
Happy reading 😍
"Pendamping", batin Aryo, sungguh dia belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi sebenarnya. menjadi pendamping pria adalah hal pertama baginya. tentu saja dia hanya mengetahui sekilas tentang apa yang di lakukan oleh pendamping.
"Iya pendamping, Karena seminggu lagi sepupu kamu akan menikah dan kamu akan membantu pernikahan mereka sampai acara selesai," ucap pak Harun sedikit memberikan penjelasan kepada anaknya itu.
"Sepupu???
Aryo melirik sang sepupu yang hanya tersenyum ke arahnya seakan membenarkan apa yang di dengarnya.
"Bagaimana bisa seperti itu," ucap Aryo merasa tidak rela bila yang menikah justru sepupunya bukan dirinya.
"Memangnya kenapa tidak bisa???
Bu Nilam ikut bicara dan terheran mendengar penolakan Aryo tentang pernikahan anak-anaknya.
"Ya karena itu kan harus nya...," Aryo tidak meneruskan kata-katanya saat Siti menatap nya dengan tajam.
"Maksudnya kok cepat kali mau nikah ya, hehe," Aryo tidak jadi mengatakan protes nya,
"Maaf semua... aku pinjam Kang Aryoo sebentar ya," Siti langsung menarik tangan Aryo dan membawa nya sedikit lebih menjauh dari yang lainnya.
Aryo hanya bisa pasrah saja saat Siti membawa dirinya dan menariknya begitu saja. apa ya yang mau di bicarakan???.
"Ada apa sih, kok sampai menjauh gini loh," Aryo menatap Siti dan mencoba mencari tahu lewat tatapan Gadis itu.
"Aku mau tanya tentang...," Siti menahan kata-katanya, ada rasa sesak di dadanya saat ingin mengucapkan nama seseorang yang ternyata dulu adalah calon kekasih Aryo.
"Loh kok diam, mau tanya apa sih," Aryo terheran melihat Siti yang malah terdiam saja. apa yang ingin Siti ketahui dan tentang apa sih, Aryo mencoba menerka apa yang diinginkan Siti.
"SEYNA...
"Siti mengucapkan satu nama, setelah itu bibir nya kembali terkunci rapat, cukup sulit baginya untuk mengeluarkan nama itu, namun apapun yang terjadi, mau tidak mau nama itu juga akan menjadi bagian dari kehidupan nya kelak, bila dia nanti menikah dengan Aryo.
DEEEG...
__ADS_1
Aryo terlihat pucat pasi mendengar sebuah nama yang begitu lekat di hatinya, sebuah nama yang tidak bisa dia lupakan.
"Dia kekasih ku..., Dia cahaya ku yang menerangi kegelapan dalam jiwaku, sumber kekuatan ku saat jiwaku begitu ringkih, hanya dia yang sanggup bertahan," jelas Aryo, pandangan nya ke depan menatap langit dan bintang dari kejauhan.
"Tapi.... hubungan ku kandas tak lama saat diaaa....
Siti menatap wajah Aryo dan menyimak semua penuturan Aryo dengan sedikit menahan sesak di dadanya. ternyata ada seseorang yang masih ada di hatinya.
"Dia meninggal...
Siti meneruskan kata-kata yang terhenti dan kembali menatap Aryo dengan wajah yang datar, entah apa yang dia rasakan saat ini, semuanya kacau balau dan seolah bersatu padu.
Aryo terkaget mendengar Siti mengetahui kalau Seyna sudah meninggal, padahal Aryo tidak pernah mengatakan atau bercerita kepada siapa pun tentang Seyna. hanya pak Harun lah yang mengetahui nya, karena pak Harun lah yang selalu memberikan motivasi untuk terus berjuang melawan rasa sedihnya.
"Dari mana kamu tahu tentang itu," tanya Aryo dengan wajah datar,
"Dari papa...
"Papa menceritakan semuanya tentang dia dan tentang hubungan kalian," jelas Siti, kini dirinya pun menatap langit yang jauh di sana.
Aryo cukup terkejut mendengar kata-kata Siti, ternyata papanya sendiri yang telah menceritakan masa lalunya. Aryo tidak mengerti kenapa papanya begitu terbuka kepada Siti, karena sebelumnya papanya pun tidak pernah mau tahu urusan nya dan ikut campur ke dalam nya.
"Maaf kalau aku sudah membuat kamu mengingat kembali hal yang tidak ingin kamu ingat Yoo," Ucap Siti dengan lembut, tak biasanya dia bisa bersikap seperti ini bila berhadapan dengan laki laki di depan nya.
"Ya... ga papa... lagian itu sudah masa lalu kan, its ok...," Aryo tersenyum ke arah Siti dan menatap lekat mata sang pujaan hati.
"Dan aku... akan kembali ke desa bersama ibu dan kang Supri setelah acara pernikahan kakak Syifa selesai," ucap Siti dengan lirih, cukup lama dia memutuskan untuk kembali lagi ke tempat asalnya bersama dengan orang yang dia sayangi.
"Kembali???
"Tidak, aku nggak mau kamu kembali, tinggallah bersamaku selamanya sebagai ratuku, please...," Aryo tidak tahu kalau Siti ternyata ingin kembali ke desa, itu artinya pertunangan nya pun tidak akan pernah terjadi.
"Hanya untuk sementara Aryoo..., sampai aku dan kamu benar-benar saling mencintai dan tidak ada lagi orang lain di antara kita, meski itu hanya masa lalu," Siti menjelaskan maksudnya agar Aryo mengerti dengan keputusan yang telah dia ambil.
"Maaf aku gak mau suatu saat nanti kamu menyesal dan akhirnya berimbas kepada hubungan kita di masa depan," batin Siti, mungkin dengan kembali ke desa akan memberikan waktu untuk keduanya saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing,
__ADS_1
Aryo terdiam cukup lama hingga desaran angin pun terdengar saat menyapa keduanya, sungguh ini adalah pilihan yang sulit baginya. tapi apa boleh buat, dia harus memberikan waktu untuk Siti sekali lagi agar Siti benar- benar yakin bahwa dia sungguh mencintainya.
"Sebaiknya kita kembali sebelum semuanya menyusui kemari dan membuat kerusuhan," ucap Siti saat melihat Bu Nilam yang selalu memperhatikan dirinya dari kejauhan.
"Ya... ayo kita kembali," Aryo kini menggandeng tangan Siti dengan lembut, dan berjalan beriringan menuju tempat semula di mana semua orang sedang menyiapkan berbagai bahan untuk acara barbeque malam ini guna mengucap syukur untuk hubungan Syifa dan Imam yang akan menikah Minggu depan.
Di saat semuanya orang menikmati hidangan barbeque yang sudah matang, terlihat seseorang yang berjalan ke arah Syifa dan Imam yang lagi duduk bersebelahan.
"Syifa...
Syifa menoleh saat mendengar namanya di sebut oleh orang yang sudah berada di hadapannya.
"Kak Alex...
Syifa langsung berdiri dari posisi duduknya, begitu pun dengan Imam dan yang lainnya, Imam menghalangi Syifa agar Alex tidak menatap Syifa terus, sungguh itu membuat ada rasa cemburu di dalam hatinya. apalagi Alex adalah mantan Syifa.
"Pergi dari sini, kami tidak membutuhkan penjahat seperti kamu," Hardik pak Ilham saat mengetahui Alex akan mendekati anaknya Syifa.
"Pah please beri aku kesempatan kedua, aku sayang menyayangi Syifa pah," Alex mencoba meyakinkan pak Ilham bahwa dirinya benar-benar mencintai putrinya.
"Tidak ada kesempatan kedua untuk orang jahat seperti kamu...
PERGIIIIIII...
Pak Ilham tidak ingin mendengar alasan klasik, baginya Alex bukan lah pasangan yang baik bagi Syifa, lagi pula sudah ada Imam yang akan menjadi suami Syifa kelak.
"Pah, tolong beri aku waktu untuk bicara sama kak Alex, sepuluh menit saja," Syifa melihat ke arah papanya untuk mendapatkan izin meski hanya sebentar saja.
"Hanya sebentar saja," Ucap Syifa kepada Imam yang kini mulai memberikan jalan untuk nya dan Alex.
Alex tersenyum penuh arti, masih ada harapan untuk nya mendapatkan cintanya kembali...
Syifa pun langsung memegang tangan Alex dan membawa Alex sedikit menjauh dari keluarga nya.
Happy reading 😍
__ADS_1