Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 78


__ADS_3

...🌸 Happy reading 🌸...


Di tengah lamunannya Mutia merasa ada yang menepuk salah satu bahunya dan berteriak mengagetkan nya hingga membuatnya terkejut terperanjak sampai ponsel yang dipegangnya terlepas dari genggamannya dan terjatuh kelantai. Bergegas Mutia bangkit guna mengambil ponselnya dan lalu berbalik mencari tahu siapa yang telah usil kepadanya.


"Bengek kau,,, kira - kira dong gara - gara kamu nih HP ku jatuh, awas aja kalau rusak kamu mesti gantiin!" Omel Mutia sembari melayangkan pukulan bertubi - tubi kepada sang pelaku.


"Sorry,,, sorry,,, aku nggak bermaksud begitu, iya deh ntar ku ganti kalau rusak. Sekarang coba chek dulu HP nya!" Riko menangkupkan kedua telapak tangannya meminta maaf kepada Mutia.


Rupanya Rico lah yang telah usil mengejutkannya dari belakang. Mutia lalu mengechek ponselnya. Mengetahui ponselnya baik - baik dia lantas menghela nafas panjang bersyukur ponselnya tak rusak baik hardware maupun software nya.


"Aman,,, !" Ucap Rico sembari mengelus dompetnya.


Sama halnya Mutia, Rico pun menghela nafas lega karna isi dompetnya bisa lolos tak harus mengganti ponsel korban keisengannya tersebut.


"Apa aman,,, aman,,,? Kamu iseng banget sih Co, untung nih HP nggak kenapa - napa. Coba kalo rusak, kan bisa ilang semua datanya 😤" Omel Mutia.


"Iya,,, iya maaf,,, habisnya kulihat kamu bengong sih, sendirian pula. Emang lagi mikirin apa sih? Mikirin aku ya?" Ucap Rico dengan PDnya.


"Hilih ngapain juga mikirin kamu. Nggak guna banget tau nggak sih." Mutia lalu duduk dibangku lagi.


"Trus mikirin apa hayo,,, mikirin utang ya? Makanya jangan ngutang,,, masih muda kok suka ngutang." Ucap Rico yang lalu ikut duduk disebelah Mutia.


"Banyak bac0+ kamu ya,,, ngomong lagi ku gorrok kau Co.!" Mutia memperagakan ancamannya dengan tangan sebagai pengganti pisau.


"Yak elah,,, slow dong neng galak amat sih! Jangan galak elah neng ntar jauh dari jodoh lho!" Celoteh Rico lagi sambil tertawa cekikikan.


"Rico,,, aku bilang DIAM!"


"Okey,,, okey cowok ganteng anteng hehehe."


Keduanya pun lalu terdiam. Mutia yang lanjut dengan lamunannya sedang Rico asik menscroll - scroll layar ponselnya hingga pada saatnya Inem datang sambil menenteng dua bungkusan plastik berwarna putih bening.


Setelah menyapa kedua temannya, Inem pun lalu turut duduk didekat temannya itu. Dia meletakkan tas ranselnya di lantai dan lalu membongkar barang bawaannya. Ternyata itu adalah semangkuk bubur ayam dan segelas teh hangat yang dibelinya sewaktu dalam perjalanan menuju kampus.


Dibukanya mangkok yang terbuat dari plastik putih transparan itu kemudian dituangkan nya kuah bersantan yang masih hangat dan tercium wangi ayam berbumbu yang aromanya sangat menggugah selera.

__ADS_1


Setelah kuah dan sambel tercampur, Inem pun lalu melahap makanan yang ada di pangkuannya tersebut dengan nikmatnya.


"Ayank Inem lahap bener makannya sih, bagi dong!" Pinta Rico manja.


"No,,, aku laper." Sahut Inem.


"Tumben kamu sarapan disini Nem? Nggak biasanya deh." Tanya Mutia.


"Aku nggak makan tadi dirumah." Jawab Inem sambil mengunyah makanannya.


"Kenapa? Kamu bangun kesiangan ya? Tuh singa ngamuk - ngamuk dong kamu nggak siapin makanan pagi ini?" Tanya Mutia lagi.


"Haisshhh,,, dah lah jangan bahas dia! Bikin selera makan aku hilang aja. Aku lagi kesel banget sama tuh orang." Jawab Inem.


"Dihh,,, emang kapan sih kamu nggak kesel sama dia Nem?"


"Kalian ngomongin siapa sih? Yang kalian bilang singa itu siapa?" Tanya Rico yang tak tau menau tentang pembicaraan kedua cewek yang berada di dekatnya itu.


"Anak kecil mending diem aja deh. Pijitin aja tuh HP kamu yang jelek itu! Jangan ikutan nimbrung ma obrolan orang dewasa okey!" Titah Mutia kesal.


Mendengar celotehan Rico membuat Mutia melebarkan kedua matanya dan meninjolkan bola matanya. Tak hanya itu, kepalan tangan Mutia pun mendarat kasar di bahu lengan Rico sehingga menimbulkan suara teriakan dari mulutnya yang berhiaskan kumis tipis.


"Auu,,, kamu ini laki ya Mut? Sukanya main kasar mulu!"


"Bodo amat, berani ngejek aku lagi habis kamu Co!" Ancam Mutia sembari mengacungkan kepalan tangannya lagi.


"Eh kalian berdua ini kapan akurnya sih? Perasaan tiap kali ketemu berantem mulu?" Ucap Bimo yang baru datang dan duduk di sebelah Inem.


"Tau tuh Rico yang mulai!" Kata Mutia.


"Enak aja aku,,, kamu tuh yang selalu KDRT sama aku. Jadi ragu kalau kamu ini cewek." Celoteh Rico.


"RICOOOOO,,,,,, !" Mutia semakin geram aja dengan celotehan Rico. Bertubi - tubi dia menyerang Rico namun Rico yang kali ini tengah siap sedia mengambil ancang - ancang dan berhasil menangkis semua serangan Mutia.


Tak ingin berkelanjutan, Rico pun memilih lari menghindar dari amukan singa betina. Itu menurut versi Rico.

__ADS_1


Merasa serangannya meleset, Mutia yang tak puas lantas mengejar Rico sambil berteriak menyuruh Rico untuk menghentikan laju larinya. Namun Rico terus berlari tak mengubris teriakan Mutia sehingga Mutia pun semakin kesal dan mengejar sambil mengumpat.


( Nah lo,,, awas bang Rico kena terkam lho pake ngatain singa betina sgala 😅. Dah lah kita skip aja tuh mereka berdua. Ntar kalo capek juga berhenti sendiri main kejar - kejarannya 😮‍💨)


"Yank,,, kok telpon aku nggak diangkat sih?" Tanya Bimo kepada Inem.


"Eh iya kah? Maaf aku tak tahu, tadi HP aku silent soalnya." Jawab Inem yang masih saja sibuk dengan bubur ayamnya.


"Trus kenapa tadi berangkat duluan nggak nungguin aku dulu?"


"Oh itu ya,,, mendadak aku ada urusan tadi jadi buru - buru. Maaf ya aku lupa kasih kabar ke kamu!" Ucap Inem bohong.


"Kamu nggak lagi bohong kan yank? Emang ada urusan apa kok sepagi itu? Sampe nggak nungguin aku!"


"Ada deh,,, pokoknya urusan cewek ini. Cowok nggak boleh tau!" Bohong Inem lagi.


"Oh,,, urusan cewek ya." Ucap Bimo sambil menggut - manggut. Sebenarnya Bimo nggak puas dengan jawaban Inem, tapi Bimo memilih untuk tak lagi melanjutkan rasa penasarannya itu karna kalo tidak,,, bisa - bisa Inem ngambek dan tak mau bicara dengannya dalam waktu yang tak singkat. Kini Bimo hanya terdiam memandangi kekasihnya yang sedang menikmati sarapan paginya.


Sadar diperhatikan, Inem pun menghentikan makannya dan mengalihkan pandangannya ke arah cowok yang kini sedang duduk bersebelahan dengannya.


"Kenapa?" Tanya Inem.


Bimo tak menyahut, dia hanya menarik kedua sudut bibirnya itu keatas sehingga memperlihatkan wajah tampannya.


"Kamu kenapa sih? Senyum - senyum gitu? Ada yang nggak beres sama wajahku atau gimana?"


"Nggak kok,,, seperti biasanya kamu cantik."


"Hilih,,, gombal mulu emang aku ini gembel yang lagi butuh gombal?" Ucap Inem santai padahal dihatinya dia melambung tuh denger gombalannya Bimo.


"Dihh siapa yang gombal,,, emang bener kok, kamu itu cantik,,, pake banget malah."


"Auk ah,,, kelamaan disini bisa kesambet aku."


Inem pun lalu beranjak dan masuk kedalam ruang kelasnya diikuti Bimo yang berjalan dibelakangnya sambil tersenyum karna melihat tingkah kekasihnya itu yang tak disadarinya pipinya yang merah merona karena ucapan Bimo.

__ADS_1


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2