Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.72


__ADS_3

Happy reading 😍


"Kita ke rumah sakit," ucap Alex kepada Aryo yang malah menghalangi langkahnya.


"Apa yang terjadi," tanya Aryo kepada Alex yang datang dengan tergesa-gesa.


"Kita ke rumah sakit...," ucapnya, di tatapnya Syifa, betapa kaget dirinya saat melihat wajah Syifa yang sedikit lebam di kedua pipinya.


"Kurang ajar, siapa yang sudah berani menyakitimu Syifa," batin Alex, dadanya kian sesak saat dirinya merasa tidak berguna dan membuat Syifa menjadi menderita seperti ini.


"Aku yang akan membawanya...


Alex terdiam, ada seseorang yang sepertinya menyaksikan mereka dari jauh, dan Alex paham siapa yang ada di belakang nya saat ini. Alex menoleh ke arah suara itu, tampak Imam sudah berdiri di belakang nya dengan wajah tidak bersahabat.


BUUGHT


"Jangan pernah sekalipun mendekati calon istriku lagi atau aku akan menghajarmu sampai babak belur," teriak Imam setelah berhasil memindahkan Syifa ke dalam pelukannya.


"CUKUP...


Aryo datang dan berada di tengah mereka, berusaha untuk melerai keduanya, Aryo tahu Imam pasti dilanda cemburu saat ini, melihat Syifa yang di gendong oleh Alex baru saja.


"Kalau kalian bertengkar terus, kasian Syifa, dia butuh pertolongan pertama segera," ucap Aryo menyadarkan keduanya mana yang harus menjadi prioritas utama saat ini.


"Tenang saja... a...aku minta maaf, aku hanya mengkhawatirkan nya," ucap Alex kepada Imam, Alex tidak bisa melepaskan pandangannya ke arah Syifa yang masih belum sadarkan diri.


Alex pun mundur dan berjalan menjauh dari mobil yang akan di tumpangi oleh Imam. kini hatinya sudah tenang, karena Syifa sudah ada di tangan yang tepat, laki-laki yang begitu mencintainya dirinya.


"Ayoo cepat," perintah Aryo kepada Imam agar cepat masuk ke dalam mobil. Imam menuruti perintah Aryo dan langsung masuk ke dalam mobil. mobil pun dengan cepat melaju, meninggalkan Alex yang merasa sedih melihat kondisi Syifa.


"Setidaknya Syifa kini sudah aman,"batin Alex. Alex pun bergegas kembali ke dalam mansion untuk menemui para bodyguard nya untuk membuat sedikit perhitungan dengan mereka yang sudah berani menculik wanita yang dicintainya bahkan membuatnya menderita seperti itu.


"KELUAR KALIAN KEP****," Suara Alex langsung menggelegar memenuhi seisi mansion.


Mendengar suara khas bos mereka, semua anak buahnya Alex keluar dengan berbondong bondong dan saling bertabrakan yang satu dengan yang lainnya. mereka menundukkan kepalanya tanda rasa takut kepada bosnya, tidak ada yang berani menatap bosnya bila sedang marah.


Alex berjalan perlahan ke arah mereka dan memperhatikan satu persatu wajah mereka yang masih saja tertunduk. inilah para bodyguard nya yang sudah lancang menculik calon ratu bagi mereka.

__ADS_1


"TAMPAR DIRI KALIAN...


"CEPAAAT...," teriak Alex dengan tatapan matanya yang tajam seolah siap menerkam mangsa di tempat sekarang juga. saatnya memberi hukuman yang setimpal dari Alex kepada mereka.


PAAAK...


PAAAK...


PAAAK..


Begitu kerasnya suara tamparan yang muncul membuat siapapun yang melihatnya akan terasa ngilu.


"Kalian tahu kesalahan kalian?!" bentak Alex dengan santai. di nyalakan nya rokok yang berada di sakunya dan mulai menghisap rokok itu.


"Ka...kami ta...tahu boos," ucap salah satu bodyguard yang ikut terlibat dalam penculikan Syifa.


"Kami tidak berniat menyakiti nona bos, kami hanya menjadikan nona Syifa sebagai alat agar polisi itu mau mengikuti permintaan kami," jelas yang lainnya.


"Kami di su...suruh seseorang bos," ucap yang lainnya yang mulai berani mengatakan pendapat nya.


"Oooh seseorang kata kalian," ucap Alex dengan menyilang kan kedua tangannya di atas dadanya.


"Siapa bos kalian??? Ucap Alex dengan nada tinggi, dia merasa kecewa dengan anak buah nya yang sudah bertindak sembrono dan mudah terhasut oleh orang lain.


"BOS ALEX," jawabnya dengan serempak.


"Lalu siapa yang kalian ikuti, dan merencanakan semuanya?!" tanya Alex kepada mereka, Alex ingin tahu siapa yang berada di balik semua ini yang berani mengganggu Syifa.


"Di...diaaa adalah...," salah satu bodyguard nya menjawab dengan terbata-bata.


"Siapa??? Alex mengangkat kerah baju bodyguard dengan kuat hingga mampu mencekiknya sampai ke leher.


"De...Dewi boos," ucapnya di tengah nafasnya yang tersengal, akhirnya bodyguard itu mengatakan siapa dalang di balik rencana jahat terhadap Syifa.


"DEWIII???


"Rupanya dia masih belum puas bermain-main," Alex melepaskan tangannya dan mulai berpikir hukuman apa yang pantas untuk Dewi kali ini. hukuman yang akan membuat dirinya seperti hidup segan matipun tidak mau. Alex akan membuat hidup Dewi bagaikan di neraka.

__ADS_1


"Di mana dia sekarang??? tanya Alex kepada semua bodyguard nya.


"Di dalam mansion bos," ucap salah satu tanpa berani menatap mata bosnya.


"Apa kalian yakin, dia masih berada di sini?? tanya Alex kembali, mana mungkin Dewi masih bertahan di Mansion bila nyawa nya saja sedang terancam.


"Ka...kami akan mencarinya bos," mereka pun berpencar mencari Dewi, mereka membagi menjadi dua kubu, yg satu mencari di dalam mansion dan yang satunya di bagian luar.


Semua ruangan mereka telusuri dari kamar, dapur, kamar mandi, semuanya tidak ada yang terlewat namun hasilnya nol, orang yang mereka cari tidak ada di dalam mansion. tinggal menunggu tim ke dua yang mencari di luar mansion.


"Ga...gawat bos, mereka sepertinya sudah melarikan diri dari sini," ucap Salah satu bodyguard yang masuk dengan terengah-engah.


"Biarkan saja mereka lari," ucap Alex dengan santai.


"Ta...tapi boos...


"Lihatlah... akibat kalian mempercayai orang asing, kalian lupa siapa bos kalian," ucap Alex dengan sedikit mencibir para bodyguard nya yang telah lalai.


"Maafkan kami boos," para bodyguard Alex membungkukkan badannya tanda meminta maaf atas kesalahan yang mereka lakukan.


"Bergerak sekarang, dan tangkap mereka , hidup atau mati," perintah Alex, Alex tidak bisa lagi memberikan kesempatan kepada Dewi dan mommy Melanie kali ini, mereka sudah dengan berani menyakiti Syifanya, maka mereka harus membayar dengan sangat mahal, bila perlu nyawa mereka pun belum cukup untuk membayar nya.


"Baik bos," para bodyguard Alex langsung berpencar mencari keberadaan Dewi dan mommy Melanie yang ternyata sudah kabur dari mansion Alex.


Sementara itu...


Mobil Aryo sudah sampai di rumah sakit terdekat, Aryo langsung turun dan meminta bantuan agar para perawat membawa tandu berjalan untuk membawa Syifa lebih cepat ke ruangan dokter.


"Suster tolooong," Teriak nya, pada perawat pun memahami bahwa ada pasien di dalam mobil yang harus mereka bantu, beberapa dari mereka pun dengan sigap membantu Imam memindahkan Syifa.


Mereka pun bersama-sama mendorong nya dengan hati-hati tapi pasti sampai ke ruang UGD.


"Maaf bapak tunggu di sini saja, biarkan kami yang akan menolong nya," pinta suster yang sudah menahan Imam yang akan ikut masuk ke dalam ruangan UGD.


"Tapi suuus...


"Sudah biarkan dokter yang menangani nya, percaya lah semua akan baik-baik saja," Aryo menahan Imam yang bersikukuh ingin melihat keadaan Syifa di dalam sana.

__ADS_1


"Ya... a...akuuu mengerti Yoo...


__ADS_2