Inilah Aku

Inilah Aku
Pertemuan.


__ADS_3

Happy reading 😍


"Ituuuuu...," kang Supri menunjukkan arah kemana pria yang tadi memanggil nama Syifa.


"Tuhan sangat baik kepadaku, karena aku bisa melihat kakak ku kembali di saat aku membutuhkan nya," batin Siti, semua memang ada waktunya, begitu pun pertemuan nya dengan Syifa.


Siti mencari ke arah yang di tunjuk oleh kang Supri, Siti memperhatikan semua orang, namun nihil, di antara mereka tidak ada tanda-tanda Syifa kakak nya.


Tak puas sampai di situ, Siti terus mencari dan mencari, lantai atas tak luput dari perhatian nya. Namun saat akan ke lantai atas, Siti menghadapi sebuah mesin berjalan menyerupai tangga. Siti mencoba berpegangan pada pegangan mesin itu namun,


"Awwww" Siti menarik kembali tangannya yang akan terbawa oleh mesin berjalan itu.


"Bagaimana caranya untuk bisa ke atas???


Tak lama banyak pengunjung lainnya yang mencoba menggunakan mesin berjalan itu untuk naik ke atas dan memperhatikan Siti yang hanya terdiam saja.


Wuuush


Semua pengunjung lainnya pun dengan lancarnya naik ke atas tanpa rasa ragu seperti Siti. Namun kaki mereka tidak berjalan selayaknya menaiki tangga pada umumnya, semua orang bisa ke atas tanpa melangkahkan kakinya, cukup diam dan tetap berpegangan, biarkan mesin yang menyerupai tangga itu melakukan tugasnya.


"Oooh, seperti ituuu," batin Siti saat melihat semua orang sudah di lantai atas,


Siti mencobanya sekali lagi, namun karena yang dia coba adalah tangga untuk arah turun ke bawah, otomatis malah membuatnya harus berjalan seperti biasanya, namun tangga itu tak membawanya naik ke lantai atas malah sebaliknya, Siti berusaha sekuat tenaga, tak ayal tiba-tiba kakinya terjerembab membuat Siti hilang keseimbangan dan akan terjatuh.


"Aaaaah"


Siti sudah memejamkan mata nya seakan tidak ingin tahu apa yang terjadi setelahnya.


Namun aneh...


Tubuhnya tidak terasa sakit sama sekali, padahal dia yakin, sudah terjatuh tadi.


"Hati-hati Nonaa," Aryo menopang tubuh Siti yang hampir saja mencium lantai yang keras itu.


"Ar...Aryooooo,"


Siti langsung mencoba bangun dan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan .


"Makasih," ucap Siti ketika tahu Aryo yang sudah menolong nya.


"Mau ke atas??? ucap Aryo dengan masih menatap Siti dengan lekat.

__ADS_1


"Iyaaa... maunya...,"


"Tapiiii... nggak bisa," ucap Siti lirih, padahal sedikit lagi bisa bertemu dengan kakaknya Syifa.


"Ayooo,"


Aryo mengulurkan tangannya untuk membantu Siti menggunakan mesin berjalan yang menyerupai tangga di hadapannya. tak heran bagi Siti bila belum tahu apa yang ada di hadapannya, ini pasti pertama kalinya untuk nya.


"Iyaaa,"


Siti pun menyambut uluran tangan Aryo dengan senang hati dan berharap semoga dia tidak terlambat dan bisa berjumpa dengan kakaknya secepatnya.


"Perhatikan kaki mu ya, jangan sampai tersangkut dan di makan mesin ini," Goda Aryo dengan puasnya melihat kepolosan calon tunangannya itu.


Siti merasa gemetar saat memijakkan kakinya, untungnya ada Aryo di samping nya, klo tidak mungkin Siti akan jatuh kembali.


"Santai saja, nggak papa kok," Aryo berusaha untuk menenangkan Siti yang terlihat sedikit takut menaiki tangga berjalan.


"Jangan di lepas," ucap Siti yang semakin erat memegang tangan Aryo dan sedikit memejamkan matanya.


"Ok...," Aryo malah senang dengan tindakan Siti itu, seandainya saja bisa berlama-lama dalam situasi ini.


"Sudah sampai, buka matamu nona..


Siti pun membuka matanya, alangkah senangnya saat dirinya berhasil berada di lantai atas. saking senangnya Siti memeluk Aryo dan mengucapkan rasa syukur nya, semoga belum terlambat.


"Sudah puas memelukku Nona," Aryo mengingatkan Siti yang masih belum melepas pelukannya, aksi mereka sontak mengundang perhatian banyak orang yang sedang berlalu lalang.


"Wah kalian so sweet ya," salah satu pengunjung terkesan dengan aksi yang dilakukan oleh kedua nya.


Siti yang baru menyadari dirinya sudah memeluk Aryo tanpa sengaja, dengan cepat melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada semua orang yang malah memperhatikan dia dan Aryo.


"Hehehe, terima kasih, maaf semuanya," Siti merasa canggung dan malu karena sudah membuat kehebohan,


"Ayooo, pergi dari sini," bisiknya ke telinga Aryo tanpa menunggu persetujuan Aryo, Siti pun langsung menarik tangan sang pemilik.


Setelah sedikit jauh, Siti baru melepaskan tangannya, Berat juga membawa Aryo dan sedikit melelahkan, rasa haus mulai mendera, begitu pun rasa lapar yang sudah tak bisa di sembunyikan.


"Istirahat dulu, nah di sana," Aryo sekarang yang menarik Siti dan membawa nya ke salah satu food court yang berada tak jauh dari posisi mereka.


"Aku ingin bertemu kakakku Yooo," ucap Siti merasa sedikit pasrah karena sampai saat ini dia belum menemukan Syifa sang kakak yang sangat dirindukannya.

__ADS_1


"Kakak???


Aryo bertanya kepada Siti tentang kakak yang baru saja dia bicarakan, karena Siti memang tak pernah menceritakan tentang sosok kakaknya itu.


"Iya... Dia ada di sini yooo, tadi Abah melihatnya," ucap Siti sambil mengarahkan pandangannya ke segala arah, siapa tahu kali ini dia bisa melihat Syifa.


"Ok, nanti kita cari lagi, sekarang makan dulu jangan sampai kamu kelelahan," ucap Aryo dengan menatap Siti, seolah sedang memberikan sugesti.


"Iyaaa," ucapnya menuruti permintaan Aryo kali ini, karena dirinya memang sudah lelah mencari selama dua jam lamanya.


Aryo pun memesan makanan dan minuman yang tersedia di dalam Food court. Siti hanya pesan apa yang Aryo pesan, baginya apapun itu pastilah enak.


Tak lama, apa yang di pesan sudah sampai dan langsung di nikmati oleh keduanya. Saat menguyah makanan pun, Siti tetap mencari sosok kakaknya di dalam Food court, mungkin saja kakaknya adalah salah satu dari pengunjung yang sedang menikmati pesanannya.


"Kak Syifa...," Siti langsung menghampiri sebuah meja yang terdapat dua orang sejoli yang berniat sama seperti Aryo dan Siti.


Aryo pun menyusul Siti karena ingin mengetahui siapa kakak yang di maksud Siti.


Seorang gadis dengan memakai blouse berwarna putih pun menengok ke arah yang telah memanggil nya.


Gadis itu langsung berdiri tak merasa kaget karena sosok dia rindukan saat ini ada di hadapannya,


"Adeeeeek," Syifa tak menyangka dia bisa berjumpa dengan adik semata wayangnya kembali, tangisnya pun tumpah saat dia memeluk Adiknya tercinta nya.


"Kakaaaak," Siti tak kalah senangnya, akhirnya setelah beberapa bulan tak berjumpa, Tuhan mempertemukan kembali keduanya.


Air mata keduanya tumpah begitu saja seolah ingin menjadi saksi pertemuan keduanya.


Aryo tersenyum melihat Siti bisa menemukan sosok yang sedang di carinya, Namun matanya terpaku ketika mengetahui siapa laki-laki yang sedang bersama kakak Siti,


Apalagi saat melihat Syifa, sepertinya Aryo tidak asing dengan wajahnya,


"Jadi gadis ini kakak Siti, dia yang aku selamat kan waktu itu," batin Aryo setelah mengingat kejadian waktu itu.


Aryo pun melihat Pria yang bersama Syifa,


"Kenapa pria brengsek itu bersama kakaknya Siti??? Aryo menatap tajam ke arah pria yang juga sedang memperhatikan nya.


"Diaaaa, kenapa masih hidup," batin Alex merasa heran dengan apa yang di lihatnya.


Kini kedua pria saling berhadapan, namun tak ada kata yang keluar dari mulut mereka,

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2