
...🌸 Happy Reading 🌸...
Senja menyelimuti kota, terangnya hari kini telah dipenuhi warna jingga keemasan seperti warna buah orange yang mateng di pohonnya. Beberapa lampu penerangan jalan pun sudah mulai menunjukkan sinar terangnya walau sebagian diantaranya masih enggan untuk menunjukkan cahayanya.
Tak berapa lama, waktu pun telah berganti. Cantiknya warna jingga kini telah meredup menjadi gelap segelap hatinya yang menyimpan dendam kesumat 🤭. Angin pun berhembus kencang terasa dingin menyapa permukaan kulit. Sedingin dia yang kurindu 🙈.
Haisst,,, malah curhat. Balik ke cerita lagi aja yuk!
Masih dihari yang sama, seharian ini Inem sengaja tak pulang kerumah. Dia males bertemu dengan Arjun karna ujung - ujungnya mereka pasti akan berantem lagi. Namun setelah menerima sebuah telpon dari seorang lelaki yang dikenalnya, dia bergegas menuju tempat yang telah diberitahukan sang penelpon tersebut. Dengan langkah cepat dia menuju titik lokasi, pikirannya kacau sehingga tak menghiraukan keadaan di sekitarnya. Sekilas terlintas di benaknya sekelibatan bayangan masa lalu yang sempat menguras air matanya. Namun dia tetep harus berfikir positif berdoa dan memohon kepada Yang Maha Esa agar kejadian itu tak terulang lagi.
Hampir sampai di tempat tujuan, Inem melihat ada dua orang lelaki yang sedang bersitegang tepat di depan pintu ruang inap di sebuah rumah sakit yang letaknya tak jauh dari kediaman mertuanya. Walau dari kejauhan Inem mengenal sekali sosok dua lelaki tersebut. Inem semakin mempercepat langkahnya, dengan harapan bisa melerai keduanya.
Dengan nafas yang tersengal - sengal, Inem memposisikan dirinya diantara kedua lelaki yang tengah adu mulut itu. Inem berusaha menetralkan suasana, tapi sepertinya keduanya sulit untuk ditenangkan. Inem pun mulai kebingungan dan panik harus dengan cara apalagi dia bisa membuat keduanya menghentikan percekcokan tersebut mengingat sekarang ini mereka tengah berada ditempat umum dimana tidak boleh ada keributan disitu.
Disatu sisi, Inem ingin sekali masuk keruangan itu dan melihat kondisi orang yang sedang dalam perawatan disana, namun disisi lain dia tak ingin keributan yang dibuat kedua lelaki itu berkelanjutan hingga mengakibatkan hal yang tak diinginkan.
"Kalian berdua bisa berhenti nggak sih? Bener - bener ya kelakuan kalian ini dah kayak anak kecil aja. Bikin malu tau nggak sih? Kita ini lagi di tempat umum. Apa kalian nggak malu ribut kek gini ha?!"
"Dia tuh yang tak tau malu, orang kayak dia tuh mesti diberi pelajaran biar bisa jaga sikap nggak seenaknya sendiri." Ucap pria yang nampak usianya lebih muda dari yang satunya.
"Apa kamu bilang? Kamu tuh yang harusnya jaga sikap. Urusi urusanmu sendiri jangan ikut campur sama urusan orang!" Ucapnya geram.
__ADS_1
"Kalo kamu bener juga aku nggak bakalan ikut campur kek gini bang!"
"Udah,,, udah,,, stop! Jangan berantem lagi!" Ucap Inem melerai.
"Hah,,, semua ini gara - gara kamu!?" Ucap salah seorang lelaki kesal kepada Inem sembari mengacungkan jari telunjuknya tepat didepan wajah Inem yang nampak ketakutan dan lalu pergi begitu saja dari tempatnya.
"Hai,,, ! Mau kemana kamu? Urusan kita belum selesai!?" Teriak lelaki yang lebih muda dari nya. Sedang orang yang diteriaki itu masih tetap berjalan tanpa merespon.
...☘️🎍☘️...
Sementara itu disebuah cafe yang bernuansa elegan dan juga romantis terlihat seorang gadis anggun dengan gaun yang menawan dan rambut yang tergerai bebas tengah duduk sendirian disalah satu sudutnya.
Nampak sekali raut wajahnya yang kusut. Mungkin dia sedang merasa kesal dengan seseorang, terlihat sekali dari gelagatnya yang selalu mengutak - atik ponselnya. Rupanya dia sedang menghubungi seseorang namun tak ada respon dari orang tersebut sehingga membuatnya ngomel - ngomel tak karuan.
"Aku nggak pernah minta pendapatmu dan lagian ngapain kamu kesini?" Jawab Lashira ketus dan tak mengindahkan kehadiran Kelvin.
"Selalu aja seperti itu. Kamu nggak pernah menganggap ku ada padahal jelas - jelas akulah orang yang selalu ada untukmu. Aku selalu hadir menemanimu disaat dia mengabaikanmu. Ya,,, seperti sekarang ini, aku nggak menjamin dia bakalan datang." Sahut Kelvin.
"Sok tau,,,, !?" Jawab Lashira singkat yang masih saja mengoperasikan ponsel yang ada digenggamannya.
"Okey,,, kita lihat aja! Aku atau kamu yang benar."
__ADS_1
Keduannya pun duduk dalam diam di satu meja yang sama dan benar saja,,, sekian lama mereka menunggu,,, sosok orang yang ditunggu tak jua menampakkan batang hidungnya. Jangankan datang,,, kabar darinya pun tak kunjung ada. Kalau sudah begini Lashira hanya bisa menghela nafas panjang. Karna ini memang bukan pertama kalinya Arjun mengingkari janjinya.
Lashira semakin jengkel tatkala Kelvin lagi - lagi menjelek - jelekan Arjun dan mengumbulkan bahwa dirinyalah orang yang lebih pantas mendapatkan cinta dan kesetiaan Lashira. Bukan malah cowok yang selalu saja mengingkari janjinyajanjinya dan membuatnya selalu menunggu seperti sekarang ini.
Pening mendengar ocehan Kelvin, Lashira pun berdiri hendak pergi dari tempatnya. Namun saat dia berdiri dan hendak melangkah, tiba - tiba aja dia kehilangan keseimbangan yang mengakibatkan rasa sakit karna terkilir. Lashira oleng dan hendak jatuh. Namun dengan sigap Kelvin menangkap dan meraih tubuh langsung Lashira kedalam dekapannya dan secara tak sengaja kejadian itu disaksikan Arjun yang baru saja datang dari arah luar.
Karna Arjun hanya melihat sepenggal saja tragedi jatuhnya Lashira ditambah lagi Arjun melihatnya dari belakang jadi,,, daya tangkap fikirannya pun bertolak belakang dari kejadian yang sebenarnya. Hal itu membuat dia seketika merengut dan memutar arah tujuannya. Arjun yang tadinya hendak menemui kekasihnya itu kini berbalik dan melangkahkan kakinya kembali kearah pintu keluar.
"Lepaskan aku!" Ucap Lashira sembari menepis tangan Kelvin.
"Aku kan hanya membantumu."
"Aku tak butuh bantuanmu!" Ucap Lashira lagi dengan nada ketus.
"Ya sudah terserah kamu aja."
Setelah lepas dari Kelvin, Lashira berniat untuk berjalan. Namun rupanya kakinya terkilir akibat terjatuh tadi dan membuatnya kesakitan. Walau terasa sakit namun dia berusaha untuk berjalan dan menahan rasa sakitnya tersebut.
Kelvin menyadari cara jalan Lashira yang tak wajar. Diapun lantas berfikiran bahwa ada yang tak beres dengan kakinya dan tanpa pikir panjang dia lalu menggendong Lashira keluar dari Cafe itu dan mengantarkan Lashira pulang.
Tanpa sengaja Arjun yang masih berada di tempat itu lagi - lagi melihat adegan yang tak mengenakkan dari dalam mobilnya.
__ADS_1
"Tak kusangka ternyata kalian ada main dibelakangku." Guman Arjun kesal. Diremas nya dengan kencang dan dipukul nya setiran mobil yang tiada berdosa tersebut.
...🌸 Bersambung 🌸...