
Happy reading 😍
Hari ini adalah hari pernikahan Syifa yang sudah ditunggu oleh Pak Ilham dan yang lainnya. Alex sudah Siap mengucapkan ijab qobul, hanya saja ada syarat yang kurang agar ijab qobul bisa dilaksanakan dan sah. Alex terlihat gusar saat seseorang yang menjadi kunci dalam merubah status nya belum juga hadir diantara mereka. padahal dia berjanji akan datang tepat waktu.
"Apa masih lama ya, saya masih ada acara yang lainnya," ucap pak penghulu dengan pelan agar tidak terdengar oleh banyak orang.
"Tunggu sebentar lagi pak," ucap Alex yang berusaha menahan pak penghulu agar tidak meninggalkan acara pernikahan nya.
Syifa hanya melihat gerak-gerik Alex yang tampak gelisah, Syifa memahami apa yang di rasakan kekasih nya itu.
"Tenanglah kak, percaya lah papa pasti akan datang dan menjadi saksi di pernikahan kita," ucap Syifa yang kini sudah menggenggam tangan Alex yang sudah berkeringat dingin.
"A...akuu mau...
"Permisi, maaf saya terlambat...
Seseorang dengan memakai jas hitam, dengan kaca mata yang senada, berdiri melangkah masuk dan duduk di sebelah pak Ilham yang sedang menatapnya. semua orang terdiam, karena tidak mengenal orang yang ada di hadapan mereka.
"Papa,...
"Maaf papa terlambat, ada hal yang tidak bisa papa tunda," ucapnya dengan tersenyum kepada Alex lalu melirik ke arah Syifa dan tersenyum.
"Tidak apa, saya papanya Syifa, calon dari istrinya Alex," pak Ilham mengenalkan dirinya kepada orang yang sepertinya dia adalah Papanya Alex yang sedang mereka tunggu.
"Saya Herdi, ayah dari pria yang akan menikah dengan...
"Syifa,...
Pak Ilham meneruskan ucapan dari papanya Alex yang berhenti begitu melihat Syifa yang memakai pakaian pengantin dan juga menatap kedua orang tua itu.
"Kalau begitu acara bisa kita mulai ya," ucap pak penghulu saat jam ditangannya terus maju beberapa menit.
"SAH...
__ADS_1
Terdengar suara tepukan tangan dengan riuh saat semuanya menjadi saksi atas perubahan status keduanya. semuanya ikut berbahagia di acara pernikahan. begitu pun dengan Siti dan Aryo yang ikut menjadi saksi.
TAP...TAP...TAP...
Langkah seseorang yang menghampiri acara pernikahan Syifa dan Alex, cukup mengejutkan bagi Alex, seseorang yang dia hindari bertahun-tahun kini muncul lagi di hadapannya. seseorang yang sudah merebut posisi ibunya yang sudah meninggal, Alex menatap papanya dengan tatapan dingin.
"Dia berhak menghadiri acara pernikahan mu," ucapnya. meski dia yg tahu pasti Alex tidak menginginkan kehadiran nya. ini waktu yang tepat untuk ibu sambung nya bisa lebih dekat dengan Alex karena Alex tidak mungkin pergi meninggalkan pesta pernikahan nya,
"Aku tidak peduli siapapun dia, yang jelas aku hanya punya satu ibu," ujar Alex dengan setengah berbisik, agar Syifa tidak mendengar kata-katanya barusan.
"Terima kasih sudah datang dan menghadiri pernikahan putra putri saya," ucap pak Ilham dengan tersenyum, akhirnya dia mempunyai menantu sesungguhnya dan mengenal keluarga dari menantunya.
"Ya, saya juga ucapkan terima kasih, dan selamat ya, akhirnya menikah juga," ucap ibu sambung Alex yang kini menatap Alex dan Syifa Secara bergantian.
"Terima kasih mah," ucap Syifa sambil tersenyum, tak terasa air mata nya mengalir begitu saja, baru kali ini dia merasakan punya mama dan bisa memanggil seorang mama.
Alex membiarkan Syifa memanggil nya mama, karena Alex tahu Syifa haus akan kasih sayang seorang ibu, karena di tinggal semasa masih bayi dulu.
Setelah perkenalan, acara pun berlanjut dengan acar selanjutnya, semua orang tampak bahagia, begitu pun Siti dan Aryo dan juga pak Heru yang ikut menyaksikan acara sakral ini.
"Issh papa, ya kapan-kapan lah," jawab calon menantunya itu.
"Sekarang aja, ntar aku telpon pak penghulu nya deh," pinta Aryo dengan menggoda Siti yang sudah menatap dirinya dengan tatapan yang menakutkan.
"Owwwwh, mau nikah sekarang, heeeh" Siti menatap Aryo dengan lebih intens, sebenarnya dirinya pun tidak ingin lama-lama untuk meresmikan hubungan nya dengan Aryo, namun ada sesuatu yang membuat dirinya harus menundanya, Siti harus memastikan hal penting terlebih dahulu, tentang jati dirinya.
"Engga jadi deh," Aryo langsung melipir saat mengetahui kekasih nya bisa berubah menjadi menakutkan.
"Hahaha, kau ini bagaimana, anak seorang pengusaha sukses takut sama...
"Hmmmm... papa kesana dulu ya," pak Heru pun tidak berani mengatakan pendapat nya, karena saat ini calon menantunya telah memberikan tatapan membunuhnya.
"Dasar para pria, emang gue semenakutkan itu ya," Siti melihat dirinya di cermin yang ada dalam bedaknya,
__ADS_1
"Hmmm, gue cantik gini dibilang menakutkan," ujar nya dengan tersenyum geli.
Acara pernikahan sudah terlaksana dengan baik dan lancar meski bagi Alex kurang memuaskan hatinya karena kedatangan ibu sambungnya. ibu sambungnya tidak pernah menyakiti dirinya secara fisik tapi secara mental di mana, baginya dia sudah merebut posisi ibunya yang sudah meninggal.
Malam ini, Alex tidak ingin mengingat kejadian tadi pagi, karena malam ini malam istimewa baginya dan Syifa. kamar pengantin yang sudah di hias oleh berbagai macam hiasan pengantin, sungguh membuat rilexs keduanya, saat rasa lelah menghadapi banyak tamu dan harus berdiri beberapa jam saat acara pernikahan mereka tadi pagi sampai menjelang malam,
"Apa kamu lelah," ucap Alex saat melihat Syifa yang tengah terduduk di kamar pengantin mereka.
"Sedikit pegal saja kak," ucapnya dengan tersenyum kepada Alex yang kini resmi menjadi suaminya.
"Sini aku pijitin ya," Alex mengangkat kaki Syifa ke atas kasur agar mudah di pijit olehnya.
"Rebahan saja ya," perintah Alex dengan memulai metode pijitan nya. dari telapak kaki terus naik dan naik sampai semua bagian kaki Syifa sudah tersentuh oleh nya,
"Hmmm, sudah kak," ujar Syifa yang sedikit merasa malu dan geli saat Alex meraba bagian pa** nya yang kini nampak jelas di mata suami nya. bahkan Alex terus memperhatikan nya tanpa berkedip sedikit pun, meski dia sudah pernah melihat semuanya.
"Belum sayang, ini baru awalnya saja," ucap Alex yang kini sudah ada di atas Syifa svil tersenyum.
"Kak...akuuu...hmmm...
Syifa tiba bisa melanjutkan kata-katanya karena Alex sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya yang terus menyesap dan masuk semakin dalam. Syifa memejamkan matanya dan mulai mengikuti permainan suaminya itu.
Alex tersenyum karena Syifa kini sudah bisa mengikuti permainan nya yang masih pemanasan, masih banyak yang ingin dia sentuh di bawah sana.
Di saat Syifa menginginkan lebih, Alex terbangun dan berdiri di samping nya, membuat Syifa ikut terbangun.
"Hmm, kenapa kak," ujarnya.
Alex tidak menjawab pertanyaan Syifa, karena dirinya langsung menggendong Syifa dan membawa nya ke kamar mandi. Alex menutup pintunya dan menguncinya, jangan sampai ada yang mengganggu ritualnya,
"Apa yang mau kakak lakukan," Syifa sedikit gugup saat suaminya kini mulai menanggalkan pakaian nya satu persatu.
"Mandi...
__ADS_1
Happy reading 😍
"