Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 47


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


"Shira,,, !" Ucap Arjun seraya membuka lebar kedua matanya.


Kedatangan Lashira yang tak terduga ini sangat mengejutkan Arjun. Seketika dia beranjak dari duduknya dan juga mengeryitkan dahinya.


"Apa - apaan ini? Dasar penghianat!?" Ucap Lashira dengan penuh amarah.


Amarah Lashira meluap sejadi - jadinya. Dia meninggijan suaranya sambil mendorong tubuh Arjun dengan kedua tangannya hingga membuat Arjun mundur selangkah dari tempatnya berdiri.


"Sayang aku bisa jelasin ini!" Suara Arjun berbisik karna dia menangkap beberapa pasang mata tengah menoleh memperhatikannya.


"Jelasin apa lagi? Bukankah semua sudah jelas? Kamu menikah dengan perempuan lain tanpa sepengetahuanku. Apa lagi yang mau kamu jelasin ke aku ha?!"


"Sayang ini nggak seperti apa yang kamu kira." Suara Arjun masih berbisik berusaha menjelaskan semuanya ke Lashira, namun nampaknya Lashira tak mau mendengar penjelasan dari Arjun. Dia sudah tersulut api amarah hingga tak peduli lagi dengan omongan Arjun.


"Omong kosong,,, dasar buaya! Aku nggak menyangka kamu setega ini sama aku. Kemana semua janjimu kepadaku? Aaahh ternyata semua itu hanya bualanmu saja kan?"


"Sayang dengerin dulu! Ayo kita bicara ditempat lain saja oke!" Ucap Arjun sembari menggandeng tangan Lashira untuk mengajaknya pindah tempat. Namun dengan kasar Lashira menepis tangan Arjun.


"Bulshit,,, aku sudah tak percaya lagi padamu. Dasar brengsek, lelaki buaya!?"


Setelah memaki Arjun, Lashira lantas pergi begitu saja. Tentu saja Arjun ingin mengejarnya namun langkahnya dihalangi oleh Angga dan dengan terpaksa Arjun menuruti isyarat ayahnya. Walau dalam hatinya ingin sekali mengejar. Kini dia hanya bisa stay dipelaminan dengan hati dan pikiran yang sangat kacau.


Ditengah kegundahan nya, tiba - tiba dia merasa ada sentuhan lembut dan hangat yang menempel di tangannya. Saat dia melihat sumber sentuhan itu ternyata Inem lah orangnya. Inem menggenggam tangan Arjun sembari berkata:


"Masih ada hari esok untuk menemuinya bukan? Sebaiknya kita perankan saja lakon kita saat ini dengan baik. Jangan bertindak gegabah sehingga bisa membuat keluarga kita menjadi bahan guyonan semua orang!" Ucap Inem pelan sembari tersenyum.


Entah kenapa Arjun merasa senyum dan sentuhan Inem memberikan kenyamanan tersendiri dan diapun menjadi luluh, menurut seperti anak kecil yang dijanjikan akan diberi sesuatu.


...****************...


Sementara itu disisi Lashira. Setelah puas mengeluarkan emosinya didepan Arjun, dia berlari ke luar gedung dan tanpa disadarinya ada Kelvin yang sedang mengejarnya. Diraihnya tangan Lashira hingga terpaksa Lashira harus menghentikan langkahnya.


"Lepaskan,,, !" Lashira melepaksan tangan Kelvin secara kasar dan lalu pergi melanjutkan langkahnya. Namun lagi - lagi Kelvin menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Shira tunggu!" Seru Kelvin.


"Apalagi sih Kel,,, ?"


"Kamu mau kemana?"


"Mau pulang,,, puas?"


"Mobilku kan ada disebelah sana Ra." Ucap Kelvin sembari menunjuj arah.


"Aku mau naik taksi saja." Jawab Lashira ketus.


"Jangan,,, ayo aku antar!" Kelvin menggandeng tangan Lashira dan Lashira menepis nya lagi.


Menerima penolakan dari Lashira membuat Kelvin menjadi kesal.


"Shira kamu ini apaan sih?" Tegur Kelvin dengan suara tinggi.


"Kamu tuh yang apaan? Kamu sudah tahu kan yang ada disana itu adalah Arjun!" Suara Lashira tak kalah tingginya sembari menunjuk arah gedung.


"Aku juga nggak tahu kalau Arjun telah menikah."


"Halah bulshit,,, semua mulut lelaki itu sama saja. Sama busuknya dengan buaya yang ada digot. Kalian berdua sama saja."


"Jangan samakan aku dengannya, setidaknya aku tak menghianatimu!"


"Tak menghianatiku? Lalu ini apa? Jelas - jelas kamu sudah mengetahuinya namun apa yang kamu lakukan? Kamu malah menyembunyikannya dariku!"


"Ya aku memang sengaja melakukannya. Asal kamu tahu saja, aku melakukan ini karna aku ingin kamu tahu lelaki macam apa Arjun itu dan sekarang sudah terbukti bukan? Orang yang selama ini kamu banggakan itu sekarang berbalik menghianati kamu. Apa kamu belum cukup sadar Shira?"


Air mata Lashira mengalir begitu derasnya. Kekecewaannya terhadap kekasih nya membuatnya terpaku dalam diam. Kerapuhan hati Lashira saat ini dianggapnya sebagai kemenangan bagi Kelvin. Perlahan dia menghampiri dan merengkuh tubuh Lashira kedalam dekapannya.


Dipelukan Kelvin, Lashira menumpahkan semua kesedihannya. Kenyataan yang dihadapinya begitu pahit terasa hingga diapun tak berdaya menopang semuanya. Pindasi yang dulu dibangunnya bersama Arjun sekarang seketika runtuh menjadi puing - puing kehancuran hatinya.


...****************...

__ADS_1


Malam hari telah tiba, serentetan acara resepsi pernikahan Arjun dan Inem pun sudah selesai menyisakan rasa lelah dan ngantuk yang sangat berat. Yang terbayang saat ini di benak Inem hanyalah sebuah kasur yang sangat empuk dan juga nyaman. Namun sayangnya hanya ada satu tempat tidur dikamar dan tak ada sofa atau semacamnya disana yang bisa untuk merebahkan tubuh.


Ya,,, saat ini Inem dan Arjun sedang berada dikamar hotel yang dipesan khusus oleh Selly. Sebuah kamar yang bernuansa romantis dengan permukaan tempat tidurnya berhias kelopak bunga mawar berwarna merah dan handuk putih berbentuk angsa yang cantik. Disebelah tempat tidur ada sebuah nakas kecil yang diatasnya terdapat sebotol sampanye beserta dua gelas berkaki.



Sekalinya masuk Inem langsung terkesima melihat isi kamar tersebut. Berbanding terbalik dengan Arjun yang merasa nggak nyaman dengan suasana kamarnya.


"Ini kamar apa kuburan sih?" Gerutunya sembari melepas jasnya dan melemparnya ke sembarang arah.


"Hust,,, kamu tuh ngomong apa sih Jun? Ngaco aja." Sahut Inem yang berjalan dibelakang Arjun. Dia memungut jas Arjun dan meletakannya ke sandaran kursi rias.


"lihat aja sendiri, kamar ini penuh dengan bunga. Bukankah kuburan ada kembangnya kayak gini juga? Gimana tidurnya coba ini?"


"Kamu kok ngomongnya kayak gitu sih? itu sama artinya kamu nggak menghargai mami. Mami kan dah pesenin ini khusus buat kita. Ini tuh romantis tau."


"Nggak ngerti aku sama jalan pikiran para cewek. Kayak gini di bilang spesial lah, romantis lah apalah,,, aneh."


Melihat Sampanye dinakas, Arjun lalu mendekatinya dan membuka penutup botolnya. Dituangnya sampanye itu kedalam gelas yang sudah tersedia dan lalu meneguk nya sedikit demi sedikit.


"Eh kamu kok minum itu sih?" Tanya Inem.


"Kalau ada trus kenapa dianggurin?" Arjun meneguk kembali minuman yang ada ditangannya.


"Emang enak ya?"


"Coba aja sendiri!" Arjun mengisi gelas yang satunya dan memberikannya kepada Inem.


Karena penasaran dengan rasanya, Inem pun menerima gelas pemberian Arjun. Dia mencium aroma minuman itu dan tanpa pikir panjang diapun mencicipnya.


"Hiyaak,,, nih minuman apa sih? Rasanya aneh banget gini."


Tak suka dengan rasanya, Inem pun menaruh kembali gelasnya dinakas.


"Emang aneh tuh orang, kok dia doyan sih minuman kek gini." Gumannya sambil melihat Arjun yang berlalu menuju kekamar mandi.

__ADS_1


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2