Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.100


__ADS_3

Happy reading 😍


#PENGUMUMAN #


PARA BOCIL MELIPIR DULU YA 🙏


"Apa kau tidak senang menikah dengan ku," kini Gesya yang berbalik memberikan pertanyaan kepada Imam.


"Se...senang kok...


Kini Imam yang hanya bisa menjawab dengan singkat.


"Benarkah???


Gesya seakan meragukan apa yang di ucapkan pria yang kini telah sah menjadi suaminya.


"Iya bener lah, sueeeer," Imam mengangkat kedua tangannya tanda apa yang keluar dari mulut nya itu adalah kenyataan.


"Kalau begitu buktikan...


Imam tersenyum devil, otaknya sudah traveling merasakan sensasi bulan madu yang pertama baginya. Imam menyentuh pipi Gesya secara perlahan dari kening turun ke bagian hidung, dan semakin turun ke bagian paling sensual dari seorang wanita.


DEG...


Tubuh Gesya merespon dengan cepat, jantung nya berpacu lebih cepat, baru di sentuh wajahnya saja, rasanya sudah tidak karuan. bahkan untuk bergerak pun seakan tiba bisa. Gesya menjadi salah tingkah, karena dirinya sudah memberikan tantangan yang salah. Gesya malah terjebak dalam tantangan itu.


"Kau gugup sayang...," bisik Imam sambil tersenyum senang melihat tingkah Gesya kini hanya berdiri saja dan memejamkan mata nya. Imam semakin gemas saja dan tidak sabar memakan mangsanya yang sudah begitu menggiurkan.


"Ti...tidak a...aku...tidak...gu...gup," Gesya mencoba mengatur nafasnya saat tangan Imam sudah menyentuh lehernya secara perlahan.


"Benar kah, kalau begitu kita akan melanjutkan aktivitas kita," Imam menggendong Gesya dan tersenyum.


"Ha...haruskah seperti ini?! Muka Gesya sudah memerah, baru kali ini dia sedekat ini dengan Imam.


"Heem...


Imam membawa Gesya seperti itu sampai ke kamar utama, namun kini dia sudah memerintahkan anak buahnya agar setan yang bernama Aryo tidak boleh ada di Area itu. Imam kini lebih waspada dengan sepupunya itu. jangan sampai ada kejahilan Aryo di malam pertama nya.

__ADS_1


Sebuah kamar yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin, berbagai hiasan bunga tersebar di setiap sudut, wanginya begitu menggoda dan mengundang hasrat siapa saja yang mencium aromanya.


Imam menaruh Gesya hati-hati, keduanya berbicara dalam diam, hanya bahasa tubuh saja yang menguasai kedua para insan itu. Imam mencium kening Gesya dengan lembut dan tersenyum. dirinya masih tidak percaya bila sekarang Gesya sah menjadi istrinya dan halal baginya.


"Apa kau sudah siap sayang," bisik sang suami kepada istrinya,. Gesya merasa merinding mendengar ucapan suaminya itu, habislah sudah, Gesya tidak mungkin bilang kalau dia gugup sekarang dan tidak tahu akan memulai dari mana.


"A...pa ha...rus se...karang ???


Gesya berharap Imam memberikan nafas panjang setelah jantung nya berpacu dengan cepat.


"Uhmmm...


Permainan sudah dimulai oleh suaminya, kini dirinya tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun karena sang suami kini sedang menjelajahi setiap sela bibirnya sampai tak ada yg terlewatkan, Kini lidah keduanya saling bertemu, Gesya mencoba mengikuti apa yang dilakukan oleh suaminya.foreflay awal yang begitu sederhana namun membuat hasrat keduanya bangkit dan menuntut lebih. Imam melepaskan Gesya yang sudah kesulitan bernafas akibat perbuatannya.


"Haaah...haaah...haah...


Gesya mengatur nafasnya yang hampir habis sedangkan suaminya malah tersenyum kepada nya.


"Ini masih awal sayang" bisik Imam di telinga Gesya.


"Oh my God," Gesya malah merinding mendengar ucapan suaminya. awalnya saja sudah membuat nya kehabisan nafas seperti ini. Apa yang akan terjadi pada babak selanjutnya.


"A...akuuu...


Gesya tahu kini suaminya pasti ingin meminta yang lebih ekstrim dari apa yang baru saja mereka lakukan.


"Boleh kah aku melihat nya secara utuh," bisik Imam dengan suara serak mendayu.


Gesya tidak bisa mengatakan tidak, karena kini tubuhnya adalah milik suaminya. Gesya mulai melepas resleting baju di belakang nya, setelah terlepas sempurna, nampaknya Gesya yang hanya menyisakan pakaian dalamnya.


GLEK..


Imam terpaku melihat bentuk tubuh sang istri yang begitu indah, tangannya pun melepaskan pengait bra milik Gesya kalau melempar nya begitu saja, tampaklah jelas di matanya sekarang bentuk yang selalu dia bayangkan di benaknya.


"Bolehkah aku memulainya," Bisiknya kepada sang istri.


"Ehmmm, lakukan saja," Gesya sudah siap untuk memberikan hak sang suami.

__ADS_1


"Setelah mulai maka tidak bisa berhenti, jadi nikmatilah," bisik Imam sekali lagi, Gesya hanya mengangguk tanda setuju apapun resikonya nanti.


Setelah mendapat persetujuan, Imam menuntaskan hasrat nya, bibir yang Istri dia lu*** dengan bergairah, kedua tangannya pun tidak tinggal diam di bawah sana, kedua benda milik sang Istri pun di sentuh nya, di Re*** nya berulang kali hingga membuat sang istri mendes***h merasakan kenikmatan yang luar biasa.


"Uhhhmmmm...


Gesya hanya bisa mendes*** pelan karena lidahnya masih menyatu dengan sang suaminya.


Setelah puas dengan bibir sang istri yang membuat nya candu, sang suami kini menyusui setiap inci leher sang istri.


"Aaah...


sang suami semakin bergairah mendengar Des**** sang istri yang membuat hasratnya semakin besar, setelah memberikan tanda kepemilikan di beberapa titik leher sang istri kini Imam menuju dua benda yang sejak tadi sudah dia sentuh dengan tangannya, kini bibir nya pun ingin ikut merasakan nya juga. tak pikir panjang, sang suami benar-benar memakannya kali ini.


Sang istri kembali meracau saat sang suami sudah seperti bayi yang sedang menyusui, sungguh memberikan sensasi luar biasa baginya. cukup lama suaminya betah di sana tak peduli dengan sang istri yang makin meracau saat suaminya mempermainkan dan semakin menyesap lebih dalam.


Kedua bagian utama sudah terjamah dengan sukses oleh sang suami. tinggal satu bagian inti dari permainan ini yang akan memberikan surga dunia yang tak terbayangkan.


"Kau sudah siap sayang, sebentar lagi kita kan menyatukan jiwa dan raga kita," ucap Imam dengan tersenyum melihat Gesya yang sedang mengatur nafasnya akibat perbuatannya di bawah sana.


"Heem...


Imam membuka pakaian nya dihadapan istrinya, lanjut dengan celananya sampai terlihat lah junior nya yang sudah siap tempur. Gesya tidak menyangka akan melihat nya, begitu tegak dan lumayan besar. Gesya menelan Saliva nya, pasti akan sakit sekali rasanya.


Akhirnya Gesya sah menjadi milik suaminya mulai malam ini, Sang suami sudah mendapatkan harga mati dari seorang gadis dan kini menjadi seorang istri sah. meski sang Suami melakukan nya dengan pelan-pelan tetap saja membuat Gesya sedikit kewalahan.


Pagi harinya, Gesya lebih dulu terbangun dan membereskan pakaian nya yang berceceran di mana-mana, tak hanya miliknya saja tapi kini milik suaminya juga sudah menjadi tanggung jawabnya. dan masalah utama nya adalah...


"Astaga.... aku pakai apa iniiii," Gesya masih memakai handuk dan membuka isi lemari pakaian yang di dominasi pakaian pria.


"Ya ampun, aku kan belum membawa pakaian ku, bagaimana ini???


"Maaas... BAnguuun...


Gesya mencoba membangunkan suaminya yang masih saja terlelap. namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh suaminya sendiri, membuat nya terjatuh di dada suaminya,


"Pagiii sayaaaang...

__ADS_1


"Pagii m...maaas...


Happy reading 😍


__ADS_2