Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 28


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Merasa ada sesuatu yang mau diutarakan kepada Arjun, Inem lalu bergegas mengejarnya. Berulang kali dia memanggil Arjun, namun pria itu tak menghiraukannya dia malah mempercepat langkahnya hingga Inem harus berlari untuk mengejarnya.


"Arjun tunggu! Ini ada barangmu yang ketinggalan!" Teriak Inem sambil berlari.


Mendengar alasan Inem, pria itu baru mau berhenti dan menghiraukan Inem yang sudah mengejarnya dari tadi.


"Ini,,, terima kasih sudah membelanjakan ku!" Ucap Inem sambil mengulurkan kartu yang diberikan Arjun waktu dimall.


"Oh,,, simpan saja! Itu untukmu." Jawab Arjun ketus dan juga datar.


"Untuk ku?"


"Anggap saja itu nafkah dariku. Pakai saja buat kebutuhanmu dan juga kuliahmu! Aku akan mengisinya ditiap bulannya."


"Benarkah?" Inem tak menyangka Arjun akan memberikan kartu itu kepadanya. Entah itu inisiatifnya sendiri apa maminya yang menyuruhnya.


"Jangan boros, atau kalau tidak aku akan mengambilnya kembali!"


Setelah mengatakan hal itu, Arjun pun pergi meninggalkan Inem yang masih terdiam berdiri memandangi kepergiannya. Seakan dia tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya barusan.


...****************...


Ditempat lain masih diwaktu yang sama. Seorang gadis sedang menggeliat diatas tempat tidurnya. Badannya terasa lemas, kepalanya terasa pusing dan juga berat. Saat dia hendak beranjak, dia merasakan ada sesuatu yang menimpa pinggangnya dan saat dia bergerak, benda itu semakin erat mengekangnya. Diapun penasaran dan lalu melihat arah pinggangnya.


"Tangan,,,, tangan siapa ini?" Gumannya.


Karna penasaran diapun melihat yang empunya tangan. Melihat sesosok lelaki yang lagi tidur lelap dibelakangnya dia sontak berteriak sekencang - kencangnya hingga lelaki itupun terbangun dan tersadar dari mimpi indahnya.


"Kelvin,,,, kok kamu bisa tidur disini sih?"


Lelaki itu bernama Kelvin malvino. Teman semasa kuliahnya dulu dan sekarang dia juga bekerja di Dirgantara group, itu karna Arjun yang memperkerjakannya disana. Dia bekerja sebagai asisten pribadinya Arjun. Lasira, Arjun dan Kelvin mereka adalah teman baik. Mereka sering kali menghabiskan waktu bersama bahkan sampai sekarang.


"Tentu saja bisa, bukankah kamu yang menyuruhku menemanimu semalam?"


"Hah,,, mana mungkin?" Lashira mencoba mengingat kejadian semalam, tapi dia sama sekali tidak mengingatnya. Yang dia ingat hanyalah pergi ke klub dan minum - minum disana. Selebihnya dia sama sekali tak mengingatnya.

__ADS_1


"Aku tak sengaja melihatmu minum, waktu aku dekati kamu malah mengusirku, tapi aku tak pergi begitu saja dan kau tau itu kan?" Jelas Kelvin.


"Entahlah aku tak mengingatnya. Kepalaku pusing sekali." Ucap Lashira sambil memegangi kepalanya.


"Kalau begitu tidurlah lagi!"


Kelvin menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan terlihatlah tubuh bagian atasnya tanpa mengenakan baju sehelaipun. Lashira yang melihatnya menjadi histeris dan berteriak sembari menutup kedua matanya.


"Kelvin, kenapa kamu nggak pake baju? Apa terjadi sesuatu pada kita?"


Tangan Lashira mengambil selimut dan membalutkan ketubuhnya. Tentu saja matanya tak berani menatap kearah Kelvin yang kini sedang mengambil bajunya yang tergantung di balkon dan lalu mengenakannya.


"Kelvin katakan, apa telah terjadi sesuatu pada kita?" Lashira mengulang pertanyaannya lagi.


Setelah merapikan pakaiannya, Kelvin mendekati Lashira yang masih duduk berbalut selimut diatas kasur. Dia mengangkat dagu Lashira dengan tangan kanannya dan mendekatkan wajahnya serta membelai lembut pipi Lashira dengan tangan kirinya. Ditatap nya mata gadis itu dalam - dalam dan lalu berkata.


"Menurutmu?" Ucap Kelvin dengan suara halus.


Lashira hanya terdiam membalas tatapan Kelvin. Kini ada banyak pertanyaan yang berkeliaran dibenaknya. Dilihat dari sikap Kelvin yang seperti tadi, kemungkinan sulit sekali bisa mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya.


Setelah mengatakan hal itu, Kelvin lalu mengecup kening Lashira dan melepaskan cengkramannya.


"Pikirkanlah sendiri."


Tak banyak bicara lagi, lelaki itu langsung pergi keluar apartemen. Diparkiran dia melihat Arjun keluar dari mobilnya. Niat hati mau menghindar namun Arjun terlebih dahulu melihatnya. Mau tak mau Kelvinpun menemui sahabat yang sekaligus atasannya.


"Ada disini juga?" Tanya Arjun.


"Ada urusan sama seseorang yang kebetulan tinggal disini!" Jawab Kelvin berbohong.


"Mau ketemu Shira?" Tanya Kelvin.


Shira adalah nama panggilan Lashira.


"Iya. Apa kau mau ikut kesana bersamaku? kita sarapan bareng!" Ajak Arjun tanpa curiga.


"Mungkin lain kali aja. Aku masih ada urusan lain. Ini menyangkut kerjaan kita juga." Dalih Kelvin untuk menghindari Arjun.

__ADS_1


"Oh ya sudah, aku kesana dulu ya!"


Tepukan kecil dilemparkan Arjun kebahu Kelvin sebelum dia pergi menuju apartemen Lashira. Sedang Kelvin hanya tersenyum palsu membalas sapaan sahabatnya.


Sesampainya di apartemen, Arjun membuka pelan pintu utama. Tentu saja dia bisa membuka kunci pintunya, itu karna apartemen yang ditinggali Lashira saat ini adalah milik Arjun. Jadi dia tahu kode akses masuk kedalam. Dia mencari sosok wanita itu disetiap sudut namun tak menemukannya hingga akhirnya diapun masuk kedalam kamar. Disana dia mendapati Lashira yang tengah tidur dibalik selimut. Diusap nya pelan pucuk kepala Lashira dan lalu mengecupnya.


"Hey tumben sekali jam segini kamu masih tidur?"


Tangan Arjun mengusap lembut kepala Lashira, namun tak ada pergerakan pada diri Lashira.


"Ayolah sayang bangun, ini sudah siang!" Ucap Arjun lagi sembari mengusap lengan Lashira yang tak tertutupi selimut.


"Ehhmmm,,,, " Suara lembut Lashira. Dia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Alangkah kagetnya dia saat melihat Arjun sudah berada didepan matanya.


"Arjun,,, apa aku sedang bermimpi?" Gumannya dalam hati."


Seakan tak percaya, Lashira lalu mengucek kedua matanya memastikan kalau yang didepannya sekarang ini adalah sosok Arjun yang sebenarnya atau hanya khayalannya saja.


"Hey are you okey?" Tanya Arjun yang kebingungan melihat ekspresi kekasihnya itu.


"Arjun,,,, " Ternyata yang dilihatnya adalah benar Arjun.


Melihat keadaan Lashira yang sekarang ini, ditambah ada bau alkohol yang masih menempel pada tubuh Lashira. Membuat Arjun yakin kalau Lashira semalem pasti pergi ke klub.


"Kamu habis minum?"


"Sedikit."


"Ke klub lagi?"


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Lashira. Dia hanya terdiam menundukkan kepala.


"Kenapa? Setiap kali ada masalah kenapa kamu harus pergi ke klub? Apa tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya hingga kamu harus minum - minuman? Bukankah aku sudah berulang kali bilang, caramu itu hanya akan merusakmu! Kenapa kamu nggak mau mendengarku?"


Bagai disulut api, Arjun sangatlah marah karna dia merasa tidak digubris. Pasalnya tidak sekali atau dua kali, tapi Lashira sering kali melakukannya. Awalnya, Arjun menemui Lashira untuk meminta maaf, namun setelah melihat kondisi gadisnya yang ada hanyalah amarah. Itu karna Arjun sama sekali tidak menyukai dunia klub apalagi minuman yang memabukan.


Mendengar ocehan Arjun bukannya membuat Lashira menyesalinya, dia malah ikutan marah melampiaskan kekecewaannya kemaren.

__ADS_1


"Sudah cukup hentikan! Kalau kamu kesini hanya untuk memarahiku sebaiknya kamu pergi sekarang! Urusi saja pelayanmu itu oh salah ya,,, selingkuhan mu!" Lashira beranjak dari tempat tidurnya dan lalu pergi menuju kamar mandi.


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2