Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.71


__ADS_3

Happy reading 😍


"Jangaaan...," teriak Syifa, namun dekat cepat Dewi membungkam mulut Syifa dengan plester agar tidak bisa teriak lagi. dan dia harus bergerak cepat sebelum bodyguard Alex datang.


"Opppps... tenang saja Syifa, rambutmu akan utuh kok, hanya saja aku akan merusak bajumu setelah itu aku akan memotret tubuhmu itu, hahahaha," bisik Dewi ke telinga Syifa.


"Emmmmm..." Syifa tidak bisa lagi berkata karena mulutnya sudah tertutup,


""Jangan lakukan itu Wiii," batin Syifa ikut menangis melihat ketidak berdayaannya saat ini.


Dewi terus merobek baju Syifa hingga tidak berbentuk lagi, kini bagian tubuh Syifa benar-benar sudah terlihat. hanya tersisa pakaian dalam yang Syifa pakai saja.


"Hiks...hiks hentikan Wiiii," batinnya, Syifa tidak bisa menahan tangisnya dan merasa malu dengan keadaan nya kini.


"Ingat Syifa, gue tidak akan pernah berhenti menjadi bayangan gelap loe, selama loe masih hidup di dunia ini, hahahaha," ucapnya dengan penuh kemenangan. diambilnya ponsel, lalu di arahkan nya ke arah Syifa yang sudah terlihat sangat kacau. Dewi mengambil foto Syifa yang dalam keadaan setengah Bu*** itu.


"Foto ini akan tersebar luas, jika kamu mengatakan hal sesungguhnya, ingat kamu akan menjadi bahan cemoohan juga keluarga mu," Ancam Dewi.


"Dan ini bisa menjadi senjata ku yang paling mutakhir, hahaha... bye saudariku," Dewi melangkah pergi sebelum aksinya ketahuan, setelah membuka kembali plester dimulut Syifa.


"Hiks...hiks...hiks...," Syifa menangis sejadi-jadinya meratapi nasibnya yang begitu malang dan lemah di hadapan Dewi dan selalu saja menjadi pecundang bahkan Dewi sudah menghancurkan harga dirinya dua kali.


"Astaga Nona... maaf...," tiba-tiba saja bodyguard masuk dengan membawa makanan yang baru saja dia beli di mini market untuk Syifa.


Bodyguard itu melempar begitu saja makanan di tangannya dan mengambil selimut tebal di dalam lemari dengan menutup matanya. dia shock melihat keadaan Syifa yang sudah terlihat kacau dengan pakaian yang sudah koyak.


"Pakai selimut ini nona, saya tidak melihat," ucapnya dengan memberikan selimut ke arah Syifa.


Syifa dengan susah payah menerima selimut itu karena tangannya masih terikat.


"Terima kasih, tolong bantu aku melepaskan ikatan nya," ucap Syifa lirih,


Anak buah Alex pun membuka matanya dan betapa dia saat melihat wajah Syifa yang tampak kemerahan di kedua pipinya.


"Nonaaaa.... apa yang terjadi?!" tanyanya kepada Syifa, tangannya membuka ikatan di tangan Syifa.


"A...aku tidak apa-apa," jawab Syifa dengan singkat, ancaman Dewi membuat nya tidak bisa mengatakan hal sebenarnya.

__ADS_1


"Apa nona sudah gila, lihat keadaan nona seperti ini, nona masih bilang baik-baik saja?!" Protes anak buah Alex yang tidak habis pikir dengan nonanya yang tidak mau menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya.


"Please kumohon jangan ceritakan masalah ini kepada siapapun, termasuk Alex," pinta Syifa dengan sungguh-sungguh kepada orang yang ada di hadapannya.


"Tidak nona, ini sudah keterlaluan, saya harus memberi tahu bos Alex nanti," ucapnya sambil berdiri dan memalingkan wajahnya dari Syifa.


"Klo begitu lebih baik bunuh saja aku," ancam Syifa dengan sedikit teriak dan menatap dengan tatapan yang dingin.


DEEG...


Mendengar ancaman Syifa yang sepertinya tidak main-main membuat nya terdiam. entah apa yang harus dilakukan nya sekarang, kenapa Nona Syifa malah melarangnya untuk memberitahukan keadaan nya sekarang.


"Ba... baiklah nona, sa...saya tidak akan bicara kepada siapa pun," Anak buah Alex dengan berat hati menuruti keinginan Syifa yang tidak masuk akal.


"Terima kasih ya," Syifa tersenyum meski hatinya menangis saat ini.


"Sekarang saya akan mengambil kemeja saya nona, untuk nona pakai sementara, saya akan cepat kembali," anak buah Alex langsung melangkah keluar, tidak lupa kini pintu dia kunci agar tidak ada lagi yang bisa masuk dan menganggu nona Syifa.


"Maafkan aku nona, seharusnya aku membuka ikatan nona terlebih dahulu sebelum meninggalkan nona," batinnya. gara-gara kelalaian dirinya kini nona Syifa di sakiti oleh seseorang. karena dirinya nona Syifa menjadi seperti ini.


"Terima kasih, maaf sudah merepotkan," ucap Syifa dengan lirih.


Syifa pun mengganti pakaian nya yang sudah koyak dengan kemeja yang baru saja dia dapat kan dari anak buahnya Alex, sementara ank nya Alex menunggu di luar.


"SYIFAAAAA...


Terdengar teriakan seorang pria dari luar dan memanggil namanya dengan jelas, Syifa terdiam dan mulai fokus mendengar teriakannya yang terasa tidak asing di telinga Syifa, Syifa sangat mengenal suara itu.


"Kak A...Alex...


Syifa terperanjat dan hendak berdiri membuka pintu, namun kakinya tiba-tiba, tidak bisa dia gerakkan. seperti mati rasa dan rasanya sakit sekali untuk melangkah.


Namun Syifa tidak menyerah, dia masih mencoba untuk bangkit dari tempat tidur nya dan mulai berjalan menuju ke arah pintu dimana ada Alex, sosok pria yang dia rindukan saat ini.


"Awww...," Syifa terjatuh cukup keras karena kakinya benar-benar tidak bisa melangkah, mungkin karena tadi kebanyakan duduk, hingga butuh waktu untuk nya bisa kembali berjalan secara normal.


"SYIFAAAA...

__ADS_1


Teriakan itu semakin dekat ke arah kamarnya.


namun Syifa tidak bisa menjawab teriakan Alex,


"Kak Aleeeex tolong Syifa, Syifa di sini kak," batinnya yang bisa membalas, tenaganya sudah terkuras habis, apalagi dia belum mengisi perutnya yang kosong dengan sepotong makanan pun.


"Boooos, akhirnya anda bebas," ucap bodyguard yang sedang menjaga pintu kamar Syifa.


"Di mana Syifa," ucap Alex dengan tatapan matanya yang tajam.


"Ehm, nonaaaa lagiiii...," bodyguard Alex tidak bisa mengatakan hal sebenarnya.


'Jangan banyak bicara, katakan cepat," Alex tidak ingin mendengar omong kosong dari Mulut bodyguardnya yang sudah mengecewakan dirinya.


"Nonn...nonaaaa, ada di dalam bos... hanya saja nonaaaa...


"Diam...., kubilang jangan banyak bicara," teriak Alex dengan nada penuh ancaman.


"Ma..maaf bos, sa..saya akan membuka pintunya," bodyguard Alex pun memasukkan kuncinya dan pintu pun. terbuka.


"NONAAAAAA...," jerit bodyguard Alex saat melihat Syifa sudah terlentang di bawah lantai dengan keadaan tidak sadarkan diri.


"MINGGIIIIR...


Alex menerobos masuk dan langsung melihat keadaan Syifa. di lihatnya Syifa yang memakai kemeja pria. hatinya mendadak geram, baju siapa yang kini melekat di tubuhnya.


'Kaliaaan, akan mendapatkan hukuman yang setimpal setelah ini," teriak Alex dengan sorotan matanya yang tajam, menyiratkan kemarahan yang luar biasa.


Bodyguard Alex hanya diam saja, seakan sudah siap dengan konsekuensinya. ini memang kesalahan mereka yang begitu saja menuruti keinginan Dewi dan mommy Melanie.


"Syifa... bertahanlah," Alex membawa Syifa ke luar dengan menggendongnya. Alex melangkah dengan cepat, auranya kini berubah menjadi sangat khawatir dengan keadaan Syifa.


"Apa yang terjadi?! tanya Aryo saat melihat Alex yang datang dengan tergesa-gesa.


"Kita ke rumah sakit...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2