin memuncak setiap kali Arjun mencoba untuk membela Lashira.


"Demi aku??? Ya semua memang demi Arjun, tapi bukan kebahagiaan melainkan malapetaka buat Arjun mam. Asal mami tau,,, disini bukan hanya Arjun yang mempunyai kekasih,,, melainkan Inem juga. Setiap hari prianya selalu kesini untuk menjemput dan mengantarnya pulang. Tak hanya itu,,, setiap minggu pun mereka selalu jalan berdua dan pulang sampe larut. Lalu apa itu namanya?" Ucap Arjun meluapkan apa yang selama ini dilihatnya.


...Jeduaaarrrr...


Bak disambar petir disiang bolong. Selly terperanjak mendengar kesaksian Arjun yang tanpa filter tersebut. Seketika pandangannya beralih ke arah gadis yang sedari tadi terkatuk diam berdiri di sampingnya.


...🌸 Bersambung 🌸...


Ahaiiii my lovers,,😘 maaf ya menunggu lama,,,, 🙏 itu karna Inem lagi sok sibuk 🤭 Sok tak sempet up padahal Inem lagi males aja 😁😁


Yuk jangan lupa dukungannya dilanjut terus ya,,,


like


komen


gift


vote juga 😁


hehehe love you all 😘😘😍🥰

__ADS_1


__ADS_2