
...🌸 Happy Reading 🌸...
Disisi lain ada Kelvin dan juga Lashira sedang dalam perjalanan menuju acara resepsi pernikahannya Arjun dan Inem. Dengan sengaja Kelvin mengajak Lashira tanpa memberitahukannya terlebih dahulu. Dia hanya meminta Lashira untuk menemaninya pergi ke acara pernikahan temannya.
Sebernarnya Lashira tak ingin pergi, namun Kelvin terus saja memaksanya. Karna Lashira sedang suntuk yang beberapa hari ini tak bisa bertemu dengan Arjun, maka dia lantas mengiyakan saja permintaan Kelvin tersebut tanpa bertanya lebih lanjut tentang acara yang akan mereka datangi.
Sesampainya dilokasi acara, Lashira masih belum sadar kalau acara yang didatangi nya bersama Kelvin ini adalah acara perayaan pernikahannya Arjun. Apalagi saat hendak memasuki gedung dia malah disibukan dengan sebuah panggilan dari rekan bisnisnya hingga dia tak melihat beberapa foto besar yang terpajang di depan pintu masuk gedung. Sedang Kelvin membiarkannya begitu saja karna dia yakin akan lebih seru kalau Lashira melihat secara langsung siapa mempelai yang ada didalam. Sungguh saat ini Kelvin sedang tertawa girang dalam hatinya.
Didalam ruangan, Lashira nampak kagum dengan perhelatan acaranya. Dia sama sekali tak menyangka akan diajak keacara yang semewah ini. Memang bukan pertama kalinya Lashira pergi ke acara seperti ini. Namun baginya acara yang sekarang ini adalah acara yang paling mewah yang pernah dia hadiri.
"Gila,,, kenapa kamu nggak bilang sih kalau acaranya begini?"
"Lhah emang kenapa?"
"Tau gitu kan aku dandan lebih cantik lagi. Eh buset,,, aku nggak nyangka kamu punya temen yang se borjuis ini."
"Biasa aja, kamu bakalan lebih nggak nyangka lagi kalau tahu siapa mempelainya."
"Hah,,, apa maksudmu? Apa aku memgenalnya?"
"Tentu saja, dia temanmu juga kok." Ucap Kelvin.
"Lebih tepatnya kekasihmu." Lanjut ucap Kelvin dalam hati.
"Wah,,, benarkah? Siapa?" Tanya Lashira penasaran.
"Ntar kamu juga tahu sendiri. Mau langsung menemuinya apa mau makan dulu?"
"Kita langsung kesana aja deh!"
"Beneran nih mau kesana? Yakin nggak mau makan dulu! Makanannya enak - enak tuh."
__ADS_1
"Makannya ntar aja deh, aku penasaran nih siapa dia? Temen tapi kok aku nggak diundang sih? Jangan - jangan kamu bohongi aku ya."
"Haishhh,,, nggak ada gunanya bercanda disaat seperti ini." Ucap Kelvin sambil berlalu diikuti Lashira di belakangnya.
Ditengah perjalanan menuju mimbar, tiba - tiba ada seseorang memanggil Lashira dari arah belakang.
"Lashira kamu ada disini." Tanya Selly yang tadi memanggilnya.
"Eh nyonya Selly, kebetulan sekali ketemu disini. Iya saya kesini nemenin temen saya." Jawab Lashira.
"Kelvin,,, oh jadi dia orangnya ya Kel? Pinter kamu milihnya." Goda Selly yang mengira Lashira adalah kekasih Kelvin.
"Ah tante bisa aja." Ucap Kelvin.
"Udah ketemu sama pengantinnya belum?" Tanya Selly.
"Ini juga mau kesana tante." Jawab Kelvin.
"Iya nyonya,,, sama - sama, syukurlah kalau anaknya suka. Semoga lain kali bisa order ke kami lagi." Jawab Lashira dengan senyum kepuasan karena pelanggannya senang dengan hasil kinerjanya.
"Wah pastinya dong. Lain kali aku akan ajak dia lagi."
"Saya tunggu kedatangannya nyonya. Oh berarti ini adalah acara pernikahan anaknya nyonya ya?" Tanya Lashira.
"Iya bener sekali. Kelvin adalah teman baik anak ku. Bukan begitu Kelvin?" Tanya Selly sambil melemparkan pandangannya ke arah Kelvin.
"Eh iya tante."
"Baiklah kalau gitu tante permisi dulu ya. Silahkan menikmati jamuan kami!" Selly pun pergi dari tempatnya berdiri menuju toilet.
"Kamu nggak tahu wanita yang sedang bicara sama kamu tadi siapa?" Tanya Kelvin tiba - tiba.
__ADS_1
"Enggak." Jawab Lashira sambil menggeleng. "Yang aku tahu dia datang ke tempatku dan membeli beberapa baju untuk acara ini."
"Wah parah kamu, masa iya kamu nggak kenal sama dia sih?" Celoteh Kelvin.
"Lhah emang nggak. Emangnya kenapa sih? Harus banget ya aku kenal sama dia?" Tanya Lashira balik yang tak tahu menahu kalau Selly adalah ibu dari lelaki yang dicintainya.
Arjun memang belum pernah mempertemukan Lashira dengan ibunya, itu dikarenakan Lashira yang belum siap untuk bertemu.
"Ya harus lah, kamu ini gimana sih?"
"Kenapa harus,,, ?"
Perkataan Kelvin menimbulkan rasa penasaran pada Lashira, kenapa Kelvin begitu ngotot Lashira harus mengenal wanita tersebut sedang Lashira saja merasa nggak ada yang spesial pada wanita yang baru dikenalnya itu. Karna memang pelanggannya itu semua dari kalangan atas. Jadi dia sudah terbiasa bertemu dengan wanita - wanita borjuis.
"Karena dia adalah,,,, "
Belum selesai Kelvin mengucapkan perkataannya, tiba - tiba saja terdengar suara chek sound dari pembawa acara yang berada disamping mimbar. Sontak keduanya pun memfokuskan pandangannya ke arah sumber suara dimana sang presenter itu meminta kepada semua hadirin yang ada disana untuk menghadap ke sebuah layar berwarna putih yang membentang lebar di belakangnya.
( Bayangan othor sih dah kek layar tancep gitu lah 😅✌apa ya namanya? Proyektor bukan sih?. Yang nggak paham bisa coret - coret dikolom komentar ok! Jangan ditembok tetangga apalagi ditembok kelurahan. Bisa kena SP ntar. Bagi yang udah paham silahkan bantu menjelaskan kepada yang belum paham dengan bahasa othor yakðŸ¤)
Bak terkena sihir dari seorang penyamun, semua audiens seketika menurut dan memusatkan pandangan mereka ke arah yang dimaksudkan sang pembawa acara.
Sesaat semua lampu utama dimatikan dan hanya menyisakan lampu - lampu hias yang menyala membuat keadaan dalam ruangan itu menjadi temaram minim akan cahaya. Kemudian sebuah vidio diputar lalu gambar bergerak pun muncul di layar tersebut. Sebuah Vidio yang menunjukan saat dimana Arjun mengucap sumpah suci didepan penghulu dengan didampingi ayahnya serta suami dari mbok Nah tak ketinggalan seorang dokter yang kala itu menangani Ibu Inem.
Melihat vidio tersebut Lantas membuat Lashira syok seberat - beratnya. Dia membelalakan kedua matanya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Sedangkan Kelvin,,, dengan senangnya dia mengumbar senyum kemenangan nya dibalik kesedihan Lashira.
Air mata Lashira langsung keluar menggenang di kelopak mata bawah. Begitu pedihnya yang dirasa saat ini hingga diapun akhirnya tak bisa lagi membendung rasa kekecewaannya terhadap kekasihnya yang selama ini selalu ada dan perhatian kepadanya.
Dengan langkah cepat Lashira berjalan menuju ke atas mimbar. Langkahnya gontai tak beraturan seperti orang yang dalam pengaruh alkohol. Dia sama sekali tak memperdulikan sekitarnya ataupun dirinya sendiri. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah menemukan kebenaran dari vidio tersebut serta alasan mengapa adegan seperti itu bisa terjadi dan terpampang dilayar tersebut.
Langkah Lashira seketika berhenti tepat didepan Arjun yang saat ini memakai stelan jas berwarna putih mutiara senada dengan gaun Inem yang duduk berdampingan dipelaminan. Matanya sendu menatap Arjun, mulutnya terasa kelu dan berat sekali untuk berucap. Namun dia tak kuasa lagi membendung emosinya yang sudah memuncak.
__ADS_1
...🌸 Bersambung 🌸...