Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 41


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Saat ini Inem, Bimo, Rico dan juga Mutia sudah berada di sebuah kafe yang sangat ramai pengunjung. Menandakan kalau kafe ini termasuk salah satu kafe favorit dikalangan anak remaja. Hal itu dikarenakan kebanyakan pengunjung adalah anak muda. Ditambah lagi sebuah lantunan musik terdengar begitu merdu membuat suasana kafe semakin meriah saja.


Inem dan kawan - kawannya duduk di sebuah salah satu meja yang letaknya kebetulan berhadapan dengan pintu masuk. Disana mereka berempat tengah asik menikmati hidangan sambil bersenda gurau.


Ditengah kesenangan itu, Mutia tiba - tiba meminta ijin untuk pergi ke toilet sebentar. Begitu juga dengan Rico, dia pergi untuk memesan sesuatu lagi. Sehingga kini tinggalah Inem dan Bimo yang masih duduk disana.


Rasa canggung dirasakan oleh Inem terhadap Bimo sekarang ini. Mungkin karena lama tidak bertemu dan berduaan atau mungkin juga karena status Inem yang dirasa tidaklah pantas apabila mereka diposisi seperti sekarang ini.


Sama halnya dengan Inem, Bimo pun juga merasa canggung. Namun Bimo tak kuasa menahan rasa rindunya terhadap kekasihnya yang sekarang berada didepan mata.


Bimo mulai menggerakkan tangannya mendekati tangan Inem. Dia menggenggam tangan dan mengusap lembut jemari Inem.


Menerima perlakuan Bimo ada rasa senang hingga membuat Inem tersipu malu. Namun saat dia melihat cincin yang melingkar dijari tengahnya, dia tersadar bahwa dia tak berhak lagi atas Bimo.


Dengan perlahan Inem melepaskan tangannya dari genggaman Bimo. Sebagai alibinya Inem berpura - pura mengambil gelas dan meneguk sedikit minumannya. Namun Bimo tak sebodoh itu, dia menangkap ada yang aneh pada diri Inem setiap kali dia mendekatinya.


Tak disangka dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang melihat keberadaan Inem dan Bimo. Matanya tertuju ke arah keduanya sejak awal dia masuk kafe. Mungkin karena letak duduk Inem yang berhadapan dengan pintu masuk sehingga saat orang itu masuk bisa langsung dengan mudah melihatnya.


Melihat Inem berduaan dengan lelaki lain, entah kenapa Arjun merasa ada perasaan yang tak enak dihatinya. Dadanya terasa sesak seperti sedang memakai baju yang sangat sempit. Apalagi saat Bimo membelai lembut rambut Inem. Wah sudah kayak ketel diatas kompor yang airnya sudah mendidih saja. Seperti itulah gambaran hati Arjun saat ini sampai - sampai dia tak menghiraukan orang yang ada disampingnya berbicara.


"Sayang,,, kamu lagi lihatin apa sih?"


Karena merasa di abaikan, Lashira lantas memegang tangan Arjun dan menggoyangkannya.


Hal itu membuat Arjun tersadar akan keberadaan Lashira yang duduk disampingnya membelakangi Inem.

__ADS_1


"Hah apa?"


"Isshh,, kamu ini lagi lihatin apa sih atau kamu lagi mikirin sesuatu ya?" Tanya Lashira sambil mengusap lengan Arjun.


"Nggak,,, nggak kok. Aku lagi mikir mau makan apa?" Elak Arjun.


"Oh,,, ya udah nih kamu pilih aja dulu menunya ntar aku pesenin yang sama ya! Aku mau ke toilet sebentar." Pamit Lashira.


Setelah menyodorkan daftar menu, Lashira pergi menuju toilet dan meninggalkan Arjun sendirian disana.


Kepergian Lashira membuat Arjun leluasa mengawasi Istrinya yang sedang makan berdua dengan pria asing. Matanya menatap tajam ke arah Inem. Sedang Inem tak tahu menahu tentang keberadaan Arjun yang sedari tadi mengawasi nya. Keduanya nampak enjoy menikmati kebersamaannya.


Saat Inem makan dengan celometan dia tak sadar ada sedikit noda makanan yang menempel di sudut bibirnya. Bimo yang melihat itu lantas mengambil selembar tisu dan mengusap pelan bibir Inem.


Hal itu sontak membuat Arjun geram. Tanpa pikir panjang dia langsung berdiri menghampiri Inem dan lalu menarik tangan Inem tanpa bicara. Inem yang terkejut melihat Arjun lantas menepis tangan Arjun.


"Kamu apa - apaan sih kok main tarik aja?" Berontak Inem.


"Arjun lepasin!" Teriak Inem seraya melepas cengkraman Arjun namun genggaman Arjun terlalu kuat hingga Inem tak kuasa melepaskan diri.


Sesampainya diparkiran, Arjun menyuruh Inem masuk kedalam mobilnya dengan paksa. Begitu juga dengannya. Arjun masuk dengan emosi menutup pintu mobil dengan keras hingga membuat Inem terkejut.


"Kamu apa - apaan sih? Kayak anak kecil aja, malu tahu dilihatin banyak orang gitu!"


"Kamu yang apa - apaan? Pulang kuliah bukannya langsung pulang kerumah malah kelayapan dengan lelaki nggak jelas." Nada Arjun mulai meninggi.


Kali ini Arjun melempar tatapan yang sangat mengerikan. Baru pertama kali ini Inem melihat Arjun semarah ini.

__ADS_1


"Bukankah tadi aku udah ijin dan kamu mengijinkan ku bukan?"


Arjun tak menggubris alasan Inem. Dia menyalakan mobilnya dan lalu melajukannya dengan kecepatan diatas rata - rata membuat Inem ketakutan dan bertanya dalam hati ada apa dengan pria yang sedang duduk disebelahnya itu.


Selama perjalanan, suasana dalam mobil sunyi tanpa adanya suara. Walaupun setiap harinya memang seperti itu, namun kali ini dirasa sangatlah berbeda. Arjun yang biasanya menunjukan muka datar dan tenang, kali ini wajahnya nampak garang dan mengerikan.


Sesampainya dirumah Arjun langsung menuju kamarnya diikuti Inem yang berjalan di belakangnya. Setelah sampai dikamar, dia lalu masuk kedalam kamar mandi dan lagi - lagi menutup pintu kamar mandi dengan keras.


...****************...


Ditempat lain, Bimo hendak mengejar Inem. Namun langkahnya terpaksa berhenti karena dia tak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita sehingga dia kehilangan jejak Inem.


"Maaf,,, maaf,,, aku tidak sengaja." Ucap Bimo.


"Iya nggak apa - apa aku juga salah nggak yang memperhatikan langkahku." Jawab wanita itu yang tak lain adalah Lashira yang baru saja dari toilet.


"Makasih atas pengertiannya, sekali lagi maaf!" Ucap Bimo yang lalu pergi kearah pintu keluar kafe tersebut.


Sedang Lashira, dia kembali kemeja dimana tempatnya duduk bersama kekasihnya. Namun sesampainya disana, dia tak menemukan Arjun dan mejanya pun masih kosong tak ada makanan yang dipesan.


Setelah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan tak menemukan sosok yang dicarinya, dia lantas mengambil ponselnya yang tersimpan di dalam tas dan menghubungi Arjun.


Berulang kali Lashira menekan tombol memanggil, namun sama sekali tak ada jawaban dari Arjun. Hal itu tentu saja membuat Lashira kesal, karena nggak biasanya Arjun meninggalkannya tanpa pamit seperti ini. Namun dia tak pantang menyerah, dia terus menerus menghubungi nomor Arjun.


Begitu juga dengan Bimo. Dia pun menghubungi nomor Inem dan hasilnya sama, tak ada respon sama sekali dari Inem. Inem mana berani jawab telpon dari Bimo, yang ada ntar Arjun bisa tambah murka kepadanya.Yang dilakukan Inem hanyalah mensenyapkan nada dering ponselnya.


...****************...

__ADS_1


Lanjut lagi di pov Inem. Disaat Arjun sedang berada didalam kamar mandi, Inem mengambil ponselnya dan mengecek histori panggilannya. Disitu terdapat banyak sekali catatan panggilan dari Bimo. Tak ingin Bimo khawatir, dia pun menelpon balik.


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2