
...πΈ Happy Reading πΈ...
Sore harinya dikampus, Rico sedang gusar berdiri sendirian didekat pelataran parkir sambil memandangi benda berbentuk persegi dan pipih miliknya. Sesekali dia memainkan jari jempolnya dipermukaan benda itu dengan memasang raut wajah yang tidak menyenangkan. Rupanya dia sedang menghubungi seseorang namun tak ada jawaban dari nomer yang dituju. Dia smakin kesal tatkala Mutia yang sedari tadi melihatnya dari kejauhan menghampirinya dan mengejutkannya dari belakang. Sedangkan Mutia tertawa terbahak melihat kekacauan pada diri Rico.
"K@mvr3t,,, dasar semut semprul!?" Umpat Rico yang lalu hendak mengacak - acak rambut Mutia, namun usahanya gagal karna Mutia berhasil mengelak dari serangannya.
"Nggak kena wle,,, " Ledek Mutia sambil menjulurkan lidahnya kearah Rico.
Melihat tingkah Mutia menambah rasa kesal pada diri Rico. Dia pun mengejar Mutia yang terlebih dulu sudah berlari menghindari amukannya. Setelah jauh berlari Rico pun merasa tak kuat lagi sehingga membuat nya terpaksa menghentikan lajunya tanpa berhasil mendapatkan buruannya. Dia berdiri ditepian jalan sembari mengatur nafasnya yang tersengal - sengal. Suhu tubuhnya meningkat dan terbalut peluh yang mengucur keseluruh raga.
"Dihh gitu aja dah keok kamu Co." Celoteh Mutia dari kejauhan.
Rico tak menghiraukan ocehan Mutia. Dia lebih fokus untuk menormalkan kondisi tubuhnya kembali.
Merasa tak ada perlawanan lagi dari Rico, Mutia pun lalu berjalan menghampiri nya. Dia mengambil sebotol air mineral dari dalam tasnya dan lalu memberikannya kepada Rico.
"Nih minum!" Ucap Mutia.
Tanpa bicara Rico langsung menyambar minuman pemberian dari Mutia dan lalu meminumnya.
"Pelan - pelan minumnya Co!"
"Hah,,, kamu ini cewek jadi - jadian ya Mut?"
"Tuh mulut napa nanyanya gitu amat yak?"
"Cewek kok larinya kenceng gitu. Jangan - jangan kamu ini cowok ya tapi nyamar jadi cewek?"
"Sembarangan,,, tak suapin batu baru tau rasa kamu!"
"Dihh sewot amat sih,,, kenyataannya kan emang gitu. Badan kamu aja yang cewek tapi kelakuan cowok."
"Ngomong lagi tuh mulut ku jejel beneran ama batu!?"
"Nah kan bener,,, cuma cowok tuh yang kelakuannya kek gitu! Beneran salah kostum nih kamu Mut."
"Ughh nih orok bener - bener ya minta dikepret!" Kini ganti Mutia yang kesal karna ulah Rico. Untuk melampiaskan kekesalannya dia lantas menjambak rambut Rico sebisanya. Rico merintih mengaduh kesakitan namun nampaknya Mutia tak rela melepaskan korbannya.
"Aduh,,, sakit Mut sakit,,, lepasin dong!" Ronta Rico.
"Cie,,, cie,,, kalian berdua romantis amat sih." Celoteh seseorang yang berjalan melewati keduanya.
"Matamu buta ya? Masa lagi disiksa gini dibilang romantis, ughhh dasar semprul,,, bocah gemblung." Umpat Rico kepada orang itu.
__ADS_1
"Wes lepasin,,, ! Isin aku dideloke wong."
Ucap Rico sembari menepis tangan Mutia dari rambutnya.
( Dah lepasin,,,! Aku malu dilihatin orang. )
"Kamu ngomong apa sih Co? Aku nggak ngerti." Tanya Mutia karna dia nggak mengerti sama sekali dengan
bahasa Jawa.
"Arep reti, arep ora yo sak karepmu." Jawab Rico dengan kesal dan lagi - lagi Rico ngomong dengan bahasa Jawa sembari berjalan meninggalkan Mutia.
( Mau tau, mau nggak ya terserah kamu. )
"Dih dilihat dari nadanya lagi ngambek ini sih. Ya salam,,, !" Ucap Mutia, dia lalu pergi menyusul Rico.
Keduanya pun lalu berjalan beriringan menuju tempat parkir kampus.
"Eh si ganteng Bimo mana Co? Kok seharian ini nggak kelihatan? Inem juga nggak masuk."
"Itu dia yang tadi bikin aku bingung. Tadi tuh Bimo berangkat ma aku, tapi dia kok ngilang deh sampe sekarang. Noh motornya aja nggak ada, ditelpon juga nggak diangkat - angkat." Keluh Rico.
"Aiihh si abang kemana ya? Aku kok malah jadi khawatir gini. Eh apa jangan - jangan mereka berdua jalan ya Co?"
"Aiihh kenapa aku nggak kepikiran ya, coba kamu telpon Inem!" Perintah Rico.
Mutia pun mengikuti perintah Rico, dia lalu mengambil ponselnya yang tersimpan disaku dan menghubungi nomer ponsel sahabatnya tersebut. Tak lama berselang, terdengar nada sambung dari sebrang telpon.
...Call on...
"π Hallo assalamu'alaikum,,, " Salam Inem dari sebrang telpon.
"πWa'alaikumussalam,,, " Jawab Mutia.
Mengetahui panggilan Mutia terjawab, Rico meminta Mutia untuk me loudspeaker ponselnya dan Mutia pun melakukannya sehingga Rico juga bisa mendengar suara Inem.
"πAda apa Mut?" Tanya Inem.
"πKamu kenapa hari ini kok nggak ngampus tanpa kabar pula? Kamu lagi sakit kah atau kenapa?" Tanya Mutia balik.
"π Aku nggak apa - apa kok. Aku lagi ada acara aja."
"π Emang acara apa sih sampe mbolos segala?"
__ADS_1
"π Hmmm itu,,, anu,,, " Jawab Inem dengan suara terbata - terbata layaknya orang yang sedang kebingungan memberikan jawaban.
"π Anu apa nem?" Tanya Mutia yang nggak sabaran.
Tak mendengar jawaban dari Inem, lantas membuat Rico terpaksa merampas ponsel milik Mutia.
"π Bimo sama kamu nggak Nem?" Tanya Rico mengambil alih telpon. Namun Inem masih terdiam tak menjawab.
"π Kamu lagi sama Bimo kan?" Tanya Rico lagi.
Lagi - lagi tak ada jawaban dari Inem. Namun saat ada suara dari sebrang telpon itu bukanlah suara Inem melainkan suara seorang lelaki yang tak lain adalah Bimo.
"π Iya aku emang lagi sama Inem, emang kenapa Co?" Jawab Bimo. Rupanya ponsel Inem sudah diambil alih oleh Bimo.
"π B@ngk3,,, dasar bocah gemblung, lunga gak pamitan, ditelpon yo ora diangkat. Karepmu piye jal? Nggawe wong pikiran wae. Jebulane enak - enak pacaran. Eling Bim! Inem kuwi wes dadi bojone wong, ojo macem - macem kowe!" Rico pun nerocos mengungkapkan kekesalannya.
(B@nk3,,,. dasar orang gila, pergi nggak bilang, ditelpon juga nggak diangkat. Mau kamu apa coba? Bikin orang pikiran aja. Ternyata malah enak - enakan pacaran. Ingat Bim! Inem itu udah jadi istri orang. Jangan macem - macem kamu. )
"πEitdah,,, tuh mulut nggak ada remnya ya Co? Nerocos mulu kek petasan taun baru aja." Sahut Bimo.
"πWes gek ndang bali, kuwi Inem gek ndang diterke bali. Mengko bojone ngamuk kawus kowe Bim!"
( Dah buruan pulang, itu Inem buruan diantar pulang, Ntar suaminya ngamuk baru tau rasa kamu Bim! )
"π Iya aku mau ngajak Inem pulang ke Jogja aja Co."
"π We ladhalah,,, bocah iki jan gemblung temenan. Ojo ngawur kowe Bim!" Ucap Rico yang terdengar panik setelah mendengar ucaan Bimo dari sebrang telpon.
( we ladhalah,,, Nih anak beneran gila. Jangan ngaco kamu Bim. )
"πHahaha iya,,, iya,,, aku tahu itu aku kan cuman bercanda Co."
"π Bercandamu nggak lucu Bim." Celetuk Rico yang lalu memutus telpon secara sepihak.
......Call off......
"Aku nebeng kamu ya Mut." Ucap Rico sembari memberikan ponsel milik Mutia.
"Dih,,, ogah." Sahut Mutia yang lalu pergi berjalan menuju motornya.
"Aihhh ntar aku traktir deh ya,,, !" Ucap Rico.
Rico pun mengejar Mutia. Mendengar mau ditraktir Mutia pun bersedia mengantarkan Rico ulang.
__ADS_1
...πΈ Bersambung πΈ...