
anak ku lahir tidak sempurna, meski semua lengkap, namun dia lahir di usia muda kata dokter "kalau nanti ada sesuatu dengan putri ibu jangan kecewa karena dia lahir pada saat perkembangan otak, pembentukan cangkang otak, tapi pada dasarnya dia sempurna, ibu harus rawat dia baik-baik, jika dia bodoh akan sangat bodoh, tetapi jika dia pintar makan akan sangat pintar"
aku merasakan begitu sedih dengan keadaan putri ku yg harus tetap dalam inkubator, karena jikalau dia lahir 7 bulan sudah sempurna, namun di usia 8 bulan adalah masa rawan dimana pembentukan[ukan kepala sedang berlangsung, aku hanya bisa berharap & berdoa agar anak ku dalam keadaan baik-baik saja" tanpa sengaja air mata ku menetes
__ADS_1
" Tuhan bantu aku untuk merawat titipan mu ini" bathin ku.
aku pulang bersama anak ke ke rumah orang tua ku, karena keadaan ku yang tidak memungkinkan, merawat sendiri putri ku, dengan kondisi aku yg lemah setelah oprasi, namun karena semangat ku, kebahagian ku dengan kehadiran putri kecil ku, aku cepat pulih, 2 minggu pasca oprasi Caesar aku kontrol kerumah sakit, untuk memeriksakan jahitan ku, memeriksakan kondisi kesehatan putri ku, putri yang mungil, buah hati ku & kebahagian ku, meski rasa kecewa mendera bagiku itu biasa, seorang wanita di perlakukan tidak sebagaimana mestinya seorang istri.
__ADS_1
aku hanya bisa meneteskan airmata, mama ku selalu mengajarkan surga seorang istri adalah suami, hingga seperti apa pun perlakuan suami ku aku tetap diam, jika aku marah pun tetap diam, rasa sakit & kecewa aku telan sendiri, aku adalah seorang ibu, & seorang ibu mempunyai naluri dimana dia tak ingin anaknya tersakiti, anaknya merasakan susah, ASI ku memang banyak namun tak bertahan lama, hanya 3 bulan saja anak ku mengkonsumsi ASI, seterusnya dia harus minum susu sapii, dengan keadaan ekonominya suami ku merasa ke beratan dengan membeli susu kemasan, air mata ku meleleh karena tak sanggup melihat jika putri ku tidak minum susu, kesana kemari ku pikirkan bagaimana anak tetap dapat minum susu, akhirnya aku berjualan peyek & kacang goreng, meski putriku harus ku taruh dalam ayunan kain yang ku bentangkan dari kursi satu ke kursi yang lain, agar aku dapat mengawasinya meski aku sibuk memproduksi peyek yang kian hari kian banyak pesanannya, sedikit membantu supaya putri ku tetap minum susu, aku tak sanggup harus memproduksi sendiri karena pesanan begitu banyak, sementara anak ku tak ada yang menjaga, aku coba berdiskusi dengan adik ku bagaimana caranya agar putri ku tetap minum susu, akhirnya adik ku menawarkan pekerjaan sebagai SPG di sebuah toko, lama aku berpikir, siapa yang akan mengasuh putri ku, aku datang ke rumah orang tua ku untuk mengatakan niat ku bekerja, ayah ku mempersilahkan aku bekerja, "biar anak mu disini, bekerja dengan tenang supaya kamu bisa memberikan kebutuhan anak mu" ujar ayah ku & ibu ku pun mendukung
disini lah awal dimana tekat ku untuk membenahi diri & putri ku
__ADS_1