
Happy reading 😍
"Kak, jangan bicara seperti itu," Syifa memeluk Alex dengan menahan tangisnya.
"Kenapa kalian ini banyak bicara, minum lah dulu, dan duduk bersama..." ajak Pak Ilham dengan tetap bersikap tenang.
Alex melihat Syifa, setelah mendapatkan persetujuan, akhirnya Alex pun duduk samping pak Ilham, jujur jantung nya kali ini berpacu dengan cepat, namun niatnya sudah bulat, kini dia akan mempertahankan Syifa.
"Pernikahan tidak bisa dibatalkan seenaknya saja, karena papa sudah membayar semua nya dari awal hari, tinggal menunggu hari H nya saja," terang pak Ilham kepada Alex yang kini menundukkan kepala nya.
"Dan papa, sudah mengundang semua kolega papa dari luar kota," sambung nya.
Syifa kini tidak tahu apa yang harus dia lakukan, semuanya sudah terencana dengan sempurna, dari lokasi yang strategis, catering, dan semuanya, benar-benar perpect. tapi bila tidak ada pengantin nya, maka semuanya itu akan sia-sia saja.
"Alex....
Alex melihat ke arah pak Ilham yang menyebut namanya, hancur sudah harapan nya yang baru saja dia susun.
"Apa kamu mau men....
"Tidak pah, Syifa tidak akan menikah dengan kak Imam, Syifa mencintai kak Alex," ucap Syifa dengan tiba-tiba, bahkan memotong kata-kata pak Ilham yang belum terselesaikan.
"Papa kan belum selesai bicara nak," ucap pak Ilham,
"Syifa tahu kok papa mau ngomong apa," jawab Syifa yang sedang menebak kata yang akan terucap oleh papanya.
"Memangnya papa mau ngomong apa," tanya pak Ilham dengan balik bertanya kepada Syifa.
"Papa pasti menyuruh kak Alex pergi kan," Jawab nya dengan mantap, seolah jawaban tidak akan pernah salah.
"Tidak...," jawab pak Ilham dengan tersenyum lalu meminum kopi hitam yang sudah tersedia di atas meja.
"Te...terus apa?! Ternyata apa yang ada di dalam pikiran nya tidak sesuai dengan apa yang di pikirkan oleh papanya.
"Papa mau meminta Alex untuk menjaga anak papa yang tiada duanya ini," ujar Pak Ilham dengan tersenyum kecil.
"APAAAA...
Alex dan Syifa seperti tersambar petir mendengar perkataan papanya. seakan tidak percaya bila ini adalah papanya yang menentang keras hubungan nya bersama Alex, seorang papa yang tengah mempersiapkan pernikahan dirinya dengan orang lain. dan kini papanya malah bersikap 180 derajat, bersikap familiar kepada Alex yang dulu sangat tidak di sukai oleh nya.
__ADS_1
Sedangkan di bandara...
Imam sudah menghabiskan dua gelas cofee, namun belum juga ada tanda-tanda bahwa dirinya akan terbang, padahal dia sudah datang dari awal agar tidak ketinggalan pesawat yang dia pesan,
"Mas, apa mas tidak naik pesawat, tadi mas sepertinya di cari seseorang," ujar salah satu pelanggan yang baru saja tiba.
"Iyakah, maaf saya sedang tidak fokus, terima kasih atas infonya" Imam langsung bergegas, karena posisi nya lumayan cukup jauh dari lokasi pesawat berada.
"Akhirnya sampai juga huuuh," Imam langsung duduk di kursinya lalu memasang headset di telinganya, dia tidak tahu bila gerak geriknya tengah di perhatikan oleh teman sebangkunya.
"KAUUUU...
"Kau mengikuti ku sampai naik pesawat?! sontak Imam saat melihat gadis yang sejak tadi memperhatikan dirinya dengan tersenyum.
"Lah emang kenapa???
"Gue berhak naik pesawat ini," ujarnya dengan tersenyum dan menggeleng kan kepalanya,
Imam lupa bila dia saat ini menaiki pesawat yang biasa di naiki oleh orang lain, bukan pesawat pribadi milik nya, sampai mengira gadis yang duduk di sebelahnya mengikuti langkah nya.
"Sudahlah lupakan," ucapnya dengan bersikap dingin kepada gadis yang terheran dengan sikap pria ini.Imam malah memejamkan matanya dan memperbesar volume suara handphone nya.
"Apalagi gadis aneh," Imam membuka matanya, tampak seorang perempuan berpakaian rapi dengan tinggi hampir 170 tersenyum kepadanya.
"Hmmm, maaf bisa anda pakai sabuk pengaman anda," ucap nya saat mengetahui penumpang nya belum melakukan intruksi yang di berikan setengah jam yang lalu.
"Ok...," Imam langsung menuruti perintah nya, di lihat nya gadis di sebelah hanya tersenyum saja melihat tingkah lakunya.
"Ok, terima kasih," ucap pramugari cantik itu lalu pergi meninggalkan keduanya.
"Apa loe gak mau minta maaf ke gue??? tanya Gesya dengan berbisik.
"Buat apa minta maaf sama loe," ucap Imam dengan menatap wajah Gesya yang kini sangat dekat dengan nya.
"Karena loe sudah nuduh gue sebanyak tiga kali," jawab Gesya dengan tersenyum penuh kemenangan. kini dirinya ada alasan untuk bisa masuk ke dalam kehidupan pria yang kini jadi teman sebangkunya.
"Ok, gue minta maaf sama loe," ucap Imam tanpa melihat Gesya.
"Apaan itu, kurang tulus," terang Gesya melihat cara imam meminta maaf kepada nya.
__ADS_1
"Terus apa mau loe," tantang nya, dia tidak ingin berurusan dengan wanita ini terlalu lama.
"Hmmm, nanti gue pikirin dulu," Gesya menahan Imam dengan permintaan maaf nya yang belum di terima oleh Gesya.
"Apa yang harus di pikirkan, katakan sekarang," Imam memaksa gadis itu agar urusannya cepat selesai.
"Hoaaam, gue ngantuk gue mo tidur," Gesya tidak menggubris apa yang di katakan oleh Imam sama sekali.
"KAUUUU....
Imam merasa dipermainkan oleh gadis yang kini sudah benar-benar tertidur pulas. mau tidak mau dirinya mengikuti permainan gadis itu, dirinya pun ikut tertidur karena sudah lelah dan belum istirahat.
****************************
Syifa dan Alex Akhirnya mendapatkan restu dari pak Ilham yang tidak lain adalah papa nya Syifa. Acara pernikahan pun tidak di tunda hanya mengganti calon pria saja. para tamu undangan pun belum mengetahui siapa orang yang akan menikah dengan Syifa, sehingga tidak menjadi masalah yang signifikan.
Saking senangnya Alex sampai lupa memberitahu orang tua nya tentang pernikahan nya besok lusa. bahkan dirinya sendiri tidak percaya akan semuanya yang begitu cepat. saat mengingat kedua orangtuanya, Alex langsung menghubungi mereka dan langsung mengatakan bahwa dirinya akan menikah.
"Pah... aku akan menikah lusa nanti," terang Alex saat dirinya menelpon papanya yang masih berada di luar negeri sana untuk mengembangkan bisnisnya.
"Apa... lusa???
Papa Alex yang tidak tahu menahu tentang apa yang sudah terjadi begitu terkejut mendengar berita yang baru saja dia dengar dari anaknya.
"Iya pah, cepatnya kesini sebagai waliku," ucapnya dengan sedikit memohon.
"Hais kau pikir menikah itu seperti membeli barang, bisa secepat itu haaah," teriak papanya sambil menepuk jidatnya. sungguh anaknya ini masih saja senang memerintah orang tua seperti dirinya.
"Iya bagaimana sudah terlanjur pah," terang Alex dengan tertawa kecil.
"Terlanjur bagaimana???
"Kamu yakin istrimu sudah tahu siapa dirimu sebenarnya, dan tetap mau menjadi istri mu???
Kini pembicaraan pun mulai serius, karena menjadi bagian dari Keluarga Alex tidak lah mudah. karena nyawa akan menjadi taruhan terbesar.
Alex tersadar, dirinya belum mengatakan tentang siapa dirinya yang sesungguhnya. apa Syifa tetap mau menikah dengan nya setelah mengetahui jati diri Alex.
Happy reading 😍
__ADS_1