Inilah Aku

Inilah Aku
kandungan ku


__ADS_3

aku mengandung anak pertamaku, aku tak mengerti kenapa suami ku tidak mau mengantar ku ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin setiap bulan, aku sering merasa kan kontraksi entah kenapa, aku mulai merasakan hal-hal gaib di rumah ini, aku selalu sendiri dimalam hari karena suami selalu mengatakan lembur & lembur sampai satu saat aku marah karena melihat keadaannya matanya merah & bengkak karena tiap saat di depan komputer untuk menyelesaikan pekerjaannya, dia bekerja di instansi pemerintah, gajinya hanya 91 ribu rupiah saat itu, cukup untuk apa, sementara dia lembur namun tak ada tambahan untuk itu, aku berusaha membantu sebisa ku untuk meringankan pengeluaran rumah tangga yang tak terduga, aku berjualan kacang goreng & penyek, namun kondisi ku yang sedang mengandung aku sering tidak dapat memenuhi pesanan pelanggan, sampai suatu saat kandungan ku berusia 7 bulan, malam itu aku ingin BAB, karena di tempat ku adalah wc umum, aku coba ngelongok dulu apa kah penuh atau tidak karena di ujung ada yg kosong aku ambil ember & memompa air untuk cebok, & aku masuk ke wc umum, aku selesai buang hajad namun aku mendengar sebelah ku itu ngobrol di wc, aku tak pernah curiga apa pun, ku tegur mereka " eh.... kok di wc ngobrol pamali tau... " karena aku sudah selesai aku keluar namun aku bingung kok di sebelah aku kosong dua-duanya, tampa pikir panjang aku segera pulang, cuci kaki & tangan segera masuk kamar, aku masih merasa kan kebingungan ku, ku tunggu suami ku pulang namun tak kunjung pulang "ya Allah kemana suami ku", aku tak pernah berpikir buruk soal suami ku, & akhirnya aku terus tidur, menjelang subuh suami ku pulang, aku melihat matanya yg masih merah


" mas pergi lah berobat, periksakan mata mu itu, & istirahat jangan di depan komputer terus " ucapku sambil menyeka matanya, ku rebus daun sirih untuk mencuci matanya.


" ya gimana kerjaan harus segera selesai, ga ada yang bisa gantiin aku " ujarnya


"ya Allah mas kalau mata mu buta apa ada yang perduli, pikirin diri mu sendiri, lagi juga lembur apa ada kompensasinya kan ga ada" ucap ku kesal


" mana ada de pegawai negri lembur ga dapet tambahan" jawabnya


"paling tidak atasan mu itu ngerti kalau kamu itu punya istri, masa kerja selalu sampai pagi memang kamu itu robot mas" tegas ku


suamiku hanya diam, & tidur ku biarkan dia tertidur, tiba-tiba pintu di ketuk


" assalamu'alaikum " terdengar suara laki-laki di sana

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab ku


" bapak ada bu, " tanyanya


" ada pak, sedang tidur" jawab ku


"bisa di bangunkan bu, harus segera ke kantor, pekerjaan sudah di tunggu" pintanya


"pak suami saya itu baru pulang matanya merah, apa bapak perduli melihat kondisinya, kalau buta apa mau tanggung jawab, seharian harus di depan komputer apa suami saya robot" ucap ku mengungkap kekesalan ku


mungkin saja si laki-laki berpakaian tentara itu kesal karena ucapan ku, pergi tanpa mengucapkan apa pun. suami ku terbangun


" ada apa dek, siapa kok kamu marah-marah, " tanyanya


"ga tau siapa dateng -dateng suruh bangunin kamu mas, kamu baru aja istirahat, ga ngerti apa udah mata sakit kaya gitu masih aja di suruh kerja" ucap ku

__ADS_1


" ya Allah dek itu atasan ku, ya memang begitu, namanya orang kerja, laporan ini udah di tunggu, ambilin anduk aku mau mandi" katanya


" mau berangkat juga mata bengkak begitu, bilangin sama atas mu mas paling ga tu komputer kasih anti radiasi, jadi orang kerja ga kena radiasi, memang kamu dapet apa, di bayar ga, mending kamu ngajar kasih private dapet duit tauan, dari pada kerja begitu gaji kecil.


suami ku buru-buru berpakaian & berangkat kekantor, karena dekat cukup lah iya jalan kaki, berangkat makan aja gak.


hari itu ada kakak ipar ku, mereka mengurus acara 7 bulanan karena aku tidak bisa mencium bau bumbu nasi & sebagainya aku hanya diam di kamar, aku merasakan kontraksi yang begitu hebat, suami ku memanggil dukun beranak untuk melihat kondisi ku " ini ma ke sambet " kayanya


" suka ke wc kalau malam ya" tanya nya


" iya mba memang kenapa" tanya ku dia bicara pada suamiku " cari kelapa hijau 2, telur ayam, " & entah apa lagi yang di ucapkan dukun beranak itu, suami ku menurutinya, dukun bayi itu mengurut perut ku, aku merasa bayi di dalam kandungan ku bergerak " dia masih terlalu kecil untuk dilahirkan" katanya


aku diam saja " istirahat di tempat tidur aja, jangan ngapa-ngapain, bayinya ga boleh lahir dulu, neng yang namanya ibu hamil itu wangi ini ada yg mau ngambil bayinya" katanya


si dukun bayi memecah kan telur, & mengatakan bayi yang ku kandung perempuan, dia menyuruh suami ku membuang sajen di dekat wc & di kali, suami ku menuruti apa yang di katakan dukun itu, sedang aku ga percaya dengan hal-hal berbau klenik, namun demi keselamatan bayiku ku turuti saja.

__ADS_1


__ADS_2