
Happy reading 😍
Aryo terhenyak kaget melihat seseorang yang di bawa oleh sepupunya. masa lalu kini memenuhi otaknya, kejadian naas yang merenggut nyawa sang kekasih kini terulang kembali seperti siaran ulang televisi. begitu juga dengan Gesya yang tidak kalah kagetnya melihat Aryo yang dia kenal, Aryo yang sama, Aryo yang dulu adalah calon suami dari sahabatnya yang kini sudah tiada. akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun silam.
"Kak Aryo .... apa kabar?! tanya Gesya dengan tersenyum kecut. Gesya masih terlihat kesal kepada Aryo. Gesya berpikir Aryo lah penyebab kematian sahabat terbaik nya. Gesya bahkan membenci sosok Aryo, hingga dirinya memilih pindah ke luar kota agar tidak lagi melihat tampang Aryo di hadapannya.
"Ka...kamu, ba... bagaimana kalian bisa bersama," tanya Aryo kepada Imam dengan sedikit gugup melihat Gesya di hadapannya seperti membuka dan mengorek luka lama.
"Kalian sudah saling mengenal??? kini Imam yang bertanya kepada keduanya yang sepertinya sudah sangat dekat, melihat Gesya yang dari tadi menatap Aryo tanpa berkedip membuat kedua pihak merasakan api cemburu. Imam tidak menyangka kalau Gesya ternyata sudah lebih dulu mengenal sepupunya sebelum dirinya.
"Ya sayang, sudah sangat lama malah," ucap Gesya dengan tersenyum kepada sang kekasih.
"Hmmmm, kakak ini mantan nya Aryo ya," celetuk Siti yang tiba-tiba sudah ada di tengah-tengah mereka, Aryo cukup terkejut dengan pertanyaan Siti, dan tatapan sang kekasih yang sangat tidak bersahabat. Siti berasumsi demikian saat melihat keduanya seperti cukup dekat di masa lalu.
"Bukan kok, kami hanya sebatas teman saja kok," jawab Gesya dengan tersenyum ke arah Siti yang menatap Aryo dengan tatapan tidak bersahabat.
"Iya, bukan mantan kok yang, sueeer," Aryo mencoba menjelaskan kepada sang kekasih yang kini tengah merasakan api cemburu tingkat dewa.
Gesya hanya tersenyum melihat Siti yang salah paham tentang hubungan nya dengan Aryo di masa lalu.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan tertarik sama kekasih mu itu, karena aku juga sudah punya sang kekasih,"Gesya menggenggam tangan Imam dengan lembut dan tersenyum ke arah nya, semoga saja Imam tidak cemburu juga seperti Siti.
"Udah ah, jangan ngambek, lebih baik kita pulang yuuk," Ajak Syifa yang sedari tadi hanya menyimak saja.
"Oh, ya Gesya kamu mau berkunjung tidak," tawar Syifa dengan tersenyum.
"Ayo deeek," Syifa menepuk pundak Siti agar adiknya tidak lagi cemburu buta dan tidak lagi menatap Aryo dengan tatapan mata yang menakutkan. bagaimana pun adiknya, hanya salah paham saja.
"Ehm, lain kali ya, soalnya aku hari ini mau menjumpai seseorang dulu," Ucap Gesya yang menolak secara halus tawaran Syifa kepada nya.
__ADS_1
DEEEG...
"Menjumpai seseorang?! batin Aryo, tiba-tiba detak jantung nya berpicu dengan cepat. Aryo mengerti dan sangat mengenal siapa yang dimaksud seseorang itu oleh Gesya.
Dulu Aryo juga sering kesana untuk berkunjung, bahkan setiap hari Aryo selalu menyempatkan untuk berkunjung. Namun lambat laun, Aryo kini sudah tidak lagi berkunjung ke sana, bahkan sudah tidak pernah lagi ke sana. sedangkan Gesya selalu menyempatkan diri untuk menjumpai nya,
Aryo kini merasa sangat-sangat menyesal. karena sudah melupakan janjinya sendiri untuk selalu datang dan berkunjung. kini sahabat nya lah yang membuat dirinya mengingat kembali janji yang dulu dia ucapkan.
Siti memperhatikan wajah Aryo yang tampak muram, terlihat Aryo menahan air matanya untuk tidak jatuh di depan semua orang. apa kata dunia bila dia menangis, Karena papanya selalu melarang nya melakukan hal itu, pria tidak boleh menangis dengan alasan apapun.
"Maaf, aku jadi penyebab kamu lupa dengan nya," ucap Siti kepada Aryo yang kini melihat ke arahnya.
"Hey, ngomong apaan sih," Aryo tidak mengerti maksud Siti berbicara seperti itu.
"Bolehkah aku berkunjung ke sana?" pinta Siti dengan tiba-tiba.
"Kamu sudah...," Aryo tidak melanjutkan kata-katanya karena Siti sudah mengangguk dengan cepat.
"Dad...? batin Aryo, sebenarnya kenapa papanya malah menceritakan kisah masa lalu nya kepada Siti, bagaimana kalau Siti kini meragukan dirinya dan mundur kembali dari pernikahan yang akan dilaksanakan Minggu depan.
"Please, izinkan aku untuk mengunjunginya? Siti memohon kepada Aryo.
"Ba... baiklah,
Aryo pun memenuhi permintaan Siti meski hatinya masih bertanya apa keputusan nya ini sudah benar atau tidak?
"Kami juga ikut...
Siti dan Aryo menoleh ke belakang, Pak Heru, Pak Ilham, Bu Nilam, Syifa dan juga Alex, bahkan kang Supri sudah berkumpul dan tersenyum kepada keduanya.
__ADS_1
"Ikut kemana???
Aryo menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat keluarga besar sudah berkumpul seperti ini.
"Ikut melepaskan masa lalumu nak," jawab pak Heru sekaligus sang Ayah yang begitu bahagia, akhirnya Aryo kini menemukan pengganti kekasih nya yang sudah tiada.
"Daaad...
Aryo tersipu malu mendengar perkataan Ayahnya itu.
"Iya nak, kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan," ucap Bu Nilam yang juga ikut merasakan kebahagiaan calon menantunya.
"Jodoh, maut, dan hirup mah tos Aya NU ngatur jang, nyaeta GUSTI PANGERAN," tutur kang Supri.
"Jadi jangan pernah menyalahkan diri sendiri, harus tetap semangat yooo," Pak Ilham ikut memberikan semangat kepada Aryo.
"Iya bos, loe pantas bahagia," Aji sang Asisten nya pun ikut menyaksikan kebahagiaan bosnya yang sebentar lagi akan melepaskan masa lajangnya.
"Terima kasih semuanya, kalau begitu kita berangkat sekarang," Aryo tidak menyangka akan banyak dukungan yang diberikan kepada nya. Aryo menggenggam tangan Siti dengan erat.
Semua orang mengangguk dan mulai menaiki kendaraan masing-masing. Pak Heru sang Ayah dan Bu Nilam sang ibu dan kang Supri menjadi satu mobil. sedangkan Alex, Syifa dan Pak Ilham pun kini satu mobil bersamaan. Aryo dan Siti saja yang kini naik berdua dalam satu mobil. nggak ketinggalan Aji sang Asisten yang sudah menjadi bagian dari keluarga memilih ikut dengan para bodyguard saja, agar bisa memberikan keamanan bagi semua orang yang ikut.
Setelah masuk semua ke dalam mobil masing-masing, rombongan pun langsung berangkat menuju lokasi peristirahatan terakhir sang kekasih Aryo yang. sudah tiada karena mengalami insiden kecelakaan yang telah merenggut nyawanya.
Tak berapa lama, para rombongan telah sampai di tempat tujuan. terlihat mobil milik sepupunya yang sudah mendahului kedatangan nya. Imam dan juga Gesya tidak tahu akan kedatangan rombongan keluarga Aryo.
Pak Heru melihat ada beberapa penjual bunga tabur yang terlihat sepi, muncul idenya untuk memborong semua dagangannya. sampai si ibu penjual tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, Pak Heru memberikan satu tumpuk uang kepada si penjual bunga.
"Masya Allah paaak, ini banyak betuuul, ini duit beneran kan pak," ibu si penjual bunga begitu gemetar saat di dalam tangannya ada setumpuk uang yang masih fresh dan sangat rapi.
__ADS_1
"Iya Buu, ini uang asli kok," jawab Pak Heru dengan gembira melihat tingkah ibunya.