Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 70


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


"Kok kamu bisa sesantai itu sih Nem. Sebenarnya ada apa dengan kalian bertiga? Kamu menikah dengan siapa tapi jalannya dengan siapa? Trus hubungan kamu dengan Bimo mau dibawa kemana?"


"Ya ke pelaminan lah." Jawab Inem santai.


"Hustt makin ngaco aja kamu Nem. Masa iya kamu mau punya dua suami. Ngga sekalian tuh Rico kamu nikahin juga ha?"


"Boleh juga tuh Mut,,, aku bersedia kok walau harus jadi yang ketiga hehehe. " Celoteh Rico sembari nyengir menampakan deretan gigi putihnya.


Mendengar celotehan Rico yang terasa geli ditelinga, Mutia pun lalu mengambil bukunya dan langsung melemparkannya tepat mengenai Rico.


"Kamu diem aja deh Co, jangan memperkeruh keadaan!" Ucap Mutia sembari melemparkan tatapan mata yang mengancam.


"Lhah siapa yang bikin keruh, kan aku cuma usul aja siapa tahu Inem setuju." Ujar Rico melirik dan mengangkat kedua alisnya ke arah Inem.


"Sekali lagi ngomong ngaco ku lempar pake sepatu kamu Co!" Ancam Mutia geram.


"Sudah,,, sudah,,, kalian ini kalo ngumpul kenapa selalu bertengkar sih? Nggak bisa akur bentar gitu?"


"NGGAK!" Jawab Mutia dan Rico secara serentak.


"Acieee,,, kompak ni ye,,, jangan - jangan kalian jodoh nih!" Ledek Inem kepada keduanya.


"Ogah!" Jawab keduanya lagi bersamaan


"Nah lo bareng lagi kan hahaha!" Inem terbahak akan polah kedua temannya itu.


"Aahhh,,, ini kenapa malah ngomongin aku sih Nem? Kita kesini kan mau tau soal kamu, suamimu dan juga Bimo ih." Sahut Mutia kesal.

__ADS_1


"Iya Nem, coba kamu cerita! Tiap kali aku tanya Bimo dia cuma diam aja." Ucap Rico menambah sahutan Mutia.


"Hmmm,,, itu ya."


Setelah menghela nafas panjang, Inem pun mulai menceritakan kisah pernikahannya dengan Arjun. Bagaimana mereka berdua dipaksa untuk menikah dirumah sakit dihadapan ibu Ayu dan kehidupan keduanya setelah pernikahan itu. Hingga saatnya Bimo pun kembali kehati Inem. Begitu juga dengan kehadiran Lashira yang sekarang ini sudah berstatus sebagai calon istri Arjun.


Mendengar semua cerita Inem, kini rasa penasaran Mutia berubah menjadi rasa gondok yang mendalam. Betapa geramnya dia dengan Arjun yang dinilainya berperilaku seenaknya sendiri tanpa memikirkan Inem istri sahnya. Mutia yang tadinya tak setuju bila Inem dekat dengan Bimo, kini dia malah mendukung keduanya dan bersedia membantu Inem lepas dari pernikahannya.


Tak lama kemudian Bimo datang sambil membawa minuman buat Inem yang sedari tadi memang sedang menunggunya.


"Lagi pada ngobrolin apa sih kok serius amat?" Tanya Bimo sembari memberikan sebotol minuman kepada Inem.


"Ngobrol biasa aja kok. Gimana,,, dah selesai urusannya?" Ucap Inem.


"Udah."


"Kita pergi sekarang ya!" Kata Inem kepada Bimo.


"Eh kalian mau kemana?" Tanya Rico.


"Mau pacaran." Celoteh Bimo seraya tersenyum meledek Rico yang manyun.


"Hiyak,,, pacaran mulu. Nah aku pulangnya gimana nih?"


"Tuh pulang bareng ma Mutia aja!" Ucap Bimo yang lalu pergi menggandeng Inem.


"Pulang bareng lagi,,, dih ogah! Aku juga mau pacaran wle,,, !" Kata Mutia sambil menjulurkan lidahnya ke arah Rico dan berlalu menjauh.


"Heh semut,,, kamu mau pacaran ma siapa? Emang ada yang mau sama kamu?" Teriak Rico kesal.

__ADS_1


...>🍀🎍🍀<...


Kembali lagi ke pov Arjun dan Kelvin di ruang kantornya.


Setelah terdiam cukup lama dan mengatur nafasnya. Akhirnya Arjun pun mulai membuka suaranya. Dia mulai mengutarakan apa yang ada dalam hatinya saat ini yang cukup mengganggu semua aktivitas nya. Dia mengatakan maksud hatinya untuk menikahi Lashira. Tentu saja Kelvin tak setuju dengan pernyataan temannya itu karna dia masih berharap dengan Lashira. Kelvin mempertanyakan bagaimana dengan nasib Inem yang sekarang ini menjadi istrinya apabila dia menikahi lashira. Dia beranggapan keputusan Arjun dan Lashira ini tak adil buat Inem dan juga dirinya. Mengingat penantian cintanya yang teramat sangat lama. Karna itu Kelvin berusaha mencegah niat Arjun dengan berbagai alasan. Namun semua alasan Kelvin nampaknya tak diindahkan oleh Arjun.


Selain mengatakan perihal pernikahannya dengan Lashira, Arjun juga menceritakan tentang hal lain yang bersangkutan dengan Inem. Perasaan yang aneh saat Inem mulai diam dan menjauh darinya, perasaan penasaran tentang apapun yang dilakukan Inem sekarang ini, serta perasaan seperti terbakar saat Inem berdekatan dengan cowok lain terutama Bimo. Saat seperti itu ingin sekali dia menghempaskan dan melenyapkan lelaki yang selalu nempel demgan Inem.


Dengan adanya cerita Arjun barusan membuat Kelvin berkesimpulan bahwa sekarang ini Arjun sudah mulai ada rasa kepada Inem, hanya saja Arjun belum memahami perasaannya yang sekarang ini. Hal ini lah yang kini dijadikannya alasan agar Arjun membatalkan rencananya menikahi Lashira setidaknya menundanya terlebih dahulu untuk beberapa waktu. Dia meminta Arjun untuk menemukan jawaban akan perasaannya terhadap Inem sebelum terjadi hal yang tak diinginkan yang akhirnya hanya menyisakan kepedihan dan penyesalan.


Di luar dugaan Arjun pun menyetujui ide Kelvin. Dia akan berusaha untuk bisa menentukan perasaannya terhadap Inem sembari mempersiapkan mentalnya menghadapi kedua orang tuanya kelak saat mereka tahu akan kehadiran Lashira.


Kelvin tersenyum lega mendengar pengakuan Arjun. Walaupun masih belum berada di zona aman, namun dia tetap bersyukur karna dia masih ada waktu untuk menggagalkan rencana Arjun dan Lashira bagaimanapun caranya.


...>🍀🎍🍀<...


Hari telah berganti malam, terangnya mentari telah terganti oleh cahaya rembulan yang saat ini hanya menampakkan separuh dari sinarnya. Deretan lampu dijalanan pun kini satu persatu mulai menapakkan kerlip nya.


Perlahan sebuah mobil mewah melewati pintu gerbang yang menjulang tinggi dan bergeser saat seorang satpam menggerakkannya. Diwaktu yang bersamaan sebuah motor pun masuk dan berhenti tepat dibelakang mobil tersebut.


Tatapan tajam terpampang diwajah sang pengemudi mobil. Dia meremas dan memukul stir mobilnya sembari memandangi kaca spion yang memantulkan bayangan pengemudi motor dan seorang gadis yang berdiri di dekat motor yang sedang membuka helmnya.


Nampak tersirat senyum renyah tergambar di paras ayu gadis tersebut saat si pengemudi motor mengambil helm dan mengusap dengan lembut rambut poni yang berantakan karna pemakaian helm. Sontak hal itu membuat Arjun sang pengemudi mobil itu smakin geram melihatnya dan sekali lagi dia melampiaskan kekesalannya ke benda bundar yang berada tepat didepannya.


Tak tahan melihat adegan keduanya, Arjun lalu beranjak dari mobilnya dan berjalan cepat menuju pintu masuk rumahnya tanpa melihat ke arah Inem dan Bimo yang tengah asik berbincang. Ternyata merekalah yang sedari tadi dilihat Arjun dari kaca spion mobilnya.


Arjun cepat - cepat membuka pintu rumahnya dan menutupnya kembali dengan kasar sehingga menimbulkan suara bising seperti di kios soto gebrak.


( Dah silahkan dibayangin sendiri suaranya ya,,, kalo yang belum tahu coba chek langsung ke kios soto gebrak ya!🤭 Jangan lupa habis makan soto nya bayar dulu sebelum pulang 🤣)

__ADS_1


Sekian dulu dan,,,,


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2