
Happy reading 😍
"Ayo sini turun," Ajak Siti saat Aryo hanya diam saja.
"Mau ngapain sih, kotor lahh ituu," Aryo tidak ingin sepatu mahalnya terkena lumpur.
"Ya udah, tunggu situ," Siti meninggalkan Aryo dan berjalan di atas lumpur dan mulai mencari si keong sawah satu persatu.
"Lah di tinggal gue ya," Aryo pun hendak turun ke area persawahan dan siap berteman dengan lumpur dan hewan hewan kecil di sana. Aryo melepaskan sepatunya agar tidak kotor, dia berjongkok dan mulai menurunkan kakinya...
"Aiiih, gue baru mandi ini Masya Allah," gerutu nya saat dirinya benar-benar berada di atas lumpur,
"Yang tunggu iiih," Aryo berusaha mengejar Siti yang sudah jauh di depan nya.
"Wah akhirnya putra Sultan mau turun juga," batin Siti dengan terkekeh geli melihat putra Sultan yang kesulitan berjalan di atas lumpur.
"Huuh, kenapa tadi gak bawa cangkul ya, sekalian suruh bajak sawah," batin Siti yang masih menunggu Aryo.
"Sini pegang tangan kuu," Siti merentangkan tangannya untuk membantu Aryo berjalan.
Aryo berhasil menangkap tangan Siti namun bukannya memegang malah menarik tangan Siti dan membawa nya ke pangkuan nya.
"Aaaakh," teriak Siti yang terkejut tiba-tiba di tarik oleh Aryo, hingga tubuhnya kini berada di atas tubuh Aryo. Aryo tersenyum, wajahnya begitu dekat dengan wajah kekasihnya, dia pun semakin mendekat kan wajahnya dan meraih bibir sang kekasih yang selalu membuat nya candu.
Siti membiarkan sang kekasih melakukan hal itu, karena dia pun merindukannya, menginginkan belaian dan sentuhan yang begitu lembut hingga membuat nya terlena.
"Tempat umum wooi tahaaaan," ucap seseorang yang tidak asing ditelinga Siti dan Aryo.
"Akaaak," Siti beranjak dari tubuh Aryo dan mencoba bangkit meski sedikit kesulitan karena sedang berada di atas lumpur.
"Hei dek, kalian ini yaaaa," Syifa tersenyum melihat tingkah adiknya yang sudah berani mencium Aryo.
"Hmmm, apa sih akaakk," Siti mencoba mengalihkan pembicaraan, padahal dia merasa malu karena kepergok sama kakaknya.
"Btw, apa yang kakak dan kak Alex lakukan di desa??? tanya nya heran kepada Syifa.
"Hiiiish, ganggu saja," gerutu Aryo sambil bangun dari posisi nya.
"Halalin dulu bro kayak gue hehe," ucap Alex yang merasa puas sudah mengganggu kesenangan Aryo.
"Iya pasti ituuu," ucap Aryo dengan melirik Siti yang tersipu malu.
__ADS_1
"Udah ah jangan bahas lagi, kakak belum jawab pertanyaan ku," ucap Siti dengan Mencoba naik ke atas, begitu pun dengan Aryo.
"Kita mau honeymoon lah," jawab Syifa dan Alex dengan serentak.
"Apa honeymoon??? kini Siti dan Aryo yang kompakkan.
"Nggak salah kan kak," tanya Siti seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Iya dek, emang kenapa sih," tanya Syifa yang merasa heran dengan adiknya.
"Ya aneh aja toh kak, orang honeymoon tuuh ke mana kek, ke luar negeri kek, gitu loh kak," jawab Siti panjang lebar.
"Hiish, honeymoon gak harus keluar negeri kali dek," jawab Syifa sambil tersenyum.
"Iya sih kak, tapi kalau aku mau nya honeymoon ke AUSIE," ujar Siti dengan mata yang tampak berbinar.
"What AUSIE??? tanya Aryo yang tidak pernah mendengar negara itu.
"Iya lah, itu loh AUSTRALIA," jelas Siti dengan menjentikkan jari nya.
Syifa dan Alex saling menatap, entah apa yang ada di dalam pikiran keduanya.
"Ya udah yook," Siti pun berjalan di iringi Aryo dan juga pasangan pengantin baru itu.
Karena rumah Siti lebih dekat dari lokasi, akhirnya mereka menuju rumah Siti, asli Aryo sepanjang jalan menggaruk sekujur tubuhnya yang mulai terasa gatal,
"Lah kenapa nak Aryo jadi kotor seperti ini?! tanya Bu Nilam yang sedang menyiram tanaman.
"Ini... tadi turun Bu ke sawah bantuin ayang hehe," ucap Aryo yang melihat dirinya yang memang sangat kotor, bahkan sepatunya pun ikut kecipratan lumpur.
"Ini sudah tidak bisa aku pakai, hadeuh," Aryo menaruhnya di sembarang tempat.
"Eh jangan taruh situ lah yooo," Siti mengambil sepatu Aryo dan akan membawa nya untuk di cuci.
"Loh kenapa, kan mau aku buang loh yang?! tanya Aryo heran saat Siti malah membawa nya bersamanya.
"Di buang?!!
"Ini masih bisa di pakai loh, cukup di cuci aja," ujar Siti yang tidak senang dengan sikap Aryo yang satu ini.
"Iya deh....
__ADS_1
"Sana mandi dulu," ucap Siti sambil memberikan sebuah handuk dan beberapa peralatan mandi yang masih baru.
"Mandi bareng yuuuk," goda Aryo sambil mendekatkan wajahnya.
"Wah nak Aryo, di sini masih ada ibu loh," ucap Bu Nilam sambil tersenyum.
"Eh, lupa buuu, hehe," ucap Aryo pelan, entahlah bila sudah dekat dengan Siti, dia melupakan semua orang yang ada di sekitar nya.
"Ada gue juga kali," ujar Alex menepuk pundak Aryo,
"Iya... canda doank gue," ujar Aryo sambil ngeloyor pergi, Aryo ingin segera membersihkan tubuhnya segera, karena rasa gatal belum hilang juga.
Setelah Aryo masuk ke kamar mandi, Bu Nilam pun mempersilahkan Syifa dan juga Alex masuk ke dalam rumah.
"Apa rencana kalian sekarang nak," tanya Bu Nilam, tangannya dengan lihai menaruh dua gelas teh panas untuk tamunya.
"Kita mau di sini beberapa hari Bu," ucap Syifa dengan tersenyum senang, sudah lama dirinya kangen sama suasana desa.
"Oh, baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kalian nginap di sini malam ini," tawar Bu Nilam, Bu Nilam juga kangen sama Syifa. sudah lama dirinya dan Syifa tidak bersama seperti dulu.
"Eh, tapi Bu, kami takut merepotkan ibu," ucap Alex yang merasa tidak enak hati, dia pun menatap Syifa yang sepertinya menyetujui permintaan Bu Nilam itu.
"Tidak kok nak Alex, justru ibu akan senang sekali, hanya satu malam saja, bagaimana," ujar Bu Nilam,
"Hmmm, saya tidak bisa memutuskan Bu, karena saya serahkan sepenuhnya kepada istri saya," jawab Alex dengan tersenyum kepada Syifa.
"Hmmm, boleh Buu, kita akan menginap di sini malam ini," akhirnya keputusan Syifa membuat senyum Bu Nilam mengembang.
"Wah, berarti ibu malam ini akan memasak makan malam yang spesial ya untuk kalian," Bu Nilam pun memeluk Syifa dengan bahagia.
"Aryooooo...
Bu Nilam dikagetkan dengan teriakan Siti yang berasal dari kamar mandi. semua orang auto menyusul dan melihat apa yang tengah terjadi di sana.
"Ada apa ini neng," tanya Bu Nilam saat melihat Siti yang sedang menggedor pintu kamar mandi nya dengan sepatu yang baru saja dia cuci.
"Ini loh bu, masa mandi nya lama banget siiiih,kan di sana ada C* aku Bu," Bisiknya dengan perasaan malu tak karuan, bagaimana kalau Aryo memegang benda keramat miliknya.
"Ya ampun neeeeng," Bu Nilam nyengir sendiri melihat tingkah anaknya itu.
Happy reading 😍
__ADS_1