Inem Bukanlah Seorang Pelayan

Inem Bukanlah Seorang Pelayan
episode 66


__ADS_3

...🌸 Happy Reading 🌸...


Setelah makan beberapa suap, Inem merasa kering pada tenggorokannya dan ingin minum. Diapun lalu pergi kebelakang dan mengambil segelas air dingin. Tak disangka tak dinyana, disaat dia kembali dia mendapati Arjun yang sedang sibuk dengan mangkok mi nya. Inem pun mendekatinya dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui bahwa mie yang ada dimakoknya sudah hampir habis. Dengan kasar dia lalu meletakkan gelasnya dimeja hingga Arjun pun kaget dibuatnya.


"Ternyata orang kaya doyan juga ama makanan rakyat jelata ya!" Ucap Inem setelah meletakkan gelasnya.


Karna aksinya kepergok, Arjun pun jadi salah tingkah. Dia lantas buru - buru menjauh dari meja dan lalu berdiri.


"Aku hanya mencicipinya. " Kilah Arjun.


"Dasar tak tahu malu." Inem pun lalu mengambil mangkoknya dan membawanya kebelakang. Setelah mencuci mangkoknya dia lantas masuk kedalam kamarnya sambil merengut.


Tiba saat sore hari, Inem keluar dari kamarnya dengan pakaian casual dan rapi lengkap dengan tas kecil yang digendong di punggungnya. Pas dia berjalan ke arah pintu depan, dia berpapasan dengan Arjun yang saat itu sedang menuruni anak tangga. Sejenak Inem menoleh Arjun dan kemudian pergi berlalu tanpa menyapa ataupun ijin untuk keluar.


Arjun yang merasa diacuhkan sangat kesal dengan sikap Inem barusan karna baru kali ini Inem keluar tanpa minta ijin terlebih dahulu padanya dan perubahan sikap Inem mulai terasa saat kejadian dijalan kemaren. Kini Inem bahkan sudah mulai terang - terangan telfonan dan jalan dengan Bimo.


Diluar sudah ada Bimo sedang menunggu dan duduk diatas motornya. Inem lantas menghampirinya dan bercakap ringan dengannya. Sedang Arjun mengintip keduanya dibalik korden yang menggantung di jendela yang pas menghadap posisi keduanya.


Melihat keduanya hendak pergi, Arjun pun spontan buru - buru keluar dan mencegah Inem untuk pergi. Entah kenapa Arjun melakukannya? Yang jelas ada perasaan kuat yang mendorongnya untuk melakukan hal itu.


"Turun! Siapa yang mengijinkanmu keluar? Pergi sama cowok pula." Ucap Arjun dengan nada tegas dan keras.


"Bukan urusanmu, aku mau kemana dan pergi sama siapa. Kamu aja boleh tuh jalan sama wanita lain, lalu kenapa aku nggak boleh jalan sama cowok?"


"Si@l,,, ngebantah kamu ya. Heh ingat,,, bagaimanapun juga kamu itu adalah istriku. Jadi kamu harus nurut sama aku."


"Stop,,, jangan ucapkan kata itu lagi! Aku sudah terlalu lelah untuk berdebat denganmu. Terserah anggapanmu seperti apa, aku hanya ingin pergi belanja untuk kebutuhan rumah. Bukankah tadi sudah kubilang persediaan kita sudah habis."


"Hellleh alasan,,, lalu kenapa harus dengan dia? Kamu kan bisa pergi denganku! Oh,,, atau kalian mau bersenang - senang dengan uangku?"


"Ya akan ku habiskan semua uang mu sampai tak tersisa. Puassss,,,, ?"


"Silahkan saja kalau berani!"

__ADS_1


Arjun mendekati Inem dan menarik tangannya memaksanya untuk turun dari motor Bimo.


"Woe kalem bro,,, jangan main kasar!" Seru Bimo.


Teriakan Bimo tak dihiraukan Arjun. Dia terus saja menggandeng Inem mSuk kedalam. Tak tinggal diam Inem pun berontak berusaha lepas dari genggaman Arjun. Namun nampaknya usaha Inem sia - sia.


Melihat kekasihnya diperlakukan dengan kasar oleh Arjun, Bimo lalu bergegas turun dari motornya dan hendak membantu Inem untuk lolos dari Arjun.


"Kalau maunmain kasar ayo sini lawan aku bro,,, jangan jadi pecundang kamu beraninya sama cewek!" Tantang Bimo.


"Sebaiknya kamu pulang saja! Jangan sampai akun memanggil satpam untuk mengusir mu lagi! Ini adalah rumahku dan dia adalah istriku. Ingat itu,,, !"


Setelah mengucapkan hal itu Arjun langsung masuk kedalam rumah dengan Inem yang masih ada dalam genggamannya. Dia membawa Inem masuk kedalam kamarnya dan lalu mengunci pintunya tak lupa kuncinya dibawa agar Inem tak bisa keluar dari kamarnya. Inem pun merasa bingung kenapa dia dibawa kekamar, sedangkan sebelumnya Inem sama sekali tak dapat ijin masuk kedalam sana walaupun itu hanya sekedar untuk membersihkan saja.


"Arjun,,, kenapa kamu membawaku kemari?" Tanya Inem.


"Berani bertanya lagi maka kamu makan tahu akibatnya!" Gertak Arjun sembari berjalan mendekati lemari dan membuka pintunya.


Setelah mendapatkan baju yang diinginkannya, dia lalu mengganti bajunya didepan Inem tanpa rasa malu sedikitpun. Berbeda dengan Inem, saat Inem tahu Arjun hendak membuka baju, sontak dia membalikkan tubuhnya menghadap pintu dengan jantung yang berdebar dan menggerutu tentunya.


Kini Arjun telah selesai berbenah, tak lupa dompet kulit berwarna coklat juga ikut melengkapinya. Diambilnya kunci mobil yang tergeletak diatas nakas dan lalu dia mendekati Inem dan menggandeng nya lagi keluar dari kamarnya.


Inem hanya diam tak bicara mengikuti langkah Arjun. Karna berontak juga percuma menurutnya. Namun dia bernafas lega karna Arjun tak berbuat seperti apa yang ada dalam pikirannya.


Sesampainya mereka diluar rumah, rupanya Bimo masih berada disana sedang duduk diatas motornya sbari memainkan ponsel kesayangannya. Melihatnya membuat Arjun kembali murka karna pikirnya Bimo telah beranjak dari rumahnya. Arjun pun mencoba meredam emosinya. Dia berjalan dengan langkah yang cepat melewati Bimo menuju mobilnya terparkir. Namun langkahnya dihentikan Bimo.


"Bisa lepaskan dia nggak sih?" Tegur Bimo.


"Bukan urusanmu!" Ucap Arjun acuh dan kembali melanjutkan langkahnya.


"Apapun itu yang menyangkut dia bearti sudah menjadi urusanku!" Lagi - lagi Bimo menghentikan langkah Arjun.


"Jangan memancing emosiku!" Gertak Arjun.

__ADS_1


Mendengar gertakkan Arjun tak membuat Bimo lalu gentar mendekati Inem. Dia melempar tatapan tajam kepada Arjun seakan ingin menghajarnya kembali seperti tempo hari. Namun Inem yang tak ingin ada keributan memberikan isyarat kepada Bimo agar Bimo mau mengalah dan menahan emosinya.


Melihat tak ada perlawanan lagi dari Bimo, Arjun lalu berjalan menuju mobilnya dan masuk kedalamnya. Tak disangka saat dia hendak melajukan mobilnya, Arjun melihat dari spion atas sudah ada Bimo yang duduk dikursi belakang. Sontak Arjun menoleh kebelakang dan menyuruhnya untuk keluar dari mobilnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tegur Arjun.


"Mau nemenin pacarku belanja!" Jawab Bimo dengan santainya.


"Dia istriku bukan pacarmu. Dia mau belanja kebutuhan rumah ku bukan rumahmu, jadi,,, keluarlah kamu dari mobilku sekarang juga!" Usir Arjun.


"Kalau kamu mengusirnya maka akun juga akan ikut keluar dari mobilmu ini!" Inem pun angkat bicara.


"Keluar saja kalo berani!" Gertak Arjun.


"Ok,,, siapa takut, tapi jangan salahkan aku kalo kamu kena marah mami dan papi. Karna tadi mami menelpon ku besok dia mau kemari. Jadi jangan salahkan aku kalo aku tak menyajikan sesuatu kepada kedua orang tuamu. Karna persediaan kita sudah habis!" Ancam Inem balik.


"Good job baby, serang terus tuh brengs3k!" Guman Bimo dalam hati.


"Haishh si@l!" Umpat Arjun yang lalu melajukan kendaraannya dan membiarkan Bimo juga ikut bersamanya.


...🌸 Bersambung 🌸...


Yuhhuuu,,, bersambung dulu.


Jangan lupa like, komen dan juga vote/giftnya πŸ˜¬πŸ™


Oh ya,,, bentar lagi ramadhan tiba ya. Inem mau ucapin :


π™ˆπ˜Όπ™π™ƒπ˜Όπ˜½π˜Όπ™‰ π™”π˜Ό π™π˜Όπ™ˆπ˜Όπ˜Ώπ™ƒπ˜Όπ™‰ π™ˆπ™Šπ™ƒπ™Šπ™‰ π™ˆπ˜Όπ˜Όπ™ π™‡π˜Όπ™ƒπ™„π™ π˜Ώπ˜Όπ™‰ π˜½π˜Όπ™π™„π™‰. π™Žπ™€π™‡π˜Όπ™ˆπ˜Όπ™ π™ˆπ™€π™‰π™π™‰π˜Όπ™„π™†π˜Όπ™‰ π™„π˜½π˜Όπ˜Ώπ˜Όπ™ƒ π™‹π™π˜Όπ™Žπ˜Ό π™π˜Όπ™ˆπ˜Όπ˜Ώπ™ƒπ˜Όπ™‰. π™Žπ™€π™ˆπ™Šπ™‚π˜Ό π˜Όπ™‡π™‡π˜Όπ™ƒ π™Žπ™’π™ π™ˆπ™€π™‰π™€π™π™„π™ˆπ˜Ό π™Žπ™€π™‚π˜Όπ™‡π˜Ό π˜Όπ™ˆπ˜Όπ™‡ π™„π˜½π˜Όπ˜Ώπ˜Όπ™ƒ π™†π™„π™π˜Ό π™Žπ™€π™π™π˜Ό π™ˆπ™€π™ˆπ˜½π™€π™π™„π™†π˜Όπ™‰ π˜Όπ™ˆπ™‹π™π™‰π˜Όπ™‰ π˜Ώπ˜Όπ™‰ π˜½π™€π™π™†π˜Όπ™ƒ π™‰π™”π˜Ό π™†π™€π™‹π˜Όπ˜Ώπ˜Ό π™†π™„π™π˜Ό π™Žπ™€π™ˆπ™π˜Ό


𝓐π“ͺ𝓢𝓲𝓲𝓷 𝔂π“ͺ 𝓻𝓸𝓫𝓫π“ͺ𝓡 π“ͺ𝓡π“ͺ𝓢𝓲𝓷.


...πŸ™πŸ€²πŸ™...

__ADS_1



__ADS_2