Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 97


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Setelah Arjun memberikan ijin, Inem lalu langsung keluar dari mobil dan menemui Bimo. Diajaknya Bimo menjauh dari mobil supaya Arjun tak mendengar dan mengganggunya.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Inem.


"Kamu sendiri kenapa susah sekali dihubungi? Tadi juga kenapa nggak ke kampus? Nggak bilang juga sama aku." Tanya Bimo balik.


Inem terdiam bingung mau memberikan jawaban apa kepada Bimo.


"Kenapa diam saja?" Tanya Bimo tak sabar.


"Hmmm,,, itu,,, anu,,," Jawab Inem tertatih.


"Pasti karna dia kan?" Bimo melirik Arjun yang masih didalam mobilnya.


Inem mengikuti arah pandangan Bimo dan nampak Arjun tak menggerakan mobilnya dari tempatnya semula. Hal itu membuat Inem merasa semakin tak nyaman berbicara dengan Bimo.


"Jadi benar karna dia kan?" Ucap Bimo setelah melihat tatapan Inem kepada Arjun.


"Baiklah aku mengerti sekarang, ternyata hubungan kita memang benar sudah berakhir." Lanjut ucap Bimo.


"Bimo tunggu! Aku bisa jelaskan padamu!" Inem berbicara agak berteriak karna Bimo berbalik meninggalkan Inem dan berjalan menuju motornya lalu pergi dari rumah Inem tanpa menoleh.


Ingin sekali Inem mengejar bimo, namun Inem mengurungkan niatnya itu mengingat Arj.un pasti sedang melihatnya. Inem hanya mampu terdiam berdiri kaku ditempatnya dengan pikiran yang tak karuan.


...Did,,, did,,,,...


Terdengar suara klakson mobil membuyarkan lamunan Inem. Dengan malas Inem melangkahkan kakinya ke arah Arjun. Namun Inem tak lantas masuk ke dalam mobil kembali, melainkan dia tetap berjalan melewati pintu gerbang. Melihatnya membuat Arjun kesal, dia merasa terabaikan oleh Inem. Arjun lantas keluar juga dari mobilnya, meninggalkan mobilnya begitu saja dan lalu menyusul Inem.


( Haist,,, orang kaya mah bebas yak. Mobil ditinggal ntar ada juga yang parkirin sendiri. )


"Mau ngapain tuh orang kesini?" Tanya Arjun.


"Nggak ngapa - ngapain." Jawab Inem singkat.

__ADS_1


"Nggak mungkin, pasti ada maksud tertentu kan?" Tanya Arjun lagi.


"Bukan urusanmu." Jawab Inem tanpa menghentikan langkahnya.


"Siapa bilang bukan urusanku, apapun yang menyangkutkan dirimu otomatis sudah menjadi urusanku." Jawab Arjun dengan tegas.


Mendengar Arjun menjawab begitu membuat Inem seketika menghentikan langkahnya dan mengarahkan pandangannya menatap Arjun.


"Haish,,, kamu ya." Inem tak menyelesaikan ucapannya karna tak ingin memperpanjang pembicaraannya yang nantinya akan berujung perdebatan.


"Aku kenapa?"


"Sudahlah,,, aku sudah cukup lelah untuk berdebat denganmu." Ucap Inem yang kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kamar dan karna penasaran, Arjunpun membuntuti Inem. Namun sayang karna langkahnya dihentikan oleh Selly.


"Arjun,,,!" Panggil Selly.


Langkah Arjun pun terhenti. Dia menoleh ke arah ibunya yang berjalan mendekatinya.


"Kenapa baru pulang? Bukankah tadi kamu dari keluar kantor masih sore?" Tanya Selly.


"Hmmm begitu rupanya. Apa kalian sudah makan?" Tanya Selly lagi.


"Sudah mam, karna tadi kliennya ngajak ketemuan di restoran jadi sekalian makan malam."


"Oh ya sudah, pergilah istirahat! Kalian pasti capek. Apalagi Inem, tadi kamu dah bikin dia kerja keras seharian ini."


"Namanya juga kerja mam ya pasti capek lah."


"Hihhh kau ini, jangan ngebantah kenapa sih?" Ucap Selly sembari menjewer telinga Arjun.


"Aduh mam,,, sakit mam,,, " Teriak Arjun karna merasakan sakit ditelinganya.


"Makanya jadi orang tuh jangan bandel." Selly pun melepaskan tangannya dari telinga anak sulungnya itu.


Setelah lepas dari jeratan ibunya, Arjun lantas bergegas menuju kamarnya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Arjun tak mendapati Inem disana. Kamar itu nampak kosong, namun saat dia masuk lebih dalam lagi dia mendengar ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Rupanya Inem sedang berada di dalam kamar mandi. Arjun pun lantas membuka semua atribut kerjanya dan lalu berbaring di atas tilam sembari memainkan gawainya.


Tak lama kemudian, Inem pun keluar dari kamar mandi sudah mengenakan stelan baju santai. Wajahnya terlihat nampak segar apalagi rambutnya yang setengah basah menambah kesan fresh.


Sesaaat Arjun tertegun melihat pemandangan yang biasanya hanya dilihatnya di dalam adegan film. Sekilas dia merasakan ada rasa yang aneh dalam dirinya, sebuah rasa yang biasanya muncul ketika dia sedang bermesraan dengan Lashira. Apalagi saat tercium aroma wangi sabun yang menempel ditubuh Inem, membuat rasa itu semakin bergejolak saja. Sadar akan hal itu, Arjun lantas bangkit dari tidurnya dan bergegas berjalan menuju ke kamar mandi.


"Sial,,, ada apa denganku?" Guman Arjun sembari menatap wajahnya dari pantulan cermin.


Setelah lama berkutik di dalam kamar mandi, akhirnya Arjun pun muncul dari balik pintu kamar mandi dan seperti biasa dia keluar hanya dengan handuk yang melilit di bagian bawah serta handuk kecil yang menutupi rambut basahnya.


Dilihatnya Inem sedang duduk di sofa panjang. Punggung bersandar di sandaran tangan sedang kakinya diangkat selonjoran dengan laptop berada di atas pangkuannya dan ada berka disebelah dia duduk. Nampak sekali Inem serius memainkan jarinya dan pandanganya tertuju kelayar laptop yang menyala sessekali mengarah ke berkas yang tergeletak di sampingnya.


"Kamu ngapain?" Tanya Arjun yang kini berdiri didepannya.


"Kamu nggak lihat aku sedang kerja" Jawab Inem tanpa memalingkan pandangannya dari laptop.


"Ya aku tau kamu lagi kerja."


"Trus ngapain tanya?" Tanya Inem balik dengan posisi yang masih sama.


"Ya maksudku ngapain kamu kerja disini?"


"Oh,,, ya udah kalau nggak boleh kerja disini, aku kerjanya diluar aja kalau gitu." Inem membereskan perlengkapan kerjanya dan lalu bangkit dari duduknya.


"Eh bukan itu maksudku." Ucap Arjun ingin menjelaskan maksud ucpannya namun keburu Inem keluar dari kamarnya.


"Hillih sensi amat sih jadi orang. Gitu aja langsung pergi."


...🎍☘️🎍...


Di lain tempat, di sebuah bar di kota tersebut seperti biasa Lashira melampiaskan kekecewaannya terhadap Arjun dengan menghabiskan waktu di tempat malam ditemani beberapa botol minuman yang tak biasa. Dia menenggak botol demi botol hingga kesadarannya pun mulai tak seimbang lagi dan seperti biasa pula Kelvin pun mengawasinya dari tempat kejauhan.


Semakin malam Lashira semakin tak terkontrol lagi. Dia berjoged ria di lantai dansa walau langkahnya sudah tak tegak lagi. Hingga saat dia tengah asyik menggoyangkan badannya, dia pun terjatuh karna berssenggolan dengan orang yang ada disebelahnya. Sontak Lashira berteriak memaki orang tersebut dan orang itupun tak terima dengan perlakuan Lashira hingga terjadilah pertikaian antara keduanya.


Melihat Lashira bertengkar dengan pengunjung lain, Kelvin lantas berlari menghampiri Lashira dan melerai keduanya. Awalnya Lashira menolak akan kehadiran Kelvin, tapi karna Kelvin tak ingin masalah ini berlanjut maka akhirnya Kelvin menggendong paksa Lashira dan pergi dari tempat hiburan malam tersebut sesegera mugkin ssesaat setelah Kelvin meminta maaf kepada orang yang telah bertikai dengan Lashira.

__ADS_1


...🌸 Bersambung 🌸...


__ADS_2